<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-06-09T00:59:42Z</responseDate>
	<request from="2020-11-20" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/565</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:31:08Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kearifan Lokal dan Pendidikan Era Global di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Kesuma, Andi Ima</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Globalisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kearifan Lokal.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini berisi uraian mengenai konsep pendidikan karakter yang berlandaskan pada kearifan lokal, potret karakter pendidikan kita dewasa ini, tantangan yang harus diperjuangkan bersama untuk menjadikan pendidikan Indonesia yang berkarakter dengan landasan budaya lokal, serta solusi masa depan pendidikan Indonesia yang berlandaskan kearifan lokal dalam bingkai pendidikan Nasional yang berkarakter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/565</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.565</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni; 1-11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/565/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Andi Ima Kesuma</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/566</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:28:03Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hermeneutis-Historis Terhadap Artefak-Artefak Kebudayaan Indonesia Sebuah Refleksi Kesadaran</dc:title>
	<dc:creator>Ferdianto, Jujuk</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hermeneutis Historis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artepak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebudayaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Refleksi Kesadaran.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelacakan hermeneutis-historis terhadap artefak-artefak Kebudayaan Indonesia sebagai bentuk keprihatinan dari setiap gejala kepunahan tradisi. Gejala pengabaian tradisi mulai muncul seiring dengan datangnya gelombang globalisasi yang meluluhlantakkan tradisi. Negara terlambat mengantisipasi berbagai kecenderungan yang muncul, terutama pada aspek kekayaan ilmu pengetahuan lokal, filsafat lokal dalam kebudayaan Nusantara. Kekayaan tersebuthendaknya dapat menjadi sebuah ilmupengetahuan yang mempola sistem pemikiran rasional tentang materi keilmuan di masyarakat. Pelacakan hermeneutis-historis menjadi strategi penyadaran dengan mengetengahkan tafsir sejarah terhadap fenomenologi sejarah yang terabaikan seperti kearifan lokal (local wisdom). Intinya manusia Indonesia perlu mengem­bangkan seluruh potensi kodrat yang dimiliki, terutama kodrat yang positif, yaitu jiwa (akal, rasa, karsa), sosial, dan spiritual. Ketiga potensi tersebut berkaitan dengan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual/ moral (SQ), dan kecerdasan hambatan menjadi peluang/Adversity Quotient (AQ). Keempat kecerdasan tersebut merupakan modal setiap warga Indonesia untuk bisa memenangkan persaingan yang semakin ketat di era global ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/566</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.566</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni; 12-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni; 12-27</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/566/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jujuk Ferdianto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/578</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:31:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Terhadap Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar  IPS Siswa  Kelas VIII MTs. Mu'allimat NW Pancor</dc:title>
	<dc:creator>Mulianingsih, RR. Sri Setyawati</dc:creator>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Pembelajaran Pemecahan Masalah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi Berprestasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prestasi Belajar IPS.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Pemecahan masalah terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPS. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Mu'allimat NW Pancor dengan menguunakan post-test control group design, yang hanya memperhitungkan skor post test.  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Pemecahan masalah dan variabel terikatnya adalah motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPS. Instrumen berupa kuisioner motivasi berprestasi dan  prestasi belajar IPS. Sampel Penelitian berjumlah 30 sebagai kelompok eksperimen dan 30 sebagai kelompok kontrol yang diambil secara acak. Data yang diperoleh dari kuisioner dan tes tersebut selanjutnya ditabulasi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok peserta didik yang mengikuti pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Pemecahan masalah (kelompok eksperimen) dan kelompok peserta didik  yang mengikuti pelajaran IPS tanpa menggunakan konvenional (kelompok kontrol). Setelah uji asumsi analisis ini terpenuhi barulah pengujian dilakukan dengan menggunakan Uji Manova. Hasil analisis pada penelitian menunjukkan bahwa: hasil belajar kelompok peserta didik yang mengikuti pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Pemecahan masalah (kelompok eksperimen) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok peserta didik  yang mengikuti pelajaran IPS yang menggunakan konvensional atau tanpa model pembelajalaran Pemecahan masalah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajarlan Pemecahan masalah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII MTs Mu'allimat NW Pancor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/578</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.578</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni; 28-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni; 28-41</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/578/pdf_2</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 RR. Sri Setyawati Mulianingsih, Zidni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/580</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:31:44Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sejarah Lokal dan Pendidikan Karakter (Tinjauan dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sasak Lombok)</dc:title>
	<dc:creator>Murdi, Lalu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sejarah Lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kearifan Lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Karakter.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kearifan lokal adalah bagian dari kearifan bangsa yang dapat menjadi landasan pendidikan karakter. Kearifan lokal masyarakat Sasak Lombok yang sudah mengakar dalam sejarah suku bangsanya memiliki nilai universal, sehingga proses engkulturasi perlu dilakukan pada masyarakat mulai dari sekolah dasar sampai pendidikan karakter orang dewasa. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa pentingnya kearifan lokal (local wisdom) sebagai landasan dari pendidikan karakter tersebut, sekaligus menawarkan pemahaman konsep dan praktik bagaimana seharusnya pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal tersebut diimplementasikan dalam dunia pendidikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/580</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.580</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni; 42-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni; 42-54</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/580/pdf_3</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Lalu Murdi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/581</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:35:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RETRACTED NOTICE: Upacara Adat Kelahiran Sebagai Nilai Sosial Budaya Pada Masyarakat Suku Sasak Desa Pengadangan</dc:title>
	<dc:creator>Suhupawati, Suhupawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel yang ditulis oleh saudara Suhupawati dengan judul &quot;Upacara Adat Kelahiran Sebagai Nilai Sosial Budaya Pada Masyarakat Suku Sasak Desa Pengadangan&quot; dihapus dari Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan pada Volume 1 Nomor 1 2017 dengan alamat https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/581 karena Editor menemukan artikel dengan judul yang sama telah terbit di Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah pada Volume 2 Nomor 2 2017 dengan tautan url https://journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/view/188. Artikel dipublish dalam rentang waktu berbeda dengan isi artikel yang sama, walaupun dengan tambahan penulis berbeda. Oleh karena itu, setelah melewati pertimbangan Tim Editor demi menjaga kualitas dan integritas akademik artikel dimaksud kami cabut. Demikian untuk diketahui dan dimaklumi. Terima kasih</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-07-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/581</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.581</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/581/7873</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 FAJAR HISTORIA: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/582</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:28:34Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Pewarisan Budaya Syair Melayu di Lombok Timur (Kajian Sejarah Budaya)</dc:title>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pola Pewarisan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Syair Melayu Islam.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini berusaha menggali dan mengnalisa peranan Syair Melayu Islam dalam budaya Sasak di Lombok Timur khususnya di desa Rumbuk. Metode penelitian yang digunakan ialah metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses masuknya Syair Melayu Islam bersamaan dengan proses masuknya Islam yang terus berkembang sampai saat ini; (2) Nilai yang terkandung dari beberapa kitab Syair Melayu Islam secara umum sangat berperan dan dapat mempengaruhi nilai keberagamaan masyarakat di desa Rumbuk; (3) Pewarisan budaya Syair Melayu Islam dilakukan melalui proses internalisasi, adapts, sosialisasi, serta enkulturasi atau pembudayaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/582</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.582</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni; 66-78</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni; 66-78</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/582/pdf_5</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Muhammad Shulhan Hadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/583</identifier>
				<datestamp>2025-05-12T12:56:57Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Sejarah dan Budaya Lombok (Tinjauan Buku)</dc:title>
	<dc:creator>Rasyad, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Murdi, Lalu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Studi Sejarah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya Lombok</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini merupakan resensi dari buku yang berjudul â€œStudi Sejarah dan Budaya Lombok. Secara umum buku ini mencoba menjelaska tentang budaya masyarakat Sasak-Lombok. Masyarakat Sasak dijelaskan dalam perspektif budayanya dan menunjukkan bahwa budaya pada masyarakat Sasak masih terjaga dengan baik. Perlu menjadi catatan dalam buku ini adalah kepustakaan yang menjadi acuan. Artinya, kepustakaan yang digunakan belum begitu menunjukkan kualitas yang sesungguhnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/583</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i1.583</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 1 (2017): Juni; 79-84</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 1 (2017): Juni; 79-84</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/583/pdf_6</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Abdul Rasyad, Lalu Murdi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/585</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai-Nilai Budaya Yang Terdapat Pada Benda-Benda Peninggalan Purbakala dan Upaya Pelestariannya</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, LR Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nilai-Nilai Budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Benda-Benda Peninggalan Purbakala.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peninggalan purbakala bangsa Indonesia telah diketahui berkembang sejak masa Prasejarah sampai masa kini, dan merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang sangat tinggi nilainya, baik sebagai sumber sejarah maupun sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan bangsa masa kini dan yang akan datang. Oleh karena itu pemahaman mengenai nilai-nilai budaya peninggalan purbakala sangat penting untuk dapat mengetahui sejarah kehidupan nenek moyang kita.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/585</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.585</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 85-92</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 85-92</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/585/pdf_7</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 LR Retno Susanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/586</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Motif Berafiliasi, Komunikasi Interpersonal dan Efikasi Diri Terhadap Motif Berprestasi  Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya</dc:title>
	<dc:creator>Hudaidah, Hudaidah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Berafilisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komunikasi  Interpersonal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efikasi Diri dan Prestasi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Motif Berafiliasi, Komunikasi interpersonal dan Efikasi Diri terhadap motif berprestasi Mahasiswa Program Studi  Sejarah FKIP Unsri. Penelitian ini berbentuk studi pengaruh dengan menggunakan analisis regresi ganda untuk melihat pengaruh  antar variabel penelitian. Penelitian dilakukan di Program Studi Sejarah FKIP Unsri tahun 2010 dengan jumlah sampel penelitian 52 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu : (1) motif berafiliasi berpengaruh secara signifikan terhadap motif berprestasi mahasiswa, (2) komunikasi interpersonal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motif berprestasi mahasiswa, (3) efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadapat motif berprestasi mahasiswa, dan (4) secara simultan motif berafilaisi, komunikasi interpersonal, efikasi diri berpengaruh terhadap motif berprestasi mahasiswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/586</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.586</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 93-105</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 93-105</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/586/pdf_8</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Hudaidah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/587</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perjuangan Gender dalam Kajian Sejarah Wanita Indonesia Pada Abad XIX</dc:title>
	<dc:creator>Amar, Syahrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perjuangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gender</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sejarah Wanita.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pergerakan kaum perempuan Indonesia pada abad XIX tentunya dengan menyoroti pergerakan wanita dalam bidang pendidikan, yang merupakan pondasi dasar munculnya gender di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut dalam skripsi ini dijelaskan pemaparan mengenai munculnya gender di indonesia, serta deskripsi doktrin dari gender itu sendiri terhadap kajian sejarah wanita tentunya dalam bidang pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Untuk mendapatkan data yang valid, maka ada beberapa teknik yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya: (1) heuristik (pengumpulan sumber), (2) kritik sumber (verifikasi), (3) interpretasi (penafsiran), dan (4) historiografi (penulisan). Pergerakan kaum perempuan Indonesia dalam bidang pendidikan tidak terlepas dari kondisi budaya masyarakat pada masa tradisional dan masa kolonial. Adanya persepsi masyarakat yang menganggap perempuan sebagai the second sex membuat ruang gerak kaum perempuan sangat terbatas. Kaum perempuan merasakan ketidakadilan yang dilakukan budaya masyarakat pada waktu  itu. Untuk itulah terjadi pemberontakan kaum perempuan untuk menghancurkan ketidakadilan yang disebabkan oleh budayanya sendiri. RA Kartini dan Dewi Sartika muncul sebagai pelopor emansipasi wanita dalam pendidikan yang merupakan gambaran pemberontakan terhadap budaya tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/587</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.587</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 106-119</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 106-119</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/587/pdf_9</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Syahrul Amar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/588</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksistensi Tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Lombok Timur (Suatu Tinjauan Sejarah Budaya)</dc:title>
	<dc:creator>Rasyad, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Hanapi, Hanapi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eksistensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tradisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jati Suara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Khitanan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui sejarah Tradisi Jati Suara dalam acara khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur  Kabupaten Lombok Timur; (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan Tradisi Jati Suara dalam acara khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur; dan (3) Untuk mengetahui dampak tradisi Jati Suara terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis. Peneliti menggunakan metode sejarah, karena dalam penelitian ini mengkaji eksistensi tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Metode sejarah merupakan cara atau teknik dalam merekonstruksi peristiwa masa lampau melalui empat tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/588</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.588</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 120-138</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 120-138</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/588/pdf_10</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Abdul Rasyad, Hanapi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/589</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar Sejarahantara Siswa yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Fish Bowl dengan Siswa yang Belajarkan dengan Model Pembelajaran Buzz Group Pada Kelas XI IPS SMA NW Pancor</dc:title>
	<dc:creator>Triyanto, Muchamad</dc:creator>
	<dc:creator>Badarudin, Badarudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi Belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prestasi Belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Pembelajaran Fish Bowl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Pembelajaran Buzz Group.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran fish bowl dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran buzz group. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling dengan mengambil dua kelas. Kelas pertama diterapkan model pembelajaran fish bowl dan kelas kedua mengggunakan model pembelajaran buzz group. Instrument yang digunakan adalah lembar angket dan tes. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan tes sedangkan teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran fish bowl dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran buzz group. Hasil analisis pengujian perbedaan motivasi belajar menghasilkan t hitung sebesar 10,105 yang lebih besar dari t tabel 2,0021. Sedangkan hasil pengujian terhadap perbedaan prestasi belajar menghasilkan t hitung sebesar 6,264 yang lebih besar dari t tabel 2,0021.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/589</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.589</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 139-154</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 139-154</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/589/pdf_11</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Muchamad Triyanto, Badarudin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/590</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Model Pembelajaran VCT (Klarifikasi Nilai) Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa SMP Islam Terampil Pancor Kopong</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, B. Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">VCT (Nilai Memperjelas)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prestasi Siswa di IPS Subjek.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar di IPS subjek sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran VCT. jenis penelitian ini adalah pra eksperimen, ada satu kelas, itu kelas eksperimen tanpa kelas kontrol, untuk mengumpulkan data penelitian, peneliti memberikan pre test dan post test, dan non tes dalam bentuk kuesioner. Penelitian dilaksanakan di kelas SMP IT Islam Pancor Kopong VIII pada tahun akademik 2015/2016. Total sampel penelitian ini adalah 18 siswa, variabel penelitian terdiri dari variabel dependen, itu VCT (nilai memperjelas) dan variabel bebas adalah motivasi dan prestasi belajar IPS subjek. Instrumen penelitian ini adalah tes untuk prestasi belajar, jenis tes adalah pilihan ganda, 20 item, dan non tes adalah kuesioner untuk motivasi siswa, 44 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada prestasi perbedaan siswa antara sebelum dan sesudah Model VCT digunakan. Yang dilihat dari rata-rata post test lebih tinggi dari pre test, dan hipotesis dianalisis, itu hipotesis diterima. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menggunakan model VCT adalah efek motivasi dan prestasi siswa pada siswa tahun kedua SMP IT Islam Pancor Kopong pada tahun akademik 2015/2016.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/590</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.590</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 139-154</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 139-154</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/590/pdf_12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 B. Fitri Rahmawati, Zidni</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/591</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T02:59:42Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kepercayaan Aik Mel-Mel Pada Masyarakat Desa Tebaban Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Suatu Kajian Sosial Historis)</dc:title>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tradisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aik Mel-Mel.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, bentuk pelaksanaan dan pandangan Islam terhadap peraktik Aik Mel-Mel di desa Tebaban Kecamatan  Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang dapat diamati. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan  bahwa lahir dan berkembangnya kepercayaan Aik Mel-Mel sejak tahun 1930 hingga sekarang. Di pulau Lombok pada umumnya dan desa Tebaban khususnya berawal dari kebudayaan Bali. kebudayaan ini masih primitive, percaya pada sesuatu mengandung kekuatan-kekuatan gaib diluar akal dan kemampuan manusia. Bentuk kepercayaan Aik Mel-Mel merupakan persenyawaan dari kepercayaan animisme yakni, memedan atau ketemuk ( ketemuk pada roh nenek moyang yang sudah meninggal dunia dan pedan pada benda-benda yang dikeramatkan).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/591</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v1i2.591</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 1 No. 2 (2017): Desember; 170-183</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 1 No 2 (2017): Desember; 170-183</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/591/pdf_13</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Zidni</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/667</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:48Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Proses Masuk dan Persebaran Peninggalan Kebudayaan Proto-Deutero Melayu di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Setiawan, Johan</dc:creator>
	<dc:creator>Permatasari, Wahyu Ida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Proto-Melayu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Deutero-Melayu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebudayaan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses masuk dan persebaran peninggalan kebudayaan Proto-Deutero Melayu di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Proto-Melayu berlayar dan menetap di Indonesia sekitar 3000 SM melalui dua jalur yaitu: Jalur barat dari Yunan melalui Selat Malaka kemudian masuk ke Pulau Sumatra dan masuk ke Pulau Jawa. Jalan utara (timur) yaitu dari Yunan berpindah melalui Formosa kemudian masuk ke Filipina dilanjutkan penyeberang ke Pulau Sulawesi dan masuk ke Pulau Papua, sedangkan Deutero-Melayu masuk ke wilayah Indonesia tahun 200 SM melalui jalur Barat yaitu dari Yunan lalu Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Indonesia, (2) Proses Persebaran Budaya Proto-Melayu di Indonesia dengan bertempat tinggal menetap, bersawah atau menanam padi,  berternak, bermasyarakat, berperahu cadik, membuat kain dari kulit kayu, menggembangkan gaya seni tertentu dan membawa kebudayaan batu muda (Neolitikum) berupa gerabah, beliung persegi, kapak lonjong dan tembikar. Sedangkan peninggalan kebudayaan Deutero-Melayu di Indonesia terbuat dari perunggu dan logam, yaitu kapak corong, nekara, perhiasan dan manik-manik. Perhiasan dan manik-manik inilah yang nantinya semakin memperjelas status sosial yang berkembang di masyarakat Nusantara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Metode Penelitian Historis</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/667</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i1.667</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 1 (2019): Juni; 11-22</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 1 (2019): Juni; 11-22</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/667/pdf_15</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Johan Setiawan, Wahyu Ida Permatasari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/692</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:41:15Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RETRACTED NOTICE: Kampung Kajang di Makassar</dc:title>
	<dc:creator>Jumaisa, Jumaisa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel yang ditulis oleh saudara Jumaisa dengan judul &quot;Kampung Kajang di Makassar&quot; dihapus dari Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan pada Volume 2 Nomor 1 2018 dengan alamat url http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/692 karena Editor menemukan artikel dengan judul yang sama telah terbit di PATTINGALLOANG: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan pada Volume 4 Nomor 2 dengan tautan url https://ojs.unm.ac.id/pattingalloang/article/view/2386. Artikel dipublish dalam rentang waktu berbeda dengan isi artikel yang sama, karena itu setelah melewati pertimbangan Tim Editor demi menjaga kualitas dan integritas akademik artikel dimaksud kami cabut. Demikian untuk diketahui dan dimaklumi. Terima kasih</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/692</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i1.692</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 1 (2018): Juni; 1-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 1 (2018): Juni; 1-14</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/692/7874</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 FAJAR HISTORIA: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/693</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:03Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendidikan Etnis Tionghoa  di Kota Makassar</dc:title>
	<dc:creator>Irwan, Irwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ethnicity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Culture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to investigate the influence of character formation in environmental education ethnic Chinese family in the city of Makassar, the role of teachers in the school environment, and efforts to maintain the culture of Chinese ethnic studies. This study used a descriptive approach qualitative data collection techniques, observation, interviews, and observations. Through the results showed that, education environment ethnic Chinese families in the process of guiding, teaching, and training were influenced family circumstances. The role of parents is very influential in implementing and running a learning culture that taught the value of Chinese ethnic ancestry. The teacher's role in guiding the cultural values of ethnic Chinese are not optimally obtained in the school environment. This is due to the absence of a special school in Makassar ethnic Chinese. In the process of the social life of the Chinese people has always maintained a culture that will continue to exist and survive in the community are the majority so that they retain their culture. By continuing to learn traditional Chinese people, this is what makes the Chinese people to survive until today.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/693</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i1.693</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 1 (2018): Juni; 15-24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 1 (2018): Juni; 15-24</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/693/pdf_19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Irwan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/735</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:03Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Sejarah Melalui Penerapan Model Jigsaw Plus Pada Siswa Kelas XII IPS 3 SMAN 1 Selong  Tahun Pembelajaran 2017/2018</dc:title>
	<dc:creator>Haerudin, Haerudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keaktifan Siswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembelajaran Sejarah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jigsaw Plus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan pendidikan mata pelajaran sejarah  memiliki peran strategis dalam  mewujudkan tujuan pendidkan nasional. Namun dalam tataran implementasi, konsepsi ideal tersebut masih banyak menemui  kendala. Kecendrungannya,  pembelajaran sejarah pada saat-saat tertentu dan pada kelas-kelas tertentu kurang menggembirakan. Ketika pembelajaran sejarah mengedepankan model ataupun metode pembelajaran yang monoton, seringkali berbagai permasalahan muncul.  Suasana kelas menjadi kurang dinamis dan siswa sangat pasif serta terasa bahwa guru seperti mengajar beberapa orang saja. Munculnya berbagai pemasalahan seperti di sebutkan   di atas menginspirasi peneliti mengkaji salah satu  model atau metode dalam pembelajaran sejarah yang disebut dengan model Jigsaw Plus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sejarah materi  orde  reformsi melalui penerapan model Jigsaw Plus pada siwa kelas XII IPS 3  SMA Negeri 1 Selong tahun pembelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan di kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Selong, waktu pelaksanaan pada bulan Januari  sampai  dengan bulan Maret  2018 dengan subyek penelitian sebanyak 33 orang siswa. Faktor yang diselidiki meliputi faktor siswa dan faktor guru, Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi  dan tes, serta  teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Jigsaw Plus dalam pembelajaran Masa Orde Reformasi  telah berhasil meningkatkan keaktifan siswa kelas XII IPS 3  SMA Negeri 1 Selong tahun pembelajaran 2017/2018.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/735</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i1.735</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 1 (2018): Juni; 70-88</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 1 (2018): Juni; 70-88</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/735/pdf_20</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Haerudin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1288</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:03Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Spirit Nilai Gotong Royong dalam Banjar dan Besiru Pada Masyarakat Sasak-Lombok</dc:title>
	<dc:creator>Murdi, Lalu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banjar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Besiru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gotong Royong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spirit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masyarakat Sasak-Lombok dengan segala keunikan budayanya memiliki nilai-nilai tersendiri baik yang berkembang dalam ranah internal maupun merupakan hasil akulturasi dari etnis lain. Beberapa nilai goyongroyong yang berkembang pada masyarakat Sasak seperti banjar dan besiru juga dikenal pada masyarakat Bali namun memiliki warna dan ciri khas sesuai dengan masyarakat Sasak-Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjar dan besiru baik pada masa lalu maupun saat ini di pedesaan masih memberikan kontribusi yang positif dalam menciptakan nilai-nilai kebersamaan yang khas. Tentu saja dalam perkembangannya saat ini sudah banyak terjadi perubahan, salah satunya disebabkan oleh pandangan masyarakat yang dipengaruhi baik oleh perkembangan ekonomi, pekerjaan, sistem sosial, dan lain sebagainya, namun hal ini penting untuk dimunculkan sebagai bagian dari khasanah budaya masyarakat yang baik untuk mendeskripsikan keunggulan mereka dalam menjalankan kerjasama baik pada masa lalunya maupun saat ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i1.1288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 1 (2018): Juni; 39-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 1 (2018): Juni; 39-54</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1288/pdf_16</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1288/4288</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Lalu Murdi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1289</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:03Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Aikmel Kabupaten Lombok Timur)</dc:title>
	<dc:creator>Mastati, Mastati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Implementasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurikulum 2013</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembelajaran Sejarah.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pelaksanaan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran sejarah pada Sekolah Menengah Atas di SMAN 2 Aikmel Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dan penerapan kurikulum 2013 di SMAN 2 Aikmel berjalan dengan baik meskipun terdapat berbagai hal yang dalam prosesnya perlu mendapatkan peningkatan yang berarti. Penerapan kurikulum 2013 di SMAN 2 Aikmel telah memberikan arah baru dalam pengembangan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1289</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i1.1289</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 1 (2018): Juni; 89-105</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 1 (2018): Juni; 89-105</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1289/pdf_22</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Mastati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1290</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:03Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sejarah Banjar Tradisional Menjadi Lembaga Sosial Masyarakat Moderen Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba 2006-2015</dc:title>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:creator>Sawaluddin, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banjar Tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masyarakat Modern.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banjar di Lombok merupakan tempat berkembangnya semangat dan gagasan kolektif orang-orang sasak, semangat gotong royong sangat nampak kental berjalan dalam kearifan lokal etnis sasak tersebut. Ikatan erat dan kokoh jiwa sosial dan rasa untuk saling tolong menolong dan saling membutuhkan lahir dengan alami dan berkembang secara sponta. Banjar terbentuk hambpir bersamaan dengan terbentuknya suatu gubuk di desa-desa di Lombok, ketika UU No. 5/1974 dan UU No. 5/1979 tentang pemerintahan desa diberlakukan, hampir seluruh kreatifitas kearifan lokal yang mewarnai kebhinekaan dimatikan dan terlibas oleh uniformitas/keseragaman konsep desa ala Jakarta, maka banjar di Lombok seolah-olah hilang dan tidak berfungsi lagi, kini di era keterbukaan ini banjar sebagai akar tradisional etnis sasak di Lombok yang sarat dengan spirit kebersamaan/kolektif itu muncul dan berkembang kembali, kemunculan banjar di Lombok tidak seperti dululagi. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, penelitian ini tidak menggunakan populasi tapi menggunakan narasumber/responden, dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah : Obsrvasi, Wawancara, Dokumentasi. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa Revitalisasi Banjar Tradisional Menjadi Lembaga Sosial Masyarakat Moderen Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba merupakan upaya kreatif dan sistimatis serta berkelanjutan untuk memperkuat modal sosial masyarakat yang ada di dalam banjar, agar energi sosial yang besar dan spontan yang ada di banjar bisa terkelola untuk hal-hal yang produktif. Revitalisasi banjar tradisional ini merupakan jawaban terhadap persoalan sosial kultural masyarakat yang selama ini dihadapi yaitukemiskinan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1290</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i1.1290</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 1 (2018): Juni; 25-38</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 1 (2018): Juni; 25-38</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1290/pdf_17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Muhammad Shulhan Hadi, Muhammad Sawaluddin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1370</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Pembelajaran Kooperatif Berbasis Masalah dengan Model Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi  Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah  Indonesia Kelas XI di SMAN 4 Praya Tahun Pelajaran 2018/2019</dc:title>
