Pengembangan Modul Fisika Berbasis SETS Untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Siti Nurul Fitriani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menyusun modul pembelajaran Fisika berbasis Science Environment Thechnology and Society (SETS), kemudian menguji efektivitas modul terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. penelitian ini merupakan penelitian Educational Reseach and Development. Model pengembangan modul yang digunakan adalah model 4D (four D model). Keempat tahapan tersebut adalah define, design, development dan disseminate.

Modul tersebut disusun dengan muatan berbasis Science Environment Technology and Society (SETS) yang terdiri dari siswa terlibat aktif mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari, siswa dapat memahami konsep setelah melakukan praktikum, siswa mengembangkan hasil karyanya, dan siswa dapat menganalisis hasil eksperimennya. Selain itu, modul juga dilengkapi dengan tahapan SETS yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan bahasa, serta uji coba (terbatas dan  kelompok besar) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada Guru Fisika. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, dan angket disseminate (penyebaran). Modul pembelajaran ini berbasis SETS, dimana tahapan-tahapannya berupa pendahuluan, pembentukan konsep, aplikasi konsep, pemantapan konsep, dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ini layak dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa serta mendapat respon positif dari siswa. penggunaan modul tersebut dapat memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa karena > 75% dapat mencapai lebih dari KKM

Full Text:

PDF

References


Agus, Suprijono. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Akbar. 2012. Perkembangan Teknologi Pembelajaran. Malang: Fakultas Teknik UNM.

Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers.

Alister Jones, et al. 2010. Developing Students’ Futures Thinking in Science Education. Hamilton: Faculty of Education, University of Waikato.

Anna Poedjiadi. 2005. Sains Teknologi Masyarakat Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Baharuddin, Esa Nur Wahyuni. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Bambang Warsito. 2008. Teknologi Pembelajaran; Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Bernadette, Rosario. 2009. Science, Technology, Society, adn Environment (STSE) Approach in Environmental Science for Nonscience Students in a Local Culture. Liceo Journal of Higher Education Research Science and Technology Section, Vol. 6 No. 1 December 2009 ISSN: 2094-1064.

Binadja. 2002b. SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dan Pembelajaran. Semarang: PPS UNNES.

Binadja. 2005. Pendekatan Bervisi SETS. (online) http//www.penulislepas.com.print. diakses tanggal: 20 Januari 2015.

Binadja, Ahmad & Wardhani, Sri. 2006. Peningkatan Kualitas Pembelajarn Kimia SMA Melalui Penerapan KBK Bervisi dan Berpendekatan SETS (Sience, Environment, Technology, Society). Usulan Research Grant Program Hibah A2 Jurusan Kimia, Semarang.

Depdiknas. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kegiatan Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang.

__________. 2008. Penulisan Modul. Jakarta: Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007

Depdiknas RI. 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas RI.

Dewi Rahmawati dan Kusumawati Dwiningsih. (2012). Chemistry Student Worksheet with SETS (Science Environment Technology Society) Oriented to Colloid Topic for RSMABI. Unesa Journal of Chemical Edcation. Vol. 1, No. 1, pp.62-69 Mei 2012, ISSN: 2252-9454.

Dwi Handayani. 2014. Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis SETS dengan Penekanan Berpikir Kritis pada Tema Bahan Kimia pada Makanan. Surakarta: FKIP UNS.

Elina, S. Milah, et al. 2012. Pengembangan Buku Ajar Materi Bioteknologi di Kelas XII SMA IPIEMS Surabaya Berorientasi Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Masyarakat (SETS). BioEdu 1(1). http://ejournal.unesa.id/index.php/bioedu.

Furner, J.P dan Robinson, S. (2004). Using TIMSS to Improve the Undergraduate Preparation of Mathematics Teachers. IUMPST: The Journal Curriculum, Vol. 4.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Hasruddin. 2009. Kontribusi Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknoldgl dalam Pengembangan Kurlkulum. Jurnal Pendidikan Biologi. Vol. 1. No. 1. Medan: Universitas Negeri Medan.

