MODERNITAS DALAM CERPEN SATU KELUARGA TELAH LENGKAP KARYA BULAN NURGUNA

Dharma - Satrya HD, Riyana Rizki Yuliatin

Abstract


Artikel ini membahas cerpen Satu Keluarga Telah Lengkap karya Bulan Nurguna. Artitkel ini dilatarbelakangi oleh penting konsep keluarga dalam konteks nasionalisme maupun etnisitas. Artikel ini bertjuuan untuk menguji kecederungan wacana yang mengkonstruksi cerpen itu. Artikel ini berkontribusi untuk memperkuat teori mengenai sastra Indonesia Lombok. Studi sastra Indonesia Lombok menemukan bahwa sastra Indonesia mewacanakan Lombok sebagai bagian dari formasi diskursif modern. artikel ini menggunakan teori pascastruktural model analisis wacana. Teori itu mengasumsikan sastra merupakan struktur yang dibentuk oleh sebuah wacana yang dominan pada suatu momone historis atau pada suatu rezim kebenaran. Metode analisis data adalah studi pustaka dan studi wacana. Metode analisis data adalah metode analisis struktur dan analisis wacana. Hasil analisis menemukan bahwa cerpen Satu keluarga Telah lengkap bergerak kea rah modernitas dan atau merupakan produk modernitas. Hasil analisis itu memperkuat teori sastra Indonesia Lombok yang sudah ada.   

Kata Kunci: cerpen, struktur, wacana, sastra Indonesia Lombok


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Ecklund, J. L. (1977). Sasak Cultural Change , Ritual Change , and the Use of Ritualized Language. Indonesia, 24(24), 1–25.

Fajrianti, N. A., & Imtihan, Y. (2018). Komposisi Gerak pada Pertunjukan Kesenian Tari Petuk di Desa Sade Kabupaten Lombok Tengah. Tamumatra, 10(2), 1–15.

Faruk. (2001). Beyond Iamagination, Sastra Mutakhir dan Ideologi. Gama Media.

Fathurrahman, H. L. A. (2007). Menuju Masa Depan Peradaban: Refleksi Budaya Etnik di NTB. Genta Press.

Hall, S. (1996). On Postmodernisme and articulation: an interview with Stuart Hall, edited by Lawrence Grossberg. In Critical Dialogue in Cultural Studies.

Jamaludin. (2019). Sejarah Islam Lombok: Abad Ke-16 hingga Abad Ke-20. LEPPIM IAIN Mataram.

Khalid, Nadira. 2007. Ketika Cinta Tak Mau Pergi. Depok. Lingkar Pena.

Kingsley, J. (2011). Pelopor Perdamaian atau Perusak Perdamaian?: Pemilihan Kepala Daerah, Kepemimpinan Agama, dan Proses Perdamaian di Lombok. In A. F. Susanto (Ed.), Kegalauan Identitas: Agama, Etnisitas, dan Kewarganegaraan Pada Masa Pasca-Orde Baru (pp. 97–118). Gramedia.

Madasari, Oky. 2012. Maryam. Gramedia Pustaka Utama.

Marrison, G. E. (1999). Sasak dan Javanesse Literture of Lombok. KITLV.

Nurguna, B. (2022). Satu Keluarga Telah Lengkap. BASABASI.

Rizky, Riyana. Jangan Pulang Jika Kampu Perempuan. Yogyakarta. Mojok

Satrya HD, D. (2021). Sasak Woman ’s Dignity : Thse Representation of Lombok in the Novel Sri Rinjani. TEKNOSASTIK, 19(2), 81–91.

Satrya HD, D. (2022). Representasi Lombok dalam Novel Indonesia Kontemporer. Unisversitas Gadjah Mada.

Van der Meij, D. (2011). Sastra Sasak Selayang Pandang. 1 Nomor 1, 17–45.




DOI: https://doi.org/10.29408/sbs.v6i2.23986

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


View My Stats