Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Syahbandar (Studi tentang Eksepsi Penumpang sesuai Permenhub Nomor 37 Tahun 2015 di Pelabuhan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao)

Authors

  • Usman Lauda Amin Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Ahmad Atang Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Rahmad Laan Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Wahid Hasyim TRA Beni Universitas Muhammadiyah Kupang
  • Syarifuddin Darajad Universitas Muhammadiyah Kupang

DOI:

https://doi.org/10.29408/jhm.v12i1.34111

Keywords:

Harbormaster, Pantai Baru Port, passenger perception, policy implementation, service standards

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of passenger service standards by the Harbormaster based on the Regulation of the Minister of Transportation Number 37 of 2015 at Pantai Baru Port, Rote Ndao Regency, as well as to examine passengers’ perceptions of the services provided. This research employs a qualitative approach with data collection methods including observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants were purposively selected and consisted of Harbormaster officials, port officers, security personnel, the Rote Ndao Regency Transportation Office, and sea transportation passengers. Data analysis was conducted using a descriptive qualitative method through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with triangulation techniques applied to ensure data validity. The results indicate that the implementation of Harbormaster service standards at Pantai Baru Port has been carried out in accordance with regulatory provisions, particularly in terms of maritime safety and security. However, the implementation of these service standards has not yet been fully optimal, especially regarding facility comfort, queue management, departure punctuality, and transparency of service information. Passengers generally perceive the Harbormaster’s services as fairly good in terms of safety and the friendliness of officers, but they continue to highlight the limited port facilities and the weak information system as the main sources of dissatisfaction. This study concludes that there is a gap between normative service standards and actual service practices in the field, indicating the need for improvements in facilities, strengthening of human resources, and enhancement of communication and service information systems to improve the quality of public services at ports in archipelagic regions.

References

Aguw, R. (2013). Tanggung jawab syahbandar dalam keselamatan pelayaran ditinjau dari Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Lex Administratum, 1(1), 46-47).

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. (2020). Pelatihan Pelayanan Publik Bagi Petugas Pelabuhan. BPSDMP.

Biro Komunikasi dan Informasi Publik. (2015). Inaportnet, Sistem Informasi Standar Pelayanan Kapal Barang. https://dephub.go.id: https://dephub.go.id/post/read/inaportnet,-sistem-informasi. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2025.

Bogdan, R., & Biklen, S. K. (1997). Qualitative research for education (Vol. 368). Allyn & Bacon.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Dani, A. (2019) Implementasi Kebijakan Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pekanbaru. Tesis. Universitas Islam Riau.

Departemen Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Laut di Pelabuhan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Dewa, G. K. (2023). Analisis kualitas pelayanan transportasi laut terhadap kepuasan penumpang. Jurnal Transportasi Laut Indonesia, 15(2), 112–125.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (2018). Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Pelabuhan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Edward, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Congressional Quarterly Press.

Grindle, M. S. (1980). Politics and policy implementation in the Third World. Princeton University Press.

Handoko, W. & Fofid, W. T. (2020). Hukum Maritim dan Pengelolaan Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan. PIP Semarang.

Hidayat, S. (2022). Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Penyeberangan pada Pelabuhan PT. ASDP Indonesia Ferry (persero) Cabang Ujung Surabaya. Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial, 6(1), 87-107. https://doi.org/10.25139/jmnegara.v6i1.4562.

Ikhsan, M. (2025). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang pada transportasi laut. Jurnal Manajemen Transportasi, 12(1), 45–60.

Iskandar, I., Hafni, N., & Abubakar, M. B. (2023). Analisis Upaya Pemerintah dalam Penerapan Pelayanan Kapal Melalui INAPORTNET (Studi: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Lhokseumawe di Provinsi Aceh). Jurnal Transparansi Publik (JTP), 3(1), 1-6. https://doi.org/10.29103/jtp.v3i1.11557.

Jaya, W. K. (2021). Ekonomi Kelembagaan: Studi Kasus Sektor Transportasi dan Sektor Lainnya. Elex Media Komputindo.

Jinca, M. Y. (2011). Transportasi Laut Indonesia. Brilian Internasional.

Karso, A. (2021). Implementasi kebijakan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan sebagai kepala pemerintah di pelabuhan. Insania.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management. Pearson.

Mandala, E., Setyadiharja, R., & Jefri, R. R. N. M. (2016). Implementasi Kebijakan Tentang Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) (Studi Kasus di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kijang). Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah, 1(2), 247-264. https://doi.org/10.24905/jip.1.2.2016.247-264.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2010). Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran Utama. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2012). Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2014). Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 157 Tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Pemerintah Republik Indonesia.

Sabatier, P., & Mazmanian, D. (1980). The implementation of public policy: A framework of analysis. Policy studies journal, 8(4), 538-560. https://doi.org/10.1111/j.1541-0072.1980.tb01266.x.

Salim, M. A., Sinaga, K., & Ibrahim, Z. (2022). Implementasi Transparansi Pelayanan Publik dalam Pengurusan Administrasi Izin Berlayar pada Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan Medan. Jurnal Publik Reform, 9(2), 85-92.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suyono, R. (2007). Shipping Pengangkutan Intermoda Ekspor Impor Melalui Laut. Lembaga Manajemen PPM.

Tjendana, F., & Pranitasari, D. (2024). Service quality and customer satisfaction in maritime transportation services. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 10(2), 89–102.

Zhou, L., & Suh, W. (2025). A Study on Port Service Quality, Customer Satisfaction, Customer Loyalty, and Referral Intention: Focusing on Korean Container Terminals Amid Smart Port Development. Systems, 13(6), 486. https://doi.org/10.3390/systems13060486.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Amin, U. L., Atang, A., Laan, R., Beni, W. H. T., & Darajad, S. (2026). Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Syahbandar (Studi tentang Eksepsi Penumpang sesuai Permenhub Nomor 37 Tahun 2015 di Pelabuhan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao). Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 12(1), 424–438. https://doi.org/10.29408/jhm.v12i1.34111

Issue

Section

Articles