Ipah Budi M., dkk. 2012. Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu bervisi SETS berbasis Edutaiment pada Tema Pencernaan. Journal of Innovative Science Education, JISE 1 (2) (2012.

Judith Bennnett, et al. 2005. Asystematic review of the effects of context-based and Science-Technology-Society (STS) approaches in the teaching of secondary science.Ukraina The Department of Educational Studies University of York, ISBN: 1 85342 617 2.

Kuswati, dkk. 2004. Sains Kimia 1B. Jakarta: Bumi Aksara.

Martin, Michael O. , Mullis, Ina V., dan Chrostowski, Steven J. (2008a). TIMSS 2007:International science report. Chestnut Hill, MA: Boston College.

______________. (2008b). TIMSS 2007: International science report. Chetsnul Hill, MA: Boston College.

Mary Ratcliffe. 2001. Science, Technology and Society in School Science Education: Some key issues inthe development of STS education. School Science Review, March 2001, 82(300).

Morgan W. R. 1995. Critical Thinking What Does That Mean?. Journal of College and Science Teaching, 24 (5), 336-390.

Mustaji. 2008. Pembelajaran Mandiri. Surabaya: Unesa FIP.

Nasser Mansour. 2009. Science technology Society (STS): A New Paradigm in Science Education. Bulletin of Science , Technology and Society, 29(4), 287-297. DOI: 10.1177/0270467609336307.

Nono Sutarno. 2007. Materi Pokok dan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Oemar Hamalik. 1990. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Oroh, Rolly R. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Penggunaan Modul Ajar. Edvokasi, Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Volume 2 Nomor 1, Maret 2011: 1-8.

Ridwan A. S. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Rsc Grande. 2014. Pengertian Ilmu, Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan dan Sains. Diunduh pada tanggal 20 Januari 2015, 23.36 WIB. http://littlebosrsc.blogspot.com/2014/11/pengertian-ilmu-pengetahuan-ilmu.html.

S. Nasution. 1987. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta : Bina Aksara.

Samudra, Gede Bandem, dkk. 2014. Permasalahan-permasalahan yang Dihadapi Siswa SMA di Kota Singaraja dalam Mempelajari Fisika. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 4 (2014).

Sugianto. 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka.

Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedajogja.

Sumaji, dkk. 1998. Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisius.

Suparman, Atwi. 1993.Desain Instruksional, Jakarta: Ditjen Dikti.

Suryaningsih, Nunik Setiyo. 2010. Pengembangan media cetak modul sebagai media pembelajaran mandiri pada mata pelajaran teknologi Informasi dan Komunikasi kelas VII semester 1 di SMPN 4 Jombang. Surabaya: Skripsi yang tidak dipublikasikan.

Takwim, Bagus. 2006. Mengajar Anak Berpikir Kritis. Diakses pada tanggal 20 Januari 2015, www.kompas.com/kesehatan/nems/0605/05/093521.

Jipto, Utomo dan Kees Rujteer. 1991. Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia.

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

Yeremias Jena. 2012. Thomas Kuhn Tentang Perkembangan Sains dan Kritik Larry Laudan. MELINTAS 28.2.2012 [161-181].

Wahab Jufri. 2013. Belajar dan Pembelajaran Sains. Bandung: Pustaka Reka Cipta.

Winkel. 2009. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

Yager, dkk. 1993. The Science, Technology, Society Movement. The National Teachers Association. Washington, DC 20009.

Zeidler, et al. 1992. Fallacies and Student Discourse: Conceptualizing the Role of Critical Thinking in Science Education. Journal of Science Education. 76(4), 437-450.




DOI: https://doi.org/10.29408/kpj.v1i2.594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Kappa Journal



_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________

KAPPA Journal
Program Studi Pendidikan Fisika
FMIPA, Universitas Hamzanwadi
Jln. TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor Selong, Lombok Timur, NTB, 83611, Telp. (0376) 21394, 22953, Fax. (0376) 22953,
Email: [email protected],
Website: http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/kpj

Creative Commons License
Kappa Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


View KAPPA Stats