Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Self Confidence yang Positif dengan Teknik Permainan Media Kartu Truth or Dare pada Siswa Kelas VIII SMP IT NW Balik Batang

Authors

  • Hikmatul Baligoh Universitas Hamzanwadi
  • Dukha Yunitasari Universitas Hamzanwadi
  • Suhartiwi Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.29408/jkp.v10i1.32585

Keywords:

Bimbingan Klasikal, Self Confidence, Truth Or Dare

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan klasikal dengan teknik permainan media kartu Truth or Dare terhadap peningkatan self confidence (kepercayaan diri) siswa kelas VIII SMP IT Darul Ihsan NW Balik Batang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket skala Likert untuk mengukur tingkat kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada tingkat kepercayaan diri siswa setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan media kartu Truth or Dare. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test dengan bantuan program SPSS, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05 yang berarti Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik permainan media kartu Truth or Dare efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, penggunaan media permainan Truth or Dare dapat dijadikan alternatif strategi dalam layanan bimbingan klasikal untuk membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri yang positif.

References

Alawiyah, S., dkk. (2023). Bimbingan kelompok melalui teknik diskusi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA kelas X IPA. Fokus, 6(3), 213–219. https://doi.org/10.37010/fokus.v6i3.213

Angelis, B. D. (1995). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Anggeraini, D., & Farozin, M. (2019). Interpersonal communication skills and self confidence of secondary school students: Findings and interventions. KnE Social Sciences, 2019, 140-145. https://doi.org/10.18502/kss.v3i17.4633

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dewi, N. (2017). Tujuan dan manfaat layanan klasikal. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 2(1), 45–52. https://doi.org/10.21009/jbki.021.05

Fatimah, E. (2006). Psikologi perkembangan (Perkembangan peserta didik). Bandung: CV Pustaka Setia.

Folastri, S., & Rangka, I. B. (2016). Prosedur layanan bimbingan dan konseling kelompok. Bandung: Mujahid Press.

Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta: Gunung Agung.

Hakim, T. (2005). Mengatasi rasa rendah diri. Jakarta: Gunung Agung.

Hartanti, J. (2022). Bimbingan kelompok. Surabaya: UD Duta Sablon.

Hartinah, D. S. (2009). Konsep dasar bimbingan kelompok. Bandung: Refika Aditama.

Hurlock, E. B. (2008). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Terj. Istiwidayati). Jakarta: Erlangga.

Jones-Roberts, C. (2024). Experiential learning in higher education. Journal of Technology-Integrated Lessons and Teaching, 3(2), 53–63. https://doi.org/10.13001/jtilt

Kamil, M., dkk. (2013). Permainan edukatif dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 14(2), 101–112. https://doi.org/10.24114/jp.v14i2.101

Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2022). Experiential learning theory as a guide for experiential educators in higher education. Experiential Learning and Teaching in Higher Education, 1(1), 38. https://doi.org/10.46787/elthe.v1i1.3362

Kong, Y., dkk. (2021). The role of experiential learning on students’ motivation and engagement. Frontiers in Education / Frontiers in PMC. (Artikel ulasan) https://doi.org/10.3389/feduc.2021.747945

Latepo, N., dkk. (2022). Teknik permainan dalam pembelajaran dan pengaruhnya terhadap kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(1), 33–45. https://doi.org/10.29407/jpdn.v8i1.209

Lauster, P. (2002). Tes kepribadian (Alih bahasa: D. H. Gulo). Jakarta: Bumi Aksara.

Mastuti, I. (2008). 50 kiat percaya diri. Jakarta: Frest Publishing.

Prayitno, & Amti, E. (2009). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka

Cipta.

Prayitno. (2004). Layanan bimbingan kelompok. Padang: Universitas Negeri Padang.

Radović, S., Hummel, H. G. K., & Vermeulen, M. (2021). The challenge of designing ‘more’ experiential learning in higher education programs in the field of teacher education: A systematic review study. International Journal of Lifelong Education, 40(5-6), 545-560. https://doi.org/10.1080/02601370.2021.1994664

Rakhmat, J. (2008). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Romlah, T. (2001). Teori dan praktik bimbingan kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang.

Silvia, N., dkk. (2022). Peningkatan kepercayaan diri siswa berbicara di depan kelas melalui layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur, 8(2), 9–15. https://doi.org/10.31602/jmbk.v8i2.2159

Smith, S. N., & Crocker, A. F. (2017). Experiential learning in physical therapy education. Advances in Medical Education and Practice, 8, 427-433.

Solihat, M., Purwaningwulan, M. M., & Solihin, O. (2014). Interpersonal skill: Tips membangun komunikasi dan relasi. Bandung: Rekayasa Sains.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.

Suhardita, K. (2011). Efektivitas penggunaan teknik permainan dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan percaya diri siswa. Jurnal Bimbingan Konseling, 1(1), 127–138. https://doi.org/10.24042/jbk.v1i1.211

Suryani, L., & Kurniawan, A. (2023). Efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik diskusi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Indonesian Journal of Educational Counseling,7(1), 122–130. https://doi.org/10.30653/ijec.v7i1.2110

Syam, A., & Amri, A. (2017). Pengaruh kepercayaan diri (self confidence) berbasis kaderisasi IMM terhadap prestasi belajar mahasiswa. Jurnal Biotek, 5(1), 87–102. https://doi.org/10.24252/jb.v5i1.3500

Ulan, A. I., & Alwi, N. M. (2021). Penerapan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan permainan untuk membantu meningkatkan penerimaan diri siswa. Pedagogika, 27(1), 120–133. https://doi.org/10.17509/pedagogia.v27i1.29781

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.

Villarroel, V., Benavente, M., Chuecas, M. J., & Bruna, D. (2020). Experiential learning in higher education: A student-centered teaching method that improves perceived learning. Journal of University Teaching & Learning Practice, 17(5). https://doi.org/10.53761/1.17.5.8

Wahyuni, E., dkk. (2021). Layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan potensi siswa. Jurnal Konseling Pendidikan, 9(2), 55–63. https://doi.org/10.29210/123456

Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2013). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

[1]
Baligoh, H. et al. 2026. Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Self Confidence yang Positif dengan Teknik Permainan Media Kartu Truth or Dare pada Siswa Kelas VIII SMP IT NW Balik Batang. JKP (Jurnal Konseling Pendidikan). 10, 1 (Jun. 2026), 44–52. DOI:https://doi.org/10.29408/jkp.v10i1.32585.