Pengembangan LKPD Berbasis Etnosains pada Materi Hukum Newton untuk Meningkatan Pemahaman Konsep Fisika Siswa

Authors

  • M. Azizurrahman Universitas Hamzanwadi
  • Badrul Wajdi Universitas Hamzanwadi
  • Sapiruddin Universitas Hamzanwadi
  • Khaerus Syahidi Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.29408/kpj.v9i3.36882

Keywords:

LKPD, etnosains, Cidomo, Hukum Newton, Problem Based Learning, pemahaman konsep

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnosains pada materi Hukum Newton untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X MA NWDI Perian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket kepraktisan, dan tes pemahaman konsep. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan berada pada tingkat sangat layak dengan rata-rata nilai dari ahli materi dan ahli media sebesar 87%. Aspek kepraktisan menunjukkan skor rata-rata 88% (kategori sangat praktis), menandakan bahwa LKPD mudah digunakan dalam proses pembelajaran. Sementara itu, hasil uji keefektifan memperlihatkan peningkatan skor rata-rata pemahaman konsep dari 55,28 menjadi 83,30 dengan N-Gain sebesar 0,63 (kategori sedang), yang menunjukkan bahwa LKPD cukup efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa. Integrasi etnosains melalui fenomena Cidomo menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan seharihari peserta didik. Dengan demikian, LKPD Hukum Newton berbasis Etnosains dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar inovatif dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA/MA.

References

Benny, A. P. (2009). Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.

Hake, R. R. (1999). Analyzing Change/Gain Scores. Unpublished Manuscript. Indiana University.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka:

Panduan Implementasi untuk Satuan Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Muliani, E., Susilawati, & Sumarni, L. (2025).

Pengembangan LKPD Fisika Berbasis

Etnosains pada Materi Gelombang Bunyi.

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 14(2), 112–120.

Najwa, F., & Sabariman. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(1), 45–53.

Nupus, F. A., Sudarmin, & Sumarni, W. (2021).

Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 10(2), 88–96.

Oktapianti, R. (2021). Pengembangan E-Modul Fisika Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Fisika, 9(1), 25–32.

Prastowo, A. (2015). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Rahayu, S. (2015). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sains untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep. Jurnal Pendidikan Sains, 3(2), 95–102.

Riduwan. (2016). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Setyo, A. (2020). Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 27(3), 188–197.

Siahaan, D. (2018). Kearifan Lokal sebagai Sumber Nilai Pendidikan Karakter di Sekolah. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 7(1), 67–76.

Sudarmin. (2014). Pendidikan Sains Berbasis Kearifan Lokal. Semarang: UNNES Press.

Suastra, I. W. (2005). Model Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains dan Nilai-Nilai Karakter. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 38(4), 1161–1178

Downloads

Published

2025-12-31