Konsep Hidup Pantun Sasak Sebagai Refleksi Nilai- Nilai Budaya Lokal: Analisis Pemanfaatan Sebagai Bahan Ajar Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.29408/edc.v20i3.31683Keywords:
Keywords: Sasak Pantun, as a Reflection of Local Cultural Values, Analysis of Its Use as Teaching MaterialAbstract
This study examines the potential integration of Sasak pantun as character education material at SMPN Satu Atap 1 Terara, East Lombok. Sasak pantun, a form of traditional oral literature, historically functioned as a medium for conveying moral messages and social values in Sasak society. Over time, the use of pantun has significantly declined, especially among the younger generation. As an educational institution situated within a culturally rooted community, the school holds strategic potential to revive the educational function of pantun through formal instruction. This research is grounded in the theories of character education based on local wisdom, cultural transmission, and contextual learning approaches. These frameworks are employed to explore the relationship between the cultural values embedded in Sasak pantun and the goals of character development in students. The study adopts a qualitative approach using the Miles and Huberman interactive analysis model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Triangulation of sources and techniques was applied to ensure data validity. Data were collected through in-depth interviews with teachers, school administrators, and local cultural figures, as well as classroom observations and curriculum document analysis. The findings reveal that Sasak pantun contains values of religiosity, mutual cooperation, humility, and respect—core elements of character education. However, its integration is hindered by the absence of curricular policy, limited teaching resources, and insufficient teacher training. The study concludes that Sasak pantun plays a vital role as both a medium for character education and cultural preservation, and should be prioritized within school-based learning.
References
Briliany, N., Istighna, L. N., Rahmawati, I., & Maranatha, J. R. (2023). Peran Orang Tua Dalam Memperkenalkan Budaya Lokal Bali Kepada Anak Usia Dini Di Era Modern. Research in Early Childhood Education and Parenting, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.17509/recep.v4i1.57408
Fahira, H., Anggraeni Dewi, D., & Saeful Hayat, R. (2023). Peran Pendidikan Sebagai Sarana Pelestarian Budaya Sekitar Bagi Peserta Didik. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(3), 63–72.
Fatimah, N., & Rahmawati, T. (2019). Pelatihan guru dalam penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(3), 213–225. https://doi.org/10.1234/jpk.v24i3.5678
Indah, R., & Wahyuni, L. (2021). Nilai-nilai Karakter dalam Sastra Pantun. Jurnal Sastra dan Karakter, 10(2), 134-142.
Jamaludin, Seken, I. K., & Artini, L. P. (2013). Analisis Bentuk, Fungsi Dan Makna Lelakaq Dalam Acara Sorong Serah Pada Ritual Pernikahan Adat Sasak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 2(1984), 1–12.
Mudarman. (2024). Implentasi Nilai Pendidikan Lelakaq Sasak dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. 56–65.
Nugraha, H. (2020). Respons Siswa terhadap Pembelajaran Pantun Sasak di SMP. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2), 88-99.
Paridi, K., Sudika, I. N., Ashriany, R. Y., & Setiawan, I. (2023). Literature Text of Sasak Folk’s Poetry: Study of Materials Preparation for Sasak Language as Local Subject. The International Journal of Language and Cultural (TIJOLAC), 5(1), 73–81.
Purnomo, B. (2019). Teori Sosialisasi Budaya dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 67-76.
Rahmatih, A. N., Maulyda, M. A., & Syazali, M. (2020). Refleksi Nilai Kearifan Lokal (Local Wisdom) dalam Pembelajaran Sains Sekolah Dasar: Literature Review. Jurnal Pijar Mipa, 15(2), 151–156. https://doi.org/10.29303/jpm.v15i2.1663
Riandi, M. (2022). Bentuk Dan Gaya Bahasa Pantun Pada Lirik Lagu Cilokaq Sasak Pepao- Janeprie Dalam Album “Saqtekangen” Serta Kaitannya Dengan Pembelajaran Sastra. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 2(3), 345–353. https://doi.org/10.51878/secondary.v2i3.1389
Rohani, Novianty, F., & Firmansyah, S. (2018). Analisis Upaya Melestarikan Nilai- Nilai Budaya Pada Masyarakat Adat Melayu Di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. 9(2), 153.
Santosa, M., & Haris, R. (2021). Peran Persepsi dalam Efektivitas Pembelajaran Berbasis Budaya. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 56-69.
Sari, N., & Fadhilah, R. (2021). Respons dan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Sastra Lokal. Jurnal Sastra dan Budaya, 12(1), 65-79.
Sawaludin, S., Haslan, M. M., & Basariah, B. (2022). Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b), 2426–2432. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4b.941
Wulandari, S. (2019). Pentingnya Budaya Lokal dalam Pembelajaran Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(2), 157-169.
Yuniarti, I., Karma, I. N., & Istiningsih, S. (2021). Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Tema Cita-Citaku Subtema Aku dan Cita-Citaku Kelas IV. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6(4), 691–697. https://doi.org/10.29303/jipp.v6i4.318
Zuhdi, M. H. (2018). Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Model Pengelolaan Konflik Di Masyarakat Lombok. Mabasan, 12(1), 64–85. https://doi.org/10.26499/mab.v12i1.34gggm
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agus Jayadi, Padlurrahman Padlurrahman, Badarudin Badarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

