Analisis Regresi Spasial: Pengaruh Luas Lahan Sawah dan Jumlah Petani Terhadap Produksi Pangan di Kabupaten Bogor
DOI:
https://doi.org/10.29408/geodika.v10i2.34195Keywords:
urbanisasi, alih fungsi lahan, tenaga kerja pertanian, ketahanan pangan, regresi spasialAbstract
Sebagai bagian dari Jabodetabek, Kabupaten Bogor mengalami urbanisasi yang memberikan tekanan ganda terhadap ketahanan pangan melalui ekspansi perkotaan yang menyebabkan alih fungsi lahan pertanian. Kondisi ini menyebabkan menurunnya jumlah tenaga kerja pertanian yang menjadi aktor kunci dalam keberlanjutan produksi pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah dan jumlah petani terhadap produksi pangan di Kabupaten Bogor dalam kaitannya dengan fenomena urbanisasi yang masif di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif deduktif dengan menggunakan regresi spasial pada software Geoda. Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor dengan variabel yaitu produksi padi, luas lahan sawah dan jumlah petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah dan jumlah petani berpengaruh signifikan terhadap produksi pertanian, dengan luas lahan sawah menjadi faktor yang paling dominan. Dari hasil regresi dihasilkan bahwa setiap peningkatan 1 hektare luasan lahan sawah akan meningkatkan produksi padi 12.3074 ton, dan setiap tambahan 1 orang petani akan meningkatan produksi sebesar 1.659 ton.
References
Acharya, R. (2024). Occupational Shift from Agricultural to Non-Agricultural Sectors in Semi Urban Area. Journal of Education and Research, 14(1), 1-95.
Anselin, L. (1988). Spatial Econometrics: Methods and Models. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.
Anselin, L. (2005). Exploring Spatial Data with GeoDa: A Workbook. University of Illinois.
Badan Pusat Statistik. (2023). Jumlah Penduduk menurut Wilayah, Daerah Perkotaan/Perdesaan, dan Jenis Kelamin, 2023. https://sensus.bps.go.id/topik/tabular/sp2022/187/0/0
Badan Pusat Statistik. (2023). Luas panen dan produksi padi di Indonesia 2023 (Angka Sementara). https://www.bps.go.id/
Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Bogor Dalam Angka 2024. https://www.bps.go.id/
Belsley, D. A., Kuh, E., & Welsch, R. E. (1980). Regression Diagnostics: Identifying Influential Data and Sources of Collinearity. New York: Wiley.
Dahlan, M. (2025). Dampak Urbanisasi Terhadap Kualitas Lingkungan di Kota Makassar. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science, 9(1), 17-21.
Demiroğlu İzgi, B. (2024). Quantitative Analysis of Peri-Urbanization: Developing a Peri-Urban Index for Medium-Sized Cities Using the Analytic Hierarchy Process--A Case Study of Yozgat, Turkey. Sustainability, 16(14), 6002.
Elhorst, J. P. (2014). Spatial Econometrics: From Cross-Sectional Data to Spatial Panels. Springer.
Evers, D., Katurić, I., & van der Wouden, R. (2024). Understanding urbanization. In Urbanization in Europe: past developments and pathways to a sustainable future (pp. 1-14). Cham: Springer International Publishing.
Firman, T. (2009). The continuity and change in mega-urbanization in Indonesia: A survey of Jakarta–Bandung Region (JBR) development. Habitat International, 33(4), 327-339.
Foley, J. A., Ramankutty, N., Brauman, K. A., Cassidy, E. S., Gerber, J. S., Johnston, M., ... & Zaks, D. P. (2011). Solutions for a cultivated planet. Nature, 478(7369), 337-342.
Giyarsih, S. R. (2001). Gejala Urban Sprawl Sebagai Pemicu Proses Densifikasi Permukiman Di Daerah Pinggiran Kota (Urban Fringe).
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.
Harahap, F. R. (2013). Dampak urbanisasi bagi perkembangan kota di Indonesia. Jurnal Society, 1(1), 35-45.
