The Effect Of Alum Fixation In Mango Leaf Extract On The Level Of Color Fastness In Colors
PENGARUH FIKSASI TAWAS PADA EKSTRAK DAUN MANGGA TERHADAP TINGKAT KETAHANAN WARNA PADA KAIN MORI
DOI:
https://doi.org/10.29408/jtl.v4i1.33291Keywords:
fiksasi tawas, daun mangga, pewarna alami, kain moriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tawas sebagai bahan fiksator terhadap tingkat ketahanan warna pada kain mori yang diwarnai menggunakan ekstrak daun mangga (Mangifera indica). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pelestarian teknik pewarnaan alami yang digunakan dalam pembuatan kain tenun Pringgasela serta kebutuhan akan alternatif pewarna yang ramah lingkungan sebagai pengganti pewarna sintetis yang dapat mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini, kain mori digunakan sebagai bahan uji karena memiliki karakteristik serat kapas yang serupa dengan kain tenun Pringgasela, sehingga dapat merepresentasikan perilaku penyerapan warna alami pada kain tenun berbahan kapas. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi konsentrasi tawas, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi tawas berpengaruh terhadap intensitas dan ketahanan warna yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi tawas, warna yang dihasilkan semakin pekat dan stabil. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah ion aluminium (Al³⁺) yang memperkuat ikatan antara molekul zat warna alami dan serat kain. Dengan demikian, tawas terbukti efektif sebagai bahan fiksator dalam meningkatkan ketahanan warna pada pewarnaan alami berbasis ekstrak daun mangga, yang berpotensi diterapkan pada proses pewarnaan kain tenun Pringgasela.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

