Uji Erodibilitas Tanah Berdasarkan Penggunaan Lahan di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.29408/geodika.v10i2.34519Keywords:
erodibilitas, penggunaan lahan, kemiringan lerengAbstract
Permasalahan kehilangan tanah akibat erosi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, erodibilitas tanah menjadi salah satu unsur krusial dalam menentukan daya tahan tanah terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erodibilitas tanah dan keeratan hubungan beberapa sifat tanah yang menentukan besarnya erodibilitas berdasarkan penggunaan lahan di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari. Sampel tanah diambil di tiga penggunaan lahan pada kemiringan 25-35% dan 35-45% yaitu lahan pertanian, semak belukar, dan hutan kemasyarakatan sebanyak 6 titik sampel dengan total 24 sampel tanah yang dilakukan dengan metode Purposive Sampling pada kedalaman 0–20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat erodibilitas kebun campuran sebesar 0,26 di kemiringan 25-35% dan 0,27 di kemiringan 35-45%, semak belukar dengan nilai 0,21 di kemiringan 25-35% dan 0,18 di kemiringan 35 45%, hutan kemasyarakatan dengan nilai 0,10 di kemiringan 25-35% dan 0,05 di kemiringan 35-45%. Hubungan korelasi bahan organik tanah dengan erodibilitas 0,9821, selanjutnya hubungan dengan nilai ukuran butir tanah 0,9687, kemudian hubungannya dengan struktur tanah 0,7670, dan hubungannya dengan permeabilitas tanah 0,4457.
References
Ardianto, K., & Amri, A. I. (2017). Pengukuran dan Pendugaan Erosi pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Kemiringan Berbeda. Jom Faperta, 4(1), 1–15.
Ashari, A. (2013). Kajian Tingkat Erodibilitas Beberapa Jenis Tanah di Pegunungan Baturagung Desa Putat dan Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Informasi, 39(1), 15–31.
Damanik, A., Refliaty, R., & Achnopha, Y. (2022). Analisis Kemantapan Agregat Ultisol pada Beberapa Tingkat Kemiringan Lereng dan Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) yang Berbeda. Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian, 4(2), 41–50. Https://Doi.Org/10.22437/Agroecotania.V4i2.20440
Dewi, E., Haryanto, R., & Sudirja, R. (2020). Tipe Penggunaan Lahan dan Potensi Lereng Terhadap Kandungan C-Organik dan Beberapa Sifat Fisik Tanah Inceptisols Jatinangor, Jawa Barat. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 4(1), 49–53.
Djufri, A. N. H., Rombang, J. A., & Tasirin, J. S. (2021). Erodibilitas Tanah pada Kawasan Hutan Lindung Gunung Masarang. Cocos, 4(4), 1–11.
Dwiastuti, S., Maridi, Suwarno, & Puspitasari, D. (2016). Bahan Organik Tanah di Lahan Marjinal dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 748–751.
Edwin, M., Suptrapti, H., Sulistyorini, I. S., & Aliri, A. (2023). Potensi dan Status Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa di Kabupaten Kutai Timur (Studi Kasus Kecamatan Long Masangat, Batu Ampar dan Rantau Pulung). Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(1), 1–13. Https://Doi.Org/10.21776/Ub.Jtsl.2023.010.1.1
Fadhil, M., Monde, A., & Rahman, A. (2013). Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada Hutan dan Lahan Kakao di Desa Sejahtera , Kecamatan Palolo ,. E-J. Agrotekbis, 1(3), 236–243.
Fermana, R., Kusnarta, I. G. M., & Padusung. (2023). Study of Soil Erodibility in Various Agroforestry Systems Based on Elephant Foot Yam (Amorphophallus Oncophyllus) in Bayan District, North Lombok Regency. Jurnal Biologi Tropis, 23(1), 93–100.
Hanifa, H., & Suwardi. (2022). Nilai Erodibilitas Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan dan Tingkat Kemiringan Lahan di Sub Daerah Aliran. Ilmiah Pertanian, 18(2), 160–165.
Isdin, I. A. N., Bustan, & Padusung. (2024). Evaluasi Tingkat Erodibilitas Tanah (K) pada Berbagai Kelerengan di Kebun Campuran Tanaman Tahunan di Desa Malaka Kecamatan Pemenang. Agroteksos, 30(2), 1–11.
Julianto, A., Afriani, L., Iswan, & Putra, A. D. (2021). Pengujian Permeabilitas Tanah yang Dipadatkan dengan Metode Modified Proctor Cubic Permeameter. JRSDD, 9(4), 910–920.
Musakkir, Tjoneng, A., & Syarif, M. (2024). Menentukan Nilai Erodibilitas Tanah (K) Pada Jenis Tanah Di Sub Das Jenelata Determining Soil Erodibility Factor (K) For Soil Types In The Jenelata Sub-Watershed. Agrotekmas, 5(2), 203–213.
Nurmani, U., Monde, A., & Rahman, A. (2016). Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. E-J. Agrotekbis, 4(2), 186–194.
Putra, A., Triyatno, T., Syarief, A., & Hermon, D. (2018). Penilaian Erosi Berdasarkan Metode Usle dan Arahan Konservasi pada Das Air Dingin Bagian Hulu Kota Padang-Sumatera Barat. Jurnal Geografi, 10(1), 1–13. Https://Doi.Org/10.24114/Jg.V10i1.7176
Sarminah, K. S. (2018). Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Mulawarman University Press.
Widayanti, B. H., Yuniarman, A., & Susanti, F. (2018). Faktor Pemilihan Lokasi Bermukim pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat. Journal Of Regional And Rural Development Planning, 2(1), 34–44.
Wischmeier, W. ., & Smith, D. . (1978). Predicting Rainfall Erosion Losses: A Guide To Conservation Planning. In Department Of Agriculture.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Harjiman Tamimi, Padusung, Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





