TELAAH WACANA TEKSTUAL PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP

Faizal Arvianto

Abstract


Abstrak

Telaah wacana melihat bahasa dalam teks dan konteks secara bersama-sama dalam suatu komunikasi. Telaah wacana tidak hanya melihat susunan struktur kalimat melainkan juga melihat makna sebagai unsur pentingnya. Oleh karenanya, penafsiran makna tidak hanya dilakukan pada pernyataan dalam teks, tetapi juga dilakukan analisis dari makna yang tersembunyi. Struktur lahir dalam wacana disebut dengan aspek gramatikal, sedangkan struktur batin wacana disebut dengan aspek leksikal. Secara rinci, aspek gramatikal wacana meliputi: pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan perangkaian. Aspek leksikal wacana meliputi: pengulangan, sinonim, kolokasi, hiponim, antonim, dan ekuivalensi. Teks yang menjadi bahan telaah adalah teks cerita pendek dan teks narasi yang ada pada “Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013”. Berdasarkan hasil telaah, terdapat dua bagian dari aspek gramatikal yang sangat mendominasi yaitu pengacuan dan konjungsi. Secara leksikal, penelitian ini menemukan beberapa peranti leksikal yaitu repetisi, sinonim, antonim, kolokasi. Peranti yang paling mendominasi kemunculannya adalah repetisi. Terdapat dua jenis repetisi yang dominan, yaitu repetisi epizeuksis dan anafora. Setelah dua jenis repetisi tersebut, repetisi yang sering muncul adalah repetisi nomina. Selain repetisi, kemunculan aspek leksikal yang kedua adalah kolokasi. Antonim dan sinonim menempati peringkat ketiga frekuensi kemunculannya setelah kolokasi. Masing-masing peranti kohesi wacana ini membentuk satu kesatuan wacana yang utuh dan koheren.

 

Kata kunci: telaah, wacana, buku teks

 

Abstract

Discourse analysis gives attention to the language in the text and context together in a communication. Discourse analysis does not only look at the structure of sentences but also meaning as an important element. Therefore, the interpretation of meaning is not only done in the statement in the text, but also the analysis of the hidden meaning. The surface structure in discourse is called grammatical aspect, while the internal structure is called the lexical aspect. In detail, the grammatical aspects of discourse include: reference, recovery, percolation, and sequence, while the lexical aspects of discourse include: repetition, synonyms, collocation, hyponym, antonyms, and equivalence. The text that became the subject of the analysis was short stories and narrative text in the “Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013. Based on the results of the study, there are two parts of the grammatical aspects that are dominant, namely the reference and the conjunction. Lexically, this research found some lexical devices, they are repetition, synonym, antonym and collocation. The dominant device in emergence is repetition. There are two dominant repetitions, namely epizeuksis and anaphora repetition. After those two types of repetitions, the repetition appears frequently is noun repetition. Besides, the emergence of the second lexical aspect is collocation. Antonym and synonyms are in the third rank in the frequency of emergence after collocation. Each of these discourse cohesion devices forms a unified of whole and coherent discourse.

 

Keywords: analysis, discourse, textbook

Keywords


telaah, wacana, buku teks

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Andriyani, Feni. 2013. Analisis Tekstual dan Kontekstual dalam Novel Traju

Mas Karya Imam Sardjono. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Vol. 03. Hal: 12-18.

Djajasudarma, Fatimah. 1994. Wacana: Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: PT Eresco.

Eriyanto. 2001. Analisis Wacana, Pengantar Analisis Isi Media. Yogyakarta: LKIS.

Halliday, M.A.K., & Ruqaiya Hasan. 1976. Cohesion in English. London: Longman.

Kosasih. 2011. Ketatabahasaan dan Kesusastraan. Bandung: Yrama Widya.

Mulyana. 2005. Kajian Wacana: Teori, Metode dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media : Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, Dan Analisis Framing, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

Sumarlam dkk. 2003. Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Tarigan, H.G. 1993. Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa. Bandung: Angkasa.

Wijana, I Dewa Putu dan Rohmadi, Muhammad. 2011. Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.29408/edc.v12i1.839

Article Metrics

Abstract view : 6 times
PDF - 4 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Educatio is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats