Analisis Distribusi Spasial Keseimbangan Ketersediaan dan Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Sumbang

Authors

  • Wardah Anis Zahra Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
  • Esti Sarjanti Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
  • Suwarno Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29408/geodika.v10i3.36125

Keywords:

analisis spasial, aksesibilitas, daya layan

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional harus memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sarana prasarana sekolah harus linear dengan pertumbuhan penduduk disertai aksesibilitas yang mudah. Pertumbuhan permukiman dan penduduk usia sekolah meningkat, namun, kajian yang menganalisis keseimbangan ketersediaan dan kebutuhan Sekolah Dasar di Kecamatan Sumbang masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan aksesibilitas riil, serta tingkat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan fasilitas Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial Network Analysis diintegrasikan dengan daya layan yang berasal dari data sekunder tentang jumlah dan lokasi Sekolah Dasar serta proyeksi laju pertumbuhan penduduk. Hasil penelitian mengungkap distribusi spasial yang bervariasi, wilayah utara dengan permukiman mengikuti koridor jalan menghasilkan aksesibilitas yang tercakup sempurna dalam radius 3 km dari Sekolah Dasar. Desa di wilayah selatan justru sebaliknya, tingkat aksesibilitas sekolah tidak tercakup sempurna terdapat permukiman yang tidak terdistribusi sempurna di Desa Sikapat dan Desa Karangcegak berada di luar radius 3 km. Keseimbangan Sekolah Dasar bervariasi mencakup 6 desa surplus, 10 desa defisit, dan 3 desa kategori seimbang. Solusi ketidakseimbangan ini melalui optimalisasi tata ruang fungsional kelas di area defisit, redistribusi dari zona surplus dan zonasi lintas administrasi untuk area yang tercakup.

References

Ainiyah, R., & Wibowo, A. (2023). Analisis Spasial Penentuan Lokasi Sekolah Baru SMA/SMK Sederajat (Studi Kasus: Kota Cilegon). Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 7(2), 175–185. https://doi.org/10.29408/geodika.v7i2.15895

Alatta, H. J., George, L. E., Behadili, S. F., & Sayyid, B. H. (2023). Geospatial Data Analysis of School Distribution in Baghdad City. Iraqi Journal of Science, 64(12), 6675–6685. https://doi.org/10.24996/ijs.2023.64.12.45

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. (2025). Kecamatan Sumbang Dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. (2026). Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2026. Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas.

Bintarto, R; Surastopo Hadisumarno. (1979). Metode Analisa Geografi / oleh R. Bintarto, Surastopo Hadisumarno. Jakarta: LP3ES.

Cahyani, N. D., & Tridawati, A. (2025). Analisis Spasial Persebaran Sekolah Berdasarkan Keterjangkauan dan Kenyamanan Termal Menggunakan Sistem Informasi Geografi di Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara. Journal of Geodesy and Geomatics, 5(1), 23–34.

Christaller, W. (1966). Central places in southern Germany. Prentice-Hall.

Choirunnisa, I., & Harjanti, I. M. (2021). Penggunaan Sistem Informasi Geografis Dalam Penentuan Kesesuaian Lokasi Sarana Pendidikan Menengah Di Kecamatan Mijen. Jurnal Riptek, 15(2), 46–59. https://doi.org/10.35475/riptek.v15i2.122

Dai, T., Liao, C., Zhao, S., & Carlo, M. (2019). Computers, Environment and Urban Systems Optimizing the spatial assignment of schools through a random mechanism towards equal educational opportunity : A resemblance approach. Computers, Environment and Urban Systems, 76(March), 24–30. https://doi.org/10.1016/j.compenvurbsys.2019.03.003

Fathilda, I. K. (2025). Analisis Spasial Cakupan Pelayanan Sekolah Dasar Berdasarkan Kepadatan dan Jarak di Kabupaten Kudus. Jurnal Ekspos, 3(1), 99-107. https://ejurnal.kuduskab.go.id/index.php/ekspos/article/view/66

Hansen, W. G. (1959). How Accessibility Shapes Land Use. Journal of the American Institute of Planners, 25(2), 73–76. https://doi.org/10.1080/01944365908978307

Hao, J., & Haitiao, M. (2022). Spatial Heterogeneity of Public Service Facilities in the Living Circle and Its Influence on Housing Prices : A Case Study of.

Jiang, J., Wang, Z., Yong, Z., He, J., Yang, Y., & Zhang, Y. (2024). Spatial Distribution and Accessibility Analysis of Primary School Facilities in Mega Cities : A Case Study of Chengdu.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau sederajat. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Jakarta: Kemendikbudristek.

Munawaroh, L., Hikmah, N. ’Izzatul, & Pramulatsih, G. P. (2020). Evaluasi Kecukupan Spasial Dan Proyeksi Kebutuhan Sarana Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Seminar Nasional Official Statistics, 2019(1), 631–639. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2019i1.218

Ramadhana, A. N., & Prakoso, B. S. E. (2018). Analisis Ketersediaan dan Keterjangkauan Fasilitas Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) Dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Kota Metro. Jurnal Bumi Indonesia, 7(3), 165–175.

Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ristanto, K. P., Rindarjono, G., & Noviani, R. (2023). Analisis Persebaran Dan Jangkauan Sekolah Menengah (SMA, MA, SMK) Di Kota Magelang, Jawa Tengah Tahun 2020. Jurnal Geografi, 3(1), 55. https://doi.org/10.20961/gea.v3i1.76181

Salsabilah, I., Arie, F. C., Pusporini, N., & Afrianto, F. (2023). Pemodelan Network Analysis Puskesmas Kota Malang terhadap Keterjangkauan Fasilitas. 12(2), 522–535.

Sui-ni, N. (2023). Peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Menyediakan Pendidikan Dasar Bermutu Untuk Mewujudkan Visi Indonesia 2045. Papernia, 1(1), 16–20. https://doi.org/10.5281/zenodo.7619138

Zangana, D. D., Ibrahim, A. J., Yuan, H., & Amani-Beni, M. (2024). Educational inequality in urban settings: A spatial analysis of school distribution and double-shift system challenges – A case study. Journal of Urban Management, 13(4), 832–849. https://doi.org/10.1016/j.jum.2024.08.004

Downloads

Published

2026-09-30