Hualou, L. (2006). Rural housing land transition in China: Theory and verification. Acta Geographica Sinica, 61(10), 1093-1100.
Indonesia, UNFPA (2015). Urbanization in Indonesia. Monograph Series: 4.
Kamin, D. A. (2025). Pengaruh Urbanisasi Terhadap Identitas Budaya di Kawasan Perkotaan. Jurnal Sociopolitico, 7(1), 70-74.
Kurniati, S. A., Rahayu, P., & Istanabi, T. (2022). Peri-urbanisasi dan dinamika perkembangan kawasan perkotaan sekunder (studi kasus: Bosukawonosraten). Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, 4(2), 167-180.
Lambin, E. F., & Meyfroidt, P. (2011). Global land use change, economic globalization, and the looming land scarcity. Proceedings of the National Academy of Sciences, 108(9), 3465-3472.
LeSage, J., & Pace, R. K. (2009). Introduction to Spatial Econometrics. Boca Raton: CRC Press.
Makovníková, J., Kološta, S., Flaška, F., & Pálka, B. (2023). Factors influencing the spatial distribution of regulating agro-ecosystem services in agriculture soils: a case study of Slovakia. Agriculture, 13(5), 970.
Our World in Data. (2023). Proportion of population living in urban areas, 2023. https://ourworldindata.org/grapher/share-of-population-urban?time=2023
Pribadi, D. O., & Pauleit, S. (2015). The dynamics of peri-urban agriculture during rapid urbanization of Jabodetabek Metropolitan Area. Land Use Policy, 48, 13-24.
Rey, S. J., & Montouri, B. D. (1999). US regional income convergence: a spatial econometric perspective. Regional studies, 33(2), 143-156.
Roberts, B. (2014). Managing System of Secondary Cities. Belgium: City Alliances https://ourworldindata.org/urbanization
Roring, C., Kawung, G. M., & Wauran, P. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah produksi petani bunga di kota Tomohon. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 19(01), 78-87.
Shaw, B. J., van Vliet, J., & Verburg, P. H. (2020). The Peri-urbanization of Europe: A Systematic Review of a Multifaceted Process. Landscape and Urban Planning, 1961–11.
Shen J, Wang S, Wang Y. (2024). Environmental Inequality in Peri-Urban Areas: A Case Study of Huangpu District, Guangzhou City. Land, 13(5), 703.
Wibowo, B., & Setyawan, A. (2019). Konversi Lahan Pertanian dan Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan di Daerah Perkotaan. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan, 14(2), 89-102.
Wilonoyudho, S., Rijanta, R., Keban, Y. T., & Setiawan, B. (2017). Urbanization and regional imbalances in Indonesia. Indonesian Journal of Geography, 49(2), 125-132.
Winarso, H., Hudalah, D., & Firman, T. (2015). Peri-urban transformation in the Jakarta metropolitan area. Habitat International, 49, 221-229.
Yasin, H., Hakim, A. R., & Warsito, B. (2020). Regresi Spasial (Aplikasi dengan R). Pekalongan: Wade Group.
Yuliati, N, Kusnandar, Sudarto, T., Rahayu, E.S. (2019). Farmers' Intention to Leave the Agricultural Sector in East Java, Indonesia: A Crisis Through Non-Agricultural Job Opportunities Challenges. Journal of Social Sciences Research, 13, 2854-2863.
Zhang, T., Sun, W., Xiao, J., & Yan, G. (2024). The impact of land use change on food security under the background of rapid urbanization-a case study of Xiamen city. Environmental Research Communications, 6(10), 105006.
Ziem, Bonye, S., Yenglier Yiridomoh, G., & Derbile, E. K. (2021). Urban expansion and agricultural land use change in Ghana: Implications for peri-urban farmer household food security in Wa Municipality. International Journal of Urban Sustainable Development, 13(2), 383-399.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dian Nita Pangastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





