Analisis Keberlanjutan Kambing Etawa di Desa Tunggul, Paciran, Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.29408/jpek.v9i3.33366Keywords:
Keberlanjutan, Ekologi, Sosial, Agribisnis, Kambing EtawaAbstract
The Etawa goat agribusiness has significant economic potential for coastal communities, but the sustainability of the business is often influenced by limited resources and the social dynamics of the farmers. This study analyzes the sustainability level of the Etawa goat milk agribusiness in Tunggul Village from an ecological and social perspective as two fundamental aspects that determine business stability. Data were collected from 40 farmers and analyzed using RAP-Kagot-based Multi-Dimensional Scaling (MDS). The results show that the ecological dimension has a sustainability index of 68.64%, while the social dimension has an index of 65.37%, both of which are classified as moderately sustainable. The most sensitive attributes affecting sustainability include waste management, climate change, and disease management in the ecological dimension, while community conflicts and farmer education levels dominate the influence on the social dimension. These findings confirm that the sustainability of Etawa agribusiness does not only depend on technical aspects of production, but is also influenced by social capacity, access to information, and adaptation to environmental changes. The research recommendations emphasize the need to strengthen business management, improve the quality of farmer human resources, and integrate ecological and social approaches to promote a more adaptive and competitive dairy goat agribusiness.
References
1) Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
2) BMKG. (2025). Prakiraan Cuaca Harian Kabupaten Lamongan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
3) Boudalia, S., Said, S. B., Tsiokos, D., Bousbia, A., Gueroui, Y., Mohamed-Brahmi, A., Smeti, S., Anastasiadou, M., Symeon., G. (2020). Bovisol Project: Breeding and Management Practices of Indigenous Bovine Breeds: Solutions towards a Sustainable Future. Journal Sustainability. 12 (9891), 1-9.
4) Boushaba, Boujenane, I., Moazami-Goudarzi, K., Flori, L., Saïdi-Mehtar, N., Tabet Aoul, N., Laloë, D. (2019). Genetic diversity and relationships among six local cattle populations in semi-arid areas assessed by a bovine medium-density single nucleotide polymorphism data. Journal Animal. 13 (1), 8-14.
5) Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan. (2023). Laporan Tahunan Peternakan Kabupaten Lamongan Tahun 2023.
6) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (2024). Statistik Produksi Ternak. Jawa Timur: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
7) Elkington, J. (1997). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Oxford: Capstone Publishing.
8) Harahap, L. M., Surbakti, O. M. B., Gerald, J., dan Ramadhan, R. (2024). Strategi Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di Era Digital: Tantangan dan Peluang. Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi (JIMBE), 1(6): 127-132.
9) Hasdi, A. A., Fuah, A. M., dan Salundik. (2015). Analisis Keberlanjutan Peternakan Sapi Perah Di Wisata Agro Istana Susu Cibugary Di Pondok Ranggon Cipayung Jakarta Timur. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. 3(3): 157–165.
10) Kavanagh, P. F. (2001). Rapid Apraisal of Fisheries (Rapfish) Project. Rapfish Softwere Des Eruption (For Microsoft Excel). University of British Columbia. Fisheries Centre. Vanconver.
11) Kavanagh, P., dan Pitcher, T. J. (2004). Implementing Microsoft Excel Software for Rapfish: a Technique for the Rapid Appraisal of Fisheries Status. In Fisheries Centre Research Reports, 12(2).
12) Lado, I. S., Bhae, C. Y. N., dan Reo, G. (2024). Pengaruh Level Pemberian Lamtoro (Leucaenaleucocphala Cv. Tarramba) dalam Pakan Hijauan terhadap Performance Ternak Sapi Pedaging di Instalasi Upt Boawae. Jurnal Teknologi Peternakan, 1(2), 6-21.
13) Marfuah, S. (2020). Kelembagaan Sosial dalam Usaha Peternakan Rakyat di Kabupaten Blitar. Jurnal Peternakan Indonesia, 22(2): 150–161.
14) Moeljanto, R. D. (2002). Khasiat & manfaat susu kambing: susu terbaik dari hewan Ruminansia. AgroMedia.
15) Nurlina, L., Arief, H., Yunasaf, U., Fitriani, A., dan Chairunnisa, H. (2017). Karakteristik Sosial Ekonomi dan Implikasinya Terhadap Keberlanjutan Usaha Kambing Perah Guna Mendukung Kedaulatan Pangan (Kasus Pada Sentra Peternakan Kambing Perah di Jawa Barat). Agronomika. 12(1).
16) Omar, F., Kari, A., Awang, R., & Komilus, C. F. (2025). Physiological Responses of Saanen Does: A Comparative Study of Traditional Wooden and Aluminium Galvanized Iron Housing System in a Tropical Climate. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 30(1), 59-67.
17) Pitcher, T. J. dan Preikshot, D. (2001). RAPFISH, A Rapid Appraisal Technique for Fisheries, and Its Application to the Code of Conduct for Responsible Fisheries. J. Fisheries Research 49: p255-270.
18) Randu, M. D. S., Tulle, D. R., dan Suek, F. S. (2022). Evaluasi Keberlanjutan Pengembangan Kambing Kacang di Kawasan Pantura Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Peternakan. 19(2): 96–110.
19) Sangadji, I. dan Tatipikalawan, J. M. (2024). Keberlanjutan Usaha Peternakan Domba Kisar dan Strategi Pengembangannya di Pulau Kisar Provinsi Maluku. Jurnal Galung Tropika. 13(2): 229–242.
20) Siregar, R. A., dan Novrizal. (2021). Kajian Dampak Lingkungan Usaha Peternakan Terhadap Kualitas Air dan Udara di Pedesaan. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. 12(1): 35–47.
21) Sodiq, I. A., dan Abidin, I. Z. (2008). Meningkatkan produksi susu kambing peranakan etawa. AgroMedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nabilah Ainur Rohmah, Wahyu Santoso, Mirza Andrian Syah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
semua jurnal ini menjadi tanggung jawab penuh penulis, JPEK memberikan akses terbuka kepada siapapun agar informasi dan temuan pada artikel bermanfaat bagi semua orang, JPEK dapat diakses dan diunduh oleh siapapun tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi creative common yang digunakan.


