TRADISI LISAN SEBAGAI SUMBER PRODUKSI NOVEL INDONESIA LOMBOK

Authors

  • Dharma - Satrya HD Universitas Hamzanwadi
  • Eva - Nurmayani Universitas Hamzanwadi
  • Hilmiyatun - Hilmiyatun Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.29408/jls.v1i2.5871

Abstract

This paper discusses the production of Indonesian Lombok novel originated from the oral tradition in three Salman Faris novel. This paper uses the framework of Pierre Bourdieu theory. In the case of Salman Faris’s novel, the production of Indonesia Lombok novel stems from the oral tradition. Salman Faris exist as novelist to raise the issue of Tuan Guru.  In addition, Salman Faris uses the theme and the style of oral tradition or oral literature as textual strategy. Novel becomes new forms in reproduction of oral tradition’s style. 

References

Akbar, S. (2012). Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Tuan Guru karya Salman Faris. Universitas Sebelas Maret.

Alaini, N. N. (2015). Stratifikasi Sosial Masyarakat Sasak dalam Novel Ketika Cinta Tak Mau Pergi karya Nhadira Khalid. Kandai, 11 nomor 1, 110–123.

Badrin. (2013). Potret Perjuangan Tokoh Utama dan Nilai Didik dalam Novel Guru Dane karya Salman Faris serta Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di MA. Universitas Mataram.

Budiwanti, E. (2000). Islam Sasak: Waktu Telu versus Waktu Lima. LKIS.

Carville, C. (2007). Spectral Ethnicity: Writing Race in Victorian ireland. The Irish Review, 37(36), 67–77.

Eckstein, B. (1995). Ethnicity Matters. American Literary History, 7(3), 572–581.

Erkkila, B. (1995). Ethnicity , Literary Theory , and the Grounds of Resistance. American Quarterly, 47(4), 563–594.

Faozan. (2016). Diskursus Tuan Guru dalam Novel Tuan Guru karya Salman Faris.

Faris, S. (2007). Tuan Guru. Genta Press.

Faris, S. (2012). Guru Onyeh, Bertualang di Gumi Paer (B. Stiawan (ed.)). STKIP Hamzanwadi Press.

Faris, S. (2013). Kenari Mentaram. Bappeda Kota Mataram & IAIN Mataram.

Hardiningtyas, P. R. (2015). Manusia dan Budaya Jawa dalam Roman Bumi Manusia: Eksistensialisme Pemikiran Jean Paul Sartre. Aksara, 27(1), 83–98.

Harker, R., Mahar, C., & Wilkers, C. dkk. (2009). (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik; Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu (5th ed.). Jalasutra.

Haryatmoko. (2003). Landasan Teoretis Gerakan Sosial Menurut Bourdieu. Basis, 4–23.

Hidayatullah, M. (2016). Citra Perempuan Sasak dalam Novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma (Kajian Sosiologi Sastra, Gender, Nilai Pendidikan dan Relevansinya dengan pembelajaran Sastra di SMA).

Hobart, M. (1983). Reviewed Work(s): The Spell of the Ancestors an the Power of Mekkah: A Sasak Community in Lombok by Sven Cederroth. Bulletin of the School of Oriental and African Studies, 46(2), 398–399.

Jamaludin. (2011). Sejarah Sosial Islam di Lombok tahun 1740-1935 (Studi Kasus terhadap Tuan Guru). Kementerian Agama.

Kurnia, M. D. (2015). Warna Lokal Melayu pada Novel Ayah Karya Andrea Hirata. Deiksis, 141–163.

Marrison, G. E. (1999). Sasak dan Javanesse Literture of Lombok. KITLV.

Ostendorf, B. (1985). Literary Acculturation : What Makes Ethnic Literature " Ethnic ". Callaloo, 25, 577–586.

Putri, N. Q. H. (2016). Kritik Sosial Suku Dayak Benuaq dalam Novel “Api Awan Asap” karya Korrie Layun Rampan. Bahastra, 35(2), 65–73.

Santoso, J. (2018). Artikulasi Kelas Bawah Jawa dalam Kumpulan Puisi “Para Jendral Marah-Marah” karya Wiji Thukul. Litera, 17(1), 41–58.

Sesnic, J. (2007). From Shadow to Presence: Representation of Ethnicity in Contemporary American Literature. Rodopi.

Soedjijiono. (2009). Menuju Teori Sastra Indonesia: Membangun Teori prosa Fiksi berbasis Novel-Novel Kearifan Lokal. Atavisme, 12(1), 47–63.

Subardini, N. N. (2011). Stratifikasi Masyarakat Bali dalam “Tarian Bumi” dan “Kenang” karya Oka Rusmini. Atavisme, 14(2), 214–227. https://academic.microsoft.com/paper/2606055804/related

Sukmawati, L., Sudardi, B., & Susanto, D. (2017). Perempuan Sasak dalam Novel Sri Rinjani karya Eva Nourma: Kajian Feminisme. Haluan Sastra Budaya, 1(2), 177–190.

Suroso. (2011). Kepriyayian Tokoh dalam Novel Warna LOkal Jawa dan Sumbangannya dalam Pengembangan Karakter Bangsa. Litera, 10(2), 183–191.

Suwignyo, H. (2013). Makna Kearifan Budaya Jawa dalam Puisi Pariksit, Telinga, Dongeng Sebelum Tidur, dan Asmaradana. Bahasa Dan Seni, 41(2), 181–190.

Usup. (2011). Citra Pluralitas Religiousitas Sasak dalam Teks Ta Melak Mangan. Universitas Gadjah Mada.

Wijanarti, T. (2015). Representasi Perempuan Bergelar Nyai dalam Cerita Rakyat Kalimantan Tengah. Aksara, 27(2), 207–215.

Wijaya, H. (2013). Merpati Kembar di Lombok karya Nuriadi (Kajian Sosiologi Sastra, Budaya, Resepsi, dan Nilai Pendidikan). Universitas Sebelas Maret.

Wildan. (2013). Kearifan Lokal Dalam Novel Seulusoh Karya D. Kemalawati. Bahasa Dan Seni, 41(1), 30–39.

Zuhairini, S. (2013). Idealisme Perjuangan Perempuan Sasak dalam Merpati Kembar di Lombok karya Nuriadi dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMAN 1 Kediri Lombok Barat. Universitas Mataram.

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Satrya HD, D. .-., Nurmayani, E. .-., & Hilmiyatun, H. .-. (2022). TRADISI LISAN SEBAGAI SUMBER PRODUKSI NOVEL INDONESIA LOMBOK. Journal of Lombok Studies, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.29408/jls.v1i2.5871