Peran Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi dalam Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di Onder Distrik Mandau Kerajaan Siak

Nur Rahmawati Busyro, Yuliantoro Yuliantoro, Asyrul Fikri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah tarekat Naqsyabandiyah Distrik Mandau Kesultanan Siak dengan memfokuskan kajian pada peranan Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi Bin Encik Coteih dalam mengembangkan ajaran Islam jalur tarekat Naqsyabandiyah di onder distrik Mandau tepatnya di desa Balai Pungut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawanacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat Naqsyabandiyah berkembang dan diamalkan di Indonesia pada abad ke-19. Kerajaan Siak menjadi pusat berkembangnya ajaran tarekat Naqsyabandiyah di Riau. Desa Balai Pungut menjadi saksi nyata berkembangnya ajaran tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau pada masa Kerajaan Siak Sri Indrapura oleh Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi bin Encik Coteih. Tarekat Naqsyabandiyah untuk pertama kalinya mulai berjalan dan dipimpin langsung oleh Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi pada tahun 1925 di desa Beringin. Kemudian baru pada tahun 1936 diajarkan dan dikembangkan di desa Balai Pungut.

Keywords


Sejarah, Tarekat Naqsyabandiyah, Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi

Full Text:

PDF

References


Abduh, M. A. (2009). Menelusuri akar sejarah dan aktivitas jamaah tarekat naqsyabandiyah di Kabupaten Pelalawan. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 8(2), 382-395. http://dx.doi.org/10.24014/af.v8i2.3816.

Abduh, M. A. (2012). Peran Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyyah Syekh Abdul Wahab Rokan (Dalam Dakwah dan Pendidikan Islam di Riau dan Sumut). Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 11(2), 206-246. https://doi.org/10.24014/af.v11i2.3858.

Abdurahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Amrizal, (2019). Mengenal Tuan Syekh H. Imam Sabar, Salah Seorang Pengembang Islam di Onder Distrik Mandau. https://bedenai.blogspot.com/2019/09/mengenal-tuan-syekh-h-imam-sabar-salah.html.

Amrizal, A., & Astafi, R. (2019). The existing of naqshbandi tariqa and its influence on socio-cultural life of the sakai people in Bengkalis regency. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 4(1), 80–93. https://doi.org/10.15575/jw.v4i1.4072.

Ashsubli, M. (2016). Dinamika gerakan pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Mandau Riau. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 50–59. https://doi.org/10.26618/ojip.v6i1.41.

Hidayat, Z. (2015). Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) dari Doktrin, Seni Hingga Arsitektur. Jakarta: Lembaga Studi Islam Progresif (LSIP).

Iskandar, J. (2018). Kegiatan suluk tarekat naqsyabandiyah didesa Medan Jaya Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko. Skripsi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

Madjid, M. D., & Wahyudhi, J. (2014). Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar. Jakarta: Kencana.

Noupal, M. (2016). Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia Abad ke-19 dari Ortodoksi ke Politisasi. Intizar, 22(2), 297–318.

Shihab, A. (2001). Islam Shufistik, Islam Pertama dan Pengaruhnya hinggi Kini di Indonesia. Bandung: Mizan.

Siregar, L. H. (2009). Sejarah Tarekat dan Dinamika Sosial. Jurnal: MIQOT, 33(2), 169-187.

Siregar, L. H. (2011). Tarekat Naqsyabandiyah Syaikh Abdul Wahab Rokan: Sejarah, Ajaran, Amalan, dan Dinamika Perubahan. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 35(1), 59-77.

Suparlan, P. (1995). Orang Sakai di Riau: Masyarakat Terasing dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Suteja, S. (2016). Tasawuf di Nusantara Tadarus Tasawuf & Tarekat. Cirebon: CV. Aksarasatu.

Van Bruinessen, M. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Bandung: Mizan.

Wathoni, L. M. N. (2021). Tuan Guru Haji Lalu Anas Hasyri: Kharisma dan Kontribusinya Mengembangkan Nadhlatul Wathan. Mataram: Institute Bale Institute.




DOI: https://doi.org/10.29408/jhm.v8i1.4607

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Nur Rahmawati Busyro, Yuliantoro Yuliantoro, Asyrul Fikri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - Statcounter

Jurnal Humanitas Views