Penerapan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Statistika

B. Fitri Rahmawati, Husnul Mukti, Zidni Zidni, Suhupawati Suhupawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa pada mata kuliah statistika pada siswa pendidikan sejarah. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengukur penerapan metode penemuan terbimbing dan aktivitas belajar siswa serta angket untuk mengukur minat siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, baik kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I, keterlaksanaan metode pembelajaran mencapai 75%. Meningkat menjadi 80% pada siklus kedua; aktivitas belajar siswa mencapai 60% dan pada siklus II 80%. Minat siswa mencapai 60% dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Hasil penelitian ini menyiratkan praktik mengajar bahwa metode penemuan terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengembangkan minat siswa dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif untuk aktivitas, keterlibatan, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.


Keywords


aktivitas belajar, metode guided discovery, minat belajar

Full Text:

PDF

References


Ainley, M., Hillman, K., & Hidi, S. (2002). Gender and interest processes in response to literary texts: Situational and individual interest. Learning and Instruction, 12(4), 411–428. https://doi.org/10.1016/S0959-4752(01)00008-1

Bybee, R. W., Powell, J. C., & Trowbridge, L. W. (2014). Teaching secondary school science: Strategies for developing scientific literacy. Pearson Higher Ed.

Cooney, T. J., Davis, E. J., & Henderson, K. B. (1975). Dynamics of teaching secondary school mathematics. Houghton Mifflin.

Darmadi, H. (2017). Pengembangan model dan metode pembelajaran dalam dinamika belajar siswa. Yogyakarta: Deepublish.

Djamarah, S. B. (2008). Psikologi Belajar. Rineka Cipta.

Eggen, P., & Kauchak, D. (2012). Strategi dan Metode Pembelajaran Mengejar Konten dan Keterampilan berpikir. Indeks.

Ganyaupfu, E. M. (2013). Teaching methods and students’ academic performance. International Journal of Humanities and Social Science Invention, 2(9), 29–35. http://www.ijhssi.org/.

Hajar, S., Arafah, K., & Ali, M. S. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika. J. Pendidik. Fis. Dan Teknol, 6(1), 153–161. http://dx.doi.org/10.29303/jpft.v6i1.1798

Hamalik, O. (2006). Proses belajar mengajar.

Hidayat, P. W., & Widjajanti, D. B. (2018). Analisis kemampuan berpikir kreatif dan minat belajar siswa dalam mengerjakan soal open ended dengan pendekatan CTL. Phytagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 13. http://dx.doi.org/10.21831/pg.v13i1.21167

Hurlock, E. B., Istiwidayanti, Sijabat, R. M., & Soedjarwo. (1990). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga, Jakarta.

Ibe, H., & Ukpai, K. (2013). Effects of guided-inquiry and expository teaching methods on senior secondary school students’ performances in Biology in Imo State. Journal of Education Research and Behavioral Sciences, 2(4), 51–57. http://www.apexjournal.org/

Joyce, B., & Weil, M. (2000). Models of teaching. Amerika: A. Pearson Education Company.

Juweni, S., & Wulandari, T. C. (2016). Penerapan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Prosiding Seminar Nasional Matematika, 177–181. https://repository.unikama.ac.id/840/21/177-181 Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.pdf

Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2015). Penelitian pendidikan matematika. Bandung: PT Refika Aditama, 2(3). https://doi.org/10.25037/pancaran.v6i2.36

Lestari, M. E., Subiki, S., & Lesmono, A. D. (2017). The Effect of Guided Discovery Model with LKS of Mind Mapping on Learning Outcomes and Learning Activities in Physics Learning at SMA 1 Cluring. Pancaran Pendidikan, 6(2). https://doi.org/10.25037/pancaran.v6i2.36

Markaban. (2006). Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing. Departemen Pendidikan Nasioanl PPPG Matematika.

Martin, A. J., & Marsh, H. W. (2006). Academic resilience and its psychological and educational correlates: A construct validity approach. Psychology in the Schools, 43(3), 267–281. https://doi.org/10.1002/pits.20149

Nisa, K., Susongko, P., & Utami, W. B. (2017). Penyusunan Skala Minat Belajar Matematika Dengan Penerapan Model Rasch (Studi Pengembangan Pada Pembelajaran Matematika Kelas VII di SMP Negeri 1 Tarub Tahun Ajaran 2016/2017). JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti), 1(1). https://doi.org/10.24905/jpmp.v1i1.789

Purwadarminta. (2007). Kamus umum bahasa Indonesia. PN Balai.

Purwanto, N. (2007). Psikologi Pendidikan Remaja. Rosdakarya.

Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2011. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sari, F. M., & Harini, E. (2015). Hubungan persepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika minat belajar dan kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika. Jurnal Pendidikan Matematika UNION, 3(1), 61–68. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=510287&val=10433&title=Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Mata Pelajaran Matematika Minat Belajar Dan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Belajar Matematika.

Siagian, R. E. F. (2015). Pengaruh minat dan kebiasaan belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(2). https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Formatif/article/view/93/90

Simamora, H. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Stie YKPN.

Singer, K. (1987). Membina Hasrat Belajar di Sekolah,(Terj. Bergman Sitorus). Bandung: Remaja Rosda Karya.

Slameto, B. (2010). Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sucipta, S. (2018). Metode Guided Discovery Learning terhadap Tingkat Berpikir Kritis Siswa Dilihat dari Motivasi Belajar. Indonesian Journal of Economic Education (IJEE), 1(1). https://ejournal.upi.edu/index.php/IJEE/article/view/10744/6609

Suherman, E. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. UPI Press.

Sukada, I. K., Sadia, W., & Yudana, M. (2013). Kontribusi minat belajar, motivasi berprestasi dan kecerdasan logis matematika terhadap hasil belajar matematika siswa SMA negeri 1 Kintamani. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.23887/japi.v4i1.697

Sulaiman, S. (2019). Improving Student Learning Outcomes With Guided Discovery Method Using Geogebra Software. Journal of the Indonesian Mathematics Education Society, 1(2), 9–17. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jimes/article/view/8140

Syah, M. (2003). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wahyuni, B. E. N., & Nur, E. (2007). Teori Belajar dan pembelajaran. In Yogyakarta: Ar-ruzz media.




DOI: https://doi.org/10.29408/jhm.v8i2.5688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 B. Fitri Rahmawati, Husnul Mukti, Zidni, Suhupawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats