Efektivitas Koagulasi-Flokulasi Menggunakan Aluminium Sulfat dan Flokulan untuk Menurunkan Kekeruhan Air Pandanduri
DOI:
https://doi.org/10.29408/jtl.v4i1.33258Keywords:
RAW WATER, FLOCCULATION, TURBIDITY, COAGULATION, ALUM, POLYMERAbstract
Kondisi air hasil olahan pada unit reservoir IPA IKK Pandanduri berdasarkan analisis fisik pada 24 Juni 2024 menunjukkan bahwa kualitas air belum memenuhi standar baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023, dengan turbiditas 332 NTU, pH 7,7, dan TDS 324 mg/L. Selama ini penginjeksian koagulan berupa tawas dilakukan dengan perkiraan sekitar 150 kg/hari tanpa uji laboratorium, sehingga efektivitas dosis belum optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis koagulan dan flokulan yang efektif dalam menurunkan kekeruhan air baku menggunakan metode Jar Test dengan acuan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Eksperimen dilakukan dengan variasi dosis tawas dan polimer dengan parameter uji utama adalah turbiditas, yang selanjutnya dibandingkan dengan standar Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tawas dan polimer mampu menurunkan kekeruhan secara signifikan. Sebagian besar hasil uji menunjukkan kekeruhan akhir < 5 NTU, sehingga memenuhi baku mutu air minum. Dengan demikian, proses koagulasi-flokulasi menggunakan aluminium sulfat dengan kombinasi polimer terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas air baku sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023 secara signifikan, dengan efisiensi penurunan kekeruhan mencapai 99,28% pada sesi III. Hasil optimum diperoleh pada sesi VI dengan efisiensi sebesar 99,56%.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