	<dc:creator>Sarjana, Akhmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Application of Problem Based Cooperative Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jigsaw Model and student learning achievement.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The purpose of this study was to explain the application of problem-based cooperative learning with a jigsaw model to improve student achievement in class XI at SMAN 4 Praya Academic Year 2018-2019. The results showed that the application of Problem Based Cooperative Learning with the Jigsaw Model made: First, improve the performance of teaching staff in the material that the Development of Imperialism and Westhern Colonialism in each cycle. Second, increasing students in the learning process in globalization material in each cycle. Third, Increase the average student learning outcomes in the material Development of Imperialism and Westhern Colonialism in each cycle.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 106-117</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 106-117</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1370/pdf_21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Akhmad Sarjana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1371</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Metode Bertimbal Balik (Reciprocal Teaching) Terhadap Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Aikmel Tahun Pelajaran 2018/2019</dc:title>
	<dc:creator>Nurfitri, Celine</dc:creator>
	<dc:creator>Badarudin, Badarudin</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, B. Fitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">l Thingking</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Reciprocal Teaching</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The preliminary study shows that History is an unattractive, boring, difficult subject, etc. that shows students actually don't like the lesson. This situation can be aggravated if the teacher who teaches it is monotonous, too theoretical, and abstract, lack of textbooks, plus an ever-changing curriculum. Students' critical thinking skills can be very diverse, especially can be seen from the lack of active participation of students in learning, the low response and courage of students to express opinions. Facing this reality, researchers want to try reciprocal teaching method that is assumed to have a positive effect on students' critical thinking skills. The purpose of this study was to determine the effect of Reciprocal teaching models on students' critical thinking skills in History subjects in the XI IPS class in SMAN 2 academic year 2017/2018. This type of research is experimental research. The experimental group was given treatment using the Reciprocal Teaching method while the control group using conventional methods. Data on the results were collected through observation sheet. data analysis was performed with t-test formula. Based on the results of data analysis obtained t-count = 6.370 and t-table 2.00 with dk 58 and a significance level of 5% so that the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted, which means there is a positive and significant influence using the reciprocal method (Reciprocal Teaching ) on students' critical thinking skills in History subjects in class XI IPS students of SMAN 2 Aikmel academic year 2018/2019.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1371</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1371</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 132-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 132-142</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1371/pdf_24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Celine Nurfitri, Badarudin, B. Fitri Rahmawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1372</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X MA NW Lenek Lauq</dc:title>
	<dc:creator>Budiarti, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Bambang Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembelajaran Kontekstual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hasil Belajar.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembelajaran konvensional dianggap sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan masyarakat. Selama ini masih banyak ditemukan guru menggunakan metode yang kurang tepat seperti model pembelajaran konvensional, pembelajaran didominasi oleh guru. Metode pembelajaran yang digunakan cenderung monoton dan berpusat pada guru seperti penggunaan metode ceramah dan mencatat yang tentunya tidak bisa melibatkan siswa secara utuh sehingga menyebabkan pembelajaran menjadi membosankan. Kondisi tersebut dapat membuat peserta didik menjadi pasif dan proses belajar yang diharapkan tidak akan terjadi. Ketika proses belajar tidak terjadi, maka tidak akan didapatkan hasil pembelajaran seperti yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang memberikan ruang bagi siswa untuk dapat mengkonstruksi makna peristiwa sejarah yang dipelajarinya untuk kemudian dapat dihubungkan dengan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah Kelas X MA NW Lenek Lauq. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan True Eksperimental Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MA NW Lenek Lauq. 30 siswa sebagai kelas eksperimen, 30 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan instrument yang digunakan dalam bentuk test pilihan ganda. Uji persyaratan analisis dilakukan dengan uji normalitas data dengan Chi-kuadrat dan uji homogenitas data dengan uji Bartlet, sedangkan analisis data dilakukan dengan statistik inferensial parametrik uji t-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelompok eksperimen 78,1 dan kelompok kontrol 61,1. Kemudian dari hasil hipotesis diperoleh thitung Ëƒ ttabel yaitu 14,049Ëƒ2,002, sehingga kesimpulan dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas X MA NW Lenek Lauq tahun pelajaran 2018/2019.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1372</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1372</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 142-154</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 142-154</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1372/pdf_25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Erni Budiarti, Zidni, Bambang Eka Saputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1374</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:48Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perkembangan Agama Islam di Desa Tanjung Sari Kecamatan Buay Madang Timur Pada Tahun 1938-1968</dc:title>
	<dc:creator>Anggraini, Riska</dc:creator>
	<dc:creator>Hudaidah, Hudaidah</dc:creator>
	<dc:creator>Sair, Alian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transmigrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini mengungkapkan perkembangan agama Islam di Desa Tanjung Sari yang diawali dengan adanya kolonialisasi Belanda yang mentransmigrankan orang-orang dari Jawa ke Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 15 Maret 2019 hingga 20 April 2019 di Desa Tanjung Sari menggunakan metodelogi penelitian sejarah dengan proses pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini mendapatkan hasil tentang dinamika internal hubungan umat Islam di daerah transmigran yang menunjukkan dua pola perkembangan hubungan, yaitu Hubungan antara agama dengan tradisi lokal dan hubungan antara agama dengan pemikiran keagamaan. Sehingga hubungan antara agama dan budaya dapat digunakan sebagai strategi dalam upaya mengembangkan agama internal di Desa Tanjung Sari dan terdapat naskah tauhid yang dijadikan pedoman untuk pengajaran agama Islam sehingga pola fikir keagamaan masyarakat di Desa Tajung Sari mengalami perkembangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1374</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i1.1374</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 1 (2019): Juni; 33-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 1 (2019): Juni; 33-50</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1374/pdf_31</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Riska Anggraini, Hudaidah, Alian Sair</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1421</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Lembaga Adat Pasitabe di Kabupaten Luwu Timur (1992-2011)</dc:title>
	<dc:creator>Kulyasin, Kulyasin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lembaga Adat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasitabe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dampak Budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Politik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Adat Pasitabe lahir sebagai akibat dari pergolakan yang terjadi di Sulawesi Selatan Pada dekade 50 hingga 60 yang membuat kondisi dan situasi sangat tidak aman bagi sebagian masyarakat Sulawesi Selatan khususnya di Tana Luwu yang sebagian besar masyarakatnya terdiri dari sub-sub etnis. Dengan alasan inilah kemudian sub etnis yang berada di Tana Luwu termaksud juga Suku Padoe, Karunsiâ€™e danTambeâ€™e eksodus ke tempat lain. Rangkaian pertemuan telah dilakukan untuk demi tercapainya tujuan membentuk kelompok kesatuan antara Suku Padoe, karunsiâ€™e, dan Suku Tambeâ€™eyaitu pada tahun 1962 di Taliwan, pertemuan kedua pada tahun 1984 di Pakatan dan pertemuan ketiga terjadi di Wawondula pada tahun sekaligus sebagai tahun terbentuknya Lembaga Adat Pasitabe secara resmi dengan jalan musyawarah mufakat. Masa perkembangan Lembaga Adat Pasitabe dimulai diri tahun 1992 dimana di tahun ini Pasitabe telah resmi mendeklarasikan diri sebagai sebuah Lembaga Adat kemudian pelestarian budaya yang dilakukan hingga saat ini memberikan hasil yang positif dengan cara memberi pendidikan kepada generasi muda serta selalu menjadikannya sebagai sebuah peradaban nenek moyang yang semestinya dijaga. Lembaga Adat Pasitabe memberi pengaruh pada beberapa aspek kehidupan baik sosial, budaya dan politik, dalam aspek sosial Pasitabe telah berhasil mengembalikan kepercayaan diri masyarakat adat.Budaya dan adat istiadat kembali lestari dan antusias dalam berpartisipasi politik pun sangat besar. Karena berdasarkan hasil temuan yang telah diperoleh disarankan agar pemerintah lebih memperhatikan lembaga adat dengan baik apa lagi terkait dengan tanah ulayat dan pelestarian budaya setempat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1421</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 155-168</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 155-168</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1421/pdf_26</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1421/4296</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Kulyasin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1422</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mattampung Massal di Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru</dc:title>
	<dc:creator>Rahmi, Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tradisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mattampungmassal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Upacara Kematian.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Fungsi dari di laksanakannya mattampung di Desa Harapan selain meneruskan kebiasaan orang tua terdahulu, mattampung juga berfungsi sebagai penanda untuk generasi-generasi berikutnya dalam menegenali anak saudara atau keluarga yang telah lebih dahulu meninggal. (2) mattampung massal dilaksanakan satu kali dalam satu tahun setiap bulan oktober.setelah adanya keputusan dari dewan adat yang didapatkan melalui proses musyawarah.mattampung massal dilaksanakan dengan mempersiapkan ayam kampong daun sirih dan buah pinang,ayam sebanyak tiga ekor akan di bacakan doa kemuadia di berikan kepada ketua adat dan dibawa ke makam orang yang telah meninggal sebagai makanan orang yang telah meninggal karena masyarakat mempercayai ketika orang yang telah meninggal belum ditampung maka masih bisa makan layaknya orang yang masih hidup. (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan mattampung dalam segi social adalah nilai gotong royong,nilai kearifan atau kebersamaan dan nilai silaturahmi. Sedangkan dalam segi ekonomi masyarakat sangat terbantu dengan adanya mattampung massal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1422</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1422</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 169-182</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 169-182</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1422/pdf_27</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Nur Rahmi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1438</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Interaksi Masyarakat Bangsawan dengan Non Bangsawan di Desa Sakra Kabupaten Lombok Timur</dc:title>
	<dc:creator>Srianti, Srianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nobility</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Patterns of Interaction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Society</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to determine the patterns of interaction, customs, language and behavior of nobles and non-nobles in Sakra village. The research method used in this study is the phenomenology method. Data collection by observation, interviews, and documentation. The data collected in this study is data about the patterns of interaction of the Sakra Village community. The results of this study indicate that in Sakra Village there are two distinct groups of social identities known as aristocrats (perwangse) and non-aristocrats (jajarkarang). As for this group of perwangse, there are those who are native nobles and immigrant nobles. These two different social groups have different identities both in language, customs, marriage system, social status and others. The perwangse group has a higher social status than jajar coral, and of course its identity is also different. But over time because several factors such as education, economics, and social status of the high nobility experienced a shift and a kind of cultural erosion. So it can be concluded that the nobility in Sakra Village was once the most influential social group, but because of several declining status factors or in short there has been a cultural shift and kinship system in the Sakra Village community.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1438</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1438</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 118-131</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 118-131</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1438/pdf_23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Srianti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1484</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:25Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dinamika Perjuangan Kaum Muslim dalam Mencapai Kemerdekaan Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Murdi, Lalu</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kaum Muslim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemerdekaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perjuangan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi dari di laksanakannya mattampung di Desa Harapan selain meneruskan kebiasaan orang tua terdahulu, mattampung juga berfungsi sebagai penanda untuk generasi-generasi berikutnya dalam menegenali anak saudara atau keluarga yang telah lebih dahulu meninggal. Mattampung massal dilaksanakan satu kali dalam satu tahun setiap bulan oktober.setelah adanya keputusan dari dewan adat yang didapatkan melalui proses musyawarah.mattampung massal dilaksanakan dengan mempersiapkan ayam kampong daun sirih dan buah pinang,ayam sebanyak tiga ekor akan di bacakan doa kemuadia di berikan kepada ketua adat dan dibawa ke makam orang yang telah meninggal sebagai makanan orang yang telah meninggal karena masyarakat mempercayai ketika orang yang telah meninggal belum ditampung maka masih bisa makan layaknya orang yang masih hidup. (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan mattampung dalam segi social adalah nilai gotong royong,nilai kearifan atau kebersamaan dan nilai silaturahmi. Sedangkan dalam segi ekonomi masyarakat sangat terbantu dengan adanya mattampung massal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1484</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v2i2.1484</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 2 No. 2 (2018): Desember; 183-204</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 2 No 2 (2018): Desember; 183-204</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1484/pdf_28</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1484/4298</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Lalu Murdi, Muhammad Shulhan Hadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1684</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:51:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RETRACTED NOTICE: Dinamika Konflik antara Persatuan Guru Republik  Indonesia dan Partai Komunis Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Prasetiyo, Angga</dc:creator>
	<dc:creator>Farida, Farida</dc:creator>
	<dc:creator>SBK, Aulia Novemy Dhita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PGRI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PKI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kongres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konflik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perseteruan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel yang ditulis oleh saudara Angga Prasetiyo, Farida Farida, Aulia Novemy Dhita SBK dengan judul &quot;Dinamika Konflik antara Persatuan Guru Republik Indonesia dan Partai Komunis Indonesia&quot; dihapus dari Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan pada Volume 3 Nomor 1 2019 dengan alamat https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1684 karena Editor menemukan artikel dengan judul yang sama telah terbit di ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah pada Volume 16 Nomor 1 2020 dengan tautan url https://journal.uny.ac.id/index.php/istoria/article/view/28355. Artikel dipublish dalam rentang waktu berbeda dengan isi artikel yang sama. Oleh karena itu, setelah melewati pertimbangan Tim Editor demi menjaga kualitas dan integritas akademik artikel dimaksud kami cabut. Demikian untuk diketahui dan dimaklumi. Terima kasih </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1684</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i1.1684</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 1 (2019): Juni</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 1 (2019): Juni</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1684/7875</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 FAJAR HISTORIA: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1844</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:48Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Permasalahan-Permasalahan dalam Pembelajaran IPS</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, B. Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Studi Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permasalahan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang dibelajarkan secara terintegarasi di tingkat SMP. Pembelajaran terintegrasi ini menimbulkan persoalan tersendiri dalam pembelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan yang digunakan adalah guru-guru dan siswa dari tujuh sekolah SMP/MTs. Metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diidentifikasi empat permasalahan yakni perilaku disruptif siswa, kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, guru kurang memahami materi di luar bidang ilmunya serta metode pembelajaran yang kurang variatif. Perilaku disruptif siswa yang teridentifikasi adalah berkeliaran dan bermain-main ketika pembelajaran berlangsung, susah diatur, tidak mengerjakan tugas yang diberikan, membuat keributan di dalam kelas, tidak memperhatikan, dan mengantuk. Sedangkan sarana-dan prasarana pembelajaran yang dianggap masih kurang adalah buku dan media pembelajaran. Guru juga merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran di luar bidangnya dan metode pembelajaran yang digunakan kurang variatif karena lebih banyak menggunakan metode ceramah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1844</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i1.1844</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 1 (2019): Juni; 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 1 (2019): Juni; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1844/pdf_30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 B. Fitri Rahmawati, Zidni</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1893</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:00:48Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penugasan Tutor di Laboratorium Sejarah Sebagai Penguat Kreativitas Mahasiswa</dc:title>
	<dc:creator>Murdi, Lalu</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Bambang Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Assignment of Tutors</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Learning Media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Laboratory.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to analyze the importance of media in the history of learning that not only uses digital in accordance with current developments with era 4.0, but also how a teacher is able to bridge the past by presenting artifacts, relics, images, even miniatures of the past for easier understood. The existence of a laboratory or museum in this case can be a direct bridge to connect what they have learned with their empirical reality in the past. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method with several methods of data collection ranging from interviews, observations, document studies and documentation. The results showed that students involved as totor who were assigned to explain each period with some media available at the Hamzanwadi University history education laboratory showed many developments starting from the ability to understand the historical context at a certain period and their ability to explain to the public or students who normally visit the laboratory. One interesting approach that Hamzanwadi University's history education program has tried to develop in recent years is to make students as tutors to explain to students who visit the history education laboratory. Students who are assigned are randomized every semester in turn, so that each of them truly understands each historical object as assigned.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1893</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i1.1893</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 1 (2019): Juni; 23-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 1 (2019): Juni; 23-32</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1893/pdf_29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Lalu Murdi, Bambang Eka Saputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/1899</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:48:20Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Petani Kopi di Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur Tahun 1999-2015</dc:title>
	<dc:creator>Annisa, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:creator>Hafiz, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekonomi Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perubahan Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani Kopi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk (1). Sejarah berkembangnya perekebunan kopi di Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur (2). Mengetahui perubahan sosial ekonomi masyarakat petani kopi di Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, metode sejarah yaitu usaha untuk menetapkan fakta dan mencari kesimpulan mengenai hal-hal yang telah dilakukan secara sistimatis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengevaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masa lalu tersebut. Hasil Penelitian, tanaman kopi dibawa dari Provinsi Bali oleh salah seorang Kepala Dusun yang ada di Desa Jurit Baru sekitar tahun 1990-an, yaitu Amaq Sodah, Amaq Sodah pergi ke Provinsi Bali dalam rangka pelatihan, sepulangnya dari Provinsi Bali Amaq Sodah membawa bibit kopi dan memperkenalkannya kepada masyarakat yang ada di Desa Jurit Baru. Dengan adanya perkebunan kopi tentu akan membutuhkan cukup banyak tenaga kerja, ini artinya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Jurit Baru, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Peningkatan penyerapan angkatan kerja akan berdampak pada peningkatan prekonomian masyarakat, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1899</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i2.1899</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 2 (2019): Desember; 66-72</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 2 (2019): Desember; 66-72</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/1899/pdf_14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Rizki Annisa, Muhammad Shulhan Hadi, Abdul Hafiz</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2059</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:48:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pergulatan Tradisi, Agama, Negara: Analisis Sosio-Kultural Keturunan Tionghoa dan Perkembangan Gereja Tionghoa Indonesia (1950-1999)</dc:title>
	<dc:creator>Cipta, Samudra Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tionghoa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kristen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tradisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Agama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada masa Hindia Belanda sudah ada beberapa komunitas Tionghoa-Kristiani yang ditandai dengan adanya Gereja Tionghoa. Masa Demokrasi Liberal perkembangan Umat Tionghoa-Kristiani mengalami perkembangan pesat. Perkembangan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah terkait masalah identitas keagamaan bagi Masyarakat Keturunan. Pasca kejatuhan Demokrasi Terpimpin dengan lahirnya Orde Baru, perkembangan Umat Tionghoa-Kristiani meningkat tajam. Politik yang dilakukan Masa Orde Baru yakni â€˜â€™politik asimilasiâ€™â€™ dengan berusaha menghilangkan unsur kebudayaan pada masyarakat tertentu. Hal tersebut ditandai dengan kebijakan Pemerintah Orde Baru yang melarang adanya praktik Ajaran Konfusianisme bagi Masyarakat Keturunan Tionghoa karena dianggap sebagai bentuk propaganda Komunisme Tiongkok. Selama Mas Orde Baru Keturunan Tionghoa melakukan konversi keagamaan secara besar-besaran. Dampak lain yang ditimbulkan bagi Masyarakat Keturunan adalah perubahan nama dengan berunsurkan nama layaknya orang Indonesia pada umumnya. Penelitian ini melahirkan rumusan masalah yakni 1) bagaimana awal perkembangan  sosial Masyarakat Keturunan Tionghoa?, 2) bagaimana respon Masyarakat Tionghoa Indonesia terhadap kebijakan Pemerintah Masa Soekarno dan Soeharto?, 3) bagaimana upaya rekonsiliasi dalam upaya melestarikan kembali nilai-nilai budaya dan filosofis bagi masayarakat Keturunan Tionghoa?</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2059</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i2.2059</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 2 (2019): Desember; 73-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 2 (2019): Desember; 73-87</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2059/pdf_33</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Samudra Eka Cipta</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2120</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pelabuhan, Perdagangan dan Ekonomi: Makassar dalam Kurun Niaga di Asia Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Siryayasa, I Nyoman</dc:creator>
	<dc:creator>Yasin, M. Syahrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelabuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perdagangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini memfokuskan pada kegiatan perdagangan dan pelayaran orang-orang Asia Tenggara di Makassar. Makassar adalah salah satu kota pelabuhan yang jadikan sebagai pusat perdagangan maritim di kawasan timur Indonesia yang telah berkembang menjadi zona perdagangan di abad ke-14. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan antar pulau sudah mulai sejak beberapa abad sebelumnya. Artikel ini membahas tentang kegiatan perdagangan dan pelayaran yang dilakukan oleh orang-orang Asia Tenggara dalam tatanan perubahan kondisi sosial-ekonomi dalam masyarakat pelaut orang-orang Asia Tenggara di Makasssar. Penelitian ini merupakan studi sejarah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mencari referensi melalui buku dan ditelaah pustaka lainnya. Data yang didapatkan kemudian di olah sedemikian rupa dengan menggunakan metode sejarah yaitu herustik, kritik, interprestasi dan historiografi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2120</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i2.2120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 2 (2019): Desember; 88-97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 2 (2019): Desember; 88-97</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2120/pdf_34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 I Nyoman Siryayasa, M. Syahrul Yasin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2129</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:48:29Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Islam</dc:title>
	<dc:creator>Anang, Arif Al</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ilmu pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peradaban</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui periodisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan teknik analisis deskriptif yang didukung dengan analisis kesejarahan. Pendekatan sejarah lebih mengutamakan orientasi pemahaman atau penafsiran terhadap fakta sejarah. Temuan dari penelitian ini adalah bahwasanya pada perkembangan ilmu pengetahuan di masa modern ini, ilmu pengetahuan menjadi lebih saling terhubung satu sama lain. Hal ini disebut sebagai integasi interkoneksi ilmu pengetahuan dalam Islam, dimana al-Qurâ€™an sebagai pusat integrasinya, dan kemudian Hadits.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2129</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i2.2129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 2 (2019): Desember; 98-108</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 2 (2019): Desember; 98-108</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2129/pdf_35</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Arif Al Anang</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2147</identifier>
				<datestamp>2025-12-30T03:48:32Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pentingnya Metode Pembelajaran Sejarah Berbasis Budaya Maritim untuk Siswa SMA</dc:title>
	<dc:creator>Amar, Syahrul</dc:creator>
	<dc:creator>Sulastri, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Murdi, Lalu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode Pembelajaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sejarah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya Maritim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan menghasilkan metode Pembelajaran Sejarah berbasis Budaya Maritim untuk siswa SMA. Produk ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang Kelautan. Penelilitian ini adalah penelitian pengembangan. Langkah penelitian pengembangan meliputi : 1) studi pendahuluan; 2) pengembangan desain metode dan bahan ajar, 3) Validasi Produk. Penelitian  menghasilkan produk bahan Ajar Sejarah berbasis Budaya Maritim. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Rambu-rambu dalam analisis data hingga menghasilkan kesimpulan merujuk metode Huberman yakni kegiatan reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa SMA Kota Selong mengalami kesulitan menjelaskan materi ajar Sejarah yang berhubungan dengan Sejarah dan budaya maritim. Guru belum mampu menyampaikan materi ajar secara integral antara materi Sejarah dengan dunia kemaritiman Indonesia termasuk dengan budaya maritim Pulau Lombok. Kondisi ini berpengaruh pada rendahnya wawasan siswa terhadap budaya maritim yang berdampak pada rendahnya minat kebaharian siswa pada hal Indonesia dan Pulau Lombok adalah wilayah maritim yang sangat potensial dalam bidang perdagangan, pariwisata dan perikanan.Bahan ajar Sejarah yang berbasis Budaya maritim belum ada di sekolah sehingga Guru dan siswa mengharapkan adanya Metode pembelajaran dan bahan ajar Sejarah berbasis Budaya Maritim. Penelitian ini menghasilkan Metode pembelajaran dan bahan ajar Sejarah berbasis budaya Maritim dan menunjukkan metode pembelajaran dan bahan ajar yang dirancang tergolong sangat baik dan relevan dalam pembelajaran sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2147</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v3i2.2147</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 3 No. 2 (2019): Desember; 109-117</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 3 No 2 (2019): Desember; 109-117</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2147/pdf_36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Syahrul Amar, Andi Sulastri, Lalu Murdi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2188</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:11Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Materi Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas XI Terbitan Kemenag Kurikulum 2013</dc:title>
	<dc:creator>Muna, Ani Roisatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buku Siswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurikulum 2013</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya beberapa temuan mengenai ketidaksesuaian analisis buku siswa pada kurikulum 2013. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis materi buku siswa. Sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan agar sesuai dengan analisis yang telah dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research).  Sumber data yang digunakan penelitian ini berupa buku, jurnal, dan situs internet yang terkait dengan topik yang dipilih. Teknik pengumpulan data dengan identifikasi wacana dari buku-buku, jurnal dan informasi lainnya yang terkait. Selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan dan menyusun suatu data, kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut. Dari hasil analisis buku siswa Sejarah Kebudayaan Islam, maka hasil yang diperoleh dari peneliti yaitu banyaknya keterampilan / maharah yang diberikan pada siswa tidak menjamin bagi peserta didik dalam memahami semua materi yang disajikan oleh guru, kemungkinan dengan memberikan hanya beberapa keterampilan saja, namun materi akan dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Dengan begitu, meskipun ada banyak maupun sedikitnya keterampilan yang disajikan pada KD tidak mempengaruhi keterampilan pada peserta didik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i1.2188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 1 (2020): Juni; 1-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 1 (2020): Juni; 1-13</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2188/pdf_42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Ani Roisatul Muna</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2254</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:11Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Persepsi Guru Sejarah Terhadap Eksistensi Museum Negeri NTB Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran</dc:title>
	<dc:creator>Nurhajjah, Nurhajjah</dc:creator>
	<dc:creator>Badarudin, Badarudin</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, B Fitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">persepsi guru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sumber belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">media pembelajaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru sejarah tentang eksistensi museum Negeri Nusa Tenggara Barat sebagai sumber dan media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriftif. Penelitian ini berfokus pada persepsi guru sejarah tentang keberadaan museum Negeri Nusa Tenggara Barat dalam pembelajaran sejarah di Madrasah Aliyah Kecamatan Aikmel. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber dan metode peneliti gunakan untuk menguji keabsahan data. Analisis data dapat dilakukan dengan cara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil dari penelitian ini adalah Eksistensi Museum Negeri NTB dapat memberikan manfaat sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah. Terdapat beragam manfaat yang diperoleh dalam pembelajaran sejarah ketika memanfaatkan museum sebagai sumber dan media pembelajaran yaitu: 1) siswa memiliki pengalaman yang konkrit dalam belajar sejarah, karena museum memiliki koleksi mengenai bukti-bukti dari peristiwa sejarah yang dipelajari. Hal ini dapat memberikan hasil belajar yang lebih bermakna; 2) guru memiliki referensi tambahan dalam membelajarkan sejarah, sehingga dapat melengkapi kekurangan sumber pembelajaran; 3) guru dapat menerapkan metode karya wisata sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi; 4) siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar sejarah; 5) menghilangkan rasa bosan dalam belajar sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i1.2254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 1 (2020): Juni; 14-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 1 (2020): Juni; 14-23</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2254/pdf_38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Nurhajjah, Badarudin, B Fitri Rahmawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2312</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:11Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kemerdekaan Indonesia dalam Pandangan Tan Malaka dan Soekarno Tahun 1949-1950</dc:title>
