PEMANFAATAN KESENIAN SAKECO ETNIS SAMAWA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP

Sukiman Sukiman

Abstract


Abstrak

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan sakeco etnis Samawa sebagai sumber materi pembelajaran sastra di SMP. Sakeco dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sastra khususnya di SMP. Kearifan lokal sebagai kekayaan nusantara dapat digunakan untuk sumber belajar di sekolah. Pemanfaatan sumber belajar yang dekat dengan siswa akan membantu guru mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Sumbawa adalah sakeco. Sakeco merupakan bentuk penyampaian puisi lawas yang paling banyak digemari oleh masyarakat Sumbawa.

 

Kata Kunci; sakeco, pembelajaran, sastra

 

Abstract

Writing this article aims to describe the use of Samawa sakeco ethnic as a source of literary learning materials in junior high. Sakeco can be used as a source of literature learning especially in SMP. Local wisdom as a wealth of archipelago can be used for learning resources in schools. The use of learning resources close to the students will help teachers achieve learning objectives. One form of local wisdom in Sumbawa is sakeco. Sakeco is a form of submission of old poetry most popular by the people of Sumbawa.

 

Keywords; sakeco, learning, literature


Keywords


sakeco, pembelajaran, sastra

Full Text:

PDF

References


Al Musafiri, M. Rizqon, Sugeng Utaya, I Koman AStina. 2016. Intengrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Using dalam Pendidikan Karakter Sekolah Menengah Atas.(Online). (http://ap.fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2016/03/19-M.-Rizqon-Al-Musafiri-Sugeng-Utaya-I-Komang-Astina.pdf.2016, diakses 29 Oktober 2016).

Al-Qadri, Fathi. 2010. Lawas dalam Kehidupan Masyarakat Sumbawa. (Online). (http://kemassamawimultiproduction.blogspot.com/2009/05/lawas-dalam-kehidupan-masyarakat.html, diakses 20 Oktober 2016).

Amir, Adreyetti. 2013. Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset

Saleh, Muhammad. 2016. Sastra lisan (lawas) etnis samawa dan muatan nilai keagamaannya. Jurnal Penelitian Keislaman Vol 4, No. 1, hal 120.

Danandjaja, James. 1997. Folklor Indonesia: IlmuGosif, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Holilah, Mina. 2015. (Kearifan Ekologis Budaya Lokal Masyarakat Adat Cigugur sebagi Sumber Belajar IPS). JPIS, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol. 24, No. 2, Edisi Desember 2015. (Online). (http://ejournal.upi.edu/index.php/jpis/article/download/1453/1001, diakses 29 Oktober 2016).

Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah.

Manuaba, Putera. 1999. Budaya Daerah dan Jati Diri Bangsa: Pemberdayaan Cerita Rakyat dalam Memasuki Otonomi Daerah dan Globalisasi. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Th XII, No 4, Oktober 1999, 57-66. (Online). (http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-06-Manuaba.pdf, diakses 20 Oktober 2016).

Sutarno. 2008. Pendidikan Multikultural. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Suyasa,Made.2009. WacanaSeniBalawasdalamMasyarakatSamawa. Disampaikan dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia. Mataram: Tidak diterbitkan.

Teeuw, A. 2015. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Tilaar, HAR. 2002. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wagiran, 2011. Pengembangan Model Pendidikan Kearifan Lokal dalam Mendukung Visi Pembangunan provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta 2020. (online). (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Wagiran,%20S.Pd.,M.Pd.,%20Dr./Pendidikan%20kearifan%20lokal.pdf. Diakses 29 Oktober 2016).




DOI: http://dx.doi.org/10.29408/edc.v12i1.834

Article Metrics

Abstract view : 13 times
PDF - 35 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Educatio is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats