Ketahanan Masyarakat Perkotaan Menghadapi Banjir Studi Kasus Kelurahan Ulujami Jakarta Selatan
DOI:
https://doi.org/10.29408/geodika.v10i1.33750Keywords:
ketahanan masyarakat, banjir perkotaan, modal manusia, modal finansial, modal sosialAbstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di kawasan perkotaan dan menimbulkan dampak multidimensi terhadap kehidupan masyarakat. Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan, curah hujan tinggi, kepadatan permukiman, dan keterbatasan kapasitas drainase. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami terhadap banjir berdasarkan perspektif modal manusia, modal finansial, dan modal sosial, serta 2) menganalisis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir dari aspek sosial ekonomi dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada masyarakat pada tingkat RT/RW, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang didukung oleh modal manusia dan modal sosial yang relatif kuat, terutama pada aspek pengetahuan dasar banjir, kondisi kesehatan keluarga, solidaritas antarwarga, dan akses informasi kebencanaan. Namun demikian, modal finansial masih tergolong rendah, ditandai oleh keterbatasan pendapatan, minimnya kepemilikan dana darurat, dan ketergantungan pada satu sumber penghasilan; 2) dari aspek rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan sosial ekonomi pasca banjir telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dengan upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kelembagaan.
References
Al-Maruf, A., Jenkins, J. C., Bernzen, A., & Braun, B. (2023). Human capital as a turnkey resource in resilience to cyclones and storm surges: Empirical evidence from coastal Bangladesh. Marine Pollution Bulletin, 197, 115721.
Alyudin, D. R., Manessa, M. D. M., Purwaningsih, Y., & Yuningsih, Y. (2024). Analisis Spasial Kerawanan Banjir Menggunakan Metode Spatial Multi Criteria Analysis di Desa Ciputri Jawa Barat. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 8(2), 210-221. https://doi.org/10.29408/geodika.v8i2.27097
Baharuddin. (2025). Social Capital and Community Resilience to Tidal Flooding: A Sociological Study in the Coastal Area of Pontianak City. Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business, 7(3), 1908–1916.
Ghifari, M. F., Rusba, K., & Ramdan, M. (2024). Kebijakan Penanggulangan Bencana Banjir dan Kebakaran di Kota Balikpapan. IDENTIFIKASI: Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan, 10(1), 156-160.
Khomariah, L., & Susilowati, T. (2024). Hubungan Pengalaman Bencana Sebelumnya dengan Mitigasi Bencana Banjir di Kelurahan Pucangsawit. Indonesian Journal of Public Health, 2(4), 746-756.
Koem, S., Jaya Lahay, R., K Nasib, S., & Ismail, M. (2021). Best Practice Berbasis Komunitas dalam Mewujudkan Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(5), 1255–1263. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i5.7259
Kurnia, I. A., & Pandjaitan, N. K. (2021). Peranan Modal Sosial dalam Resiliensi Komunitas Rawan Bencana Tsunami (Kasus: Dusun Suka Dame, Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 5(1), 2020–2085. https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i1.769
Muhammad, M. M., & Rachman, V. S. (2025). Model Efektifitas Keuangan Dana Darurat dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Warga Desa Ciherang Pasca Bencana Alam Gempa Cianjur. AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 7(1), 19–32. https://doi.org/10.36407/akurasi.v7i1.1475
Munawarah, R., & Maulidian, M. O. R. (2022). Mitigasi Bencana Banjir di Desa Teluk Halban Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Pendidikan Geosfer, 7(1), 85-94. https://doi.org/10.24815/jpg.v7i1.23700
Rahman, F. A., & Achadi, H. (2023). Pembentukan Kecamatan Pesanggrahan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana di Kota Jakarta Selatan. Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI, 1(1), 13-26.
Rakuasa, H., Wahab, W. A., Kamiludin, K., Jaelani, A., Ramdhani, R., & Rinaldi, M. (2023). Pemetaan Genangan Banjir di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan oleh Unit Pengelola, Penyelidikan, Pengukuran dan Pengujian (UP4) Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 288-295.
Rasyid, S. J., & Suhaeb, F. W. (2023). Resiliensi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir. TEBAR SCIENCE: Jurnal Kajian Sosial dan Budaya, 7(3), 103-111.
Risna, A., Esariti, L., & Rahdriawan, M. (2024). Tingkat Aset Penghidupan Rumah Tangga Terdampak Banjir Rob di Bandengan, Pekalongan. Jurnal Pengembangan Kota, 12(1), 96–108. https://doi.org/10.14710/jpk.12.1.96-108
Sukamto, E. (2023). Mangenal Manajemen Bencana. MNJ (Mahakam Nursing Journal), 3(1), 34-42.
Taryana, A., El Mahmudi, M. R., & Bekti, H. (2022). Analisis Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Jakarta. JANE-Jurnal Administrasi Negara, 13(2), 302-311.
Zhao, G., Hui, X., Zhao, F., Feng, L., Lu, Y., & Zhang, Y. (2024). How Does Social Capital Facilitate Community Disaster Resilience? A Systematic Review. Frontiers in Environmental Science, 12(January), 1–16. https://doi.org/10.3389/fenvs.2024.1496813.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zelda Palin Ma'dika, Fitri Wulandari, Muhammad Saddam Iqbal Saputra, Salsabila Azzahra, Fathin Aulia Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