	<dc:creator>Hafiz, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemerdekaan Indonesia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pandangan Tan Malaka dan Soekarno.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah pandangan Tan Malaka dan Soekarno (2) mengetahui makna dari pandangan Tan Malaka dengan Soeakrno dalam persepektif kemerdekaan Indonesia (3) mengetahui pandangan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir mengenai pandangan Tan Malaka. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif, karena data yang akan diperoleh di lapangan lebih banyak bersifat informasi atas keterangan-keterangan. Penelitian kualitatif atau penelitian naturalistik sebagaimana pendapat menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik bahwa data dinyatakan dalam keadaan yang sewajarnya atau sebagaimana adanya (natural seting) dengan tidak merubah kedalam bentuk simbol atau bilangan. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah adalah sekumpulan prinsip dan aturan yang sistematis, yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan yang efektif dalam mengumpulkan sumber, kemudian menyajikan sebagai suatu sintesis biasanya dalam bentuk tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pandangan Tan Malaka tentang kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari kerja keras masayrakat Indonesia karena tanpa mereka Indonesia tidak akan mendapatkan kemerdekaan 100%, sedangkan pandangan Soekarno mengenai kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari kerja keras dari Soekarno sendiri dan campur tangan dari Jepang yang ikut serta membantu dalam mengalahkan sekutu. Selain perbedaan pandangan tersebut, Tan Malaka juga berpendapat pada tanggal 17Agustus 1945 itu Indonesia belum merdeka sepenuhnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2312</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i1.2312</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 1 (2020): Juni; 24-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 1 (2020): Juni; 24-33</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2312/pdf_37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Abdul Hafiz, Zidni, Muhammad Shulhan Hadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2433</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:11Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai-nilai Sejarah dan Budaya Bangunan Masa Kolonial di Komplek Pertamina Plaju Palembang  Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Bella, Mira</dc:creator>
	<dc:creator>Sukardi, Sukardi</dc:creator>
	<dc:creator>Sholeh, Kabib</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bangunan kolonial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nilai sejarah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pembelajaran.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia sehingga kehidupan masa kuno hingga masa sekarang ini telah meninggalkan berbagai peninggalan dan bukti sejarah terutama peninggalan-peninggalan masa kolonial Belanda di komplek Pertamina Plaju Palembang. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sebenarnya secara tidak langsung banyak masyarakat mengetahui tetapi sayangnya nilai-nilai sejarah yang terkandung pada peninggalan tersebut tidak banyak yang tahu sehingga hanya sebagai benda atau bangunan peninggalan sejarah yang dianggap biasah saja dan kurang diminati atau dimanfaatkan. Padahal nilai-nilai sejarah peninggalan masa Kolonial tersebut dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang menarik dan penting untuk dipelajari. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai sejarah peninggalan masa Kolonial di Komplek Pertamina Plaju Palembang sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dimana diawali mulai dari Heuristik atau proses pengumpulan data lapangan dan studi pustaka, kedua verifikasi data, ketiga Interpretasi sejarah atau teknik menganalisis atau penafsiran sejarah yang terakhir adalah Historiografi atau proses penulisan sejarah itu sendiri. Hasil penelitian ini adalah temuan peninggalan-peninggalan sejarah masa kolonial di komplek Pertamina Plaju adalah bagunan gedung olahraga SMA Patra Mandiri, saluran air terdiri dua tingkat, bangunan rumah arsitektur Eropa, bangunan rumah sakit dan temuan lainnya. pada peninggalan tersebut tentu mengandung nilai-nilai sejarah penting sehingga menarik untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2433</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i1.2433</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 1 (2020): Juni; 34-47</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 1 (2020): Juni; 34-47</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2433/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2439</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:11Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai-nilai Sejarah Toponim Wilayah Kabupaten Lahat Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Atika Rahmania</dc:creator>
	<dc:creator>Sholeh, Kabib</dc:creator>
	<dc:creator>Sukardi, Sukardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nilai sejarah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toponim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pembelajaran.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejarah toponim pada suatu wilayah sangat penting untuk diketahui dan dipelajari oleh siswa-siswi sebagai pembalajaran sejarah kelokalan. Untuk saat ini sejarah toponim wilayah kota Lahat belum banyak diketahui nilai-nilai sejarah yang terkandung pada tempat tersebut terutama bagi masyarakat luas, padahal kota Lahat merupakan wilayah yeng menyimpan nilai-nilai sejarah dalam perjalanannya hingga seperti sekarang ini. Pada sisi lain nilai sejarah toponim ini juga dapat dijadikan sumber pembalajaran sejarah yang menarik. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganlsis nilai-nilai sejarah toponim wilayah kota Lahat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah (historis), mulai dari heuristic atau pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, studi Pustaka. Langkah kedua adalah ferivikasi data, Teknik analisis datanya menggunakan interpretasi sejarah atau penafsiran sejara. Langkah terakhir adalah historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian adalah terdapat toponim wilayah yang mengandung nilai-nilai sejarah penting bagi kota Lahat seperti toponim Jl.Balai Yasa Kreta Api, Pasar Belande, Terowongan Gajah dan lain sebagainya. Pada toponim wilayah tersebut mengandung nilai-nilai sejarah seperti nilai perkembangan ekonomi kota lahat, nilai kemajuan tekhnologi dan nilai lainnya. Nilai-nilai sejarah toponim kabupaten kota Lahat dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2439</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i1.2439</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 1 (2020): Juni; 48-59</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 1 (2020): Juni; 48-59</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2439/pdf_40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Atika Rahmania Putri, Kabib Sholeh, Sukardi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2592</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Genealogi Aliran-Aliran Politik dalam Islam</dc:title>
	<dc:creator>Anang, Arif Al</dc:creator>
	<dc:creator>Husein, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">politik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penyebab perpecahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aliran-aliran politik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini akan mendiskuisikan tentang banyaknya aliran pemikiran yang diwarisi generasi umat Islam. Islam akan menjadi lemah disebabkan banyaknya aliran yang melahirkan perpecahan dan menjadi dampak negatif bagi Islam sendiri. Setelahnya wafatnya Nabi para sahabat merumuskan siapa yang akan mengantikan kekhalifahan (pemimpin) dalam Islam Sehingga memakamkan Nabi tertunda selama dua hari. Terpilihlah khalifah yang pertama Abu Bakar yang kedua Umar bin Khattab, ketiga Usman bin Affan dan yang keempat Ali bin Abi Thalib. Penelitian yang ada di hadapan pembaca ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemunculan Aliran-aliran politik dalam Islam disebabkan kebijakan Ali bin Abi Thalib yang menyetujui attahkim (arbitrase) antara pasukan Ali dan Muawiyah, sehingga sebahagian pasukan Ali kecewa karena kebijakan tersebut dan menjadi perpecahan ummat Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2592</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i2.2592</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 2 (2020): Desember; 68-79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 2 (2020): Desember; 68-79</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2592/pdf_43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Arif Al Anang, Ahmad Husein</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/2974</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perjanjian Versailles yang Disusun Sepihak oleh Sekutu Terhadap Jerman Tahun 1919</dc:title>
	<dc:creator>Zidah, Afiani Arofatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perjanjian versailles</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perang dunia I</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sekutu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jerman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perang dunia I terjadi pada tahun 1914-1918 yang melibatkan kekuatan besar antara Blok Sekutu dengan Blok Sentral. Setelah 4 tahun berperang Jerman yang merupakan blok sentral mengalami kekalahan melawan Sekutu. Pada tahun 1919 diadakan perjanjian damai antara negara-negara sekutu dengan Jerman. Perjanjian tersebut adalah perjanjian Versailles dimana Jerman menerima tanggung jawab penuh atas terjadinya perang. Perjanjian Versailles ini ternyata dibuat sepihak oleh Sekutu untuk menghukum Jerman. Jerman tidak diberikan kesempatan untuk bernegoisasi. Sekutu memberikan ketentuan hukuman kepada Jerman seperti militer,ekonomi dan kewilayahan. Dampak dari perjanjian Versailles sangat di rasakan oleh Jerman karena mengalami krisis ekonomi yang parah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk memperhatikan suatu peristiwa. Dalam menggunakan metode kualitatif ini penulis mengumpulkan data yang akan diteliti kemudian mendeskripsikan secara detail dari data-data yang diperoleh melalui jurnal,dokumen, maupun buku. Metode kualitatif ini menggunakan teknis analisis yaitu dengan mengkaji suatu permasalahan dengan lebih mendalam. Tujuan artikel ini untuk mengetahui isi perjanjian Versailles, tokoh dari perjanjian Versailles, dampak perjanjian Versailles, dan pelanggaran perjanjian Versailles.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2974</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i2.2974</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 2 (2020): Desember; 80-90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 2 (2020): Desember; 80-90</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/2974/pdf_18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Afiani Arofatul Zidah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3135</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Media Interaktif Power Point Dalam Pembelajaran Daring</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, B. Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Badarudin, Badarudin</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">efektivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">interaktif media power point</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hasil belajar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Merebaknya pandemi Covid 19 mengubah model pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Pembelajaran daring lebih banyak dilakukan secara tidak langsung (asynchronous) sehingga membutuhkan media pembelajaran yang dapat mendukung penyampaian materi dari guru kepada siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media interaktif power point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media interaktif power point terhadap hasil belajar sejarah. Metode yang digunakan adalah pre eksperimen dengan model one shot case study dimana tidak ada kelas kontrol dan tidak ada pretes. Keefektifan terlihat dari rerata skor hasil belajar yang diperoleh siswa dibandingkan dengan skor KKM yang telah ditetapkan (75). Uji analisis menggunakan rumus one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. (2-tailed) = 0,001 &amp;lt; 0,05 = Î± yang berarti penggunaan media interaktif power point efektif terhadap hasil belajar sejarah siswa di MAN 1 Lombok Timur. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat direkomendasikan untuk menggunakan media interaktif power point sebagai alternatif media pembelajaran daring.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i2.3135</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 2 (2020): Desember; 60-67</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 2 (2020): Desember; 60-67</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3135/pdf_41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 B. Fitri Rahmawati, Badarudin, Muhammad Shulhan Hadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3173</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembangunan Singapura Sebagai Pusat Perdagangan di Asia Tenggara Pada Masa Gubernur Jenderal Raffles 1819-1820</dc:title>
	<dc:creator>Rakhman, Akhmad Syaekhu</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Arief</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Raffles</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Singapore</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">trade center</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Singapore in the period before Raffles' arrival was an area that was still covered in forests, mangroves, and mud. Raffles that who had renewed the agreement in 1785 with the Sultan of Johor then bought and built Singapore into a very strategic and bustling international port and trading city center. This study aims to explain Singapore's growth after Raffles' presence, explain Raffles' efforts in building Singapore, and explain Raffles' successful policy in building Singapore as a trading center. The research method used is the historical method through the stages, namely; heuristics, criticism, verification, interpretation and historiography. The results of this study provide information about the impact of the arrival of governor-general Raffles in the economy in Singapore, which can also affect progress in Indonesia and Southeast Asia.Singapura pada masa sebelum kedatangan Raffles merupakan wilayah yang masih tertutup hutan, bakau, dan lumpur. Raffles yang telah memperbaharui persetujuan pada tahun 1785 dengan Sultan Johor kemudian membeli dan membangun Singapura menjadi pusat pelabuhan dan kota dagang internasional yang sangat strategis dan ramai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pertumbuhan Singapura setelah kehadiran Raffles, menjelaskan upaya Raffles dalam membangun Singapore, dan menjelaskan kebijakan Raffles yang sukses membangun Singapura selaku pusat perdagangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan yaitu; heuristik, kritik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini memberikan sebuah informasi tentang dampak kedatangan gubernur jenderal Raffles dalam bidang perekonomian di Singapura yang dapat berpengaruh juga pada kemajuan di Indonesia dan Asia Tenggara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 1-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 1-14</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3173/pdf_46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Akhmad Syaekhu Rakhman, Arief Hidayat</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3338</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peranan Harun Bin Said Sebagai Tokoh Pejuang dalam Konfrontasi Indonesia Malaysia (1963-1968)</dc:title>
	<dc:creator>Sibuea, Monica Lawrence</dc:creator>
	<dc:creator>Bunari, Bunari</dc:creator>
	<dc:creator>Fikri, Asyrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ganyang Malaysia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Harun bin Said</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konfrontasi Militer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tokoh yang menjadi salah satu pahlawan dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia adalah Harun Bin Said yang merupakan anggota Korps Komando Operasional Angkatan Laut. Melakukan sabotase dan meledakkan gedung MacDonald House  sebagai salah satu gedung penting di Singapura. Namun sayang karena diduga sebagai bentuk kegiatan terorisme, Harun pun dihukum gantung oleh pemerintah Singapura. Penelitian ini akan membahas tentang (1) Latar belakang kehidupan Harun bin Said hingga bergabung dalam KKO; (2) Peranan Harun bin Said sebagai tokoh pejuang dalam Konfrontasi Indonesia Malaysia 1963-1968; dan (3) Akhir perjuangan Harun bin Said dalam Konfrontasi Indonesia Malaysia 1963-1968. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan sumber diperolah dari Kearsipan Negara Republik Indonesia, Perpustakaan Korem 031/Wira Bima Kota Pekanbaru, Perpustakaan Umum dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Perpustakaan Wilayah Soeman H.S Pekanbaru, Perpustakaan Kota Batam, Perpustakaan BP Batam dan Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Batam. Serta melakukan wawancara kepada keluarga, para tentara dan sukarelawan operasi Dwikora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun bin Said merupakan pahlawan pejuang dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia yang melakukan sabotase melalui misi rahasia ke Singapura pada operasi Dwikora.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3338</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i2.3338</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 2 (2020): Desember; 91-104</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 2 (2020): Desember; 91-104</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3338/pdf_44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Monica Lawrence Sibuea, Bunari, Asyrul Fikri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3344</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:02:35Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Destinasi Wisata Alam Sumber Sira Berbasis Komunitas Sebagai Kearifan Lokal di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang</dc:title>
	<dc:creator>Rizaldi, Martin</dc:creator>
	<dc:creator>Qodariyah, Anin Lailatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Destinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wisata Alam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kearifan Lokal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan destinasi wisata alam Sumber Sira berbasis komunitas sebagai kearifan lokal di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data di lapangan menggunakan observasi, dan wawancara formal guna memperoleh data atau keterangan pada wilayah penelitian sehingga dapat diketahui gambaran yang jelas mengenai wilayah tersebut. Metode kualitatif juga menggunakan teknik analisis dengan mengkaji suatu permasalahan dengan lebih mendalam. Sumber data juga menggunakan kajian pustaka yang diambil buku dan jurnal. Kecamatan Gondanglegi mempunyai destinasi wisata berupa wisata alam yaitu Sumber Sira yang terletak tepatnya di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sumber Sira menjadi salah satu aset potensial desa, hal itu dikatakan potensial karena dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Sumber Sira sendiri dikelola oleh perangkat desa dan pemerintah turut mendampingi dalam pengelolaannya sesuai dengan Undang-Undang Regulasi Pemerintahan Kabupaten Malang. Selain itu, organisasi masyarakat seperti karang taruna juga turut membantu dalam mengelola salah satu aset desa yang ada di wilayah ini. Potensi wisata alam Sumber Sira tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Putukrejo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3344</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v4i2.3344</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 4 No. 2 (2020): Desember; 105-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 4 No 2 (2020): Desember; 105-116</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3344/pdf_45</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Martin Rizaldi, Anin Lailatul Qodariyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3355</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konsepsi dan Strategi Muhammad SAW dalam Mendirikan Negara Madinah Al-Munawwarah</dc:title>
	<dc:creator>Vachruddin, Vrisko Putra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">conception</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Muhammad</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">state of Medina</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">strategy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Under increasingly bold and severe pressure by the Quraysh infidels in the city of Makkah, the revelation of God came down that ordered the Prophet and the Muslims of Mecca to emigrate to the city of Yastrib (Medina). The migration of Prophet Muhammad SAW to the city of Yastrib brought a great influence on the unity of all communities in the city of Yastrib with the establishment of a pluralist state. The Prophet's role as a religious leader and political leader chosen based on consensus deliberations could was able to create a social community in the heterogeneous society so that social solidarity emerged assuming on the basis of one city. This article aims to explain the conception and strategy of Muhammad in uniting the people of Medina so that the pluralist state stands. This research uses historical methods by going through stages, namely; heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The prophet's basic conception and strategy in establishing are state of Medina is by: establishing mosques, brotherhood of the Muhajirin and Ansar, cooperation between the components of the population of Medina (Muslim and Non-Muslim), laying political, economic, and social foundations for new communities and renaming the city.Dibawah tekanan yang semakin berani dan berat oleh kaum kafir Quraisy di kota Makkah, maka turunlah wahyu Tuhan yang memerintahkan Nabi dan orang-orang Islam Mekkah untuk hijrah ke kota Yastrib (Madinah). Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Yastrib membawa pengaruh besar terhadap bersatunya seluruh komunitas yang berada di kota Yastrib dengan berdirinya Negara yang berkonteks pluralis. Peran Nabi sebagai pemimpin agama dan pemimpin politik yang dipilih berdasarkan musyawarah mufakat mampu menciptakan komunitas sosial dalam masyarakat heterogen tersebut sehingga muncul sikap solidaritas sosial atas dasar satu kota. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang konsepsi dan strategi Muhammad dalam menyatukan masyarakat Madinah sehingga berdirilah Negara yang berkonteks pluralis. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melalui tahapan yaitu; heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Konsepsi dan strategi dasar Nabi dalam mendirikan negara Madinah ialah dengan cara mendirikan masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, kerjasama antar komponen penduduk Madinah (Muslim dan Non muslim), meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru serta pergantian nama kota.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3355</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 70-88</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 70-88</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3355/pdf_51</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Vrisko Putra Vachruddin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3358</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Evaluatif Pembelajaran Sejarah Daring Pada Masa Pandemi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Anis, Mohamad Zaenal Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Fathurrahman, Fathurrahman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">effectiveness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history subjects</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">learning outcomes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">online learning</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Corona Virus Disease (COVID-19) was found to have entered Indonesia on March 2, 2020. This is because there were Indonesian citizens who were confirmed to be affected by the virus. Various aspects of human life have changed, including in the world of education. The central government then decided to take a policy to transfer face-to-face learning to online learning (online). This change is an alternative so that learning continues. However, schools with never implemented online learning, such as SMA Negeri 10 Banjarmasin are a new challenge. This study aims to determine how the online learning process in SMA Negeri 10 Banjarmasin and the effect of online learning on student learning outcomes at SMA Negeri 10 Banjarmasin. This study used a quantitative method with 90 people and a sample size of 73 people who were determined using a simple random sampling technique. Data collection was carried out using questionnaires and interviews. Meanwhile, the data analysis used paired sample t-test. Based on the research results, there was a decrease in students' learning outcomes during online learning. This is shown in the results obtained in t test result, which is 1.747 &amp;gt; 1,667, so it can be concluded that online learning is applied ineffective because there is a massive decrease in student learning outcomes.Corona Virus Disease (COVID-19) ditemukan masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, hal ini dikarenakan adanya warga Indonesia yang terkonfirmasi terdampak virus tersebut. Berbagai aspek kehidupan manusia mengalami perubahan, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Pemerintah pusat kemudian memutuskan untuk mengambil sebuah kebijakan berupa pengalihan pembelajaran secara tatap muka menjadi pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Perubahan ini merupakan alternatif agar pembelajaran tetap berjalan. Namun, bagi sekolah yang belum pernah menerapkan pembelajaran daring seperti di SMA Negeri 10 Banjarmasin menjadi tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran daring di SMA Negeri 10 Banjarmasin dan pengaruh efektivitas pembelajaran daring terhadap hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model komparatif, populasi berjumlah 90 orang dan jumlah sampel 73 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara. Sedangkan analisis data menggunakan paired sample t test. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penurunan hasil belajar peserta didik pada saat pembelajaran daring yang ditunjukkan dengan hasil analisis mean. Hal tersebut diperkuat dengan hasil analasis uji t, maka diperoleh bahwa thitung yaitu 1.747 &amp;gt; ttabel 1,667, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara hasil belajar luring dengan hasil belajar daring.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3358</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 60-69</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 60-69</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3358/pdf_50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mohamad Zaenal Arifin Anis, Heri Susanto, Fathurrahman</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3389</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Stasiun Jatinegara Era Revolusi Kemerdekaan Indonesia 1945-1949</dc:title>
	<dc:creator>Andi, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Rudy</dc:creator>
	<dc:creator>Sidik, Humar</dc:creator>
	<dc:creator>Abdulhadi, Abdulhadi</dc:creator>
	<dc:creator>Sudibyo, Sigit</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyana, Ika Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Khofifatunnisa, Khofifatunnisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">independence</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jatinegara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">revolution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">station</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jatinegara, in this case Jatinegara Station, is one of the locations that has historical traces of a series of events defending the independence of the Republic of Indonesia from the threat of the Dutch Kingdom assisted by the Allies, represented by the British) in the era of the Indonesian independence revolution in 1945-1949. The purpose of this research is to raise the events surrounding the revolution for Indonesian independence at Jatinegara Station in 1945-1949. The method used in this research is the historical research method. The stages in historical research begin with heuristics, criticism, interpretation, and historiography or historical writing. The results showed that Jatinegara Station was involved in a number of events and state duties which were quite important for the continuity of the newly independent Republic of Indonesia. The incident, namely, the takeover of the power of the Railways/Railway Department in Jakarta (September 3, 1945), and the extraordinary Railway Events of the Indonesian President's Entourage Soekarno to Yogyakarta (January 3, 1946).Jatinegara dalam hal ini Stasiun Jatinegara adalah salah satu lokasi yang memiliki jejak sejarah serangkaian peristiwa mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari ancaman Kerajaan Belanda dibantu oleh pihak Sekutu, diwakili oleh Inggris) era revolusi kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengangkat peristiwa-peristiwa seputar revolusi kemerdekaan Indonesia di Stasiun Jatinegara tahun 1945-1949. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Tahapan dalam penelitian historis diawali dengan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Stasiun Jatinegara terlibat dalam sejumlah peristiwa maupun tugas kenegaraan yang cukup penting bagi kelangsungan Republik Indonesia yang baru saja merdeka. Peristiwa tersebut yaitu, pengambilalihan kekuasaan Perkeretaapian/Djawatan Kereta Api di Jakarta (3 September 1945), dan peristiwa Kereta Api Luar Biasa rombongan Presiden RI Soekarno ke Yogyakarta (3 Januari 1946)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3389</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 29-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 29-44</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3389/pdf_48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Andi Andi, Rudy Gunawan, Humar Sidik, Abdulhadi, Sigit Sudibyo, Ika Putri Sulistyana, Khofifatunnisa Khofifatunnisa</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3512</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tradisi Saprahan Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Astrini Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Andang</dc:creator>
	<dc:creator>Mirzachaerulsyah, Edwin</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Haris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">learning resources</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">local history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Saprahan tradition</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lokal history content is always neglected from the national stage as seen in the history learning textbooks presented to student. The narrative that is told is a Javanese historical narrative, causing jealousy among student. One of the lokal traditions that can be used as a source for learning local history is the Saprahan tradition in West Kalimantan. This study aims to find out the history of the Saprahan tradition, the values of local wisdom in the Saprahan tradition that can be integrated into history learning, and to make the Saprahan tradition an alternative source of learning local history. The method used in this research is a qualitative method. The results showed that the Saprahan tradition is one local the local traditions that can be used as a local of local history. The existence of the Saprahan tradition is important because it is a form of local of lokal culture with Islamic culture in West Kalimantan. The local of local wisdom contained in the Saprahan tradition include the value of togetherness, religious value, and the value of cooperation. The provision of local history materials in schools is expected to be able to create positive characters in student.Konten sejarah lokal selalu terabaikan dari panggung nasional seperti yang terlihat dalam buku teks pembelajaran sejarah yang dihadirkan kepada siswa. Narasi yang diceritakan merupakan narasi sejarah Jawa sehingga menimbulkan kecemburuan di kalangan siswa. Salah satu tradisi lokal yang dapat diangkat sebagai sumber belajar sejarah lokal adalah tradisi Saprahan di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah mengenai tradisi Saprahan, nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi Saprahan yang dapat dintegrasikan dalam pembelajaran sejarah, dan menjadikan tradisi Saprahan sebagai alternatif sumber belajar sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Saprahan merupakan salah satu tradisi lokal yang dapat digunakan sebagi sumber sejarah lokal. Keberadaaan tradisi Saprahan menjadi penting karena menjadi salah satu bentuk akulturasi kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam di Kalimantan Barat. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi Saprahan di antaranya nilai kebersamaan, nilai religius, dan nilai gotong royong. Adanya pemberian materi sejarah lokal di sekolah diharapkan mampu mewujudkan karakter positif pada diri siswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3512</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3512</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 45-59</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 45-59</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3512/pdf_49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Astrini Eka Putri, Andang Firmansyah, Edwin Mirzachaerulsyah, Haris Firmansyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3554</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya di Area Duizen Vierkanten Paal Kota Pontianak sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Haris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cultural heritage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">duizen vierkanten paal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">learning resources</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">One of the historical relics is a cultural heritage building. Cultural heritage buildings located around student are necessary and important to be introduced to them so that they will be interested in studying history. In the city of Pontianak itself, there are cultural heritage buildings that student need to study as a source of historical learning, namely the cultural heritage buildings located in the Duizen Vierkanten Paal area as a Dutch historical heritage. This study aims to identify the sites of cultural heritage buildings in the Duizen Vierkanten Paal area of Pontianak City and how to use them in learning history at SMA Negeri 3 Kota Pontianak City. This research uses descriptive research with a qualitative approach. Data was collected through literature study, observation, and interviews. The interactive analysis technique of the three components of the analysis used is data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. The results of this study are 1) Duizen Vierkanten Paal is the center of the Colonial government (Eropesche Bestuur) for Westersche Afdeeling van Borneo. There are several cultural heritage buildings left by the Dutch colonial government, including: The Old Bank Indonesia Building (De Javasche Bank Office Pontianak Branch), the Old Post Office (post telegraph office), the Kwarda Pramuka Building West Kalimantan and the Pontianak 14 State Elementary School (Holland Inlandsche School).  2) For the use of cultural heritage buildings located in the Duizen Vierkanten Paal area, teachers can implement it in the form of outdoor learning-based history learning.Salah satu peninggalan sejarah adalah bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya yang terdapat di sekitar siswa perlu dan penting untuk dikenalkan kepada mereka sehingga meraka akan tertarik untuk mempelajari sejarah. Di Kota Pontianak sendiri terdapat bangunan cagar budaya yang perlu dipelajari oleh siswa sebagai sumber pembelajaran sejarah yakni bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal sebagai peninggalan sejarah Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi situs bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal Kota Pontianak dan bagaimana pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah pada SMA Negeri 3 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Teknik analisis interaktif dari tiga komponen analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) Duizen Vierkanten Paal merupakan wilayah yang pusat pemerintahan Kolonial (Eropesche Bestuur) untuk Westersche Afdeeling van Borneo. Terdapat beberapa bangunan cagar budaya peninggalan pemerintahan Koolonial Belanda yakni antara lain: Gedung Bank Indonesia Lama (Kantor De Javasche Bank Cabang Pontianak), Kantor Post Lama (post telegraf kantoor), Gedung Kwarda Pramuka Kalimantan Barat dan Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak (Holland Inlandsche School). 2) Untuk pemanfaatan bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal ini guru bisa melaksanakannya dalam bentuk pembelajaran sejarah berbasis Outdoor Learning.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3554</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 15-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 15-28</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3554/pdf_47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Haris Firmansyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3597</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:04Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sejarah Pemikiran Kebangsaan Jakob Oetama Pada Surat Kabar Kompas 1970-2001</dc:title>
	<dc:creator>Nusaibah, Annida Allim</dc:creator>
	<dc:creator>Abrar, Abrar</dc:creator>
