EFEKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.29408/goldenage.v10i01.36369Keywords:
Anak Usia Dini, Kecerdasan Kinestetik, one group pre-posttest, Permainan Tradisional Engklek.Abstract
Kecerdasan kinestetik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh yang sangat mempengaruhi perkembangan seperti kelincahan, keseimbangan dan kekuatan otot. Permainan engklek dapat melatih kekuatan otot kaki, kelincahan, dan keseimbangan melalui aktivitas melompat-lompat yang bertumpu pada satu kaki serta mempererat pertemanan dan kekompakan. Masa usia dini adalah masa emas atau yang biasa di sebut golden age, dimana masa ini penting bagi anak untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan design one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 21 anak. Peningkatan rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pretest serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kecerdasan kinestetik anak sebelum dan sesudah diterapkannya permainan engklek.
Kata Kunci: Anak Usia Dini, Kecerdasan Kinestetik, one group pre-posttest, Permainan Tradisional Engklek.
Abstract
Kinesthetic intelligence refers to the development of body movement control that plays a crucial role in physical development, including agility, balance, and muscular strength. The traditional engklek game enhances leg muscle strength, agility, and balance through hopping activities performed on one foot, while also fostering friendship and teamwork among children. Early childhood is widely recognized as the golden age, a critical period for optimizing children's kinesthetic intelligence. This study employed a pre-experimental method using a one-group pretest–posttest design. The research population consisted of 21 children. The findings indicated that the mean posttest score was higher than the mean pretest score. Furthermore, the paired-samples t-test revealed a significance value of Sig. (2-tailed) < 0.05, leading to the rejection of H₀ and the acceptance of Hₐ. These results demonstrate a statistically significant difference in children's kinesthetic intelligence before and after the implementation of the engklek game.
Keyword: Keywords: Early Childhood, Kinesthetic Intelligence, One-Group Pretest–Posttest Design, Traditional Engklek Game.
References
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik pendidikan anak usia dini Indonesia. BPS.
Hadiyanto, & Suryana, D. (2020). Pendidikan anak usia dini berbasis kecerdasan majemuk. Citra Pustaka Media Perintis.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (2020). Kurikulum pendidikan anak usia dini. Kemendikbud.
Kevin, W. (2025). Permainan tradisional. LPPM Universitas Jambi.
Maulina, I. (2025). The Practice of Traditional Game “ Galah Kepong ” to Develop Bodily-Kinesthetic and Interpersonal Intelligence Among Students. 3 (1), 24–31.
Sari, D. P., & Wijayanti, A. (2020). Pengaruh permainan tradisional terhadap perkembangan motorik anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2), 140-150. https://doi.org/10.15294/jpaud.v14i2.12345
Susanto, A. (2022). Permainan tradisional dalam pendidikan anak usia dini: Studi kasus engklek di Indonesia. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 16(2), 45-60.
Suminah, Gunawan, I. Murdiyah, S. (2018). Peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar siswa melalui pendekatan. 3 .
Suyadi. (2022). Psikologi anak: Pendekatan multiple intelligences dalam perkembangan holistik. Remaja Rosdakarya.
Yin, R. K. (2023). Case study research and applications: Design and methods (7th ed.). Sage Publications. Achroni, Keen. 2012. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Tradisional. Jogyakarta: Javalitera.
Kurniati, Euis. (2016). Permainan Tradisional dan Perannya Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak. Jakarta: Prenamedia Group.
Rahmawati, Ami. (2009). Permainan Tradisional Untuk Anak Usia 3-4 Tahun. Bandung: Sandiarta Sukses.
Rosiana Putri, Iin Maulina, Siti Nugroho jati, Y. Pengaruh modifikasi permainan tradisional engklek terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini 1,2,4). 34–42.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujiono, Bambang Dkk. (2005). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta: UT.
Wulandari, Ari. (2012). Kisah 1001 Game/Permainan Paling Seru Di Dunia. Jakarta: PT.Grasindo
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ifniatul Hotimah, Iin Maulina, Firdaus Zar'in

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Â
All writings in this journal are the full responsibility of the author. The Jurnal Golden Age provides open access to benefit anyone for valued information and findings. Jurnal Golden Age can be accessed and downloaded for free, free of charge, in accordance with the creative commons license used.Â
Â
Jurnal Golden Age by Universitas Hamzanwadi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/jga/indexÂ

