Analisis Spasial Penentuan Lokasi Sekolah Baru SMA/SMK Sederajat (Studi Kasus: Kota Cilegon)

Authors

  • Rofiatul Ainiyah Universitas Indonesia
  • Adi Wibowo Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29408/geodika.v7i2.15895

Keywords:

analisis spasial, penentuan lokasi sekolah, sistem informasi geografis

Abstract

Memperoleh pendidikan merupakan hak setiap anak Indonesia, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan fasilitas yang layak agar setiap anak Indonesia mendapatkan pendidikan dengan layak. Dalam melakukan pembangunan suatu sekolah terdapat kriteria yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan yang ada yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007. Kriteria pendirian sekolah salah satunya yaitu jarak antar sekolah minimal 3 km. Analisis yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan analisis spasial yang dilakukan diperoleh bahwa hanya satu SMA yang berada di radius lebih dari 3 km dari sekolah lainnya, sedangkan 24 sekolah lainnya memiliki jarak kurang dari 3 km. Perkembangan kota Cilegon berpusat di tenggara, sehingga perkembangan urban area dan juga sekolah juga berpusat di area tersebut. Kesesuaian lokasi untuk menentukan lokasi pembangunan sekolah baru menggunakan metode weighted overlay dengan menggunakan parameter jarak antar sekolah, sempadan sungai sebagai constraint, serta kemiringan tanah. Lokasi yang sesuai untuk pembangunan sekolah baru adalah di sebelah barat daya Kota Cilegon dengan luas total 4,4 km2 dan merupakan tutupan lahan sawah serta ladang.

Author Biographies

Rofiatul Ainiyah, Universitas Indonesia

Geografi

Adi Wibowo, Universitas Indonesia

Geografi

References

Ahmad, M. B. A., Bahiah, B., Rasib, A. W., & Saifullizan, M. B. (2021). GIS and Multi-criteria Analysis for School Site Selection (Study Case: Malacca Historical City). International Journal of Integrated Engineering, 13(4), 234-241.

Anasiru, R. H. (2016). Analisis spasial dalam klasifikasi lahan kritis di kawasan Sub-DAS Langge Gorontalo. Informatika Pertanian, 25(2), 261-272.

Arumugam, T., Kinattinkara, S., Velusamy, S., Shanmugamoorthy, M., & Murugan, S. (2023). GIS based landslide susceptibility mapping and assessment using weighted overlay method in Wayanad: A part of Western Ghats, Kerala. Urban Climate, 49, 101508.

BPS. (2015). Letak Geografis Kota Cilegon. Https://Cilegonkota.Bps.Go.Id/.

Djuraini, F., Hendra, H., & Eraku, S. S. (2022). Analisis Kesesuaian Lokasi Sarana Pendidikan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Sekolah Menengah Atas Se-Kota Gorontalo). Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi, 1(2), 72-80.

Hernadewita. (2002). Pengaruh Penataan Ruang Terhadap Kualitas Hidup (Studi Kasus Kota Cilegon). Tesis, Universitas Indonesia.

Hidayati, U. K. (2019). Faktor-Faktor Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah pada Jenjang Sekolah Menengah (SMA/SMK/MA) di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Swara Bhumi E-Journal Pendidikan Geografi FIS Unesa, 2(1), 107-115.

Khusnawati, N. A., & Kusuma, A. P. (2020). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Potensi Wilayah Peternakan Menggunakan Weighted Overlay. Jurnal Mnemonic, 3(2), 21-29.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, (2015). www.djpp.depkumham.go.id

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2008 Tentang Wajib Belajar, (2008).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007. (2007). Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Sanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).

Pratiwi, S. F., Supriatna, S., & Manessa, M. D. M. (2021). Kerentanan Wilayah Terhadap Covid-19 di Kota Pariaman. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 5(2), 269-278.

Prawira, S. A., & Pranitasari, D. (2020). Pengaruh Aksesibilitas, Inovasi dan Kualitas Pelayanan Fasilitas Publik Terhadap Kepuasan Penumpang Disabilitas di Kereta Rel Listrik Jakarta. Skripsi, STIE Indonesia, Jakarta.

Renaldo, M. (2017). Redesain Cilegon Supermall Sebagai Citra Kota Baja. Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh November.

Soetrisnaadisendjaja, D., & Sari, N. (2019). Fenomena Anak Putus Sekolah di Kawasan Industri Kota Cilegon. Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika, 5(2), 89-106.

Sukaarta, I. W., Sompie, B. F., & Tarore, H. (2012). Analisis Resiko Proyek Pembangunan Dermaga Study Kasus Dermaga Pehe di Kecamatan Siau Barat Kabupaten Kepulauan Sitaro. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 2(4), 257–266.

Susandi, D. (2020). Sistem Informasi Geografis untuk Analisa Spasial Potensi Lembaga Pendidikan Keterampilan. JSiI (Jurnal Sistem Informasi), 7(2), 123-131.

Timor, N. Q. (2019). Evaluasi Lokasi Sekolah Menengah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Berdasarkan Permendiknas No 24 Tahun 2007 Dan No 40 Tahun 2008 (Studi Kasus: Kota Malang, Jawa Timur). Skripsi, ITN Malang.

Topuz, M., & Deniz, M. (2023). Application of GIS and AHP for land use suitability analysis: case of Demirci district (Turkey). Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 1-15.

Wibowo, A., & Semedi, J. M. (2011). Model Spasial dengan SMCE untuk Kesesuaian Kawasan Industri (Studi Kasus di Kota Serang). Globe, 13(1), 50–59.

Downloads

Published

2023-12-30