	<dc:creator>Martini, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ideology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jakob Oetama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nasionality</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nationality is needed by every Indonesian as one of the efforts to continue maintaining the unity and integrity of the nation. One of the national press figures who seriously think about the issue of nationality is Jakob Oetama. One of the ways Jakob Oetama channeled national ideology was through the press media named the Kompas. The purpose of this study was to find out how Jakob Oetama ideology about nationality in Kompas newspaper. The period is from 1970 to 2001. The research method uses historical research methods consisting of four stages; heuristics, verification, interpretation and historiography. The results showed that Jakob Oetama's national ideology in the first Kompas daily newspaper was Bhinneka Tunggal Ika and national ideology, national integration and disintegration, religious issues, knowing the homeland, and the principle of transcendental humanism.Pemahaman kebangsaan sangat diperlukan oleh setiap rakyat Indonesia sebagai salah satu upaya untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu tokoh pers nasional yang serius memikirkan persoalan tentang kebangsaan adalah Jakob Oetama. Cara Jakob Oetama menyalurkan pemikiran kebangsaan salah satunya yaitu lewat media pers yang diberi nama surat kabar Kompas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemikiran Jakob Oetama tentang kebangsaan pada surat kabar Kompas periode tahun 1970 sampai dengan tahun 2001. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemikiran kebangsaan Jakob Oetama pada surat kabar harian Kompas adalah Bhinneka Tunggal Ika dan ideologi kebangsaan, integrasi dan disintegrasi nasional, persoalan agama, mengenal tanah air, dan prinsip humanisme transendental.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3597</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i1.3597</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 1 (2021): Juni; 89-102</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 1 (2021): Juni; 89-102</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3597/pdf_52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Annida Allim Nusaibah, Abrar, Sri Martini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3637</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Andang</dc:creator>
	<dc:creator>Mirzachaerulsyah, Edwin</dc:creator>
	<dc:creator>Novitasari, Novitasari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">government</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Japan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mempawah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">West Kalimantan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Japan entered West Kalimantan for the first time by controlling the administrative city, Pontianak. The control of the Mempawah area is vital because it is located between Pontianak City and Singkawang City, the administrative city of the Netherlands. This study aimed to determine the occupation of the Japanese army in Mempawah City, the entry of Japanese troops in Mempawah City, and the leadership of the Japanese military in Mempawah City. The research uses the historical method with four stages heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the Japanese entered the city of Mempawah around the end of February 1942. At the beginning of the occupation, the Japanese immediately managed the local government by placing soldiers of the highest rank to lead the city of Mempawah. Japan also recorded and arrested several actual figures who endangered its power in Mempawah. The leadership of the Japanese government left after Japan surrendered to the allies and marked the end of Japanese rule in Mempawah.Jepang pertama kali masuk ke Kalimantan Barat dengan menguasai kota administratif Pontianak. Penguasaan kawasan Mempawah sangat vital karena terletak di antara Kota Pontianak dan Kota Singkawang, kota administratif Belanda. Penelitian ini untuk mengetahui pendudukan tentara Jepang di Kota Mempawah, masuknya pasukan Jepang di Kota Mempawah, dan kepemimpinan militer Jepang di Kota Mempawah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang memasuki kota Mempawah sekitar akhir Februari 1942. Pada awal pendudukan, Jepang langsung mengatur pemerintahan daerah dengan menempatkan prajurit berpangkat tertinggi untuk memimpin kota Mempawah. Jepang juga mencatat dan menangkap beberapa tokoh nyata yang membahayakan kekuasaannya di Mempawah. Kepemimpinan pemerintah Jepang pergi setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan menandai berakhirnya kekuasaan Jepang di Mempawah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3637</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.3637</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 1-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 1-12</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3637/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Andang Firmansyah, Edwin Mirzachaerulsyah, Novitasari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3690</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Situs Purbakala Pugung Raharjo Sebagai Sumber Belajar Sejarah untuk Mahasiswa</dc:title>
	<dc:creator>Ekwandari, Yustina Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Triaristina, Aprilia</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, Henry</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">site</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pugung Raharjo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">source of learning</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to examine the Pugung Raharjo Archaeological site as a source of learning history. The location of the Pugung Raharjo Archaeological site is located in the village of Batanghari, Sekampung, East Lampung Regency, Lampung Province. This research is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through literature study, observation, interviews, and documentation. The data validity technique uses source triangulation, for data analysis using interactive model analysis. The Pugung Raharjo Archaeological Site is a site protected by the Cultural Conservation Preservation Agency. As a source of learning the history of the ancient site Pugung Raharjo has historical values in the Praaksara/nirleka era with its relics, namely; Punden terraces, earth forts, stone with holes, stone axes, stone corpse complex, megalithic pools, beads, and household utensils. Classical era or Hindu-Buddhist relics, namely; Bodhisattva statues, Polynesian type statues, Humpback Inscriptions, and Ceramics. During the Islamic period, his relics were; Dalung Inscription, and Tombstone. The Pugung Raharjo Archaeological Site can be used as a source of history learning, one example is by learning history through the arrival and spread of early people in Sumatra, especially Lampung because this is the forerunner to the formation of a province of Lampung or often called the earth of Lampung. The process of utilizing the Pugung Raharjo site as a source of learning local history can be done by means, students can directly visit the object by doing/field trips. Thus the Pugung Raharjo archaeological site is very important for students, where students can participate in caring for and preserving historical relics in the vicinity.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji situs Purbakala Pugung Raharjo sebagai sumber belajar sejarah. Lokasi situs Purbakala Pugung Raharjo terletak di desa Batanghari, Sekampung Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber, untuk analisis data menggunakan analisis model interaktif. Situs Purbakala Pugung Raharjo merupakan situs yang dilindungi oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya. Sebagai sumber pembelajaran sejarah situs purbakala Pugung Raharjo memiliki nilai-nilai sejarah pada zaman Praaksara/nirleka dengan benda-benda peninggalannya yaitu; Punden berundak, Benteng tanah, Batu berlubang, Kapak Batu, Komplek Batu Mayat, kolam megalitik, manik-manik dan peralatan rumah tangga. Zaman klasik atau Hindu-Budha benda peninggalannya yaitu; arca Bodhisatwa, arca tipe Polinesia, Prasasti Bungkuk, dan Keramik. Pada Masa Islam benda peninggalannya yaitu; Prasasti Dalung, dan Batu Nisan. Situs Purbakala Pugung Raharjo dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah, salah satu contohnya adalah dengan pembelajaran sejarah melalui kedatangan dan penyebaran masyarakat awal di Sumatera khususnya Lampung, karena ini merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah provinsi Lampung atau sering dikatakan juga bumi Lampung. Proses pemanfaatan situs Pugung Raharjo sebagai sumber belajar Sejarah Lokal dapat dilakukan dengan cara, mahasiswa dapat langsung mengunjungi obyeknya yang dilakukan dengan melakukan karya wisata/fieldtrip. Dengan demikian situs purbakala Pugung Raharjo sangat penting bagi para mahasiswa, dimana para mahasiswa dapat turut serta dalam merawat dan melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di sekitarnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3690</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.3690</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 103-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 103-116</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3690/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Yustina Sri Ekwandari, Aprilia Triaristina, Henry Susanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3768</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Terhadap Keterampilan Sosial di Sekolah Menengah Atas Palembang</dc:title>
	<dc:creator>Rohani, Rohani</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Syafruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Syarifuddin, Syarifuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">learning model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">social skills</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">team assisted individualization</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The purpose of this study was to determine the effect of the team-assisted individualization model on the social skills of students in the historical subjects in Senior High School Palembang. The type of method used in this study is quasi-experimental. Class XI IPA 3 as an experimental class using random sampling. Data collection techniques used in this study are using questionnaire and observation, data analysis techniques used data homogeneity test, data linearity test, and simple regression test with significant level Fhitung ˃ Ftabel with real level (α = 0,05). The result of Fhitung obtained is 5,40 while to find Ftabel that is db = 1 as the numerator and db = 34 as the denominator and consulted to table F is obtained 4,13. Statistical calculations have obtained the results Fhitung ˃ Ftabel (5,40 ˃ 4,13) that means there was the influence of team assisted individualization model on the social skills of students in the historical subjects in Senior High School Palembang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran team assisted individualization terhadap keterampilan sosial peserta didik pada mata pelajaran sejarah Sekolah Menengah Atas Palembang. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan angket dan observasi. Teknik uji prasyarat analisis data yang digunakan adalah uji homogenitas data, uji linearitas data, dan uji regresi sederhana dengan taraf signifikan Fhitung ˃ Ftabel dan taraf α = 0,05. Hasil Fhitung didapat 5,40 sementara untuk mencari Ftabel yakni db = 1 sebagai pembilang dan db = 34 sebagai penyebut dan di konsultasikan ke tabel F didapat 4,13. Perhitungan statistik diperoleh hasil Fhitung˃ Ftabel (5,40 ˃ 4,13) yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran team assisted individualization terhadap keterampilan sosial peserta didik pada mata pelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Palembang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3768</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.3768</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 117-129</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 117-129</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3768/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Rohani, Syafruddin Yusuf, Syarifuddin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3939</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Historis Kepercayaan Danyang Telaga Rambut Monte Pada Masyarakat Desa Krisik Blitar</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian Historis Kepercayaan Danyang Telaga Rambut Monte Pada Masyarakat Desa Krisik Blitar</dc:title>
	<dc:creator>Hafida, Mellina Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Azizah, Rika Safitri Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Suhadak, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Maisaroh, Anisa Amalia</dc:creator>
	<dc:creator>Sapaike, Aida Alta</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyo, Wahyu Djoko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Danyang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Folklor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rambut Monte lake</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Danyang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Folklor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rambut Monte lake</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Danyang Rambut Monte is believed to be a subtle spirit, having an important role in eliminating negativity in society. The existence of Danyang in Telaga Rambut Monte is associated with the folklore that developed in the community of Krisik Village, Blitar Regency. Folklore and those passed down from generation to generation are associated with calamity. The purpose of this study was to examine the history of Danyang in Telaga Rambut Monte in terms of the folklore that developed in the community. This research uses the historical method which is based on four main stages, namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the history of Danyang was formed from oral tradition. Incarnated into a system of controlling social norms to form a ritual system. Meanings values Danyang ritual performed as a form of rescue (salvation) and order (cosmos) to the ecology in Telaga Hair Monte. Historically, this research is able to reveal phenomena or events based on real events regarding the folklore that developed at Telaga Rambut Monte.Danyang Rambut Monte dipercaya sebagai roh halus, memiliki peran penting dalam menghilangkan hal negatif dalam masyarakat. Keberadaan danyang di Telaga Rambut Monte dikaitkan dengan folklor yang berkembang dalam masyarakat Desa Krisik, Kabupaten Blitar. Folklor danyang diwariskan secara turun temurun berkaitan dengan malapetaka. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sejarah Danyang di Telaga Rambut Monte ditinjau dari folklor yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang didasarkan pada empat pokok tahapan yaitu, heruristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan sejarah Danyang yang terbentuk dari tradisi lisan. Menjelma menjadi sistem pengendali norma-norma sosial hingga membentuk sistem ritual. Pemaknaan nilai-nilai ritual Danyang dilakukan sebagai bentuk penyelamatan (salvation) dan keteraturan (kosmos) terhadap ekologi yang ada di Telaga Rambut Monte. Secara historis penelitian ini mampu mengungkap fenomena atau peristiwa berdasarkan kejadian nyata mengenai folklor yang berkembang di Telaga Rambut Monte.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Danyang Rambut Monte is believed to be a subtle spirit, having an important role in eliminating negativity in society. The existence of Danyang in Telaga Rambut Monte is associated with the folklore that developed in the community of Krisik Village, Blitar Regency. Folklore and those passed down from generation to generation are associated with calamity. The purpose of this study was to examine the history of Danyang in Telaga Rambut Monte in terms of the folklore that developed in the community. This research uses the historical method which is based on four main stages, namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the history of Danyang was formed from oral tradition. Incarnated into a system of controlling social norms to form a ritual system. Meanings values Danyang ritual performed as a form of rescue (salvation) and order (cosmos) to the ecology in Telaga Hair Monte. Historically, this research is able to reveal phenomena or events based on real events regarding the folklore that developed at Telaga Rambut Monte.Danyang Rambut Monte dipercaya sebagai roh halus, memiliki peran penting dalam menghilangkan hal negatif dalam masyarakat. Keberadaan danyang di Telaga Rambut Monte dikaitkan dengan folklor yang berkembang dalam masyarakat Desa Krisik, Kabupaten Blitar. Folklor danyang diwariskan secara turun temurun berkaitan dengan malapetaka. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sejarah Danyang di Telaga Rambut Monte ditinjau dari folklor yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang didasarkan pada empat pokok tahapan yaitu, heruristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan sejarah Danyang yang terbentuk dari tradisi lisan. Menjelma menjadi sistem pengendali norma-norma sosial hingga membentuk sistem ritual. Pemaknaan nilai-nilai ritual Danyang dilakukan sebagai bentuk penyelamatan (salvation) dan keteraturan (kosmos) terhadap ekologi yang ada di Telaga Rambut Monte. Secara historis penelitian ini mampu mengungkap fenomena atau peristiwa berdasarkan kejadian nyata mengenai folklor yang berkembang di Telaga Rambut Monte.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3939</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.3939</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 130-144</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 130-144</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3939/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mellina Nur Hafida, Rika Safitri Nur Azizah, Ahmad Suhadak, Anisa Amalia Maisaroh, Aida Alta Sapaike, Wahyu Djoko Sulistyo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/3997</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Polisi Wanita Indonesia dan Dinamika Sosial Tahun 1948-1961</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Polisi Wanita Indonesia dan Dinamika Sosial Tahun 1948-1961</dc:title>
	<dc:creator>Kristiani, Sinta</dc:creator>
	<dc:creator>Syukur, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Husmiati, Ratu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dynamics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">women police</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">dynamics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">women police</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research aims to examine the process formation and development of the women police in the midst of the social dynamics that occurred in 1948-1961. Women police officers cannot be separated from the series of events that occurred in Indonesia post-independence. The method used in this research is the historical method which consists of five stages, namely topic selection, source collection, verification, interpretation, and writing. The existence of women police officers was motivated by the need for women to examine refugees, witnesses, or victims of crime after the Dutch Military Aggression I. The Sumatran police service conducted a selection of women police officers starting on September 1, 1948. Changes in security conditions also influenced the development of women's police education which was discontinued as a result of Dutch Military Aggression II. After women police struggled to deliver the opening of women police officers together with Bhayangkari, the reception of women police officers was reopened in 1961 and regulates in law No. 13/1961 of women police. In addition, the task of women police officers is expanded beyond just dealing with women and children’s issues.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan serta perkembangan Polisi Wanita Indonesia di tengah dinamika sosial yang terjadi tahun 1948-1961. Pembentukan Polisi Wanita tidak lepas dari rangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia pasca kemerdekaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahap yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Adanya Polisi Wanita dilatarbelakangi oleh kebutuhan wanita untuk memeriksa para pengungsi, saksi atau korban kejahatan pasca Agresi Militer Belanda I. Jawatan Kepolisian cabang Sumatera melakukan seleksi penerimaan Polisi Wanita dimulai pada 1 September 1948. Perubahan kondisi keamanan turut serta berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan Polisi Wanita yang sempat dihentikan akibat Agresi Militer Belanda II. Setelah Polisi Wanita berjuang menyampaikan pembukaan Polisi Wanita bersama Bhayangkari, penerimaan Polisi Wanita dibuka kembali pada tahun 1961 dan diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 1961 tentang Polisi Wanita. Selain itu, tugas Polisi Wanita diperluas tidak hanya berhubungan dengan permasalahan wanita dan anak.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This research aims to examine the process formation and development of the women police in the midst of the social dynamics that occurred in 1948-1961. Women police officers cannot be separated from the series of events that occurred in Indonesia post-independence. The method used in this research is the historical method which consists of five stages, namely topic selection, source collection, verification, interpretation, and writing. The existence of women police officers was motivated by the need for women to examine refugees, witnesses, or victims of crime after the Dutch Military Aggression I. The Sumatran police service conducted a selection of women police officers starting on September 1, 1948. Changes in security conditions also influenced the development of women's police education which was discontinued as a result of Dutch Military Aggression II. After women police struggled to deliver the opening of women police officers together with Bhayangkari, the reception of women police officers was reopened in 1961 and regulates in law No. 13/1961 of women police. In addition, the task of women police officers is expanded beyond just dealing with women and children’s issues. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan serta perkembangan Polisi Wanita Indonesia di tengah dinamika sosial yang terjadi tahun 1948-1961. Pembentukan Polisi Wanita tidak lepas dari rangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia pasca kemerdekaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahap yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Adanya Polisi Wanita dilatarbelakangi oleh kebutuhan wanita untuk memeriksa para pengungsi, saksi atau korban kejahatan pasca Agresi Militer Belanda I. Jawatan Kepolisian cabang Sumatera melakukan seleksi penerimaan Polisi Wanita dimulai pada 1 September 1948. Perubahan kondisi keamanan turut serta berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan Polisi Wanita yang sempat dihentikan akibat Agresi Militer Belanda II. Setelah Polisi Wanita berjuang menyampaikan pembukaan Polisi Wanita bersama Bhayangkari, penerimaan Polisi Wanita dibuka kembali pada tahun 1961 dan diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 1961 tentang Polisi Wanita. Selain itu, tugas Polisi Wanita diperluas tidak hanya berhubungan dengan permasalahan wanita dan anak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3997</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.3997</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 145-156</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 145-156</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/3997/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Sinta Kristiani, Abdul Syukur, Ratu Husmiati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4069</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Pemerintahan Palembang Syu Pada Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945</dc:title>
	<dc:creator>Azizah, Imamatul</dc:creator>
	<dc:creator>Syafitri, Riska</dc:creator>
	<dc:creator>Supriyanto, Supriyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Syarifuddin, Syarifuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Japan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Palembang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Syu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study discusses the government structure of Palembang during the Japanese occupation in 1942-1945, especially regarding the Syu government. The research method used is historical or historical research methods. The purpose of this research is to increase knowledge and dig deeper into the history of Palembang City and also to highlight the historical traces of the Palembang regional political system during the reign of Japan. This research is related to the Syu government system or called Residency. The results of this study are that before the Japanese came and colonized the archipelago, the Palembang area had rules made by the Dutch and customary law then Japan arrived in Sumatra and issued a new law called Seirei (Osamu Seirei), this rule book discusses military government, which levels consist of Syuugun (residence), Bansyuu (sub-residence), Gun (district), and Son (sub-district), the unique thing is that even though it seems to have changed, in fact, the constitutional structure is the same as the previous system but only changes in terms.Penelitian ini membahas tentang struktur pemerintahan Palembang pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945 khususnya mengenai pemerintahan Syu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah atau historis. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah ilmu pengetahuan serta menggali lebih dalam mengenai sejarah di Kota Palembang juga mengangkat jejak historis dari sistem politik daerah Palembang saat berkuasanya Jepang. Penelitian ini terkait sistem pemerintahan Syu atau disebut Keresidenan. Hasil dari penelitian ini adalah sebelum Jepang datang dan menjajah wilayah nusantara, daerah Palembang telah terdapat aturan yang dibuat Belanda serta hukum adat kemudian Jepang tiba di Sumatera dan mengeluarkan sebuah Undang-undang baru bernama Seirei (Osamu Seirei), kitab aturan ini membahas tentang pemerintahan militer, yang mana tingkatannya terdiri atas Syuugun (Karesidenan), Bansyuu (sub karesidenan), Gun (distrik), dan Son (subdistrik), uniknya walaupun terkesan berubah tetapi sebenarnya susunan ketatanegaraan ini sama dengan sistem sebelumnya namun hanya mengalami pergantian istilah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4069</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.4069</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 157-170</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 157-170</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4069/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Imamatul Azizah, Riska Syafitri, Supriyanto, Syarifuddin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4102</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksistensi Pura Agung Jagatnatha dan Implementasi Nilai Kebinekaan di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Eksistensi Pura Agung Jagatnatha dan Implementasi Nilai Kebinekaan di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Gazaly, Akbar Irfan</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Bedriati</dc:creator>
	<dc:creator>Suroyo, Suroyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekanbaru City</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">value of diversity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pura Agung Jagatnatha</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pekanbaru City</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">value of diversity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pura Agung Jagatnatha</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pekanbaru is the capital city of Riau Province which is dominated by the Malay community, where Islam is the majority religion. The existence of the temple as a place of worship for Hindus has had its own impact on the social and religious life of the people of Pekanbaru City. This study uses qualitative research methods to observe the object of research as a whole by presenting comprehensive data descriptively. Methods of data collection are done through the process of observation and interviews. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction, data presentation (data display), and drawing conclusions (verification). The process of data validity using triangulation techniques. The results show that behind the construction of Pura Agung Jagatnatha there is a long history which is the most important part of the religious life of the Hindu community in Pekanbaru City. There is a development and existence of Pura Agung Jagatnatha as a house of worship that emphasizes diversity, where after the construction of Pura Agung Jagatnatha brought its own impact on the socio-religious life of the people of Pekanbaru City.Pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau yang didominasi oleh masyarakat Melayu, dimana Islam sebagai agama mayoritas. Keberadaan Pura sebagai rumah ibadah umat Hindu ternyata membawa dampak tersendiri bagi kehidupan sosial keagaaman masyarakat Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengamati objek penelitian secara menyeluruh dengan penyajian data yang komprehensif secara deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data (display data), dan menarik kesimpulan (verifikasi). Proses keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibalik pembangunan Pura Agung Jagatnatha terdapat sejarah panjang yang menjadi bagian terpenting bagi kehidupan keagamaan masyarakat Hindu di Kota Pekanbaru. Terdapat perkembangan dan eksistensi Pura Agung Jagatnatha sebagai salah satu rumah ibadah yang mengedepankan kebinekaan, dimana setelah dibangunnya Pura Agung Jagatnatha membawa dampak tersendiri bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kota Pekanbaru.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pekanbaru is the capital city of Riau Province which is dominated by the Malay community, where Islam is the majority religion. The existence of the temple as a place of worship for Hindus has had its own impact on the social and religious life of the people of Pekanbaru City. This study uses qualitative research methods to observe the object of research as a whole by presenting comprehensive data descriptively. Methods of data collection are done through the process of observation and interviews. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction, data presentation (data display), and drawing conclusions (verification). The process of data validity using triangulation techniques. The results show that behind the construction of Pura Agung Jagatnatha there is a long history which is the most important part of the religious life of the Hindu community in Pekanbaru City. There is a development and existence of Pura Agung Jagatnatha as a house of worship that emphasizes diversity, where after the construction of Pura Agung Jagatnatha brought its own impact on the socio-religious life of the people of Pekanbaru City.Pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau yang didominasi oleh masyarakat Melayu, dimana Islam sebagai agama mayoritas. Keberadaan Pura sebagai rumah ibadah umat Hindu ternyata membawa dampak tersendiri bagi kehidupan sosial keagaaman masyarakat Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengamati objek penelitian secara menyeluruh dengan penyajian data yang komprehensif secara deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data (display data), dan menarik kesimpulan (verifikasi). Proses keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibalik pembangunan Pura Agung Jagatnatha terdapat sejarah panjang yang menjadi bagian terpenting bagi kehidupan keagamaan masyarakat Hindu di Kota Pekanbaru. Terdapat perkembangan dan eksistensi Pura Agung Jagatnatha sebagai salah satu rumah ibadah yang mengedepankan kebinekaan, dimana setelah dibangunnya Pura Agung Jagatnatha membawa dampak tersendiri bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kota Pekanbaru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4102</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.4102</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 183-193</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 183-193</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4102/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Akbar Irfan Gazaly, Bedriati Ibrahim, Suroyo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4160</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ekonomi Perang Jepang di Palembang, 1942-1945</dc:title>
	<dc:creator>Aderoben, Andromeda</dc:creator>
	<dc:creator>Septiansi, Ira</dc:creator>
	<dc:creator>Syarifuddin, Syarifuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">crude oil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">economics of war</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">histories of Palembang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Japan occupation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The essence in this writing is the treasury in the preservation of Palembang's local history that is minimal in the literature of the Japanese occupation. Studies in the field of the local economy in Palembang during the Japanese occupation are still few, for the existence of this writing can be a part of the wealth of local history. The main point of this research is the economy as a supporter of Japan's military war, not focusing on the economy of local communities. This paper uses historical research methods, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Palembang's rich mineral resource potential became a supporter of the Great East Asian War by Japan in 1942-1945. This paper presents images and tables as simplifications in reconstruction results.Intisari dari penulisan ini adalah khazanah pelestarian sejarah lokal Palembang yang minim dalam literatur pendudukan Jepang. Kajian di bidang ekonomi lokal di Palembang pada masa pendudukan Jepang masih sedikit, agar keberadaan tulisan ini dapat menjadi bagian dari kekayaan sejarah lokal. Pokok dari penelitian ini adalah ekonomi sebagai pendukung perang militer Jepang, tidak terfokus pada ekonomi masyarakat lokal. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Potensi sumber daya mineral Palembang yang kaya menjadi pendukung Perang Asia Timur Raya oleh Jepang pada tahun 1942-1945. Makalah ini menyajikan gambar dan tabel sebagai penyederhanaan dalam hasil rekonstruksi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.4160</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 13-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 13-28</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4160/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Andromeda Aderoben, Ira Septiansi, Syarifuddin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4375</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Digital History dan Kesiapan Belajar Sejarah di Era Revolusi 4.0</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Digital History dan Kesiapan Belajar Sejarah di Era Revolusi 4.0</dc:title>
