Implementasi Awiq-Awiq sebagai Mekanisme Pengendalian Sosial pada Masyarakat Sasak di Desa Ekas Buana, Lombok Timur

Authors

  • Wahyudi Saputra Universitas Hamzanwadi
  • Ahmad Tohri Universitas Hamzanwadi
  • Hanapi Hanapi Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.29408/jhm.v11i4.36635

Keywords:

awiq-awiq, local wisdom, social control, Sasak community, social cohesion

Abstract

The phenomenon of single parent women is an emerging social reality in various regions of Indonesia, including West Nusa Tenggara. This study aims to describe the strategies and obstacles faced by single parent women in fulfilling family economic needs. Using a qualitative approach with phenomenological design, this study involved 15 informants selected purposively in North Tanak Malit Hamlet, South Masbagik Village, Masbagik District. Data collection techniques included participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model with source triangulation as validity testing. The results showed that single parent women's strategies include optimizing domestic and public roles through the use of agricultural land, laundry-ironing services, selling snacks, and borrowing from close relatives. The obstacles faced include limited rest time, difficulty managing time between work and childcare, and problematic financial management. This study confirms that the double burden experienced by single parent women is a social construction that requires policy interventions based on economic empowerment and strengthening of social capital.

References

Abdullah, I. (2006). Konstruksi dan reproduksi kebudayaan. Pustaka Pelajar.

Ardhana, I. K. (2016). Kearifan lokal dalam penguatan identitas budaya masyarakat Indonesia. Jurnal Kajian Bali, 6(2), 25–40.

Baharudin, B. (2020). Peran hukum adat dalam penyelesaian konflik masyarakat lokal. Jurnal RechtsVinding, 9(1), 45–60.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Durkheim, E. (1984). The division of labor in society. Free Press.

Ernas, S. (2018). Kearifan lokal sebagai modal sosial pembangunan masyarakat. Jurnal Masyarakat Indonesia, 44(1), 87–101.

Fathurrahman, L. (2018). Eksistensi awiq-awiq dalam menjaga ketertiban sosial masyarakat Sasak. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(2), 145–156.

Firdaus, A., Lestari, F., Afiff, S. A., & Herdiansyah, H. (2023). Integration of knowledge and local wisdom for disaster resilience in Anak Krakatau volcano. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 15(1). https://doi.org/10.4102/jamba.v15i1.1457

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Habibuddin, H., Hanapi, H., & Burhanuddin, B. (2023). Pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual nyalamaq dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 7(1), 130–141. https://doi.org/10.29408/geodika.v7i1.17516

Hakim, M. (2019). Penyelesaian konflik berbasis hukum adat masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 49(3), 563–579.

Hanapi, H., & Rasyidi, A. (2024). The value of the Beriuk Tinjal tradition as a strengthening of student character in the global era. Journal of Educational Studies, 2(3), 127–138. https://doi.org/10.58218/jes.v2i3

Hidayat, A. (2019). Nilai-nilai budaya lokal dalam pembangunan masyarakat pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 103–116.

Iskandar, J. (2017). Pelestarian budaya lokal dalam menghadapi globalisasi. Jurnal Patanjala, 9(1), 59–72.

Jayadi, R., Rejeki, S., Muttaqin, Z., & Garba, M. M. (2024). Exploration of the Roah Umrah tradition as a cultural identity of Lombok, Indonesia: Perspectives from Islamic law and social context. Inferensi: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 18(2), 175–202. https://doi.org/10.18326/infsl3.v18i2.175-202

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Penerbit Buku Kompas.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Kusnadi. (2018). Pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal masyarakat pesisir. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(1), 37–52.

Lestari, D. (2021). Implementasi hukum adat dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Jurnal Hukum Adat Nusantara, 5(1), 61–74.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mulianah, B. (2024). Moderate character education in Sasak cultural institutions: An Islamic education perspective. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 18(2), 257–288. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i2.13066

Parsons, T. (1951). The social system. Free Press.

Prasetyo, E. (2019). Modal sosial dalam pembangunan desa berbasis budaya lokal. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(2), 211–226.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Rahardjo, S. (2009). Hukum dan perubahan sosial. Genta Publishing.

Ritzer, G. (2012). Teori sosiologi modern. Pustaka Pelajar.

Rosana, E. (2015). Modernisasi dan perubahan sosial masyarakat Indonesia. Jurnal Tapis, 11(1), 67–82.

Rosana, E. (2015). Modernisasi dalam perspektif perubahan sosial. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 10(1), 67–82. https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i1.1423

Sanofa, V., & Sarjan, M. (2024). Pendekatan kebijakan lokal (local wisdom): Awig-awig dalam pengelolaan sumber daya pesisir di Provinsi NTB. Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.58218/lambda.v4i1.826

Shabir, L. I. D., & Jannah, M. (2025). Inovasi pelayanan publik berbasis kearifan lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Lombok Tengah. VISA: Journal of Vision and Ideas, 5(3), 1194–1202. https://doi.org/10.47467/visa.v5i3.9014

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Sibarani, R. (2020). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Matahari.

Soekanto, S. (2017). Sosiologi suatu pengantar. PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suhardi, M. (2025). Legal pluralism and cultural legitimacy: Reframing Sasak customary law to prevent child marriage in Lombok. Society, 13(1), 538–552. https://doi.org/10.33019/society.v13i1.818

Suhartini. (2009). Kajian kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sumarjo. (2018). Eksistensi awig-awig dalam menjaga harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi, 2(1), 27–39. https://doi.org/10.20961/habitus.v2i1.20222

Suprapto. (2007). Islam Sasak: Wetu Telu versus Waktu Lima. Kencana Prenada Media Group.

Syarifuddin. (2020). Pelestarian hukum adat dalam menghadapi perubahan sosial. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(3), 289–302.

Sztompka, P. (2017). Sosiologi perubahan sosial. Prenada Media.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (2017).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (2014).

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO.

Wijana, I. N., & Saravistha, D. B. (2023). Keberadaan awig-awig dalam mengatasi aksi tindak pidana ringan di Desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 1(2), 23–29. https://doi.org/10.58707/aldalil.v1i2.452

Yulianingsih, W., Simangunsong, F., & Syahroni, M. A. (2022). Awig-awig management of marine and fisheries resources West Lombok. International Journal of Community Service, 2(4), 460–464. https://doi.org/10.51601/ijcs.v2i4.152

Yusuf, M. (2019). Budaya gotong royong sebagai modal sosial masyarakat Indonesia. Jurnal Sosiohumaniora, 21(3), 301–312.

Zakaria, R. Y. (2016). Masyarakat adat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 18(2), 153–168.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Saputra, W., Tohri, A., & Hanapi, H. (2025). Implementasi Awiq-Awiq sebagai Mekanisme Pengendalian Sosial pada Masyarakat Sasak di Desa Ekas Buana, Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 11(4), 1356–1371. https://doi.org/10.29408/jhm.v11i4.36635

Issue

Section

Articles