Pemetaan Sebaran Daerah Rawan Kekeringan untuk Menentukan Sistem Pertanian di Kabupaten Lombok Tengah

Muhammad Fauzi, Tuti Mutia, Ramli Akhmad, Hasrul Hadi

Abstract


Kekeringan merupakan fenomena yang dapat berdampak terhadap berbagai sektor penting seperti sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, dan sumberdaya air. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran daerah rawan kekeringan di Kabupaten Lombok Tengah, hal ini sebagai upaya menentukan sistem pertanian yang cocok. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumen dan observasi. Data dianalisis dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu dengan teknik tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) daerah yang mengalami kekeringan dengan kategori sangat rawan yaitu Kecamatan Praya Tengah; 2) daerah yang mengalami kekeringan dengan kategori rawan yaitu Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Janapria, Kecamatan Kopang, Kecamatan Batukliang, dan Kecamatan Jonggat; 3) daerah yang mengalami kekeringan dengan kategori sangat tidak rawan yaitu Kecamatan Batukliang Utara, Pringgarata, Praya, Praya Barat Daya, dan Praya Barat; 4) berdasarkan kategori tingkat kerawanan kekeringannya, maka daerah dengan tingkat kekeringan sangat rawan cocok dengan sistem pertanian tegal pekarangan, daerah dengan tingkat kekeringan rawan cocok dengan sistem sawah, dan daerah dengan tingkat kekeringan sangat tidak rawan cocok dengan sistem ladang dan pekarangan.


Keywords


pemetaan, daerah rawan kekeringan, sistem pertanian

Full Text:

PDF

References


Adiningsih, E. S. (2014). Tinjauan Metode Deteksi Parameter Kekeringan Berbasis Data Penginderaan Jauh. In Seminar Nasional Penginderaan Jauh (211-220).

Banjarnahor, N., Hindarto, K. S., & Fahrurrozi, F. (2018). Hubungan Kelerengan dengan Kadar Air Tanah, PH Tanah, dan Penampilan Jeruk Gerga di Kabupaten Lebong. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 20(1), 13-18.

BPS Kabupaten Lombok Tengah. (2018). Lombok Tengah dalam Angka 2018. Praya: BPS.

Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2019). Potensi Investasi Usaha Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hadi, H., Agustina, S., & Subhani, A. (2019). Penguatan Kesiapsiagaan Stakeholder dalam Pengurangan Risiko Bencana Alam Gempabumi. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 3(1), 30-40.

Hasdir, M. (2017). Identifikasi Daerah Rawan Kekeringan Berbasis Data Spasial Penginderaan Jauh di Kabupaten Soppeng. Makasar: Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makasar.

Inopianti, N. (2017). Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh untuk Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Sukabumi. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lakitan, B. (2002). Dasar-Dasar Klimatologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Munir, M. M., Sasmito, B., & Haniah, H. (2015). Analisis Pola Kekeringan Lahan Pertanian di Kabupaten Kendal dengan menggunakan Algoritma Thermal Vegetation Index dari Citra Satelit Modis Terra. Jurnal Geodesi Undip, 4(4), 174-180.

Puspitasari, L. (2017). Analisis Tingkat Rawan Kekekringan Lahan Pertanian Menggunakan Sistem Informasi Geografi di Kabupaten Bantul Tahun 2016. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Saidah, H., Budianto, M. B., & Hanifah, L. (2017). Analisa Indeks dan Sebaran Kekeringan menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Geographical Information System (GIS) Untuk Pulau Lombok. Jurnal Spektran, 5(2), 173-179.

Satriawan, H. (2015). Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Klaten (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Sutanto. (1994). Penginderaan Jauh Jilid 1. Yogyakarta: UGM Press.

Trisasongko, B. H., Panuju, D. R., Shiddiq, D., La Ode, S. I., Sholihah, R. I., & Kusdaryanto, S. (2015). Constraints of VSWI in the Estimation of Drought Extent using Landsat data: A case of Tuban, Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 24, 25-28.

Widodo, W. D. (2014). Sistem Pertanian; Dasar-Dasar Budi Daya Tanaman. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.




DOI: https://doi.org/10.29408/geodika.v5i1.3447

Copyright (c) 2021 Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

VISITORS