	<dc:creator>Anis, Mohamad Zaenal Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Mardiani, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Fathurrahman, Fathurrahman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">digital history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">digital learning resources</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">industrial revolution 4.0</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">digital history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">digital learning resources</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">history learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">industrial revolution 4.0</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tracing the life of the Industrial Revolution 4.0 era brings significant changes in the order of human life today. The atmosphere of the Covid-19 Pandemic also adds to the strangeness of life problems seen from the limitations of human life access and interaction. Education is still the spearhead in preparing the nation's next-generation that is adaptive, creative, innovative, and highly competitive in the rapid development of the times because the education sector focuses on facing life in the digital age. This study aims to analyze the course of history learning in the era of industrial revolution 4.0 and the use of digital history as a source of history in digital form to prepare for the era of technological disruption in history learning. The qualitative descriptive method consists of data collection, data reduction, presentation of the conclusion, and testing that the data is valid using triangulation techniques and sources. The research subjects were 100 students in semesters two, four, and six in a history education study program active in online lectures. Through the analysis in this study, it can be understood that there are obstacles to the implementation of online learning by students, especially in using learning resources. In addition, it is known that using digital history following the learning objectives is not optimal. They optimize the use of digital learning resources in history learning during the Covid-19 pandemic, providing flexibility and independence in learning. Students are invited to explore, create, and study more deeply about digital history by learning resources through digital history.Menelusuri kehidupan era Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan signifikan dalam tatanan kehidupan manusia saat ini. Suasana Pandemi Covid-19 juga menambah keanehan permasalahan kehidupan dilihat dari keterbatasan akses dan interaksi kehidupan manusia. Pendidikan masih menjadi ujung tombak dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang adaptif, kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah pesatnya perkembangan zaman karena dunia pendidikan fokus menghadapi kehidupan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalannya pembelajaran sejarah di era revolusi industri 4.0 dan pemanfaatan Sejarah Digital sebagai sumber sejarah dalam bentuk digital untuk mempersiapkan era disrupsi teknologi dalam pembelajaran sejarah. Metode deskriptif kualitatif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian kesimpulan, dan pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan sumber. Subyek penelitian ini adalah 100 mahasiswa semester dua, empat, dan enam di prodi pendidikan sejarah yang aktif dalam perkuliahan online. Melalui analisis dalam penelitian ini, dapat dipahami bahwa terdapat kendala dalam pelaksanaan pembelajaran online oleh peserta didik, khususnya dalam menggunakan sumber belajar. Selain itu, diketahui bahwa penggunaan sejarah digital sesuai dengan tujuan pembelajaran belum optimal. Mereka mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar digital dalam pembelajaran sejarah di masa pandemi Covid-19, memberikan keleluasaan dan kemandirian dalam belajar. Peserta didik diajak untuk mengeksplorasi, berkreasi, dan mempelajari lebih dalam tentang sejarah digital dengan mempelajari sumber daya melalui sejarah Digital.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tracing the life of the Industrial Revolution 4.0 era brings significant changes in the order of human life today. The atmosphere of the Covid-19 Pandemic also adds to the strangeness of life problems seen from the limitations of human life access and interaction. Education is still the spearhead in preparing the nation's next-generation that is adaptive, creative, innovative, and highly competitive in the rapid development of the times because the education sector focuses on facing life in the digital age. This study aims to analyze the course of history learning in the era of industrial revolution 4.0 and the use of digital history as a source of history in digital form to prepare for the era of technological disruption in history learning. The qualitative descriptive method consists of data collection, data reduction, presentation of the conclusion, and testing that the data is valid using triangulation techniques and sources. The research subjects were 100 students in semesters two, four, and six in a history education study program active in online lectures. Through the analysis in this study, it can be understood that there are obstacles to the implementation of online learning by students, especially in using learning resources. In addition, it is known that using digital history following the learning objectives is not optimal. They optimize the use of digital learning resources in history learning during the Covid-19 pandemic, providing flexibility and independence in learning. Students are invited to explore, create, and study more deeply about digital history by learning resources through digital history. Menelusuri kehidupan era Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan signifikan dalam tatanan kehidupan manusia saat ini. Suasana Pandemi Covid-19 juga menambah keanehan permasalahan kehidupan dilihat dari keterbatasan akses dan interaksi kehidupan manusia. Pendidikan masih menjadi ujung tombak dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang adaptif, kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah pesatnya perkembangan zaman karena dunia pendidikan fokus menghadapi kehidupan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalannya pembelajaran sejarah di era revolusi industri 4.0 dan pemanfaatan Sejarah Digital sebagai sumber sejarah dalam bentuk digital untuk mempersiapkan era disrupsi teknologi dalam pembelajaran sejarah. Metode deskriptif kualitatif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian kesimpulan, dan pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan sumber. Subyek penelitian ini adalah 100 mahasiswa semester dua, empat, dan enam di prodi pendidikan sejarah yang aktif dalam perkuliahan online. Melalui analisis dalam penelitian ini, dapat dipahami bahwa terdapat kendala dalam pelaksanaan pembelajaran online oleh peserta didik, khususnya dalam menggunakan sumber belajar. Selain itu, diketahui bahwa penggunaan sejarah digital sesuai dengan tujuan pembelajaran belum optimal. Mereka mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar digital dalam pembelajaran sejarah di masa pandemi Covid-19, memberikan keleluasaan dan kemandirian dalam belajar. Peserta didik diajak untuk mengeksplorasi, berkreasi, dan mempelajari lebih dalam tentang sejarah digital dengan mempelajari sumber daya melalui sejarah Digital.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4375</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.4375</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 29-42</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 29-42</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4375/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Mohamad Zaenal Arifin Anis, Fitri Mardiani, Fathurrahman</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4484</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Refleksi Guru Terhadap Problem Keragaman Media Daring dalam Pembelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawati, Yeni</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Wawan</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Ayi Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Labibatussolihah, Labibatussolihah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">online learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">online media</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This article aims to explain the problem of the variety of online media used by teachers during online history learning. This problem arises because there is no standard provision for online media that must be used by teachers. So that teachers can freely take advantage of various free and paid online media or even develop media independently. The research method used is a survey using a questionnaire distributed by random sampling technique for one month to 41 respondents spread over nine provinces in Indonesia. The results of the descriptive statistical analysis show that teachers mix and match the use of online media in accordance with the learning objectives. Another finding is that it is understood that each media has its own advantages and disadvantages. A relatively similar impression in sorting and selecting various online media is described in this article. The most popular online media for planning are Google Classroom and WhatsApp Group. As for the implementation of learning, namely Zoom Meeting and Google Meeting. Online media for learning evaluation using Quizizz.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan persoalan ragam media daring yang digunakan oleh guru selama pembelajaran sejarah daring. Persoalan ini muncul karena tidak adanya ketentuan baku akan media daring yang wajib digunakan oleh guru. Sehingga guru dapat leluasa memanfaatkan berbagai media daring yang gratis maupun berbayar atau bahkan menggembangkan media secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dengan menggunakan angket yang disebarkan dengan teknik random sampling selama satu bulan kepada 41 responden yang tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. Hasil dari analisis statistis deskriptif menunjukkan bahwa guru memadupadankan penggunaan media daring yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Temuan lainnya yaitu telah dipahami bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Kesan yang relatif sama dalam memilah dan memilih berbagai media daring diuraikan dalam artikel ini. Media daring yang paling diminati untuk perencanaan yaitu Google Classroom dan WhatsApp Group. Sedangkan untuk pelaksanaan pembelajaran yaitu Zoom Meeting dan Google Meeting. Media daring untuk evaluasi pembelajaran menggunakan  Quizizz.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4484</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.4484</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 171-182</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 171-182</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4484/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Yeni Kurniawati, Wawan Darmawan, Ayi Budi Santosa, Labibatussolihah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4534</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembelajaran Sejarah Terintegrasi PPK, Literasi, Keterampilan Abad XXI (4c), dan HOTS</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pembelajaran Sejarah Terintegrasi PPK, Literasi, Keterampilan Abad XXI (4c), dan HOTS</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, B. Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Muhammad Shulhan</dc:creator>
	<dc:creator>Zidni, Zidni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">integrated</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">literacy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">4c</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HOTS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">history learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">integrated</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">PPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">literacy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">4c</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">HOTS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The change in the learning paradigm that integrates Strengthening Character Education (PPK), Literacy, 4c, and HOTS is a real challenge for history learning. Therefore, it is necessary to know how the teacher's perception of it is. The aim is to explore in-depth what teachers think about it. The research method that will be used is a qualitative method with a phenomenological approach. The technique of determining the informants used the purposive sampling technique (samples aimed). The data collection technique used is in-depth interviews. The informants of this study were history teachers at SMA Negeri Lombok Timur, totaling 20 people. The data analysis technique used is the technique stated by Moustakas, namely the textural and structural description technique. The results of this study indicate that all teachers positively welcome the implementation of this integrated learning even though many obstacles are still being faced. According to them, this model is ideal so that the implementation is still in the stage of trying to achieve it. For history teachers, this integrated learning is a way to change the image of history learning which has seemed boring, only contains memorization and stories. With the emphasis on character, literacy, 4c, and HOTS both in planning, implementation, and assessment, the old-style learning process can be improved. Strengthening education has long been implemented even before the implementation of this integrated learning. As for literacy, there are still many obstacles faced because students' interest in literacy is still low. 4c and HOTS skills are still in the process of being achieved and efforts are being made by teachers.Perubahan paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, 4c dan HOTS menjadi tantangan nyata bagi pembelajaran sejarah. Oleh karena itu perlu mengetahui bagaimana persepsi guru tentang itu. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam apa yang dipikirkan guru terkait hal tersebut. Adapun metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indept interview). Informan penelitian ini adalah guru sejarah di SMA Negeri Lombok Timur yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik yang dinyatakan Moustakas yakni teknik deskripsi tekstural dan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua guru menyambut positif pemberlakuan pembelajaran terintegrasi ini meskipun banyak kendala yang masih dihadapi. Menurut mereka model ini sangat ideal sehingga dalam implementasi masih dalam tahap upaya untuk mencapainya. Bagi guru sejarah, pembelajaran terintegrasi ini menjadi cara untuk mengubah citra pembelajaran sejarah yang selama ini terkesan membosankan, hanya berisi hapalan dan cerita-cerita. Dengan adanya penekanan-penekanan terhadap karakter, literasi, 4c dan HOTS ini baik dalam perencanaan, implementasi maupun penilaian, maka proses pembelajaran gaya lama dapat diperbaiki. Penguatan pendidikan karakter sudah lama diterapkan bahkan sebelum diberlakukannya pembelajaran terintegrasi ini. Sedangkan untuk literasi, masih banyak kendala yang dihadapi karena minat litersi siswa masih rendah. Keterampilan 4c dan HOTS masih dalam proses pencapaian dan upaya-upaya yang terus dilakukan oleh guru.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The change in the learning paradigm that integrates Strengthening Character Education (PPK), Literacy, 4c, and HOTS is a real challenge for history learning. Therefore, it is necessary to know how the teacher's perception of it is. The aim is to explore in-depth what teachers think about it. The research method that will be used is a qualitative method with a phenomenological approach. The technique of determining the informants used the purposive sampling technique (samples aimed). The data collection technique used is in-depth interviews. The informants of this study were history teachers at SMA Negeri Lombok Timur, totaling 20 people. The data analysis technique used is the technique stated by Moustakas, namely the textural and structural description technique. The results of this study indicate that all teachers positively welcome the implementation of this integrated learning even though many obstacles are still being faced. According to them, this model is ideal so that the implementation is still in the stage of trying to achieve it. For history teachers, this integrated learning is a way to change the image of history learning which has seemed boring, only contains memorization and stories. With the emphasis on character, literacy, 4c, and HOTS both in planning, implementation, and assessment, the old-style learning process can be improved. Strengthening education has long been implemented even before the implementation of this integrated learning. As for literacy, there are still many obstacles faced because students' interest in literacy is still low. 4c and HOTS skills are still in the process of being achieved and efforts are being made by teachers.Perubahan paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, 4c dan HOTS menjadi tantangan nyata bagi pembelajaran sejarah. Oleh karena itu perlu mengetahui bagaimana persepsi guru tentang itu. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam apa yang dipikirkan guru terkait hal tersebut. Adapun metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indept interview). Informan penelitian ini adalah guru sejarah di SMA Negeri Lombok Timur yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik yang dinyatakan Moustakas yakni teknik deskripsi tekstural dan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua guru menyambut positif pemberlakuan pembelajaran terintegrasi ini meskipun banyak kendala yang masih dihadapi. Menurut mereka model ini sangat ideal sehingga dalam implementasi masih dalam tahap upaya untuk mencapainya. Bagi guru sejarah, pembelajaran terintegrasi ini menjadi cara untuk mengubah citra pembelajaran sejarah yang selama ini terkesan membosankan, hanya berisi hapalan dan cerita-cerita. Dengan adanya penekanan-penekanan terhadap karakter, literasi, 4c dan HOTS ini baik dalam perencanaan, implementasi maupun penilaian, maka proses pembelajaran gaya lama dapat diperbaiki. Penguatan pendidikan karakter sudah lama diterapkan bahkan sebelum diberlakukannya pembelajaran terintegrasi ini. Sedangkan untuk literasi, masih banyak kendala yang dihadapi karena minat litersi siswa masih rendah. Keterampilan 4c dan HOTS masih dalam proses pencapaian dan upaya-upaya yang terus dilakukan oleh guru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4534</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.4534</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 194-209</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 194-209</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4534/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 B Fitri Rahmawati, Muhammad Shulhan Hadi, Zidni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4551</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perkembangan Pemekaran Daerah Tingkat Provinsi di Indonesia pada Masa Orde Lama, 1948-1964</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perkembangan Pemekaran Daerah Tingkat Provinsi di Indonesia pada Masa Orde Lama, 1948-1964</dc:title>
	<dc:creator>Mutawally, Anwar Firdaus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">old order era</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">regional expansion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">province</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">old order era</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">regional expansion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">province</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Regional expansion is a logical consequence of the development of the times as the community's need for government services increases. Hence, the regions need to be re-divided so that regional development can occur properly. This study aims to explain the developments and the factors that encouraged and hindered the division of provinces in Indonesia during the Old Order era. The method used in this research is the historical method with data collection techniques using literature studies and documentation studies. Results showed that the number of provinces in Indonesia increased from 8 provinces at the beginning of independence to 24 provinces at the end of the Old Order. In addition, three provinces have received special status from the government of the Republic of Indonesia. Among them are Aceh, DKI Jakarta, and Yogyakarta. The factors that hindered the process of regional expansion were the political conditions during the Old Order, which were less stable, so regional expansion could not occur, and limited infrastructure facilities at that time. At the same time, the factors that encouraged regional divisions included the emergence of regional sons in local government after the 1955 elections, the breakup of the dwi-tunggal Republic of Indonesia (Soekarno-Hatta), the emergence of demands from the Banteng Council, and the PRRI and Permesta Rebellions which accelerated regional expansion in Indonesia at that time.Pemekaran wilayah merupakan konsekuensi logis dari perkembangan zaman seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemekaran daerah agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan dan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pemekaran provinsi di Indonesia pada masa Orde Lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah provinsi di Indonesia meningkat dari 8 provinsi pada awal kemerdekaan menjadi 24 provinsi pada akhir Orde Lama. Selain itu, tiga provinsi mendapat status khusus dari pemerintah Republik Indonesia. Diantaranya adalah Aceh, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. Faktor penghambat proses pemekaran daerah adalah kondisi politik pada masa Orde Lama yang kurang stabil sehingga pemekaran daerah tidak dapat terjadi, dan sarana prasarana yang terbatas pada saat itu. Sementara itu, faktor yang mendorong pemekaran daerah antara lain munculnya putra daerah dalam pemerintahan daerah pasca Pemilu 1955, pecahnya dwi-tunggal Republik Indonesia (Soekarno-Hatta), munculnya tuntutan Dewan Banteng, serta Pemberontakan PRRI dan Permesta yang mempercepat pemekaran daerah di Indonesia saat itu.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Regional expansion is a logical consequence of the development of the times as the community's need for government services increases. Hence, the regions need to be re-divided so that regional development can occur properly. This study aims to explain the developments and the factors that encouraged and hindered the division of provinces in Indonesia during the Old Order era. The method used in this research is the historical method with data collection techniques using literature studies and documentation studies. Results showed that the number of provinces in Indonesia increased from 8 provinces at the beginning of independence to 24 provinces at the end of the Old Order. In addition, three provinces have received special status from the government of the Republic of Indonesia. Among them are Aceh, DKI Jakarta, and Yogyakarta. The factors that hindered the process of regional expansion were the political conditions during the Old Order, which were less stable, so regional expansion could not occur, and limited infrastructure facilities at that time. At the same time, the factors that encouraged regional divisions included the emergence of regional sons in local government after the 1955 elections, the breakup of the dwi-tunggal Republic of Indonesia (Soekarno-Hatta), the emergence of demands from the Banteng Council, and the PRRI and Permesta Rebellions which accelerated regional expansion in Indonesia at that time. Pemekaran wilayah merupakan konsekuensi logis dari perkembangan zaman seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemekaran daerah agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan dan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pemekaran provinsi di Indonesia pada masa Orde Lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah provinsi di Indonesia meningkat dari 8 provinsi pada awal kemerdekaan menjadi 24 provinsi pada akhir Orde Lama. Selain itu, tiga provinsi mendapat status khusus dari pemerintah Republik Indonesia. Diantaranya adalah Aceh, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. Faktor penghambat proses pemekaran daerah adalah kondisi politik pada masa Orde Lama yang kurang stabil sehingga pemekaran daerah tidak dapat terjadi, dan sarana prasarana yang terbatas pada saat itu. Sementara itu, faktor yang mendorong pemekaran daerah antara lain munculnya putra daerah dalam pemerintahan daerah pasca Pemilu 1955, pecahnya dwi-tunggal Republik Indonesia (Soekarno-Hatta), munculnya tuntutan Dewan Banteng, serta Pemberontakan PRRI dan Permesta yang mempercepat pemekaran daerah di Indonesia saat itu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4551</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.4551</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 43-59</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 43-59</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4551/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Anwar Firdaus Mutawally</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4609</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:03:24Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Butir Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 1 Pangkalpinang</dc:title>
	<dc:creator>Faridah, Anis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">characteristics of test items</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">classical test theory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">final semester exam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research is a study of quantitative descriptive. The purpose of this research is to describe the characteristics of final semester exam items for grade XI in the History subject at SMA Negeri 1 Pangkalpinang using the classical test theory approach. The research of the subject was 138 students of class XI in Social Sciences Major. The result of the research shows that final exam questions in the history subject class XI of SMA Negeri 1 Pangkalpinang are proper to use. This shows that from the validity of the items which there are 39 items of questions (97.5%) which are proven empirically valid with a 0.818 reliability coefficient. Other than that, there are 27 items of questions (67,5%) that can fulfill the criteria for the difficulty level, distinguishing power, and distractor function so it can be used directly to measure the student's ability without correction. While 12 items of questions (30%) need to be fixed and 1 item of question (2,5%) is declared to be invalid so it can't be used to measure the student's ability in History Subject.Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pengembangan soal penilaian akhir semester mata pelajaran sejarah yang tidak melalui tahapan analisis butir soal sehingga kualitas butir soal tidak diketahui. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik butir soal penilaian akhir semester mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 1 Pangkalpinang menggunakan pendekatan teori tes klasik. Subjek penelitian berjumlah 138 peserta didik kelas XI jurusan IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal PAS mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 1 Pangkalpinang telah layak digunakan. Hal ini dibuktikan dari validitas butir soal yang mana terdapat 39 butir soal (97,5%) terbukti valid secara empirik dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,818. Selain itu terdapat 27 butir soal (67,5%) yang memenuhi kriteria tingkat kesukaran, daya beda, dan keberfungsian distraktor sehingga dapat digunakan langsung untuk mengukur kemampuan peserta didik tanpa perbaikan. Sedangkan sebanyak 12 butir soal (30%) perlu dilakukan perbaikan dan 1 butir soal (2,5%) dinyatakan gugur sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik pada mata pelajaran sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4609</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v5i2.4609</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 5 No. 2 (2021): Desember; 210-221</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 5 No 2 (2021): Desember; 210-221</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4609/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Anis Faridah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/4655</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Deliar Noer: Sebuah Biografi Politik, 1951-1999</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Deliar Noer: Sebuah Biografi Politik, 1951-1999</dc:title>
	<dc:creator>Maskur, Abu</dc:creator>
	<dc:creator>Humaidi, Humaidi</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Nurzengky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">chief of HMI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Deliar Noer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">political party</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">chief of HMI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Deliar Noer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">political party</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In contemporary Indonesian politics in Islamic thought history, Deliar Noer cannot be passed over. He is a figure in Muslim Student Association (HMI), Masyumi, Academician, and a political figure who is a substantial thinker as well, proved by his academic works. As a political figure, his intellectuality is not only seen in his writings. Nevertheless, he attempted to make it through an established political party named Partai Ummat Islam. This study aims to examine the political role of Deliar Noer in political dynamics in Indonesia from 1951 to 1999. This study implied four stages of historical research methods. Those methods are heuristic, verification, interpretation, and historiography. The results of this study convey that Deliar Noer began his political experience when he took charge as the chief of the Muslim Student Association (HMI). Furthermore, he became a political observer, defended democracy, and established a political party.Dalam perpolitikan Indonesia kontemporer dalam sejarah pemikiran Islam, Deliar Noer tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ia adalah tokoh Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI), Masyumi, Akademisi, dan tokoh politik yang juga pemikir yang substansial, dibuktikan dengan karya-karya akademisnya. Sebagai seorang tokoh politik, intelektualitasnya tidak hanya terlihat pada tulisan-tulisannya. Meski demikian, ia berusaha melalui partai politik mapan bernama Partai Ummat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia dari tahun 1951-1999. Penelitian ini mengimplikasikan empat tahapan metode penelitian sejarah. Metode-metode tersebut adalah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa Deliar Noer memulai pengalaman politiknya saat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selanjutnya, ia menjadi pengamat politik, membela demokrasi, dan mendirikan partai politik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">In contemporary Indonesian politics in Islamic thought history, Deliar Noer cannot be passed over. He is a figure in Muslim Student Association (HMI), Masyumi, Academician, and a political figure who is a substantial thinker as well, proved by his academic works. As a political figure, his intellectuality is not only seen in his writings. Nevertheless, he attempted to make it through an established political party named Partai Ummat Islam. This study aims to examine the political role of Deliar Noer in political dynamics in Indonesia from 1951 to 1999. This study implied four stages of historical research methods. Those methods are heuristic, verification, interpretation, and historiography. The results of this study convey that Deliar Noer began his political experience when he took charge as the chief of the Muslim Student Association (HMI). Furthermore, he became a political observer, defended democracy, and established a political party.Dalam perpolitikan Indonesia kontemporer dalam sejarah pemikiran Islam, Deliar Noer tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ia adalah tokoh Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI), Masyumi, Akademisi, dan tokoh politik yang juga pemikir yang substansial, dibuktikan dengan karya-karya akademisnya. Sebagai seorang tokoh politik, intelektualitasnya tidak hanya terlihat pada tulisan-tulisannya. Meski demikian, ia berusaha melalui partai politik mapan bernama Partai Ummat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia dari tahun 1951-1999. Penelitian ini mengimplikasikan empat tahapan metode penelitian sejarah. Metode-metode tersebut adalah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa Deliar Noer memulai pengalaman politiknya saat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selanjutnya, ia menjadi pengamat politik, membela demokrasi, dan mendirikan partai politik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4655</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.4655</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 60-71</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 60-71</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/4655/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Abu Maskur, Humaidi, Nurzengky Ibrahim</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5011</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Lingkungan dalam Pertempuran Palangan Bojongkokosan, 1945</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Faktor Lingkungan dalam Pertempuran Palangan Bojongkokosan, 1945</dc:title>
	<dc:creator>Ramdani, Abdul Wahid</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetya Santosa, Yusuf Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">allies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">battle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bojongkokosan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TKR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">allies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">battle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bojongkokosan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">TKR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Battle of Palangan Bojongkokosan was one of the battles that took place during the physical revolution of Indonesia from 1945 to 1950. This incident occurred because of the Allied attitude of ignoring the agreement that had been made with TKR, namely, fighting over APWI logistics deliveries without notification and assistance. This battle occurred in Sukabumi District, in the village of Bojongkokosan, where the Allied convoy was passing. This study aims to look at the Battle of Palangan Bojongkokosan from the perspective of environmental factors. This research uses historical research methodology in its preparation. The sources used are primary and secondary. Primary sources include photos of the Palangan Bojongkokosan event, and secondary sources, books, journals, and magazines. The results obtained that one of the success factors of the attack on the Allies in the village of Bojongkokosan was the environmental conditions of the battlefield. Bojongkokosan village as a battlefield is also ideal with Hit n Run and Kirikumi military tactics chosen by Lt. Col. Edhie as the leader of the troops. The Bojongkokosan incident taught that in addition to qualified war equipment, it must also be supported by the spirit of the troops and the leader's ability to read the battlefield's situation and conditions. In addition, other things to consider, such as the environment that affects an event or battle.Pertempuran Palangan Bojongkokosan merupakan salah satu pertempuran yang terjadi pada masa revolusi fisik Indonesia tahun 1945-1950. Peristiwa ini terjadi karena sikap Sekutu yang mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat dengan TKR yaitu memperebutkan pengiriman logistik APWI, tanpa pemberitahuan dan bantuan. Pertempuran ini terjadi di Kabupaten Sukabumi, di desa Bojongkokosan, tempat konvoi Sekutu lewat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertempuran Palangan Bojongkokosan dari perspektif faktor lingkungan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah dalam penyusunannya. Sumber yang digunakan adalah primer dan sekunder. Sumber primer meliputi foto-foto peristiwa Palangan Bojongkokosan, dan sumber sekunder, buku, jurnal, dan majalah. Hasil yang diperoleh bahwa salah satu faktor keberhasilan penyerangan terhadap Sekutu di desa Bojongkokosan adalah kondisi lingkungan medan pertempuran. Desa Bojongkokosan sebagai medan pertempuran juga ideal dengan taktik militer Hit n Run dan Kirikumi yang dipilih oleh Letkol Edhie sebagai pemimpin pasukan. Peristiwa Bojongkokosan mengajarkan bahwa selain perlengkapan perang yang mumpuni, juga harus didukung oleh semangat pasukan dan kemampuan pemimpin dalam membaca situasi dan kondisi medan perang. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan, seperti lingkungan yang mempengaruhi suatu event atau pertempuran.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The Battle of Palangan Bojongkokosan was one of the battles that took place during the physical revolution of Indonesia from 1945 to 1950. This incident occurred because of the Allied attitude of ignoring the agreement that had been made with TKR, namely, fighting over APWI logistics deliveries without notification and assistance. This battle occurred in Sukabumi District, in the village of Bojongkokosan, where the Allied convoy was passing. This study aims to look at the Battle of Palangan Bojongkokosan from the perspective of environmental factors. This research uses historical research methodology in its preparation. The sources used are primary and secondary. Primary sources include photos of the Palangan Bojongkokosan event, and secondary sources, books, journals, and magazines. The results obtained that one of the success factors of the attack on the Allies in the village of Bojongkokosan was the environmental conditions of the battlefield. Bojongkokosan village as a battlefield is also ideal with Hit n Run and Kirikumi military tactics chosen by Lt. Col. Edhie as the leader of the troops. The Bojongkokosan incident taught that in addition to qualified war equipment, it must also be supported by the spirit of the troops and the leader's ability to read the battlefield's situation and conditions. In addition, other things to consider, such as the environment that affects an event or battle.Pertempuran Palangan Bojongkokosan merupakan salah satu pertempuran yang terjadi pada masa revolusi fisik Indonesia tahun 1945-1950. Peristiwa ini terjadi karena sikap Sekutu yang mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat dengan TKR yaitu memperebutkan pengiriman logistik APWI, tanpa pemberitahuan dan bantuan. Pertempuran ini terjadi di Kabupaten Sukabumi, di desa Bojongkokosan, tempat konvoi Sekutu lewat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertempuran Palangan Bojongkokosan dari perspektif faktor lingkungan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah dalam penyusunannya. Sumber yang digunakan adalah primer dan sekunder. Sumber primer meliputi foto-foto peristiwa Palangan Bojongkokosan, dan sumber sekunder, buku, jurnal, dan majalah. Hasil yang diperoleh bahwa salah satu faktor keberhasilan penyerangan terhadap Sekutu di desa Bojongkokosan adalah kondisi lingkungan medan pertempuran. Desa Bojongkokosan sebagai medan pertempuran juga ideal dengan taktik militer Hit n Run dan Kirikumi yang dipilih oleh Letkol Edhie sebagai pemimpin pasukan. Peristiwa Bojongkokosan mengajarkan bahwa selain perlengkapan perang yang mumpuni, juga harus didukung oleh semangat pasukan dan kemampuan pemimpin dalam membaca situasi dan kondisi medan perang. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan, seperti lingkungan yang mempengaruhi suatu event atau pertempuran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5011</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.5011</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 72-86</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 72-86</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5011/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Abdul Wahid Ramdani, Yusuf Budi Prasetya Santosa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5145</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gerakan Feminisme Fujinkai dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Perempuan di Indonesia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Gerakan Feminisme Fujinkai dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Perempuan di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Aditia, Dimas</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Erika Sukma</dc:creator>
	<dc:creator>Adelia, Dea Nuci</dc:creator>
	<dc:creator>Arif, Suparman</dc:creator>
