The Effect Of Liquid Organic Fertilizer From Tempeh Industry Wastewater On The Growth Of Pakcoy (Brassica rapa L.) And Green Mustard (Brassica juncea L.)
DOI:
https://doi.org/10.29408/jtl.v4i1.33426Keywords:
Liquid Organic , Tempeh Waste, Pakchoy, Green Mustard Greens, Plant Growth.Abstract
Limbah cair dari industri tempe berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan, meskipun limbah ini mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi POC dari limbah cair industri tempe terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) dan sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan tiga perlakuan: P0 (tanpa POC), P1 (POC 10%), dan P2 (POC 20%), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) pada 15, 25, dan 35 hari setelah tanam (DAP). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah diikuti dengan uji LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Pupuk Organik (POC) secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun pada kedua jenis sawi hijau. Perlakuan P2 (20%) menghasilkan hasil terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 31 cm untuk pokchoy dan 30 cm untuk sawi hijau, dan masing-masing 17 dan 18 daun, pada 35 hari setelah tanam (DAP). Kandungan nutrisi dan senyawa organik hasil fermentasi dalam POC dari limbah cair tempe telah terbukti meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa POC dari limbah cair industri tempe dengan konsentrasi 20% merupakan dosis optimal untuk secara signifikan meningkatkan pertumbuhan pokchoy dan sawi hijau.
Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Limbah Tempe, Pakchoy, Sawi Hijau, Pertumbuhan Tanaman.
Pengaruh Pupuk Organik Cair dari Limbah Industri Tempe terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) dan Sawi Hijau (Brassica juncea L.)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

