Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Risiko Gelombang Tinggi dan Abrasi di Pulau Gusung Kota Bontang

Authors

  • Dian Safana Nur Fadhila Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Najma Nur Mawwadah Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Nurul Azmi Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Dewi Embong Bulan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.29408/geodika.v10i3.35778

Keywords:

adaptasi, gelombang tinggi, abrasi, pesisir, Pulau Gusung

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana gelombang tinggi dan abrasi. Pulau Gusung di Kota Bontang merupakan salah satu wilayah yang terdampak langsung oleh fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi risiko gelombang tinggi dan abrasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menerapkan berbagai strategi adaptasi yang meliputi adaptasi struktural, lingkungan, sosial, dan ekonomi. Adaptasi struktural dilakukan melalui pembangunan rumah panggung, peninggian pondasi, serta pembuatan turap sederhana. Adaptasi lingkungan dilakukan dengan penanaman dan budidaya mangrove sebagai pelindung alami pantai. Adaptasi sosial terlihat melalui kegiatan gotong royong, solidaritas masyarakat, serta pemanfaatan kearifan lokal. Sementara itu, adaptasi ekonomi dilakukan dengan diversifikasi mata pencaharian, penyesuaian waktu melaut, dan pengelolaan pengeluaran rumah tangga. Strategi adaptasi tersebut menunjukkan adanya kemampuan masyarakat dalam bertahan terhadap risiko bencana pesisir, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hal sumber daya, infrastruktur, dan dukungan eksternal.

References

Ariyani, K., Rahmadi, & Anwar, Y. (2024). Strategi adaptasi masyarakat terhadap risiko abrasi pantai di pesisir Kota Balikpapan. Geography Science Education Journal (GEOSEE), 5(2), 22-36.

Ervianto, A., & Hariyanto, B. (2021). Analisis dampak abrasi pantai terhadap lingkungan sosial di kecamatan bancar kabupaten tuban. Swara Bhumi, 1(01), 1-8.

Hasan, D. S. (2022). Kajian Risiko dan Mitigasi Bencana Abrasi di Wilayah Pesisir Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang. Skripsi. Universitas Pasundan.

Ismiyanti, D., & Buchori, I. (2021). Dampak abrasi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Kedung, Jepara. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 17(3), 251-265.

Liawan, D. A., & Haris, M. A. (2021). Dampak Abrasi Pulau Tiban, Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Jurnal Teknik Sipil, 2(1), 37–44.

Maryadi, I. S., & Anwar, Y. (2020). Efektivitas bangunan pemecah gelombang dalam pengendalian abrasi pantai di Kecamatan Biduk-Biduk. Geoedusains, 1(2), 107–119.

Mulyani, H., & Edial, H. (2019). Partisipasi masyarakat dalam menanggulangi abrasi pantai Ulakan di Nagari Manggopoh Palak Gadang Kecamatan Ulakan Tapakis. Jurnal Buana, 3(5), 1101-1113.

Nengsih, N. S. (2020). Penerapan indikator pembangunan berkelanjutan di daerah pesisir dalam keanekaragaman hayati laut untuk mensejahterakan masyarakat. JISIPOL, 1(2), 151–162.

Oktavian, H., Asmirah, A., & Burchanuddin, A. (2021). Tindakan Sosial Masyarakat Dalam Penanggulangan Abrasi Pantai di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 1(2), 88-99.

Palisu, B. J., Fiqri, M. R., & Assidiq, F. M. (2022). Investigasi Bencana Abrasi di Berbagai Wilayah Masyarakat Pesisir di Indonesia. Riset Sains Dan Teknologi Kelautan, 157-161.

Rita, E. B., Lestari, A. D., & Meirany, J. (2024). Karakteristik Gelombang di Perairan Sambas dengan Memanfaatkan Data Angin. JeLAST: Jurnal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, dan Tambang, 11(1), 1-7.

Santoso, D., Yamin, M., & Makhrus, M. (2019). Penyuluhan tentang mitigasi bencana tsunami berbasis hutan mangrove di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2(1).

Susanto, N. A., Paripurno, E. T., & Nugrahajati, R. S. D. (2025). Kemampuan Adaptasi Masyarakat Pesisir Menghadapi Dampak Bahaya Abrasi Akibat Banjir ROB dan Perubahan Iklim (Studi Kasus: Perubahan Desa Bedono Sayung Demak Kurun Waktu Tahun 1990-2020). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 285-303.

Witari, M. R., Saidi, A. W., & Sariasih, K. (2021). Dampak abrasi terhadap lingkungan dan sosial budaya di wilayah pesisir Pantai Pabean, Gianyar. Jurnal Teknik Gradien, 13(1), 27-35.

Zulkarnaen, Y., Febrianto, T., & Apdillah, D. (2022). Pemetaan daerah rawan abrasi di wilayah pesisir Kota Tanjungpinang. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 15(2), 122–135.

Downloads

Published

2026-09-30