	<dc:creator>Perdana, Yusuf</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fujinkai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">femismn movement</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">women's struggle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Fujinkai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">femismn movement</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">women's struggle</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Dutch defeat of its rule in the colonies ended the practice of colonialism and western-style imperialism. However, that does not necessarily make Indonesia immediately free and independent just like that. During the Japanese rule, various forms of propaganda were introduced, one of which was Fujinkai which was made at the beginning of the Japanese occupation of Indonesia. Fujinkai became a women's organization, significantly overshadowing all women's activities at that time. This study aims to study the Fujinkai Feminism Movement from the Perspective of the History of Women's Struggle in Indonesia. At the same time, there is also a line of supporters who participate in the Japanese tantara. The method used in this study is a historical method consisting of 5 stages: determination of topics, source collection (heuristic), source criticism, interpretation, and writing (historiography). The result of this research includes looking at Fujinkai's role in the history of Indonesian women's struggle in the field of Education and social activities, establishing relationships with Japan in the fields of arts and virtues, and sharpening science and skills training.Kekalahan Belanda atas kekuasaannya di daerah jajahan mengakhiri praktik kolonialisme dan imperialisme ala barat. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Indonesia langsung merdeka dan merdeka begitu saja. Pada masa pemerintahan Jepang, berbagai bentuk propaganda diperkenalkan, salah satunya adalah Fujinkai yang dibuat pada awal pendudukan Jepang di Indonesia. Fujinkai menjadi organisasi wanita, yang secara signifikan menaungi semua aktivitas wanita saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gerakan feminisme Fujinkai dari perspektif sejarah perjuangan perempuan di Indonesia. Pada saat yang sama, ada juga barisan pendukung yang ikut serta dalam tantara Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari 5 tahap: penentuan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan penulisan (historiografi). Hasil penelitian ini antara lain melihat peran Fujinkai dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia di bidang pendidikan dan kegiatan sosial, menjalin hubungan dengan Jepang dalam bidang seni dan kebajikan, serta mengasah ilmu pengetahuan dan pelatihan keterampilan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The Dutch defeat of its rule in the colonies ended the practice of colonialism and western-style imperialism. However, that does not necessarily make Indonesia immediately free and independent just like that. During the Japanese rule, various forms of propaganda were introduced, one of which was Fujinkai which was made at the beginning of the Japanese occupation of Indonesia. Fujinkai became a women's organization, significantly overshadowing all women's activities at that time. This study aims to study the Fujinkai Feminism Movement from the Perspective of the History of Women's Struggle in Indonesia. At the same time, there is also a line of supporters who participate in the Japanese tantara. The method used in this study is a historical method consisting of 5 stages: determination of topics, source collection (heuristic), source criticism, interpretation, and writing (historiography). The result of this research includes looking at Fujinkai's role in the history of Indonesian women's struggle in the field of Education and social activities, establishing relationships with Japan in the fields of arts and virtues, and sharpening science and skills training.Kekalahan Belanda atas kekuasaannya di daerah jajahan mengakhiri praktik kolonialisme dan imperialisme ala barat. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Indonesia langsung merdeka dan merdeka begitu saja. Pada masa pemerintahan Jepang, berbagai bentuk propaganda diperkenalkan, salah satunya adalah Fujinkai yang dibuat pada awal pendudukan Jepang di Indonesia. Fujinkai menjadi organisasi wanita, yang secara signifikan menaungi semua aktivitas wanita saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gerakan feminisme Fujinkai dari perspektif sejarah perjuangan perempuan di Indonesia. Pada saat yang sama, ada juga barisan pendukung yang ikut serta dalam tantara Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari 5 tahap: penentuan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan penulisan (historiografi). Hasil penelitian ini antara lain melihat peran Fujinkai dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia di bidang pendidikan dan kegiatan sosial, menjalin hubungan dengan Jepang dalam bidang seni dan kebajikan, serta mengasah ilmu pengetahuan dan pelatihan keterampilan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5145</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.5145</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 87-97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 87-97</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5145/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Dimas Aditia, Erika Sukma Lestari, Dea Nuci Adelia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5242</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Eksistensi Meme Sejarah dalam Wacana Membangun Kesadaran Sejarah: Studi Kasus Facebook Fanpage ‘Neo Historia Indonesia’</dc:title>
	<dc:creator>Suswandari, Suswandari</dc:creator>
	<dc:creator>Soleh, Mohammad Badrus</dc:creator>
	<dc:creator>Absor, Nur Fajar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">historical consciousness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">historical meme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">neo historia Indonesia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">popular culture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Currently, memes are often used to convey various information in various dimensions, ranging from conveying aspirations, criticism, ideology, and even history. One that consistently produces historical memes is Neo Historia Indonesia, a Facebook fan page containing memes with a vision to introduce history in a fun approach. The objectives of this research are 1) to examine the phenomenon of Historical Memes as popular culture in Indonesia; 2) to examine the role of Neo Historia Indonesia in the discourse of building historical awareness; 3) to compile criteria for Historical Memes that have the potential to build historical awareness, and 4) explore the benefits of historical Memes as digital content. This study uses a qualitative method with a case study approach. In collecting data, this research uses interviews, observation, and documentation techniques. This study finds that Historical Memes in Neo Historia Indonesia, as a popular culture, have the potential to build historical awareness. This is because the Historical Memes in Neo Historia Indonesia interestingly convey historical content. Thus, Historical Memes can be an effective medium for conveying messages about historical content, especially for young people.Saat ini, Meme kerap kali digunakan dalam penyampaian berbagai informasi dalam berbagai dimensi mulai dari penyampaian aspirasi, kritik, ideologi, bahkan sejarah. Salah satu yang memproduksi Meme sejarah secara konsisten ialah Neo Historia Indonesia, yakni sebuah Facebook fanpage yang berisi Meme dengan visi untuk mengenalkan sejarah dengan pendekatan yang menyenangkan. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah: 1) menelaah fenomena Meme sejarah sebagai budaya populer di Indonesia; 2) menelaah peran Neo Historia Indonesia dalam wacana  membangun kesadaran sejarah; 3) menyusun kriteria Meme sejarah yang berpotensi membangun kesadaran sejarah; dan 4) menelusuri manfaat Meme sejarah sebagai sebuah konten digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan datanya penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Meme sejarah di Neo Historia Indonesia sebagai budaya populer memiliki potensi untuk membangun kesadaran sejarah. Hal ini dikarenakan Meme sejarah yang ada di Neo Historia Indonesia menyampaikan konten sejarah secara menarik. Dengan demikian, Meme sejarah dapat menjadi media penyampai pesan mengenai konten sejarah yang efektif, khususnya bagi masyarakat muda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.5242</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 158-168</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 158-168</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5242/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Suswandari Suswandari, Mohammad Badrus Soleh, Nur Fajar Absor</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5298</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Peninggalan Situs Sejarah Desa Sapit sebagai Bukti Identitas Peradaban Lombok</dc:title>
	<dc:creator>Jannata, Jannata</dc:creator>
	<dc:creator>Supiarmo, M. Gunawan</dc:creator>
	<dc:creator>Harmonika, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Amrina, Lisa</dc:creator>
	<dc:creator>Alpionita, Resi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Asbur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">historical heritage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lombok civilization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sapit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sapit is a village rich in natural resources and the hospitality of its people. This village also has cultural diversity, not only in the form of social norms, art, ideas, or inspiration but also in the legacy of letters. The purpose of this study is to describe the profile of the historical site heritage of Sapit village as evidence of the identity of the Lombok civilization. This type of research uses descriptive and qualitative methods to reveal the profile of the historical site heritage of Sapit village as evidence of the identity of the civilization of the Lombok people. The study related to the profile of the historical site heritage of Sapit village was carried out through the data collection stage by conducting observations, data analysis stages, and data interpretation stages. The results show that Sapit village has a wealth of historical sites in the form of Sapit inscriptions, Langgar Pusaka, ancient Qur'an, kentongan, kepeng tepong, and the statue of Dewi Sri. These relics are clear evidence of the advancement of literacy and civilization of the Lombok people from pre-historic times to historical times.Sapit merupakan desa yang kaya akan sumber daya alam, dan keramahtamahan masyarakatnya. Desa ini juga memiliki keanekaragaman budaya, tidak hanya berupa norma sosial, seni, ide atau gagasan, melainkan peninggalan-peningalan aksara. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil peninggalan situs sejarah desa Sapit sebagai bukti identitas peradaban Lombok. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengungkap profil peninggalan situs sejarah desa Sapit sebagai bukti identitas peradaban masyarakat Lombok. Kajian terkait profil peninggalan situs sejarah desa Sapit dilakukan melalui tahap pengumpulan data dengan melakukan observasi, tahap analisis data, dan tahap interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Sapit memiliki kekayaan situs sejarah berupa prasasti Sapit, Langgar Pusaka, al-Qur’an kuno, kentongan, kepeng tepong, dan arca Dewi Sri. Peninggalan tersebut menjadi bukti nyata majunya literasi dan peradaban masyarakat Lombok dari zaman pra sejarah sampai zaman sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5298</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.5298</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 98-110</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 98-110</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5298/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jannata, M. Gunawan Supiarmo, Sri Harmonika, Lisa Amrina, Resi Alpionita, Asbur Hidayat</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5349</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dari Impor Hingga Ke Tangan Konsumen: Perdagangan Opium di Karesidenan Surabaya, 1870-1898</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Dari Impor Hingga Ke Tangan Konsumen: Perdagangan Opium di Karesidenan Surabaya, 1870-1898</dc:title>
	<dc:creator>Salsabila, Rifda</dc:creator>
	<dc:creator>Widiadi, Aditya Nugroho</dc:creator>
	<dc:creator>T. Leksana, Grace</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">colonial economy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">colonialism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Residency of Surabaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">the opium trade</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">colonial economy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">colonialism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Residency of Surabaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">the opium trade</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Opium is a narcotic that the Javanese people widely consumed in the 19th century. The high level of consumption of opium by the public raises concerns because of its detrimental effects if consumed in excess. This made the government exercise control over opium by trading it, which also provided income for the Dutch East Indies government. One of the areas in the Dutch East Indies that had a high level of consumption of opium was the Residency of Surabaya. Therefore, this article analyzes how the opium trade took place in the Surabaya Residency from 1870 to 1898. During that period, the system used in the opium trade was the rental system (opium patch). In this study, the historical method consists of the stages of topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the opium circulating in the Residency of Surabaya from 1870 to 1898 experienced ups and downs because it was affected by several conditions, such as the change in the distribution system to tenants and the economic crisis of the 1880s. Even so, the opium trade in the Surabaya Residency has become a lucrative business for those involved.Opium merupakan salah satu jenis narkotika yang banyak dikonsumsi masyarakat Jawa pada abad ke-19. Tingginya tingkat konsumsi opium oleh masyarakat menimbulkan kekhawatiran karena efeknya yang merugikan jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini membuat pemerintah melakukan kontrol atas opium dengan memperdagangkannya, yang juga memberikan pemasukan bagi pemerintah Hindia Belanda. Salah satu daerah di Hindia Belanda yang memiliki tingkat konsumsi opium yang tinggi adalah Karesidenan Surabaya. Oleh karena itu, artikel ini menganalisis bagaimana perdagangan candu terjadi di Karesidenan Surabaya dari tahun 1870-1898. Pada masa itu, sistem yang digunakan dalam perdagangan candu adalah sistem sewa (patch candu). Dalam penelitian ini, metode sejarah terdiri dari tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa candu yang beredar di Karesidenan Surabaya dari tahun 1870 sampai 1898 mengalami pasang surut karena dipengaruhi oleh beberapa kondisi, seperti perubahan sistem distribusi ke penyewa dan krisis ekonomi tahun 1880-an. Meski begitu, perdagangan candu di Karesidenan Surabaya menjadi bisnis yang menggiurkan bagi mereka yang terlibat</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Opium is a narcotic that the Javanese people widely consumed in the 19th century. The high level of consumption of opium by the public raises concerns because of its detrimental effects if consumed in excess. This made the government exercise control over opium by trading it, which also provided income for the Dutch East Indies government. One of the areas in the Dutch East Indies that had a high level of consumption of opium was the Residency of Surabaya. Therefore, this article analyzes how the opium trade took place in the Surabaya Residency from 1870 to 1898. During that period, the system used in the opium trade was the rental system (opium patch). In this study, the historical method consists of the stages of topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the opium circulating in the Residency of Surabaya from 1870 to 1898 experienced ups and downs because it was affected by several conditions, such as the change in the distribution system to tenants and the economic crisis of the 1880s. Even so, the opium trade in the Surabaya Residency has become a lucrative business for those involved.Opium merupakan salah satu jenis narkotika yang banyak dikonsumsi masyarakat Jawa pada abad ke-19. Tingginya tingkat konsumsi opium oleh masyarakat menimbulkan kekhawatiran karena efeknya yang merugikan jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini membuat pemerintah melakukan kontrol atas opium dengan memperdagangkannya, yang juga memberikan pemasukan bagi pemerintah Hindia Belanda. Salah satu daerah di Hindia Belanda yang memiliki tingkat konsumsi opium yang tinggi adalah Karesidenan Surabaya. Oleh karena itu, artikel ini menganalisis bagaimana perdagangan candu terjadi di Karesidenan Surabaya dari tahun 1870-1898. Pada masa itu, sistem yang digunakan dalam perdagangan candu adalah sistem sewa (patch candu). Dalam penelitian ini, metode sejarah terdiri dari tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa candu yang beredar di Karesidenan Surabaya dari tahun 1870 sampai 1898 mengalami pasang surut karena dipengaruhi oleh beberapa kondisi, seperti perubahan sistem distribusi ke penyewa dan krisis ekonomi tahun 1880-an. Meski begitu, perdagangan candu di Karesidenan Surabaya menjadi bisnis yang menggiurkan bagi mereka yang terlibat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5349</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.5349</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 111-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 111-127</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5349/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Rifda Salsabila, Aditya Nugroho Widiadi, Grace T. Leksana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5454</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gerakan Reformasi 1998 dan Keterlibatan Mahasiswa di Tingkat Lokal: Kasus Sumatera Barat</dc:title>
	<dc:creator>Naldi, Hendra</dc:creator>
	<dc:creator>Lionar, Uun</dc:creator>
	<dc:creator>Yefterson, Ridho Bayu</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrina, Yelda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reform movement</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">students</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">West Sumatera</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The 1998 Reformation Movement, which was led by students, was a social movement that had an impact on social and political changes in Indonesia in the following period. In the midst of the dryness of the study and writing of the history of the 1998 Reformation Movement, this paper will look at how the dynamics of students at the local level welcomed this movement through the eyes of local history. This study aims to describe the roots of the 1998 Reform Movement in Indonesia and then highlight the dynamics of students at the local level in West Sumatra in the 1998 Reform Movement. This study uses a historical research method consisting of four stages of activity in the form of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that West Sumatran students were highly sensitive to the socio-political problems that engulfed the Indonesian nation at that time. As intellectuals, students respond to this issue by holding meetings, free pulpits, and holding demonstrations to criticize the government's policies and attitudes which are considered slow in solving the nation's problems. To facilitate coordination and consolidation of the movement, students formed the West Sumatera Student Communication Forum (FKMSB), which later became an important forum in gathering the strength of the students movement in West Sumatra during the transition period.Gerakan Reformasi 1998 yang dimotori oleh kalangan mahasiswa merupakan sebuah gerakan sosial yang berdampak terhadap perubahan sosial dan politik Indonesia pada periode berikutnya. Di tengah keringnya kajian dan penulisan sejarah Gerakan Reformasi 1998, maka tulisan ini akan melihat bagaimana dinamika mahasiswa di tingkat lokal menyambut gerakan ini melalui kacamata sejarah lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan akar Gerakan Reformasi 1998 di Indonesia, dan kemudian menyoroti dinamika mahasiswa pada tingkat lokal di Sumatera Barat dalam Gerakan Reformasi 1998 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan kegiatan berupa heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Sumatera Barat memiliki sensitivitas yang tinggi atas permasalah sosial politik yang sedang melanda bangsa Indonesia ketika itu. Sebagai kalangan intelektual mahasiswa merespon isu tersebut dengan mengadakan pertemuan, mimbar bebas, hingga melakukan demonstrasi dalam rangka mengkritis kebijakan dan sikap pemerintah yang dinilai lamban dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Untuk memudahkan koordinasi dan konsolidasi gerakan, mahasiswa membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa Sumatera Barat (FKMSB) yang kemudian menjadi wadah penting dalam menghimpun kekuatan gerakan Mahasiswa di Sumatera Barat selama masa transisi tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.5454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 276-288</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 276-288</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5454/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Hendra Naldi, Uun Lionar, Ridho Bayu Yefterson, Yelda Syafrina</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5479</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Adat Sedulang Setudung di Desa Gelebak Dalam Banyuasin, 1999-2019</dc:title>
	<dc:creator>Gani, Arif Rahman</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Diki</dc:creator>
	<dc:creator>Husna, Farida</dc:creator>
	<dc:creator>Syarifuddin, Syarifuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Supriyanto, Supriyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">development</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sedulang Setudung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tradition</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This article discuss the existence of the Sedulang Setudung tradition in the last 20 years. The development of customs in culture over a long period cannot be seen from the perspective of other cultures; to survive, businesses must have their value system. This study examined the development of the Sedulang Setudung custom in Gelebak Dalam Village, Rambutan District, Banyuasin Regency, from 1999-2019. The method used in this study is the historical method. The Sedulang Setudung custom is one of the successful implementations of the existing value system until now. The philosophical values in every activity and element of this custom become a strong binding and meaning requirement so that the local community always respects it. The development of the Sedulang Setudung custom can be very consistent; since its inception, this custom has existed until today, and its existence is still a pride as a unifying village. The role of the village government and traditional institutions that are the driving force of this custom always ensures that this custom is carried out by its philosophy. Then the community is always enthusiastic about welcoming this custom on every big day of Islam. This harmonization forms a high sense of solidarity in preserving the Sedulang Setudung tradition as the legacy of its predecessors.Artikel ini membahas tentang keberadaan tradisi Sedulang Setudung dalam 20 tahun terakhir. Perkembangan adat dalam budaya dalam jangka waktu yang lama tidak dapat dilihat dari perspektif budaya lain; untuk bertahan hidup, bisnis harus memiliki sistem nilai mereka. Penelitian ini mengkaji tentang sejarah perkembangan adat Sedulang Setudung di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, dari tahun 1999-2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Adat Sedulang Setudung merupakan salah satu implementasi yang berhasil dari sistem nilai yang ada sampai sekarang. Nilai-nilai filosofis dalam setiap kegiatan dan unsur adat ini menjadi syarat pengikat dan makna yang kuat agar masyarakat setempat selalu menghormatinya. Perkembangan adat Sedulang Setudung bisa sangat konsisten; Sejak awal, adat ini telah ada hingga saat ini, dan keberadaannya masih menjadi kebanggaan sebagai pemersatu desa. Peran pemerintah desa dan lembaga adat yang menjadi penggerak adat ini selalu memastikan bahwa adat ini dijalankan sesuai dengan filosofinya. Kemudian masyarakat selalu antusias menyambut adat ini pada setiap hari besar Islam. Harmonisasi ini membentuk rasa solidaritas yang tinggi dalam melestarikan tradisi Sedulang Setudung sebagai warisan para pendahulunya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5479</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.5479</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 169-183</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 169-183</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5479/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Arif Rahman Gani, Diki Wahyudi, Farida Husna, Syarifuddin, Supriyanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5486</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peranan Syekh Abdoes Shamad Al-Palembani Sebagai Ulama Bebas dalam Proses Internalisasi Islam di Palembang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peranan Syekh Abdoes Shamad Al-Palembani Sebagai Ulama Bebas dalam Proses Internalisasi Islam di Palembang</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Tita</dc:creator>
	<dc:creator>Hudaidah, Hudaidah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">free ulama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">internalization of Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">role</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sheikh Abdoes Shamad</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">free ulama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">internalization of Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">role</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sheikh Abdoes Shamad</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Palembang Darussalam is a Sultanate whose center is located in South Sumatra, precisely in the city of Palembang. A sultan led the Sultanate of Palembang Darussalam. In addition to a sultan, other important figures who also influenced the development of that period were ulama or religious leaders. One of the scholars who was quite popular during the Palembang Darussalam Sultanate was Sheikh Abdoes Shamad Al-Palembani. The purpose of this study is to describe the role of Sheikh Abdoes Shamad Al-Palimbangi as a Free ulama in the Process of Internalization of Islam in Palembang. Through historical research conducted studies with primary sources, manuscripts, secondary sources, and interviews with Islamic figures of Palembang. Then there is the criticism of sources, Auffassung, and historiography. So the role of Sheikh Abdoes Shamad Al-Palimbangi in the internalization of Islam is known to be a teacher of tawhid, fiqh, and neo-Sufism, especially the Tarikat Samaniah, as well as an essential role in teaching Islam in Palembang through his students. Concrete evidence of his role is the manuscripts of his work used to teach and develop Islam in the Sultanate of Palembang Darussalam. Even Zikir Ratib Saman has become a routine activity carried out in mosques until now.Palembang Darussalam adalah sebuah Kesultanan yang pusatnya terletak di Sumatera Selatan, tepatnya di kota Palembang. Seorang sultan memimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Selain sultan, tokoh penting lainnya yang turut mempengaruhi perkembangan zaman itu adalah ulama atau tokoh agama. Salah satu ulama yang cukup populer pada masa Kesultanan Palembang Darussalam adalah Syekh Abdoes Shamad Al-Palembani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Syekh Abdoes Shamad Al-Palimbangi sebagai Ulama Merdeka dalam proses internalisasi Islam di Palembang. Melalui penelitian sejarah dilakukan kajian dengan sumber primer, naskah, sumber sekunder, dan wawancara dengan tokoh Islam Palembang. Lalu ada kritik sumber, Auffassung, dan historiografi. Maka peran Syekh Abdoes Shamad Al-Palimbangi dalam internalisasi Islam dikenal sebagai guru tauhid, fiqh, dan neo-sufisme, khususnya Tarikat Samaniah, serta peran penting dalam pengajaran Islam di Palembang melalui murid-muridnya. Bukti nyata perannya adalah naskah-naskah karyanya yang digunakan untuk mengajarkan dan mengembangkan Islam di Kesultanan Palembang Darussalam. Bahkan Zikir Ratib Saman sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan di masjid-masjid hingga sekarang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Palembang Darussalam is a Sultanate whose center is located in South Sumatra, precisely in the city of Palembang. A sultan led the Sultanate of Palembang Darussalam. In addition to a sultan, other important figures who also influenced the development of that period were ulama or religious leaders. One of the scholars who was quite popular during the Palembang Darussalam Sultanate was Sheikh Abdoes Shamad Al-Palembani. The purpose of this study is to describe the role of Sheikh Abdoes Shamad Al-Palimbangi as a Free ulama in the Process of Internalization of Islam in Palembang. Through historical research conducted studies with primary sources, manuscripts, secondary sources, and interviews with Islamic figures of Palembang. Then there is the criticism of sources, Auffassung, and historiography. So the role of Sheikh Abdoes Shamad Al-Palimbangi in the internalization of Islam is known to be a teacher of tawhid, fiqh, and neo-Sufism, especially the Tarikat Samaniah, as well as an essential role in teaching Islam in Palembang through his students. Concrete evidence of his role is the manuscripts of his work used to teach and develop Islam in the Sultanate of Palembang Darussalam. Even Zikir Ratib Saman has become a routine activity carried out in mosques until now.Palembang Darussalam adalah sebuah Kesultanan yang pusatnya terletak di Sumatera Selatan, tepatnya di kota Palembang. Seorang sultan memimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Selain sultan, tokoh penting lainnya yang turut mempengaruhi perkembangan zaman itu adalah ulama atau tokoh agama. Salah satu ulama yang cukup populer pada masa Kesultanan Palembang Darussalam adalah Syekh Abdoes Shamad Al-Palembani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Syekh Abdoes Shamad Al-Palimbangi sebagai Ulama Merdeka dalam proses internalisasi Islam di Palembang. Melalui penelitian sejarah dilakukan kajian dengan sumber primer, naskah, sumber sekunder, dan wawancara dengan tokoh Islam Palembang. Lalu ada kritik sumber, Auffassung, dan historiografi. Maka peran Syekh Abdoes Shamad Al-Palimbangi dalam internalisasi Islam dikenal sebagai guru tauhid, fiqh, dan neo-sufisme, khususnya Tarikat Samaniah, serta peran penting dalam pengajaran Islam di Palembang melalui murid-muridnya. Bukti nyata perannya adalah naskah-naskah karyanya yang digunakan untuk mengajarkan dan mengembangkan Islam di Kesultanan Palembang Darussalam. Bahkan Zikir Ratib Saman sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan di masjid-masjid hingga sekarang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5486</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.5486</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 128-140</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 128-140</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5486/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Tita Amalia, Hudaidah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5528</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Industri Rumah Tangga Gula Aren Semut di Desa Hariang Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak, 1999-2019</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Industri Rumah Tangga Gula Aren Semut di Desa Hariang Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak, 1999-2019</dc:title>
	<dc:creator>Hikmah, Hasyrotul</dc:creator>
	<dc:creator>Fadillah, Moh. Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Arif Permana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Industri Rumah Tangga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gula Aren Semut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desa Hariang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Industri Rumah Tangga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gula Aren Semut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Desa Hariang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to determine the development of the palm sugar home industry and its impact on the socio-economic life of the Hariang Village community in 1999-2019. The method used is the historical method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that Hariang Village is one of the largest palm sugar producing villages in Sobang District. This is supported by abundant natural resources and the community's profession as farmers or palm sugar craftsmen. The economic growth of the Hariang Village community is due to the innovation of changing the form of printed palm sugar into ant palm sugar as a more durable product. Printed palm sugar craftsmen cooperate with the palm sugar industry of daily ants to improve the strata of socio-economic life. The palm sugar industry, which has existed since 1999, has developed and demand for palm sugar comes from Tangerang and Jakarta, palm sugar exports to foreign countries such as Australia, America, Malaysia, South Korea, Japan and Switzerland.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan industri rumah tangga gula aren semut dan dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Hariang tahun 1999-2019. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, intepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Hariang menjadi salah satu desa penghasil gula aren terbesar di Kecamatan Sobang. Hal ini didukung dengan sumber daya alam yang melimpah serta profesi masyarakat sebagai petani atau pengrajin gula aren cetak. Pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Hariang disebabkan adanya inovasi perubahan bentuk gula aren cetak menjadi gula aren semut sebagai produk yang lebih awet. Pengrajin gula aren cetak melakukan kerjasama dengan industri gula aren semut hariang untuk meningkatkan strata kehidupan sosial ekonomi. Industri gula aren semut hariang yang ada sejak tahun 1999 mengalami perkembangan dan permintaan gula aren semut berasal dari daerah Tangerang dan Jakarta, gula aren semut hariang melakukan ekspor ke luar negeri seperti Australia, Amerika, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan Swiss.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This study aims to determine the development of the palm sugar home industry and its impact on the socio-economic life of the Hariang Village community in 1999-2019. The method used is the historical method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that Hariang Village is one of the largest palm sugar producing villages in Sobang District. This is supported by abundant natural resources and the community's profession as farmers or palm sugar craftsmen. The economic growth of the Hariang Village community is due to the innovation of changing the form of printed palm sugar into ant palm sugar as a more durable product. Printed palm sugar craftsmen cooperate with the palm sugar industry of daily ants to improve the strata of socio-economic life. The palm sugar industry, which has existed since 1999, has developed and demand for palm sugar comes from Tangerang and Jakarta, palm sugar exports to foreign countries such as Australia, America, Malaysia, South Korea, Japan and Switzerland.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan industri rumah tangga gula aren semut dan dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Hariang tahun 1999-2019. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, intepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Hariang menjadi salah satu desa penghasil gula aren terbesar di Kecamatan Sobang. Hal ini didukung dengan sumber daya alam yang melimpah serta profesi masyarakat sebagai petani atau pengrajin gula aren cetak. Pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Hariang disebabkan adanya inovasi perubahan bentuk gula aren cetak menjadi gula aren semut sebagai produk yang lebih awet. Pengrajin gula aren cetak melakukan kerjasama dengan industri gula aren semut hariang untuk meningkatkan strata kehidupan sosial ekonomi. Industri gula aren semut hariang yang ada sejak tahun 1999 mengalami perkembangan dan permintaan gula aren semut berasal dari daerah Tangerang dan Jakarta, gula aren semut hariang melakukan ekspor ke luar negeri seperti Australia, Amerika, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan Swiss.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5528</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i1.5528</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 1 (2022): Juni; 141-157</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 1 (2022): Juni; 141-157</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5528/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Hasyrotul Hikmah, Moh. Ali Fadillah, Arif Permana Putra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/5827</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peran Hikayat dalam Perang Kolonial di Aceh 1873-1912: Studi Analisis Wacana Kritis Terhadap Hikayat Perang Sabil</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Melinda</dc:creator>
