Pemanfaatan Sampah Pasar Sebagai Media Budidaya Cacing Tanah Eisenia Fetida Untuk Meningkatkan Kokon dan Biomassa

Mashur Mashur

Abstract


Market waste management is still a problem that cannot be solved until now. One effort that can be done is to utilize market organic waste as a media for cultivating earthworms Eisenia fetida. To find out the influence of the use of market waste as a cultivation medium to increase cocoon and biomass production, a research was carried out using a Completely Randomized Design with five treatments with three replications. Research findings show that market waste utilization has a significant effect (P <0.05) on cocoon and biomass production. The 50% mixture (market waste + cattle feces) is the best medium in producing the most cocoon 207.7 grains/nest box while the 50% mixture (market waste + horse feces) is the best mediumĀ  in producing the most biomass of 1,362 animals weighing 47.9 grams/nest box. The conclusion is that market organic waste used as the best medium to increase the production of Einesia foetida cocoon and biomass when mixed with cow and horse feces.


Keywords


biomass, cocoon, Eisenia fetida, market organic waste

Full Text:

PDF

References


Catalan, G.I. (1981). Eathworm a new recource of protein. Philippines: Philippine Earthworm Centre.

Febrita, E., & Darmadi, S. E. (2015). Pertumbuhan cacing tanah (Lumbricus rubellus) dengan pemberian pakan buatan untuk mendukung proses pembelajaran pada konsep pertumbuhan dan perkembangan invertebrata. Jurnal Biogenesis, 11(2), 169-176.

Fosgate, O. T., & Babb, M. R. (1972). Biodegradation of animal waste by Lumbricus terrestris. Journal of Dairy Science, 55(6), 870-872.

Gaddie, R. E., & Douglas, D. E. (1977). Earthworm for ecology and profit: volume 1, Scientific Earthworm Farming.

Hanafiah, K. A. (2011). Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Palembang: Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Haukka, J. K. (1987). Growth and survival of Eisenia fetida (Sav.)(Oligochaeta: Lumbricidae) in relation to temperature, moisture and presence of Enchytraeus albidus (Henle)(Enchytraeidae). Biology and Fertility of Soils, 3(1-2), 99-102.

Masrurotun, Suminto & Hutabarat, J. (2014). Pengaruh penambahan kotoran ayam, silase ikan rucah dan tepung tapioka dalam media kultur terhadap biomassa, populasi dan kandungan nutrisi cacing sutera (Tubifex sp.). Journal of Aquaculture Management and Technology, 3(4), 151-157.

Mashur, M., Djajakirana, G., Muladno, M., & Sihombing, D. T. (2001). Kajian perbaikan teknologi budidaya cacing tanah Eisenia foetida Savigny untuk meningkatkan produksi biomassa dan kualitas eksmecat dengan memanfaatkan limbah organik sebagai media. Media Peternakan, 24(1), 28-38.

Mashur. (2018). Media terbaik pada budidaya cacing tanah Eisenia foetida savigny untuk menghasilkan kokon terbanyak. Artikel penelitian Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Tenggara Barat. Telah disubmit ke Media Peternakan Journal of Animal Sciece and Technology, IPB Bogor tanggal 22 Maret 2020.

Najamuddin, A. (2019). Produksi sampah di Nusa Tenggara Barat capai 3.388 ton per hari. Diakses Ahad 23 Februari 2020 dari Gatra.com. 26 April 2019.

Pangestika, D. S., Nurwidodo, & Chamisijatin, L. (2016). Pengaruh pemberian pakan limbah baglog jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) dan kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi kokon cacing tanah (Lumbricus Rubellus) sebagai sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(2), 168-180.

Putra, S. E., Johan, I., & Hasby, M. (2018). Pengaruh pencampuran kotoran ternak sebagai media kultur terhadap pertambahan populasi cacing tanah (Lumbricus Rubellus). Jurnal Dinamika Pertanian, 34(1), 75-80.

Roslim, D. I., Nastiti, D. S. & Herman. (2013). Karakter morfologi dan pertumbuhan tiga jenis cacing tanah lokal Pekan Baru pada dua macam media pertumbuhan. Jurnal Biosantifika, 5(1), 1-9.

Salim, M & Agustina, S. (2018). Partisipasi kelompok tani dalam usaha konservasi tanah di Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 2(1): 46-53.

Syawkoni, M., I. (2016). Pemanfaatan sampah organik pasar sebagai campuran pakan untuk meningkatkan pertumbuhan cacing tanah (Lumbricus rubellus). Tesis, tidak dipublikasikan. Malang: Universitas Brawijaya.

Steel, R.G.D & J.H. Torrie. (1991). Prinsip dan prosedur statistika. Alih bahasa: Bambang Sumantri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suharjo, B. (2010). SPSS 7.5 for Windows 8. Laboratorium Komputasi Jurusan Matematika FMIPA. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Simandjuntak, A.K. & D. Waluyo. (1982). Cacing tanah, budidaya dan pemanfaatannya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Waluyo, D., T.S. Prawasti & N. Hidayat. (2011). Pemanfaatan kotoran kambing, sapi dan ayam untuk budidaya cacing tanah, serta koleksi dan identifikasi cacing tanah di daerah Bogor dan Sukabumi. Bogor: Lembaga Penelitian IPB.

Widiyanti, B. L., Purnama, S., Sutomo, A. H., & Setiadi, S. (2017). Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi lingkungan di Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 1(1), 24-34.

Yitnosumarto, S. (1993). Perancangan percobaan analisis dan interprestasinya. Yogyakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2020 Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

VISITORS