Pemetaan Transformasi Penggunaan Lahan di Gedebage Tahun 2015-2025: Analisis Penginderaan Jauh

Authors

  • Jajang Ramadhan Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Nazwa Claudia Bilqis Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Raya Bintang Azarya Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Efendi Mahulae Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29408/geodika.v10i3.35040

Keywords:

lahan terbangun, Lansat 8, penginderaan jauh, perubahan tutupan lahan, urbanisasi

Abstract

Kecamatan Gedebage mengalami tekanan urbanisasi dan pembangunan proyek strategis regional yang masif dalam satu dekade terakhir. Fenomena ini memicu transformasi tata ruang dan alih fungsi lahan hijau secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, selama periode sepuluh tahun (2015–2025). Dalam penelitian ini digunakan metode penginderaan jauh terintegrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui metode klasifikasi terbimbing (supervised classification). Hasil analisis spasial menunjukkan terjadinya transformasi tata ruang yang masif akibat tekanan urbanisasi dan realisasi proyek strategis berskala regional. Selama dekade tersebut, luasan lahan hijau mengalami penyusutan sebesar 37,65% (179,66 hektare) dan badan air menurun drastis hingga 69,13% (76,67 hektare). Sebaliknya, kelas permukiman mengalami lonjakan pesat sebesar 56,06% (99,81 hektare), diiringi dengan pembukaan lahan terbuka yang meningkat tajam hingga 80,19% (175,61 hektare) dari kondisi awal. Konversi lahan yang masif ini mengubah fungsi historis kawasan Gedebage dari zona resapan air menjadi area terbangun yang padat sehingga berpotensi memicu peningkatan kerentanan ekologis. Oleh karena itu, temuan ini menegaskan urgensi Pemerintah Kota Bandung untuk mengevaluasi implementasi RDTR guna menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan daya dukung lingkungan berkelanjutan.

References

Agus, K., Kardiyasa, P., Santika, P. A., & Paturusi, S. A. (2026). Desain Infrastruktur Hijau untuk Pengelolaan Air di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus: Kota Denpasar). Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1), 218-227.

Buraerah, A., Rasyidi, E. S., & Sandi, M. (2020). Dampak perubahan penggunaan lahan terhadap degradasi lingkungan perkotaan. Jurnal Geografi, 17(2), 112–121.

Creswell, J. W. (2012). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hamida, I., Rina, S., Kipuw, D. M., & Silaen, C. Y. (2024). Penerapan Water Sensitive Urban Desain (WSUD) Sebagai Perwujudan Konsep Sponge City di Kawasan Perkotaan Ibukota Negara. 4(1), 1-10.

Ismazhenar. (2026). Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 Oli/Tirs di Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Tahun 2015-2025. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 10(1), 35-42.

Isnain, A., Hidayati, I. N., & Nugroho, P. (2018). Analisis citra satelit multitemporal untuk pemodelan perubahan penggunaan lahan menggunakan Cellular Automata-Markov. Jurnal INKOM, 12(1), 42–56.

Kaffah, M. S., & Winarso, H. (2023). Pengembangan Lahan Skala Besar dan Transformasi Sosial-Ekonomi Masyarakat di Sekitarnya: Bukti dari Pengembangan Summarecon Bandung dan Rencana Pengembangan TOD Tegalluar. Tata Loka, 25, 181–203.

Kusuma, A., & Suroso, D. (2021). Dinamika perkembangan spasial Kota Bandung berbasis analisis penggunaan lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 32(1), 45–58.

Lubis. (2023). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Tahun 2015-2021. Media Komunikasi Geografi, 24.

Manakane, S. E., Latue, P. C., & Rakuasa, H. (2023). Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk identifikasi perubahan tutupan lahan di DAS Marikurubu Kota Ternate. TABELA: Jurnal Analisis Wilayah dan Tata Ruang, 3(1), 21–32.

Mulyani, S. (2024). Pengelolaan sumber daya lahan dalam mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan. Jurnal Geografi Terapan, 8(1), 1–15.

Noviar, R. A. (2020). Identifikasi Debit Limpasan Air Permukaan Kawasan Gedebage Sesudah Perubahan Iklim dan Tata Guna Lahan. Faktor Exacta, 13(2), 118–125. https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Faktor_Exacta/article/view/2243

Pratama, R., & Wibowo, H. (2020). Urbanisasi dan konversi lahan di wilayah Bandung Timur. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 12(2), 89–101.

Rahmat, A., & Sejati, A. W. (2024). Pengembangan Lahan Skala Besar dan Transformasi Sosial-Ekonomi Masyarakat di Sekitarnya: Bukti dari Pengembangan Summarecon Bandung. Tataloka, 26(3), 195–207. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/16485

Rahmawati, D., & Hernawan, E. (2022). Kerentanan ekologis kawasan perkotaan akibat alih fungsi lahan di Bandung Timur. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 10(3), 201–214.

Rahmawati, T., & Kameswara, B. (2021). Tekanan permukiman perkotaan terhadap pertanian dalam dinamika penggunaan lahan dengan pendekatan pemodelan spasial (studi kasus: SWK Gedebage). Creative Journal BP2D Jabar, 07, 51–63.

Rama, R., Kurniawan, A., & Putra, D. (2025). Land use transformation in Gedebage District as an impact of urban infrastructure development. Proceedings of the International Student Conference on Earth and Environmental Research (ISCEER 2025), 39–53.

Tarigan, A. K., Sagala, S., Samsura, D. A. A., Fiisabiilillah, D. F., Simarmata, H. A., & Nababan, M. (2016). Bandung City, Indonesia. Cities, 50, 100–110. https://doi.org/10.1016/j.cities.2015.09.005

Zulfikar, M., Hidayat, T., & Santoso, R. (2022). Pemanfaatan citra satelit multitemporal dalam analisis perubahan tutupan lahan perkotaan. Jurnal Geodesi Indonesia, 11(1), 55–67.

Downloads

Published

2026-09-30