Studi Budaya Pada Eksistensi Pelayaran (7 Hari Kematian) di Desa Sukarema Lombok Timur

Husnayati Husnayati, Syahrul Amar, Zidni Zidni

Abstract


Kebudayaan memiliki bentuk tersendiri dalam suatu masyarakat. Di Desa Sukarema Lombok Timur terdapat kebiasaan masyarakt dalam menghormati keluarga yang sudah meninggal dunia yang disebut dengan kepercayaan pelayaran (7 hari kematian). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal usul dari kepercayaan pelayaran 7 hari kematian di Desa Sukarema, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Tahapan pencarian sumber data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data bersifat induktif melalui tahaoan reduksi daya, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Asal usul kepercayaan pelayaran 7 hari kematian berasal dari nenek moyang masyarakat Sasak yang menjadi adat istiadat di desa Sukarema. Kebiasaan ini masih eksis sampai sekarang, karena pelayaran merupakan adat-istiadat yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur atau nenek moyang masyarakat desa Sukarena. Mereka sangat menjunjung tinggi adat istiadat nenek moyang yang sudah ada.


Keywords


Eksistensi, Pelayaran, Sejarah

Full Text:

PDF

References


Bungin, Burhan. (2010). Penelitian Jualitatif. Jakarta: Kencana

Busyairy, L. A. (2018). Akulturasi Budaya dalam Upacara Kematian Masyarakat Kota Santri Kediri Lombok Barat. Harmoni, 17(2), 228-243.

Koentjaraningrat, (1993). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kusnawati, (2015). Perspektif Hukum Islam Terhadap Praktek Sedekah dalam Adat Kematian Sasak di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar. Mu’amalat, 7(1), 27-45.

Moleong, Lexy, J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdyakarya.

Profil Desa Sukarema Tahun 2016

Sapardi, Saheh. (2001). Atraksi Budaya Kabupaten Lombok Timur. Lombok Timur: Agenda, www.google.com.

Sudirman dan Bahri. (2014). Studi Sejarah dan Budaya Lombok. Lombok Timur: Puskanda

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, Happy. (2012). Filsafat Ilmu: Telaah Kritis Atas Hakekat dan Cara Kerja Ilmu Pengetahuan. Ponorogo: P2MP Spectrum Press Ponorogo.

Syakur, Ahmad Abd. (2006). Islam dan Kebudayaan Alkulturasi Nilai-nilai Islam dalam Budaya Sasak. Yogyakarta: Adab Press.

Wawancara, Abdul Syakur, 17 Februari 2017

Wawancara, Dedi Amrullah, 14 Februari 2017.

Wawancara, H. HasanBasri, 17 Februari 2017.

Wawancara, Indriani, 20 Februari 17

Wawancara, Jamuddin, 17 Februari 2017.

Wawancara, Munsiin, 20 Februari 2017.

Wawancara, Rauhi, 25 Februari 2017.

Zakaria, Fathurrahman. (1998). Mozaik Budaya Orang Mataram. Mataram: Sumurmas Al-Hamidy.




DOI: https://doi.org/10.29408/jhm.v5i1.3702

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Husnayati, Syahrul Amar, Zidni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats