Keputusan Bermukim di Kawasan Rawan Banjir Baleendah: Analisis Persepsi Diri, Risiko, dan Preferensi Bermukim
DOI:
https://doi.org/10.29408/geodika.v10i3.35095Keywords:
adaptasi fisik, imobilitas paksa, keputusan bermukim, persepsi risiko, rasionalitas terbatasAbstract
Banjir musiman yang terus menerus terjadi di kawasan permukiman Kecamatan Baleendah kerap direspons dengan keengganan masyarakat untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan di balik fenomena tersebut dengan menganalisis persepsi risiko, bentuk adaptasi fisik, serta faktor sosial ekonomi yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk tetap bermukim di kawasan banjir. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa warga sebenarnya memiliki kesadaran penuh terhadap tingginya ancaman banjir. Namun, rasa takut ini berhasil diredam karena warga merasa mampu beradaptasi, seperti dengan meninggikan lantai rumah dan membangun rumah bertingkat sebagai tempat evakuasi mandiri. Selain itu, alasan utama warga enggan direlokasi adalah kuatnya rasa kekeluargaan antartetangga, serta efisiensi biaya hidup dan kedekatan rumah dengan sumber mata pencaharian. Di sisi lain, ada juga sekelompok warga yang terpaksa bertahan akibat tidak memiliki biaya untuk pindah ke tempat yang lebih aman. Dapat disimpulkan bahwa keputusan warga Kecamatan Baleendah untuk tidak pindah adalah bentuk rasionalitas terbatas, mereka bersedia menoleransi kerugian fisik demi mempertahankan stabilitas sosial dan ekonomi sehari-hari.
References
BNPB. (2021). Empat Kecamatan Warga Kabupaten Bandung Terdampak Banjir. Diakses pada 31 Mei 2026, darihttps://www.bnpb.go.id/index.php/berita/Empat%20Kecamatan%20warga%20Kabupaten%20Bandung%20Terdampak%20Banjir
BPS Kabupaten Bandung. (2023). Kecamatan Baleendah Dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung.
Faisal, M., Saha, M. K., Sattar, M. A., Biswas, A. K. M. A. A., & Hossain, M. A. (2021). Evaluation of climate induced hazards risk for coastal Bangladesh: A participatory approach-based assessment. Natural Hazards, 108(3), 2991–3017.
Fortona, N. (2025). Analisis Faktor Kebertahanan Bermukim Masyarakat di Kawasan Rawan Banjir (Studi Kasus: Kelurahan Pendahara, Kecamatan Tewang Sangalang Garing). Reka Ruang, 8(1), 42–52.
Ikhsan, W. M. N., Darwis, R. S., & Zainuddin, M. (2022). Modal Sosial dalam Pengelolaan Bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 5(1), 48. https://doi.org/10.24198/focus.v5i1.40707
Indrasari, M., & Rudiarto, I. (2020). Kemampuan Kebertahanan Masyarakat pada Permukiman Rawan Banjir di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 8(2), 116–129. https://doi.org/10.14710/jwl.8.2.116-129
Lailissa'adah, & Malem, Z. Z. (2023). Kajian persepsi masyarakat terhadap bencana banjir berdasarkan tingkat kerentanan di Kota Langsa. Jurnal Geografflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi, 8(2), 26–234. https://journals.unihaz.ac.id/index.php/georafflesia
Meldrum, J. R., Brenkert-Smith, H., Champ, P., Gomez, J., Falk, L., & Barth, C. (2019). Interactions between resident risk perceptions and wildfire risk mitigation: Evidence from simultaneous equations modeling. Fire, 2(3), 46.
Pazos, T., Álvarez-Figueiró, P., Cortés-Vázquez, J. A., Jácome, M. A., & Servia, M. J. (2022). Of fears and budgets: Strategies of control in Vespa velutina invasion and lessons for best management practices. Journal of Environmental Management, 311, 114856. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.114856
Pratomo, A., Rustiadi, E., & Pravitasari, A. E. (2021). Penilaian Kerentanan Banjir di Wilayah Peri-Urban: Studi Kasus Kabupaten Bandung. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 13(1), 25–36.
Rafdi, M. A., & Kusumah, D. O. S. (2023). Peran Infrastruktur Jalan dan Drainase dalam Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana Banjir Terkait Konsep Climate Resilient Infrastructure Studi Kasus: Kecamatan Baleendah. Jurnal Darma Agung, 31(1), 402. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v31i1.3020
Rizqiani, A. P., Meisya, R., Khoeriah, S., & Septiadi, M. A. (2025). Persepsi Masyarakat Terhadap Respon Pemerintah Dalam Penanganan Bencana Banjir Di Kecamatan Baleendah. Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota, 2(2), 77–90. https://doi.org/10.33751/jekota.v2i2.108
Sahadah, N. S., & Arif, M. (2024). Analisis Dampak Banjir Terhadap Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Samudera Geografi, 7(1), 39–44.
Seejata, K., Yodying, A., Wongthadam, T., Mahavik, N., & Tantanee, S. (2018). Assessment of flood hazard areas using analytical hierarchy process over the lower Yom Basin, Sukhothai Province. Procedia Engineering, 212, 340–347. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2018.01.044
Spence, A., Leygue, C., Wickes, L., Withers, L., Goulden, M., & Wardman, J. K. (2021). Dumber energy at home please: Perceptions of smart energy technologies are dependent on home, workplace, or policy context in the United Kingdom. Energy Research & Social Science, 72, 101873. https://doi.org/10.1016/j.erss.2020.101873
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wati, S. R., & Kurnia, A. (2019). Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Jurnal Geografi Geodesi, 8(4), 112–125.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Naila Rosdiana, Salma Suci Ramadhani, Deyra Hasya Raihanah, Keisha Sophia Zahra, Shafira Husnaya Zahira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





