Nilai-Nilai Sejarah Kemaliq Lingsar dan Peranannya Bagi Kehidupan Masyarakat Desa Lingsar Lombok Barat

Zidni Zidni, Suhupawati Suhupawati, B. Fitri Rahmawati, Muhammad Shulhan Hadi

Abstract


Kemaliq Lingsar merupakan tempat yang dianggap suci oleh masyarakat sasak baik yang beragama Islam maupun Hindu. Kemaliq Lingsar merupakan bukti peninggalan sejarah penyebaran agama islam di daerah Lingsar yang berada di komplek Pure Lingsar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang sejarah Kemaliq Lingsar, nilai-nilai yang terdapat pada Kemaliq Lingsar, dan peranan Kemaliq Lingsar bagi kehidupan masyarakat di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, analisis data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemaliq Lingsar merupakan bangunan bersejarah yang berada di dalam komplek pure lingsar. Kemaliq dibangun pada abad ke-15 M oleh Datuk Milir. Kemaliq ini kemudian dipugar oleh Anak Agung Karang Asem Bali tahun 1714 karena berada satu komplek dengan Pura Gaduh yang dibangun sebagai tempat beribadahnya umat Hhindu. Kemaliq lingsar memiliki nilai sosial, nilai agama dan nilai budaya bagi kehidupan masyarakat Lingsar. Selain itu Kemaliq Lingsar memiliki peran dalam agama, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Lingsar.

Keywords


Nilai Sejarah, Kemaliq Lingsar, Masyarakat

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufik. (Editor), (1987), Sejarah dan Masyarakat, Jakarta: Pustaka Pirdaus.

Arikunto, Suharsimi. (2002), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta Rineka Cipta, IKIP.

Bambang, Prasetyo, (2005), Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aflikasi, Jakarta: Raja Grafindo.

Ibrahim, Abdul Syakur. (2006), Metode Penelitian Kualitataif, Malang:

Karda, I Made. (2015). Fenomena Kemaliq Lingsar Analisis Wetu Telu (Kajian) Perspektif Budaya. Media Bina Ilmiah, 9 (2). 23-30

Koentjaraningrat, (1987), Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan, Jakarta: Djambatan.

Moleong, Lexy J, (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Mulyana dan Rakhmat, Jalaluddin (2006), Komunikasi Antar Budaya: Panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya.. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pelly, 1994, Pengantar Sosiologi, Jakarta: Erlangga.

Dewi, Ni Putu Sinta dan Nerawati, N. G. A., & Widiana, I. G. P. G. (2018). Eksistensi Pura Lingsar dalam Dinamika Toleransi Antar Umat Beragama di Nusa Tenggara Barat (Perspektif Filsafat Hindu). Jurnal Penelitian Agama Hindu. 2 (1). 442-430.

Sugiono, (2007). Metode Penelitian Kualitataif, Kuantitatif dan R&B, Bandung: Alfabeta.

Wawancara dengan Bapak Taufik, 10 Juli 2020.

Wawancara dengan Syafiudin, 15 Juli 2020.

Wawancara I Ketut Lingga Bagianta, 12 Juli 2020.




DOI: https://doi.org/10.29408/jhm.v7i2.3660

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan is Indexed by

      

 

View My Stats

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.