	<dc:creator>Suswandari, Suswandari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aceh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hikayat war sabil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">war colonials</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">war literature</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The purpose of this study is to find, assess, and analyze the correlation of the role of the Hikayat War Sabil by Teungku Chik Pante Kulu and the spirit of the Acehnese people in the Colonial War of 1873-1912 in Aceh. The method used is descriptive qualitative with critical discourse analysis in a historical approach (discourse-historical-approach). The result of this research is to know the role of context in the content of the Hikayat War Sabil by Teungku Chik Pante Kulu and the spirit of the Acehnese people in the Colonial War of 1873-1912 in Aceh. The conclusion of this research is The presence of the Hikayat Perang Sabil as one of the literary works encourages the fanaticism of the Acehnese people regarding imaginary views on war and teaches about the spirit of nationalism, patriotism, and obedience to religious orders.Tujuan penelitian ini untuk menemukan, menilai, dan menganalisis korelasi peran Hikayat Perang Sabil karya Teungku Chik Pante Kulu dan semangat rakyat Aceh dalam Perang Kolonial tahun 1873-1912 di Aceh. Metode digunakan deskriptif kualitatif dengan analisis wacana kritis dalam pendekatan sejarah (discourse-historical-approach). Hasil dari penelitian ini diketahuinya peran Hikayat Perang Sabil karya Teungku Chik Pante Kulu dan semangat rakyat Aceh dalam Perang Kolonial tahun 1873-1912 di Aceh. Kesimpulan penelitian ini hadirnya Hikayat Perang Sabil sebagai salah satu karya sastra mendorong fanatisme masyarakat Aceh mengenai pandangan imajiner terhadap perang dan mengajarkan tentang semangat nasionalisme, patriotisme, dan ketaatan pada perintah agama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5827</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.5827</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 259-275</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 259-275</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/5827/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Melinda Rahmawati, Suswandari Suswandari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/6388</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Gedung Papak Sebagai Ianjo di Desa Geyer Grobogan, 1942-1945</dc:title>
	<dc:creator>Khaliya, Meutia</dc:creator>
	<dc:creator>Kanumoyoso, Bondan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ianjo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jugun Ianfu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Papak's building</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sri Sukanti</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">During the Japanese occupation of Indonesia from 1942 to 1945, Japan mobilized women as jugun ianfu and placed them in various ianjo, which had been prepared by the Japanese army. The women who were made jugun ianfu also included those still underage. Sri Sukanti is one of the survivors of jugun ianfu who used to be employed at the Gedung Papak. Therefore, the problem in this research is how Gedung Papak was used as an ianjo. This study uses the historical method with four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The purpose of this research is to reconstruct Gedung Papak as an ianjo during the Japanese colonial period, reveal more deeply the suffering of jugun ianfu in Gedung Papak, and find out the views of the people during the Japanese period towards the jugun ianfu in Gedung Papak by using a political history approach. The results showed that Gedung Papak as an ianjo was not too different from other ianjo in its operation but had the characteristics of a turn shuffling system, a round trip system, and a child victim.Dalam masa penjajahan Jepang di Indonesia sejak tahun 1942 sampai 1945, Jepang menjalankan mobilisasi perempuan sebagai jugun ianfu dan menempatkan mereka di berbagai ianjo yang telah disiapkan oleh tentara Jepang. Perempuan-perempuan yang dijadikan jugun ianfu juga meliputi mereka yang masih di bawah umur. Sri Sukanti merupakan salah satu penyintas jugun ianfu yang dulu dipekerjakan di Gedung Papak. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Gedung Papak digunakan sebagai ianjo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan, yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi Gedung Papak sebagai ianjo pada masa penjajahan Jepang, mengungkap lebih dalam penderitaan para jugun ianfu di Gedung Papak, dan mengetahui pandangan masyarakat di masa Jepang terhadap jugun ianfu di Gedung Papak dengan menggunakan pendekatan sejarah politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Papak sebagai ianjo tidak terlalu berbeda dengan ianjo lain dalam pengoperasiannya, tapi memiliki ciri khas berupa sistem pengocokan giliran, sistem pulang pergi, dan korban anak-anak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.6388</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 184-200</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 184-200</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6388/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Meutia Khaliya, Bondan Kanumoyoso</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/6480</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Jejak Historis Haenyeo sebagai Simbol Kebudayaan Jeju: Gerakan Resistensi terhadap Imperialisme Jepang, 1931-1932</dc:title>
	<dc:creator>Farhan, Amelia Isti</dc:creator>
	<dc:creator>Rostineu, Rostineu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Japanese imperialism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jeju</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">haenyeo resistance movement</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Haenyeo or 'female divers' have been the livelihood of most women in Jeju since 1700 years ago. When Japan launched its capitalist action in Korea in the 1930s, the participation of the haenyeo was considered beneficial to the colonial economy because of their skills in collecting Jeju Island seafood. By using history method, this study tries to look at the track record of the haenyeo who had become symbols of Jeju's history and culture, as one of the agents who fought for the rights of the Jeju people during the Japanese imperialism period 1931-1932, when Japan exploitation on Jeju fishing sector had grown massive. This study also sees the important influence of enlightenment education in growing awareness and fighting spirit of the haenyeo, so that they were able to overcome their limitations as a subordinated group within the social and economic structure, to appear as agents capable of driving colonial resistance actions.Haenyeo atau ‘penyelam perempuan’ telah menjadi suatu mata pencaharian sebagian besar perempuan di Jeju sejak 1700 tahun yang lalu. Ketika Jepang melancarkan aksi kapitalismenya di Korea pada tahun 1930-an, partisipasi haenyeo dinilai menguntungkan perekonomian kolonial karena keterampilan mereka dalam mengumpulkan hasil laut Pulau Jeju. Dengan menggunakan metode sejarah dan studi literatur, penelitian ini mencoba melihat rekam jejak para haenyeo yang telah menjadi simbol sejarah dan kebudayaan Jeju, sebagai salah satu agen yang memperjuangkan hak rakyat Jeju pada masa imperialisme Jepang 1931-1932, ketika eksploitasi Jepang di sektor perikanan Jeju semakin masif. Penelitian ini juga melihat adanya pengaruh penting pendidikan pencerahan dalam menumbuhkan kesadaran dan semangat juang para haenyeo, sehingga mereka mampu meretas keterbatasan mereka sebagai golongan yang tersubordinasi dalam struktur sosial dan ekonomi, untuk tampil sebagai agen yang mampu memotori aksi resistensi kolonial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6480</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.6480</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 201-213</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 201-213</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6480/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Amelia Isti Farhan, Rostineu Rostineu</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/6593</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Egaliter Masa Majapahit: Studi Kasus Penguasa Perempuan Majapahit Tribhuwanottuṅgadewī Jayawiṣṇuwarddhanī, 1329-1350</dc:title>
	<dc:creator>Mu'aafi, Gilang Harits</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliati, Yuliati</dc:creator>
	<dc:creator>Khakim, Moch. Nurfahrul Lukmanul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">egalitarian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Majapahit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tribhuwanottuṅgadewī Jayawiṣṇuwarddhanī</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In ancient Java, women and men had an equal position in politics. This equality can be seen from the mention of men and women who have positions in high positions in royal politics. These positions include crown son/princess, regional ruler to the supreme ruler as the king/empress of the kingdom. This research uses historiographic methods that go through five stages, including topic selection, heuristics, source verification, source interpretation and historiography. This research found that during the Majapahit period, in addition to women having an equal position, women during the Majapahit era had also received legal protection as stated in Kutaramanawa. In addition to obtaining legal protection, women during the Majapahit period also had the same opportunity to obtain education or political training. Tribhuwanottuṅgadewī and Rājadewī had been given the opportunity to occupy the territories of vassal kingdoms as regional rulers in Kahuripan and Daha. After Tribhuwanottuṅgadewī ascended the throne to become empress in 1329, Gayatrī guided and played a behind the scenes role in the reign of Tribhuwanottuṅgadewī. During the Majapahit era, women had an important position in royal politics, ranging from rulers (central and regional) to playing a role behind the scenes of government.Pada masa Jawa Kuno perempuan dan laki-laki mempunyai kedudukan yang setara dalam bidang politik. Kesetaraan tersebut terlihat dari disebutkannya laki-laki dan perempuan yang mempunyai kedudukan dalam jabatan tinggi politik kerajaan. Jabatan tersebut antara lain putra/putri mahkota, penguasa daerah hingga penguasa tertinggi kerajaan. Penelitian ini menggunakan metode historiografi yang melalui lima tahapan, diantaranya pemilihan topik, heuristik, verifikasi sumber, interpretasi sumber dan historiography. Penelitian ini menemukan bahwa pada masa Majapahit selain perempuan telah mempunyai kedudukan yang setara, perempuan pada masa Majapahit juga telah memperoleh perlindungan hukum seperti yang telah tertera dalam Kutaramanawa. Selain memperoleh perlindungan hukum, perempuan pada masa Majapahit juga telah mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan ataupun pelatihan politik. Tribhuwanottuṅgadewī dan Rājadewī telah diberikan kesempatan untuk menduduki wilayah kerajaan bawahan sebagai penguasa daerah di Kahuripan dan Daha. Setelah Tribhuwanottuṅgadewī naik tahta menjadi ratu tahun 1329, Gayatrī membimbing serta berperan dari balik layar pemerintahan selama pemerintahan Tribhuwanottuṅgadewī. Pada masa Majapahit perempuan telah mempunyai kedudukan penting dalam politik kerajaan, mulai dari penguasa (pusat dan daerah) hingga berperan dari balik layar pemerintahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6593</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.6593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 244-258</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 244-258</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6593/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Gilang Harits Mu'aafi, Yuliati, Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/6605</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sejarah Islam dan Politik Afghanistan</dc:title>
	<dc:creator>Musta'id, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Afghanistan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islamic history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islamic politics</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research is motivated by several media that present news of conflicts that often occur and are prolonged to various in the country of Afghanistan which is predominantly inhabited by Muslims. Departing from this, the author is very interested in exploring the existence of these events. This study aims to determine the history of the development of Islam and the dynamics of Islamic politics in Afghanistan. This research uses historical approach analysis. The analysis is more directed to the history of the development of Islam and political dynamics in Afghanistan. The sources in this study were obtained through several works such as articles, books, and journals. After that the data obtained is then verified, analyzed, and a conclusion is drawn. The findings of this study are that Islam has developed in Afghanistan for a long time and the turmoil of the emergence of several events such as the civil war to the emergence of the Taliban group whose movement is very massive, the emergence of several political parties that adorn democracy in Afghanistan makes political dynamics in Afghanistan very diverse.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa media yang menyajikan  berita konflik yang sering terjadi dan berkepanjangan hingga beragam di negara Afghanistan yang mayoritas dihuni oleh orang muslim. Berangkat dari hal itu, penulis sangat tertarik untuk menelusuri adanya peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan Islam dan dinamika politik Islam di Afghanistan. Penelitian ini menggunakan analisis pendekatan sejarah. Analisis tersebut lebih mengarah kepada sejarah perkembangan Islam dan dinamika politik di Afghanistan. Sumber dalam penelitian ini diperoleh melalui beberapa karya seperti artikel, buku, dan jurnal. Setelah itu data yang diperoleh kemudian diverifikasi, dianalisis, dan diambil sebuah kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwasanya Islam telah berkembang lama di wilayah Afganistan dan gejolak munculnya beberapa peristiwa seperti perang saudara hingga munculnya kelompok Taliban yang pergerakannya sangat massif, munculnya beberapa partai politik yang menghiasi demokrasi di Afghanistan membuat  dinamika politik di Afghanistan sangat beragam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6605</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.6605</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 214-227</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 214-227</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6605/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Ahmad Musta'id</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/6632</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:02Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pola Narasi Sejarah dalam Buku Teks Lintas Kurikulum di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Susanto, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Fathurrahman, Fathurrahman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">narrative pattern</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">national history textbook</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The national history textbook is one of the most controversial textbooks. In books, historical events are presented in the form of narratives that can be used as lessons for the present and future challenges. Narratives can be studied from the point of view of critical discourse analysis that provides awareness. A literature study method with a close reading technique is used to understand the narrative pattern in the textbook. The textbooks in this analysis are textbooks published between 1975-2003. These books represent textbooks from the 1975 curriculum to the 1994 curriculum, supplement to GBPP 1999. The results of the analysis show that this textbook shows a role narrative pattern using a concentric chronological approach, using the principles of accommodative history writing, highlighting aspects of heroism, and using an event approach in the flow of food. The weakness of this textbook is that there are attempts to build an unbalanced role narrative. The narrative of the role of the regime in power at that time was presented with an exaggerated cult tendency.Buku teks sejarah nasional adalah salah satu buku teks yang paling sering mengundang kontroversi. Pada buku teks, setiap kejadian sejarah disajikan sebagai narasi sejarah yang menjadi materi pembelajaran untuk kehidupan masa sekarang dan menghadapi tantangan di masa depan. Sajian narasi dalam analisis buku dapat ditelaah menggunakan pespektif model analisis wacana kritis dengan mengedepankan aspek kesadaran sejarah. Untuk memahami pola narasi dalam buku teks digunakan metode studi literatur dengan teknik close reading. Buku teks dalam analisis ini merupakan buku teks yang diterbitkan antara tahun 1975-2003. Buku-buku tersebut mewakili buku teks dari kurikulum 1975 sampai dengan kurikulum 1994, suplemen GBPP 1999. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku teks ini menunjukkan pola narasi peran dengan menggunakan pendekatan kronologis konsentris, menggunakan prinsip penulisan sejarah akomodatif, menonjolkan aspek heroism, dan menggunakan pendekatan peristiwa dalam alur sajiannya. Kelemahan buku teks ini adalah terdapat upaya membangun narasi peran yang tidak seimbang. Narasi peran bagi rezim yang sedang berkuasa pada saat itu ditampilkan dengan tendensi pengkultusan yang berlebihan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6632</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v6i2.6632</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 6 No. 2 (2022): Desember; 228-243</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 6 No 2 (2022): Desember; 228-243</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6632/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Heri Susanto, Sri Fatmawati, Fathurrahman</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/6951</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gangguan DI/TII di Perbatasan Enrekang-Toraja Pada Pemilu 1955</dc:title>
	<dc:creator>Rahman, Abd</dc:creator>
	<dc:creator>Abdurakhman, Abdurakhman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DI/TII</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">election</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Enrekang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The 1955 elections were the first elections held by the Indonesian government, but the vast territory of Indonesia did not make the 1955 elections a completely safe election because there were still many upheavals in the regions that occurred. One of the upheavals that occurred was the DI / TII movement that occurred in several places in Indonesia, one of which was the South Sulawesi region. The movement led by Qahar Mudzakkar disrupted the 1955 elections both during the implementation and in preparation for this election. Especially for areas on the Enrekang-Toraja border. Therefore, this article analyzes how DI/TII interference in the border area is an attempt to thwart the election. This research uses historical research methods which include heuristics, criticism, interpretation, and historiography by analyzing the Enrekang Archives Inventory, Toraja, Sulawesi Province. The results showed that areas that were not controlled by DI/TII were still able to carry out elections, but DI/TII areas located on the border could not carry out elections which were marked by the absence of election equipment in the area. However, DI/TII areas close to the city conducted elections secretly so that several regions had time to carry out elections in different ways in anticipation of the conditions at that time.Pemilu 1955 merupakan pemilu pertama yang diselenggarakan oleh pemerintahan Indonesia namun wilayah Indonesia yang begitu luas tidak menjadikan pemilu 1955 menjadi pemilu yang sepenuhnya aman karena masih banyaknya pergolakan di daerah-daerah yang terjadi. Salah satu pergolakan yang terjadi ialah adanya gerakan DI/TII yang terjadi dibeberapa tempat di Indonesia, salah satunya ialah wilayah Sulawesi Selatan. Gerakan yang dipimpin oleh Qahar Mudzakkar ini melakukan gangguan terhadap pemilu 1955 baik pada saat pelaksanaan maupun dalam rangka persiapan pemilu ini. Terutama untuk daerah-daerah yang berada di perbatasan Enrekang-Toraja. Oleh karena itu, artikel ini menganalisa bagaimana gangguan yang di lakukan DI/TII di daerah perbatasan sebagai upaya untuk menggagalkan pemilu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Intrepretasi dan historiografi dengan menganalisi Inventaris Arsip Enrekang, Toraja, Provinsi Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang tidak dikuasai oleh DI/TII masih dapat melaksanakan pemilu namun daerah DI/TII yang berada di perbatasan tidak dapat melaksanakan pemilu yang ditandai dengan tidak terbentuknya perlengkapan pemilu di daerah tersebut. Akan tetapi daerah DI/TII yang dekat dengan kota melakukan pemilu secara sembunyi-sembunyi sehingga beberapa daerah sempat melaksanakan pemilu dengan cara yang berbeda dalam mensiasati kondisi saat itu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6951</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.6951</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 1-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 1-13</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/6951/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Abd Rahman, Abdurakhman</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/7122</identifier>
				<datestamp>2023-06-24T02:18:46Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/7269</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Amerika Serikat dalam Budaya Perfilman Korea Selatan 1950-an: Madame Freedom Karya Han Hyung-mo</dc:title>
	<dc:creator>Khaliya, Meutia</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">film</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Han Hyung-mo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Madame Freedom</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">South Korea</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">the United States</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In the 1950s around the Korean War, the United States provided a lot of assistance to South Korea, including in the field of film. Hollywood films are increasingly influencing Korean cinema, including films by Han Hyung-mo who is considered one of the pioneers in South Korean cinema, especially after he released the film Madame Freedom. Therefore, the formulation of the problem in this study is what was the role of the United States in South Korean films in the 1950s and how was the influence of the United States included in the film Madame Freedom. This study uses the historical method with four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The purpose of this study is to show the influence of the United States on South Korean film culture in the 1950s. The results of this study show that the United States exerts its influence through films by importing Hollywood films and facilitating various South Korean film needs through related US institutions. The influence of the United States on South Korean film in the 1950s then took the form of the values of modernity and Cold War cosmopolitanism from the United States in all aspects of the film.Ketika Perang Korea terjadi pada tahun 1950 sampai 1953, Amerika Serikat memberikan banyak bantuan bagi Korea Selatan, termasuk dalam bidang perfilman. Film-film Hollywood pun semakin mempengaruhi perfilman Korea, termasuk film-film karya Han Hyung-mo yang dianggap sebagai salah satu pionir dalam perfilman Korea Selatan, terutama setelah ia merilis film Madame Freedom. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Amerika Serikat dalam perfilman Korea Selatan pada tahun 1950-an dan bagaimana pengaruh Amerika Serikat yang masuk dalam film Madame Freedom. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan pengaruh Amerika Serikat dalam budaya perfilman Korea Selatan pada tahun 1950-an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat memasukkan pengaruhnya melalui film dengan cara mengekspor film-film Hollywood dan memfasilitasi berbagai kebutuhan perfilman Korea Selatan melalui lembaga-lembaga Amerika Serikat yang terkait. Pengaruh Amerika Serikat terhadap perfilman Korea Selatan pada tahun 1950-an kemudian berupa nilai-nilai modernitas dan kosmopolitan Perang Dingin dari Amerika Serikat dalam seluruh aspek film.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7269</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.7269</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 14-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 14-33</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7269/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Meutia Khaliya, Agus Setiawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/7421</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendidikan Humanistik Melalui Nilai-Nilai Budaya Dalam Benda Peninggalan Praaksara (Purbakala) dalam Pembelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Metrahultikultura, Metrahultikultura</dc:creator>
	<dc:creator>Gunartati, Gunartati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cultural values</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">heritage of objects</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">humanistic education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pre-literate</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The aim of this study to explain the application of humanistic education in history learning through the meaning of cultural values in pre-literate cultural heritage objects. The method used in this research uses literature study. The results of the study show that through humanistic education in history learning is able to interpret cultural values through cultural heritage from the pre-literacy period which is a requirement for life lessons. From various relics from the pre-literate era, there are cultural values that can be used as the basis for the daily life of the community and students in building national awareness as a nation. These values are religious, consensus deliberation, creativity, mutual cooperation and care for the environment.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan pendidikan humanistik dalam pembelajaran sejarah melalui pemaknaan nilai-nilai budaya pada benda cagar budaya zaman praaksara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendidikan humanistik dalam pembelajaran sejarah mampu memaknai nilai budaya melalui peninggalan benda budaya masa praaksara yang syarat akan pelajaran kehidupan. Dari berbagai peninggalan benda zaman praaksara terdapat nilai budaya yang dapat dijadikan dasar dan kehidupan sehari-hari masyarakat dan peserta didik dalam membangun kesadaran nasional sebagai bangsa. Nilai-nilai tersebut yaitu religius, musyawarah mufakat, kreativitas, gotong royong dan peduli lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7421</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.7421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 34-49</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 34-49</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7421/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Metrahultikultura, Gunartati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/7642</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Pembelajaran Daring dengan Menggunakan Model RMS Mata Pelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Sudibyo, Sigit</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawati, Kurniawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">online learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">RMS model</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The background of writing this article is the lack of understanding of the concepts and cognitive abilities of students in learning history. Social studies subjects at SMA N 102 Jakarta use the RMS learning model. The research method used is descriptive qualitative with a data analysis approach using the Miles and Huberman model. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that online learning using the RMS model in history subjects at SMAN 102 Jakarta is running effectively. In carrying out online learning the teacher uses the Google Classroom application, WhatsApp, and Zoom Meeting. Obstacles to learning to be brave for students, but some students stated that they did not like learning to be brave because some students felt that learning to be brave was not as ideal as face-to-face learning at school (enchanting learning). The assumption, most students think that there are not many drawbacks to using the RMS model for online learning in history classes, and it is easier for students to understand the material provided by the teacher.Latar belakang penulisan artikel ini adalah kurangnya pemahaman konsep dan kemampuan kognitif siswa dalam pembelajaran sejarah. Mata pelajaran IPS di SMA N 102 Jakarta menggunakan model pembelajaran RMS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran online menggunakan model RMS pada mata pelajaran sejarah di SMAN 102 Jakarta berjalan efektiv. Dalam pelaksanaan pembelajaran online guru menggunakan aplikasi Google Classroom, WhatsApp, Zoom Meating. Hambatan pembelajaran daring bagi siswa, namun sebagian siswa menyatakan tidak menyukai pembelajaran daring karena sebagian siswa merasa pembelajaran daring tidak seideal pembelajaran tatap muka di sekolah (pembelajaran luring). Singkatnya, sebagian besar siswa berpendapat bahwa tidak banyak kekurangan dalam menggunakan model RMS untuk pembelajaran online di kelas sejarah, dan lebih mudah bagi siswa untuk memahami materi yang diberikan oleh guru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7642</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.7642</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 50-63</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 50-63</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7642/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Sigit Sudibyo, Kurniawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/7942</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ma’nene: Dinamika Sejarah Tradisi Membersihkan dan Mengganti Pakaian Jenazah Leluhur Suku Toraja</dc:title>
	<dc:creator>Bustan, Bustan</dc:creator>
	<dc:creator>Najamuddin, Najamuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Jumadi, Jumadi</dc:creator>
	<dc:creator>Bahri, Bahri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aluk Todolo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ma’Nene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Torajan people</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Toraja people still maintain their cultural existence in the midst of advances in technology and science, they still carry out traditions from generation to generation called Ma'Nene.However, this culture, over time, has undergone various changes that are no longer original and have even begun to be abandoned by some of its supporting communities. Therefore, this paper seeks to reveal the background of the birth of the Ma'Nene culture, and the factors underlying this cultural change in the Toraja people. This study uses historical research methods, including heuristics (data collection process), criticism/verification (data analysis), interpretation (data interpretation), and historiography (data writing) into a complete story of events.Ma'Nene for the Toraja people is not just a traditional ceremony, but has a deep meaning. Along with the times, various changes have occurred in this Ma'Nene tradition. Various shifts in meaning so that gradually this ceremony is just carrying out the tradition. However, in this way the community continues to maintain the Ma'Nene ceremony because there are still many Toraja tribes who believe that if it is not carried out, it will bring disaster to their lives, for example, failed harvests. The Ma'Nene culture is the ancestral culture of the people who adhere to the Aluk Todolo belief, but the majority of them are already Christian, but some of them still carry out this Ma'Nene culture.Suku Toraja masih mempertahankan eksistensi kebudayaan mereka di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, mereka masih melaksanakan tradisi secara turun temurun yang disebut dengan Ma’nene. Akan tetapi budaya tersebut, seiring perkembangan waktu mengalami berbagai perubahan yang tidak lagi orisinil bahkan sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat pendukungnya. Olehnya itu, tulisan ini berupaya mengungkap tentang latar belakang lahirnya budaya Ma’Nene, dan faktor yang mendasari terjadinya perubahan budaya tersebut pada Suku Toraja. Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah, meliputi heuristik (proses pengumpulan data) kritik/verifikasi (analisa data), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan data) menjadi suatu cerita peristiwa yang utuh. Ma’Nene bagi masyarakat Toraja bukan hanya sekedar upacara adat, namun memiliki makna yang mendalam. Seiring perkembangan zaman berbagai perubahan yang terjadi pada tradisi Ma’Nene ini. Berbagai pergeseran makna sehingga lambat laun upacara ini hanya sekedar menjalankan tradisi. Namun dengan begitu masyarakat tetap mempertahankan upacara Ma’Nene karena masih banyak dari Sukut Toraja  yang percaya bahwa jika tidak dilaksanakan akan membawa mala peTidaka bagi kehidupannya, misalnya saja hasil panen yang gagal. Budaya Ma’Nene merupakan budaya leluhur masyarakat yang menganut kepercayaan Aluk Todolo, namun mayoritas mereka sudah beragama kristen, tetapi masih ada diantara mereka yang tetap melaksanakan tradisi Ma’Nene ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7942</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.7942</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 64-76</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 64-76</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/7942/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Bustan, Najamuddin, Jumadi, Bahri</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/9952</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Arab Spring in Libya: Dynamics of Political Islam During the Muammar Khadafi Regime</dc:title>
	<dc:creator>Andri, Adetia</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Johan Septian</dc:creator>
	<dc:creator>Maijar, Lidia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dynamics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Libyan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Muammar Khadafi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">political Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arab spring memberikan pengaruh signifikan terhadap keadaan sosial dan politik di Libya era Muammar Khadafi. Jumlah pengangguran meningkat dan kegiatan bisnis wiraswasta mengalami kesulitan sehingga berdampak terhadap gejolak politik di wilayah tersebut. Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk mendeskripsikan masa kedatangan Islam hingga Kemerdekaan di negara Libya, menganalisis gejolak politik era Muammar Khadafi hingga era Arab Spring. Prosedur metode penelitian sejarah memiliki empat tahapan, yaitu heuristik; kritik sumber atau verifikasi; interpretasi atau eksplanasi dan terakhir penulisan sejarah atau historiografi. Hasil penelitian dalam artikel ini, yaitu: Pertama, Negara Libya adalah negara bagian Afrika Utara dengan sistem berbasis Islam, wilayah ini sebelum kedatangan Islam pernah dikuasai oleh Kerajaan Byzantium (Kristen). Secara historis, penduduk Libya menganut mayoritas Islam. Selanjutnya, pada dinamika Politik Libya Pra Arab Spring telah mengantarkan sejarah baru dalam perpolitikan Libya. Sejeak Muammar Khadafi membentuk sistem politiknya sendiri dengan Dewan Komando Revolusi (militer) berperan penting dalam penyusunan kebijakan dan konstitusi negara. Setelah rezim Khadafi berakhir, dinamika politik di Libya membawa perubahan yang signifikan. Terakhir, krisis Politik di Libya memang terjadi secara penuh ketika Arab Spring terjadi Jazirah Arab dan masuk ke wilayah Libya sehingga menjadi negara mengalami kekacauan secara politik sehingga mempengaruhi distablisasi negara dan berakibat kepada kemerosotan sosial di negara tersebut. Muammar Khadafi dianggap dikator dan otoriter dalam kebijakan negaranya yang berdampak negatif terhadap sosial masyarakat Libya. Akibatnya masyarakat melakukan gejolak terhadap negara tersebut dengan menuntut agar Muammar Khadafi turun dari jabatannya. The Arab Spring had a significant impact on the social and political situation in Muammar Khadafi's Libya. The number of unemployed people increased and self-employed business activities experienced difficulties, which had an impact on political turmoil in the region. The research objectives in this article are to describe the arrival of Islam to Independence in the country of Libya, analyzing the political turmoil of the Muammar Khadafi era to the Arab Spring era. The historical research method procedure has four stages, namely heuristics; source criticism or verification; interpretation or explanation and finally historical writing or historiography. The results of the research in this article, namely: First, the State of Libya is a North African state with an Islamic-based system, this region before the arrival of Islam was once controlled by the Byzantine (Christian) Empire. Historically, the Libyan population adheres to the majority of Islam. Furthermore, the political dynamics of Libya before the Arab Spring has ushered in a new history in Libyan politics. Historically, Muammar Khadafi formed his own political system with the Revolutionary Command Council (military) playing an important role in drafting state policies and constitutions. After Khadafi's regime ended, the political dynamics in Libya brought significant changes. Finally, the political crisis in Libya did occur in full when the Arab Spring occurred in the Arabian Peninsula and entered the Libyan region so that the country experienced political chaos that affected the destabilization of the country and resulted in social decline in the country. Muammar Khadafi was considered a dictator and authoritarian in his state policies that negatively affected the social of Libyan society. As a result, the people made turmoil against the country by demanding that Muammar Khadafi step down from his position.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/9952</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.9952</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 126-138</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 126-138</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/9952/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Adetia Andri, Johan Septian Putra, Lidia Maijar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/9957</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Historicity of the Qur'an and Hadith: Historical Dynamics and Effects</dc:title>
