BROCA’S APHASIA LANGUAGE DISORDER AT 24 YEARS OLD: PHONOLOGICAL STUDIES

Maura Frilicia, Hendra Setiawan

Abstract


Penelitian ini bertujuan menjelaskan gangguan berbahasa penderita afasia Broca untuk mengetahui faktor utamanya terhadap tingkat kepercayaan diri dalam berbicara. Subjek penelitian yaitu orang dewasa berusia 24 tahun dan objek penelitian yaitu orang yang penderita afasia dengan kategori afasia Broca. Teori penelitian ini menggunakan kajian fonologi untuk pengantar analisis gangguan berbahasa dalam bidang psikolinguistik sebagai bentuk tulisan berdasarkan fonetik dan fonemik sehingga dalam tulisan diketahui bagian yang terjadinya afasia Broca terhadap ujaran subjek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik wawancara, serta peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian ini mengetahui untuk fonem-fonem yang terkandung afasia Broca dengan kategori; huruf konsonan /K/, /S/, suku kata ulang, bunyi awal ujaran, bunyi pertengahan dan/atau akhir ujaran.

Keywords: Afasia Broca, Fonologi, Fonemik, Fonem, Psikolinguistik


Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. (2014). Linguistik Umum. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

Damayanti, R. & Suryandari, S. (2017). Psikolinguistik: Tinjauan Bahasa Alay dan Cyberbullying [Versi Elektronik]. Diakses dari https://erepository.uwks.ac.id/6463/

Dardjowidjojo, Soenjono. (2010). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Devianty, R. (2016). Pemerolehan bahasa dan gangguan bahasa pada anak usia batita. Jurnal Raudhah, 4(1).

Dewi, M.I.N. (2020). PERUBAHAN PENAMAAN OBYEK PADA PENDERITA AFASIA WERNICKE (KASUS: MR. D). ENSAINS JOURNAL, 3(2), 100-104.

Harras, K.A. & Bachari, A.D. (2009). Dasar-dasar Piskolinguistik. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Press.

Hasiana, I. (2020). Studi kasus anak dengan gangguan bahasa reseptif dan ekspresif. Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL), 1(1), 59-67.

Hidayanti, Laeli. (2020). Fenomena Gangguan Berbahasa pada Anak Usia 3-6 Tahun dalam Lingkungan Masyarakat di Daerah Cisauk Tangerang. Jurnal Lentera (Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Indonesia), 3(1), 203-213.

Indah, R.N. (2017). Gangguan Berbahasa [Versi Elektronik]. Diakses dari

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:RoxSQIEosP8J:repository.uin- malang.ac.id/1296/+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id

Ismail, A. (2021). HUMAN LANGUAGE DISORDER. Jurnal Bilingual, 11(1), 13-19.

Kusuma, A.C.G. (2020, September 11). Kepercayaan Diri, Mengapa Penting untuk Dimiliki. https://satupersen.net/blog/kepercayaan-diri-mengapa-penting-untuk-dimiliki

Marsono. (2017). Fonetik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Masitoh, M. (2019). Gangguan Bahasa dalam Perkembangan Bicara Anak. Edukasi Lingua Sastra, 17(1), 40-54.

Nadya, N. L., & Kirana, H. (2020). KONTRIBUSI GANGGUAN BERBAHASA FONEM/R/DALAM PEMBELAJARAN PEMEROLEHAN BAHASA. Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan, 18(1), 70-81.

Nafisah, S. (2017). Proses fonologis dan pengkaidahannya dalam kajian fonologi generatif. Deiksis, 9(01), 70-78.

Natsir, N. (2017). Hubungan psikolinguistik dalam pemerolehan dan pembelajaran bahasa. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(1).

Ratnawati, I. I., & Maulida, N. (2018). Kesalahan Fonologi pada Penderita Afasia Broca Pascastroke dalam Tinjauan Psikolinguistik. Jurnal Basataka (JBT), 1(1), 30-36.

Putri, A.S. (2020, Januari 27). Wawancara: Pengertian dan Tahapan. Diakses dari

https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/27/100000369/wawancara -- pengertian-dan-tahapan?page=all.

Sanjaya, N. A. (2015). Gangguan Fonologi Keluaran Wicara Pada Penderita Afasia Broca Dan Afasia Wernicke: Suatu Kajian Neurolinguistik. Arkhais-Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 53-62.

Santoso, N. P., Andayani, A., & Setiawan, B. (2019). KAJIAN PRAGMATIK PADA KOSAKATA DAN FONETIS BAHASA PENDERITA AFASIA GLOBAL. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 46(2), 153-166.

Sihombing, N. A., & Sauri, S. (2021). Sociolinguistic Epistemology and Its Implications in Learning Indonesian Language at School. SeBaSa, 4(1), 51-64.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (edisi ke- 22). Bandung: ALFABETA.

Tartila, A. (2020). Pengaruh Gawai terhadap Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 4 Tahun dengan Analisis Sintaksis. SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 49-55.

Yuliana, S., Handani, H., Selmia, S., Irmawati, I., & Yusri, Y. (2021). A Psycholinguistic Study of Language Difficulties in Patients with Broca's Aphasia and Potential Treatments. HUMAN: South Asian Journal of Social Studies, 1(2).

Zuels, G.S. (2019, April 27). Apa Perbedaan Antara Gangguan Bicara dan Gangguan Bahasa?. Diakses dari https://pusatterapibermain.com/apa-perbedaan-gangguan-bicara-dan- gangguan-bahasa/




DOI: https://doi.org/10.29408/sbs.v4i2.3999

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats