Makna Simbolik Tradisi Jolen Sebagai Pandangan Hidup Adiluhung Masyarakat Desa Somongari Kabupaten Purworejo

Authors

  • Margaretha Rizky Christiana Universitas Negeri Semarang
  • Kuncoro Bayu Prasetyo Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.29408/sosedu.v9i2.34293

Keywords:

ajaran Adiluhung, makna simbolik, masyarakat agraris, tradisi Jolen

Abstract

The Jolen tradition is a cultural practice of the people of Somongari Village, Kaligesing District, Purworejo Regency, which reflects communal life and is rich in symbolic and moral values. This tradition not only functions as a form of earth alms and expression of gratitude for durian and mangosteen harvests, but also acts as social and cultural capital that strengthens community solidarity. This study aims to analyze the process of implementing the Jolen tradition and to examine the symbolic meanings and moral values within the community. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity tested through triangulation. The data were obtained from four informants: the Kuncen, Jolen organizers and performers, cultural staff of the Purworejo Regency government, and the Dewi Sri performer (2015). The results show that the Jolen tradition is carried out through several stages, including preparation, procession (carnival), and closing all involving active community participation. This tradition contains various symbolic meanings reflected in cultural elements, including values of gratitude, religiosity, respect for ancestors, mutual cooperation, togetherness, justice, and harmony with nature. These values function as moral guidelines that shape community behavior and social relations. The Jolen tradition not only represents local cultural heritage but also plays an important role in maintaining and strengthening social cohesion in the midst of contemporary social dynamics.

References

Abdullah, I. (2002). Simbol, Makna dan Pandangan Hidup Jawa: Analisis Gunungan pada Upacara Garebeg. Yogyakarta: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Afriansyah, A., & Sukmayadi, T. (2022). Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Laut dalam Meningkatkan Semangat Gotong Royong Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 38–54.

Alfaris, M. R. (2025). Nyadran Tradition Procession : A Cultural Study at the Tomb of Sheikh Maulana Abdurrahman in Demak. Journal of Noesantara Islamic Studies, 1(October 2024), 294–302.

Ambarita, J., Siahaya, A., & Sari, U. P. (2024). Tradition and Sprituality : Cultural Symbolism of Papuan Bakar Batu and Korean Chuseok. Jurnal SMaRT, 10(Durkheim 2016), 216–229.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications Inc.

Erlanda, Y. (2023). Dinamika Tradisi Tegal Deso dalam Kerangka Sistem Sosial Budaya Indonesia di Desa Made Kec . Sambikerep Kota Surabaya. Jurnal Media Administrasi, 8(2), 43–52.

Fardani, M. A., & Riswari, L. A. (2024). Makna Sesaji Sedekah Bumi di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi. Jurnal Artefak, 11(1), 27–48.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Hamda. (2025). Studi Kasus : Di Desa Sidomekar Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Semboro. SKRIPSI.

Hernowo, A., Hendriks, A., Hutagalung, S., & Ferinia, R. (2022). Akulturasi Nilai Adiluhung " Urip Iku Urup " dan Matius 5 : 16 Bagi Masyarakat Agama yang Kultural. Jurnal Studi Agama-agama, 18(01), 1–18.

Hidayah, N. A., Sudrajat, C. F., Salma, V., Azrina, C. N., Ardiyanti, S. M., Yuniawan, T., & Neina, Q. A. (2023). Makna Budaya Sedekah Laut Tayu Dan Juwana Di Kabupaten Pati : Kajian Etnografi. Jurnal Basataka, 6(2), 494–499.

Isnaini, P. &. (2025). Instrumen dan Pengumpulan Data dalam Meningkatkan Kualitas Data pada Penelitian Pendidikan. AN NAHDLIYYAH, 4(1), 35–47.

Masduki, D. A. (2024). Tradisi Surak Iyo sebagai Peringatan Pasca Idul Fitri di Dusun Randuboyo Desa Randuagung Kebomas Gresik. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI), 1, 348–354.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications Inc.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muammar, A. (2024). Pemikiran Politik Amien Rais : Strategi Politik Adiluhung Bagi Negara Demokrasi. Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, (2).

Nashru’uddin, A. (2022). Rekonstruksi Makna Simbolis dalam Tradisi Jolenan di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo (Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur). Jurnal Aqidah Islam, 2(2).

Nurlela, R. &. (2023). Maddoa: Tradisi Pesta Panen Masyarakat Di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science, 7(September), 75–83.

Nurrohman, R., Putri, F. A. I., & Putri, W. N. S. (2024). Perubahan Pola Perilaku Sosial Masyarakat Kampung Adat Kuta terhadap Era Modernisasi. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(2), 129–142.

Putri, B., Mustika, K., Mataram, U., & District, L. (2025). TRADISI BEGIBUNG : MODAL SOSIAL DALAM MEMPERKUAT SOLIDARITAS MASYARAKAT SASAK DI KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK. Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan, 9, 93–104. https://doi.org/10.29408/sosedu.v9i1.32997

Raharjo, M. A., Aderus, A., Harun, H., Islam, U., & Alauddin, N. (2025). Kebebasan Manusia dalam Berkehendak dan Berbuat : Analisis Persoalan Klasik dalam Konteks Kehidupan Berbangsa di Indonesia. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 3, 203–215.

Rahman, A. (2025). Tradisi Pesta Panen Masyarakat Petani di Desa Samaenre Kabupaten Pinrang. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1), 25–33. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i1.4820

Ramadhani & Hasaruddin. (2024). Jurnal Sosialisasi Tradisi Pesta Panen ( Mappadendang ) di Desa Samaenre Kabupaten Pinrang Jurnal Sosialisasi. 11, 113–118.

Ramiyati, R., Aricindy, A., & Astuti, T. (2026). Makna Simbolik Tradisi Manganan sebagai Wujud Syukur dan Identitas Budaya Masyarakat. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 1(4), 545–556.

Saputra, R., Hasanah, N., & Azis, M. (2024). Besaung : Jurnal Seni , Desain dan Budaya Peran Seni Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Besaung Jurnal Seni , Desain dan Budaya. Besaung: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 183–195.

Sari, H. P., & Haryanti, Y. (2024). Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Makna Simbolik dalam Upacara Adat Sedekah Bumi Desa Pelem Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Abstrak Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 5(1), 974–982.

Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suwardin. (2022). NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KEGIATANKEAGAMAAN MASYARAKAT. Jurnal Pemikiran Islam, 8(1).

Wulandari, T., Hamid, A., & Hasan, H. R. (2025). Kontribusi Tradisi Ogoh-Ogoh Terhadap Nilai Sosial Masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. 7(2), 242–252.

Yunus, R., Adhani, Y., Pangalila, T., Cuga, C., & Noe, W. (2024). Tradisi dan modernitas: Tantangan masyarakat Bajo di Torosiaje dalam pelestarian budaya. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(2), 368–380.

Zahro, M. M., Hendriani, D., Studi, P., Ilmu, T., Sosial, P., Tarbiyah, F., & Ilmu, D. (2025). Plontang Pada Peringatan Hari Jadi Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Jurnal Ilmu Sosial, 9(5), 1–9.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Margaretha Rizky Christiana, & Kuncoro Bayu Prasetyo. (2026). Makna Simbolik Tradisi Jolen Sebagai Pandangan Hidup Adiluhung Masyarakat Desa Somongari Kabupaten Purworejo. SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat Dan Pendidikan, 9(2), 166–184. https://doi.org/10.29408/sosedu.v9i2.34293