Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Adiksi Game Online Pada Siswa
DOI:
https://doi.org/10.29408/jkp.v9i2.32438Keywords:
game online, adiksi, bimbingan dan konselingAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani adiksi game online pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Samarinda. Adiksi game online adalah perilaku tidak sehat yang dialami individu disebabkan oleh kecanduan bermain game online, dimana mereka bermain game online secara berlebihan dan terus-menerus sehingga sulit untuk berhenti dan mereka merasa ketergantungan dengan game. Apabila kecanduan game online tidak mendapatkan penanganan maka peserta didik di sekolah akan sulit fokus pada materi pembelajaran dikarenakan tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengatur waktu belajar dan bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMPN 5 Samarinda telah memahami perannya dengan sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa usaha yang perlu dilakukan dalam menangani adiksi game online seperti home visit agar mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai kebiasaan siswa ketika di rumah sehingga guru BK dapat bekerja sama dengan orang tua siswa untuk mengurangi perilaku adiksi game online yang dialami oleh anaknya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru BK dapat mengklasifikasikan tingkat kecanduan siswa dalam bermain game online, sehingga diperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi siswa yang mengalami kecanduan game online, dengan demikian maka peran guru BK akan lebih mudah disesuaikan dengan penanganan yang akan diberikan kepada siswa sesuai dengan tingkat kecanduan game online yang dialami.
References
American Psychiatric Publishing. (2013). “Arlington, VA, USA, in overcoming issues and concerns in the gaming studies fifield”. Journal of Behavioral Addictions.
Evi Aeni Rufaedah, and Maesaroh. (2021). “Peran Guru Bk Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas Viii Di Smp Negeri 2 Balongan.” Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam 2(1): 8–15.
Fadila, E., Robbiyanto, S. N., & Handayani, Y. T. (2022). “Pengaruh Game Online Terhadap Perubahan Perilaku Remaja”. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 1(2), 18-30.
Fakhrozi, M. Ikbal. Et al. (2023). “Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kecanduan Bermain Game Online Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama”. Jurnal Penelitian Guru Indonesia. 8 (1): pp 130-136.
Fajar, Mochammad, Masyhuri Masyhuri, and Yuslenita Muda. (2024). “Kecanduan Game Online Pada Remaja.” Journal of Education Research 5(3): 3995–4001.
Irawan, S., & Siska, D. (2021). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecanduan Game Online Peserta Didik”. Jurnal Konseling Gusjigang, 7(1), 9-19.
Romadlan, S., & Wahdiyati, D. (2021). Upaya preventif adiksi permainan daring (online game) pada anak usia dini. Prosiding Seminar Nasional Abdimasmu, 2(1), 169–182.
Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). “Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan”. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1-228.
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya.
Nugrahani, F., & Hum, M. (2014). Metode penelitian kualitatif. Solo: Cakra Books.
Prayitno, & Amti, E. (2018). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara.
Rini, A. (2011). Menanggulangi Kecanduan Game Online Pada Anak. Jakarta: Pustaka Mina.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kualitatif, Kuantitatif, R&D, dan Penelitian Pendidikan). Yogyakarta: CV Alfabeta.
Tohirin. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Dan Bimbingan Konseling. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zulfa Amirah Rachman, Dwi Nugroho Hidayanto, Muhaimin Abdillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All writings in this journal are the full responsibility of the author. JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) provides open access to benefit anyone with valuable information and findings. JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) can be accessed free of charge at no cost, following the creative commons license. Authors who publish articles in the JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) must comply with the following conditions:
The author retains the copyright and grants the right of first publication with the work licensed simultaneously under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license, allowing others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors may make additional separate contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institution or publishing it in a book), acknowledging its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, on institutional repositories or websites) before and during the submission process, resulting in a productive exchange and earlier and more extensive citations of the published work.
All articles in this journal are the sole responsibility of the author. JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) provides open access to benefit anyone with valuable information and findings. JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) can be accessed and downloaded for free, following the creative commons license.
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License