	<dc:creator>Amir, Ahmad Nabil</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Tasnim Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Al-Qur’an</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">philosophy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prophetic tradition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">science</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The paper discusses the foundational role of al-Quran and Prophetic narrations (al-hadith) in Islamic intellectual history and its religious tradition. It looks into the cultural impact of its moral-spiritual teaching and its historical significance in developing and fulfilling its fundamental role and social obligation in delivering and justifying the principal ideal of morality and fairness, contributing to medieval civilization and the formation of higher ethical-legal framework, and its state-of-the-art manifestation as set forth in the tafsir of Risalah al-Nur by Said Nursi. The study is based on library research using historical and qualitative approaches and documentation technique. The finding shows that the position of al-Quran and hadith was vital in informing and shaping the historical concept and understanding and paradigm of tawhid and in reinforcing the religious belief and practice and spiritual consciousness of the ummah. In the context of modern commentary, its philosophical ideas and interpretation were brought forth by Said Nursi in Risalah al-Nur that contextualize its discursive history and outline its religious and scientific significance and transcendental values and its role in the current debates of the philosophy of science, revelation, and scripture.Artikel ini  mengulas historisitas Alquran dan hadis serta perannya dalam sejarah Islam dan tradisi intelektual. Ia melihat kesan historis dan dinamika ajaran moral dan spiritualnya dalam menafsirkan pandangannya tentang nilai moralitas dan aspek sosio-historisnya, serta kontribusinya terhadap perkembangan sejarah peradaban, pembentukan hukum, dan manifestasi akliahnya yang dirumuskan dalam buku tafsir Risalah al-Nur oleh Said Nursi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menerapkan metode kajian sejarah yang bersifat dokumentasi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan keunggulan fungsi Alquran dan Hadis dalam membentuk pemahaman dasar sejarah tentang moral dan nilai-nilai moral serta pengaruhnya dalam memperkuat keyakinan tauhid dan psikologi keagamaan umat. Dalam konteks penafsiran dan signifikansi historisnya, wacana ini disajikan dalam buku Risalah al-Nur karya Said Nursi yang membahas pandangan hidup Alquran dan Hadis serta kesannya dalam membingkai pemahaman wahyu dan sejarahnya dalam konteks pemikiran filosofis dan hukum ilmiah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/9957</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.9957</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 154-172</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 154-172</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/9957/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Ahmad Nabil Amir, Tasnim Abdul Rahman</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/11146</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pertanian dan  Irigasi Kolonial di Bone, 1911-1942</dc:title>
	<dc:creator>Suardi, Suratman</dc:creator>
	<dc:creator>Amir, Amrullah</dc:creator>
	<dc:creator>Mappangara, Suriadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">agriculture</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bone</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">colonialism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">development</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">irrigation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In the early decades of the 20th century, the Dutch East Indies government implemented the &quot;ethical policy&quot; in Bone. Bone was a potentially lucrative land that provided surplus growth to the economy, with the majority of its population relying on agriculture. The land was primarily managed by a rain-fed system, which presented opportunities for improving irrigation and increasing production. The purpose of this research is to understand how irrigation development supported agriculture in Bone between 1911 and 1942. The study employs historical methods consisting of heuristic, verification, interpretation, and historiography stages. The sources include documents, artifacts, newspapers, and magazines. The findings indicate that irrigation served as a transitional means of peace in the traditional-to-modern way of life for the community. Irrigation development was implemented gradually, from dam structures to canal channels, and built semi-permanently and permanently. Irrigation was intensively developed from 1920 to 1942 in Lerang, Maradda, Palakka, Pattiro, Palengoreng, Amali, Wolangi, Melle, Pacing, Bengo, Lanca, and Padang Lampe. These developments resulted in increased agricultural production and the export of crops through shipping and trading activities at Pallime, Bajoe, Ujung Pattiro and Barebbo ports.Dekade awal abad ke-20, pemerintah Hindia Belanda melaksanakan kebijakan politik etis di Bone. Bone merupakan lahan potensial yang memberikan surplus terhadap pertumbuhan ekonomi. Mayoritas masyarakatnya bergantung pada pertanian. Lahan yang dikelola didominasi sistem tadah hujan, memberikan peluang pendekatan tersedianya kebutuhan air dan peningkatan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pembangunan irigasi dalam menopang pertanian di Bone kurun tahun 1911-1942. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, terdiri dari tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber diperoleh berupa arsip, artefak, koran, dan majalah. Hasil penelitian menunjukkan irigasi menjadi sarana perdamaian transisi kehidupan masyarakat tradisional ke modern. Pembangunan irigasi dilaksanakan secara bertahap, dari bangunan bendung hingga saluran kanal, dan dibangun secara semi dan permanen. Irigasi dibangun secara intensif dari Kurun tahun 1920-1942, di Lerang, Maradda, Palakka, Pattiro, Palengoreng, Amali, Wolangi, Melle, Pacing, Bengo, Lanca, dan Padang Lampe. Pembangunan tersebut menunjukkan peningkatan hasil produksi dan ekspor hasil pertanian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan di pelabuhan Pallime, Bajoe, Ujung Pattiro dan Barebbo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/11146</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.11146</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 77-93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 77-93</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/11146/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Suratman Suardi, Amrullah Amir, Suriadi Mappangara</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/12040</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sungai Serayu dalam Tinjauan Sejarah Maritim: Peran dan Perkembangannya di Cilacap Pada Masa Hindia Belanda, 1830-1942</dc:title>
	<dc:creator>Erlangga, Gery</dc:creator>
	<dc:creator>Andi, Andi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cilacap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dutch East Indies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">maritim history</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Serayu river</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The presence of rivers in human life has provided many benefits. One of the rivers that play a role in human life is the Serayu river in Central Java. So this study aims to analyze the origin, role and development of the Serayu river in Central Java, especially in the Cilacap region during the Dutch East Indies period. This research has a novelty in the study of the Serayu river in maritime history review. The method used in this study is a historical method consisting of four steps, namely heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results showed that the origin of the Serayu river originated from the migration process of the people of Kalimantan island to Java in the early century AD until it developed into a river that played a role in maritime activities such as shipping and trade in Cilacap during the Dutch East Indies. The conclusion of this study is that the Serayu river during the Dutch East Indies period (1830-1942) had a role and influence on the development of the Cilacap region as one of the centers of economic activity on the south coast of Java.Kehadiran sungai dalam kehidupan manusia telah memberikan banyak manfaat. Salah satu sungai yang turut berperan dalam kehidupan manusia adalah sungai Serayu di Jawa Tengah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal-usul, peran dan perkembangan sungai Serayu di Jawa Tengah khususnya pada wilayah Cilacap pada masa Hindia Belanda. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam kajian sungai Serayu dalam tinjauan sejarah maritim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang terdiri dari empat langkah yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa asal-usul sungai Serayu berawal dari proses migrasi penduduk pulau Kalimantan menuju Jawa pada awal abad masehi hingga berkembang menjadi sebuah sungai yang berperan dalam aktivitas kemaritiman seperti pelayaran dan perdagangan di Cilacap pada masa Hindia Belanda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sungai Serayu pada masa Hindia Belanda (1830-1942) memiliki peran dan pengaruhnya terhadap perkembangan wilayah Cilacap sebagai salah satu pusat dari aktivitas ekonomi di pesisir Selatan pantai Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12040</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.12040</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 94-108</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 94-108</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12040/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Gery Erlangga, Andi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/12239</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">History of Islamic Calligraphy in the Ottoman Empire</dc:title>
	<dc:creator>Fawzani, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaeman, Islamiyah</dc:creator>
	<dc:creator>Mizan, Khairul</dc:creator>
	<dc:creator>Muhlis, Wachida</dc:creator>
	<dc:creator>Mubaraq, Zulfi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islamic calligraphy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ottoman empire</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The history of Islamic civilization during the Ottoman Empire (1299-1922 AD) is important to study because the Ottoman Empire was the largest Islamic Daulah and ruled for a long time throughout history. The purpose of this writing is to understand three main aspects: firstly, to comprehend the development of calligraphy art during the Ottoman Empire era; secondly, to explore the factors contributing to the advancement of calligraphy art; and thirdly, to analyze the implications of this progress. The research method employed in this study is the historical method. The sources used in this research consist of books and journals related to the history of the Ottoman Empire. This writing resulted in three things. First, the form of Ottoman Empire calligraphy in the form of Al-Qur'an writing, ornaments on religious buildings, and the establishment of a calligraphy school. Second, the factors for the advancement of calligraphy are religious enthusiasm, support from leaders, and love for calligraphy. Third, the implications of the art of calligraphy are the emergence of a new style of calligraphy, Istanbul being the center of Islamic calligraphy, and calligraphy can be used as a medium for learning mathematics. The research is expected to contribute to the implementation of the art of calligraphy as a worldly reflection on the word and to contribute thoughts to the development of Islamic calligraphy.Sejarah peradaban Islam pada masa Turki Usmani (1299 M-1922 M) sangat penting untuk dikaji karena Turki Usmani merupakan Daulah Islam terbesar dan cukup lama berkuasa sepanjang sejarah. Tujuan tulisan ini bertujuan untuk memahami tiga hal yaitu ingin memahami perkembangan bentuk seni kaligrafi pada era Turki Usmani, faktor penyebab kemajuan seni kaligrafi dan implikasi kemajuan seni kaligrafi. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode historis. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian sejarah Kekaisaran Utsmaniyah. Tulisan ini menghasilkan tiga hal, Pertama, wujud kaligrafi Turki Usmani berupa penulisan Al-Qur’an, ornamen pada bangunan keagamaan, dan didirikannya sekolah kaligrafi. Kedua, faktor kemajuan kaligrafi yaitu semangat keagamaan, dukungan dari pemimpin, dan kecintaan terhadap kaligrafi. Ketiga, implikasi seni kaligrafi yaitu munculnya gaya baru kaligrafi, Istanbul menjadi pusat kaligrafi Islam, kaligrafi dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengimplementasian seni kaligrafi sebagai refleksi duniawi atas firman serta memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan kaligrafi Islam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12239</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.12239</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 173-185</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 173-185</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12239/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12239/5016</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Nurul Fawzani, Islamiyah Sulaeman, Khairul Mizan, Wachida Muhlis, Zulfi Mubaraq</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/12301</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Merawat Ingatan Sejarah Lokal Peristiwa Berdarah Pada Agresi Militer II di Desa Peniwen Melalui Monumen Peniwen Affair Malang</dc:title>
	<dc:creator>Cahyani, Vinda Regita</dc:creator>
	<dc:creator>Ayundasari, Lutfiah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bloody events</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">military aggression II</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peniwen affair monument</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Peniwen Affair Monument is one of the monuments located in Peniwen Village, Malang Regency. This monument was erected as a form of appreciation and to commemorate the services of health heroes (PMR) and victims who died during the Bloody Incident during the Second Military Aggression. However, currently, the existence of the Peniwen Affair monument is still underestimated by some local people and even regional government agencies. Researchers consider it important to write a historical study regarding the Peniwen Affair monument with the aim of maintaining historical memory. This research uses a historical method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The Peniwen Affair Monument has the potential for interesting and unique historical tourism so that it can become an icon of community pride. The Peniwen Affair Monument is also clear evidence of the atrocities of KNIL soldiers during the Second Military Aggression in Peniwen Village. The KNIL soldiers' atrocities against the people of Peniwen sparked protests by the Peniwen Christian Congregation led by Ds. Martodipuro to the World Church World Church Council (WCC). This protest was responded to internationally and resulted in world condemnation of the Netherlands for human rights violations and the murder of health workers which was a war crime. Several efforts to revive and remember the history of the Bloody Events of 1949 have begun to exist, but they are limited to a few community groups. This should receive attention and receive support, especially from regional government agencies, especially in maintaining the historical preservation of the Peniwen Affair Monument. Apart from that, it is hoped that the history of the Peniwen Affair Monument can also be presented in learning activities through local history lessons with the aim of maintaining historical memory.Monumen Peniwen Affair merupakan salah satu monumen yang terletak di Desa Peniwen, Kabupaten Malang. Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghargaan dan untuk mengenang jasa para pahlawan kesehatan (PMR) serta korban yang telah gugur saat Peristiwa Berdarah pada Agresi Militer II. Namun pada saat ini, keberadaan monumen Peniwen Affair masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat setempat bahkan instansi pemerintahan daerah. Peneliti memandang penting penulisan kajian sejarah mengenai monumen Peniwen Affair dengan tujuan untuk merawat ingatan sejarah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Monumen Peniwen Affair memiliki potensi wisata sejarah yang menarik serta unik sehingga dapat menjadi suatu ikon kebanggaan masyarakat. Monumen Peniwen Affair juga merupakan salah satu bukti nyata kekejaman tentara KNIL saat Agresi Militer II di Desa Peniwen. Kekejaman tentara KNIL terhadap masyarakat Peniwen memicu aksi protes Jemaat Kristen Peniwen yang dipimpin oleh Ds. Martodipuro ke Gereja Dunia World Church Council (WCC). Protes ini ditanggapi oleh internasional dan berujung pada kecaman dunia kepada Belanda atas pelanggaran HAM serta pembunuhan tenaga kesehatan yang merupakan kejahatan perang. Beberapa upaya untuk menghidupkan dan mengingat kembali sejarah Peristiwa Berdarah tahun 1949 sudah mulai ada, namun sebatas beberapa kelompok masyarakat. Seharusnya hal tersebut dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan, terutama dari pihak instansi pemerintahan daerah utamanya dalam menjaga kelestarian sejarah Monumen Peniwen Affair. Selain itu, diharapkan sejarah dari Monumen Peniwen Affair juga dapat dihadirkan dalam kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran sejarah lokal dengan tujuan untuk merawat ingatan sejarah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.12301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 186-196</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 186-196</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12301/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12301/5017</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Vinda Regita Cahyani, Lutfiah Ayundasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/12370</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Edpuzzle dalam Pembelajaran Sejarah</dc:title>
	<dc:creator>Purmintasari, Yulita Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Lesmana, Chandra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edpuzzle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">interactive videos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">learning media</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Learning history is one of the most difficult lessons because of the distance in space and time, so it is necessary to present interactive learning media that make historical values more understandable. The development of Edpuzle interactive video learning media in history learning aims to develop learning media and to determine the effectiveness of the product developed. The research process applies the 4D development research method with the stages of Define, Design, Develop and Deseminate. The research instruments are in the form of expert validation sheets, lift sheets and test questions. The results of the media validation show &quot;very good&quot; worthy of being used as a learning medium with an average score of 4.35. Based on table 2, it shows that the results of the validation of material experts average score of 4.33 in the &quot;very good&quot; category. The results of the one to one evaluation show that the average total score is 3.98 in the &quot;good&quot; category. And the results of the small group evaluation show that the total average score is 4.58 in the &quot;very good&quot; category. the results of the effectiveness test using Mann Whitney U on SPSS, obtained the results of a sig (2-tailed) value of 0.011 &amp;lt;0.05 which means Ho is rejected while Ha is accepted which means the use of interactive media has an effect on learning students become more interested and able to think interactive learning media and not boring.Pembelajaran sejarah merupakan salah satu pembelajaran yang sulit karena jauhnya ruang dan waktu, sehingga perlu menghadirkan media pembelajaran interaktif yang membuat lebih memahami nilai-nilai sejarah. Pengembangan media pembelajaran video interaktif edpuzle pada pembelajaran sejarah bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dan mengetahui efektivitas produk hasil pengembangan. Penelitian menerapkan metode penelitian pengembangan 4D dengan tahapan Define, Design, Develop dan Deseminate. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar angkat dan soal tes. Hasil validasi media menunjukkan “sangat baik” layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan skor rata-rata 4,35. Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa hasil validasi ahli materi skor rata -rata 4,33 dengan kategori “sangat baik”. Hasil evaluasi   one to one menunjukkan bahwa total skor rata -rata 3,98 dengan kategori “baik”. Dan hasil evaluasi small group menunjukkan bahwa total skor rata -rata 4.58 dengan kategori “sangat baik”. hasil uji efektivitas menggunakan Mann Whitney U pada SPSS, didapatkan hasil nilai sig (2-tailed) sejumlah 0,011 &amp;lt; 0,05 yang berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima yang berarti penggunaan media interaktif berpengaruh dalam pembelajaran. siswa menjadi lebih tertarik dan mampu berfikir dengan media pembelajaran yang interaktif dan tidak membosankan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.12370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 197-209</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 197-209</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12370/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/12370/5018</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Yulita Dewi Purmintasari, Chandra Lesmana</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/15317</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Menggali Nilai-Nilai Kepahlawanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Sebagai Sumber Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS</dc:title>
	<dc:creator>Yunitasari, Dukha</dc:creator>
	<dc:creator>Lasmawan, I Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Kertih, I Wayan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">character building</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">heroic values</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IPS learning</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The aims of this study were (1) to find out the life history of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid as National Hero from West Nusa Tenggara Province; (2) Analyze the character values contained in the heroism of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in social, da'wah, and education; (3) Analyze the integration of the heroic values of the TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid as a learning resource for social studies subjects at MTs. Mu'allimin NWDI Pancor. Literature research was used to explore the value of heroism TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. The results showed that TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is one of the National Heroes from NTB who fought for independence in the fields of preaching and education. The values can be analyzed from the TGKH National Hero figures. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, namely: religious values, nationality, scholarship, brotherhood (cooperation, mutual cooperation), leadership, independence, innovation and creativity, entrepreneurship, and health. The implications of the values of his struggle in shaping the national character of students are the value of awareness of the nature of the struggle in life, the value of awareness in work, the value of awareness of space and time, the value of awareness of the relationship with God Almighty, fellow human beings, and the natural environment. Integrating heroic values TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid was carried out by adding the involvement of values in the indicators developed in the IPS learning syllabus and integrating it through lesson plans and teaching materials.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui riwayat hidup TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional dari Provinsi Nusa Tenggara Barat; (2)  Menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kepahlawanan tokoh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam bidang sosial, dakwah, dan pendidikan; (3) Menganalisis integrasi nilai-nilai kepahlawanan tokoh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPS di MTs. Mu'allimin NWDI Pancor. Penelitian kepustakaan digunakan untuk menggali nilai kepahlawanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah salah satu Pahlawan Nasional asal NTB yang memperjuangkan kemerdekaan di bidang dakwah dan pendidikan. Nilai-nilai tersebut dapat dianalisis dari tokoh-tokoh Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yaitu: nilai-nilai religius, kebangsaan, keilmuwan, ukhuwah (kerja sama, gotong royong), kepemimpinan, kemandirian, inovasi dan kreativitas, kewirausahaan, dan kesehatan. Implikasi nilai-nilai perjuangannya dalam membentuk karakter bangsa peserta didik adalah nilai kesadaran hakikat perjuangan dalam hidup, nilai kesadaran dalam berkarya, nilai kesadaran ruang dan waktu, nilai kesadaran akan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan alam lingkungan. Mengintegrasikan nilai-nilai kepahlawanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dilakukan dengan menambahkan keterlibatan nilai dalam indikator yang dikembangkan dalam silabus pembelajaran IPS dan mengintegrasikannya melalui RPP dan bahan ajar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/15317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i1.15317</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 1 (2023): Juni; 109-125</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 1 (2023): Juni; 109-125</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/15317/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Dukha Yunitasari, I Wayan Lasmawan, I Wayan Kertih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/16840</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Sosial Ekonomi Kerajinan Gerabah Plancungan Ponorogo, 2012-2022</dc:title>
	<dc:creator>Sriweni, Erwina Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Huda, Khoirul</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Anjar Mukti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">earthenware</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Plancungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">social</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">economy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The problems faced by pottery craftsmen in the village of Plancungan Slahung, Ponorogo Regency, internally include limited capital, the raw material (clay) used to make handicrafts is quite limited so that the craftsmen have to buy from other villages, and the equipment used is very simple. The aim of the research is to examine the socio-economic development of pottery in Plancungan Ponorogo in the 2012-2022 period. This type of research uses a qualitative descriptive approach. The location of this research was conducted in Plancungan Village, Slahung District, Ponorogo Regency, East Java Province. The source of the data used in this research is pottery in the village of Plancungan. The application of the method is designed through heuristics using interviews, observations and document analysis. Then criticize the source with internal and external concepts. Then proceed with interpreting through a socio-economic study approach and written in narrative with a scientific manuscript model. The results of the study show that from 2012 to 2022 the traditional Plancungan pottery craft will continue to change as time goes by, starting with the variety and tools used. This also affects the social and economic life of the artisans, because this work is a source of livelihood for most people. So that the social and economic life of the community depends on the existence of the pottery produced, which of course is made as good as possible even though it is still traditional, so that it can be competitive with products and the times.Permasalahan yang dihadapi para pengrajin gerabah di Desa Plancungan Slahung Kabupaten Ponorogo dalam lingkup internal diantaranya yaitu terbatasnya permodalan yang dimiliki, bahan mentah (tanah liat) yang digunakan untuk membuat kerajinan cukup terbatas sehingga para pengrajin harus membeli ke desa lain, dan peralatan yang digunakan sangat sederhana. Tujuan penelitian untuk mengkaji perkembangan sosial ekonomi gerabah di Plancungan Ponorogo rentang 2012-2022. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode sejarah. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Plancungan Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur. Penerapan metode dirancang melalui heuristik dengan menggunakan wawancara, pengamatan dan analisis dokumen. Kemudian mengkritisi sumber dengan konsep internal dan eksternal. Lalu dilanjutkan dengan menginterpretasi melalui pendekatan kajian sosial ekonomi dan ditulis secara narasi dengan model manuskrip ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2012 sampai 2022 kerajinan gerabah tradisional Plancungan terus berubah seiring berkembangnya zaman mulai ragam dan alat yang dipakainya. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi perajinnya, oleh karena pekerjaan ini merupakan salah satu yang dijadikan sumber pencaharian sebagian besar masyarakat. Sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bergantung dengan eksistensi gerabah yang dihasilkan yang sudah barang tentu diupayakan dibuat sebaik mungkin meskipun masih tradisional, supaya mampu berdaya saing terhadap produk dan perkembangan zaman. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/16840</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.16840</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 210-223</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 210-223</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/16840/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/16840/4995</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Erwina Yulia Sriweni, Khoirul Huda, Anjar Mukti Wibowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/19747</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh</dc:title>
	<dc:creator>Anis, Madhan</dc:creator>
	<dc:creator>Ramazan, Ramazan</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyo, Okhaifi</dc:creator>
	<dc:creator>Nuryanti, Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Safitri, Intan</dc:creator>
	<dc:creator>Mauladi, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>Puspita, Maya</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Mutiara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">colonial building</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">east coast of Aceh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">identification</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left over from the Dutch Colonial period on the East Coast of Aceh are physical evidence of the interaction between the Dutch and the people of Aceh at that time. Therefore, these relics must be protected and preserved. A lack of public understanding of the importance of preserving cultural heritage can result in neglect and lack of support for the preservation of these buildings. For this reason, the aim of this research is to identify buildings left over from the Dutch Colonial period in the cities on the East coast of Aceh, such as East Aceh, Langsa City, and Aceh Tamiang. The research used in this research is historical or historical research methods. The steps in historical research are heuristics, verification, interpretation, and historiography. As a result of the research that has been carried out, a number of locations of historical heritage building objects were found scattered at several points in East Aceh, Langsa City, and Aceh Tamiang. In East Aceh, the East Aceh Regent's Hall and the Water Storage Reservoir are historical heritage sites. Langsa City also has several historical heritage buildings, such as the Balee Juang Building, SD Negeri 1 Langsa, PDAM, Hall, Satpol PP and WH Building, and Langsa Post Office. Apart from that, in Aceh Tamiang, there is a Regent's pavilion building and a Dutch rubber plantation industrial building, which are important historical relics. These historical remains provide an overview of the cultural and historical heritage of the area.Kehadiran Kolonial Belanda di wilayah pesisir Timur Aceh membawa pengaruh yang signifikan dalam pembangunan infrastruktur dan perubahan budaya di daerah tersebut. Bangunan-bangunan peninggalan masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh menjadi bukti fisik dari interaksi antara Belanda dan masyarakat Aceh pada masa itu. Oleh karena itu, peninggalan tersebut harus dilindungi dan dilestarikan. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya dapat mengakibatkan penelantaran dan kurangnya dukungan untuk pelestarian bangunan-bangunan tersebut. Untuk itu tujuan penelitian ini yakni mengindetifikasi bangunan-bangunan peninggalan masa Kolonial Belanda di Kota pesisir Timur Aceh seperti di Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah atau historis. Langkah-langkah penelitian sejarah yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan sejumlah lokasi objek bangunan peninggalan sejarah yang tersebar di beberapa titik di Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Di Aceh Timur, terdapat Pendopo Bupati Aceh Timur dan Waduk Penampung Air sebagai peninggalan bersejarah. Kota Langsa juga memiliki beberapa bangunan peninggalan sejarah seperti Gedung Balee Juang, SD Negeri 1 Langsa, PDAM, Pendopo, Gedung Satpol PP dan WH, dan Kantor Pos Langsa. Selain itu, di Aceh Tamiang terdapat gedung pendopo Bupati dan  bangunan industri perkebunan karet Belanda yang menjadi peninggalan sejarah yang penting. Peninggalan sejarah tersebut memberikan gambaran tentang warisan budaya dan sejarah daerah tersebut. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/19747</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.19747</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 224-244</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 224-244</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/19747/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/19747/5033</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Madhan Anis, Ramazan Ramazan, Okhaifi Prasetyo, Reni Nuryanti, Intan Safitri, Wiwin Mauladi, Maya Puspita, Mutiara Rahayu</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.e-journal.hamzanwadi.ac.id:article/21199</identifier>
				<datestamp>2025-02-13T03:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>fhs:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita, 1973-1986</dc:title>
	<dc:creator>Nugraha, Muhamad Satria</dc:creator>
	<dc:creator>Dienaputra, Reiza D.</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyadi, Raden Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cultural space</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Saleh Danasasmita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sunda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research is entitled Historical Analysis of Cultural Space of Saleh Danasasmita (1973-1986). This analysis produces a picture of Saleh Danasasmita's living environment from an internal and external point of view. The purpose of this study is to analyze the factors that influence Saleh Danasasmita's thinking, especially from the socio-cultural environment and educational environment as Saleh Danasasmita's cultural space. This research will also reveal the ideas of Saleh Danasasmita about Sundanese culture. This research uses historical research methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Saleh Danasasmita is a figure from Sunda and has an interest in analyzing Sundanese history and culture. His closeness with other Sundanese researchers led to his interest in focusing on research on Sundanese history, especially during the Sundanese kingdom. His ideas and analysis of Sundanese involve his basic knowledge as a Sundanese along with other diverse sources. The tendency of his thinking was to preserve Sundanese values that had existed since the time of the kingdom.Penelitian ini berjudul Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita (1973-1986). Analisis ini menghasilkan gambaran mengenai lingkungan kehidupan Saleh Danasasmita dari sudut pandang internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran Saleh Danasasmita terutama dari lingkungan sosial budaya dan lingkungan pendidikan sebagai ruang budaya Saleh Danasasmita. Penelitian ini juga akan mengungkap gagasan dari Saleh Danasasmita mengenai kebudayaan Sunda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Saleh Danasasmita merupakan tokoh yang berasal dari Sunda dan mempunyai ketertarikan untuk menganalisis sejarah dan budaya Sunda. Kedekatannya dengan peneliti Sunda lainnya menimbulkan ketertarikannya untuk fokus dalam penelitian mengenai sejarah Sunda khususnya masa kerajaan Sunda. Gagasan dan analisis dari kesundaannya melibatkan pengetahuan dasarnya sebagai orang Sunda disertai sumber-sumber lainnya yang beragam. Tendensi dari pemikirannya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Sunda yang telah ada sejak masa kerajaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Hamzanwadi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/21199</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.29408/fhs.v7i2.21199</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol. 7 No. 2 (2023): Desember; 245-258</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan; Vol 7 No 2 (2023): Desember; 245-258</dc:source>
	<dc:source>2549-5585</dc:source>
	<dc:source>10.29408/fhs.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/fhs/article/view/21199/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Muhamad Satria Nugraha, Reiza D. Dienaputra, Raden Muhammad Mulyadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-06-10T00:59:42Z"
			completeListSize="206"
			cursor="0">37d786ce5baed693ccf9e59468cbdb34</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
