MEMBANGUN SOSIOLOGI INKLUSIF DALAM PRAKTEK PEMBELAJARAN (Studi Pendidikan Toleransi Dengan Penerapan Permainan Dadu Pintar Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas XI IPS Di MA NW Pancor)

Abdurrahman Marowi

Abstract


Gejala menguatnya anti keragaman dan intoleransi akhir-akhir ini telah menggugah keprihatinan kita sebagai anak bangsa. Gejala ini secara tidak sadar juga telah merasuk dalam praksis pendidikan. Aksi kekerasan dan tawuran antar pelajar, eksklusivitas kelompok-kelompok berdasarkan kategori sosial berdasarkan etnis, budaya dan agama tertentu merupakan gejala anti keragaman dan intoleran yang jamak terjadi dikalangan siswa. Gejala anti keberagaman dan intoleransi seperti itu dapat mengancam aggregasi sebagai bangsa yang berasaskan Bhinneka Tunggal Ika. Padahal tugas pendidikan adalah menfasilitasi dan penyamaian nilai-nilai toleransi, keberagamaan, berpandangan inklusif dan menghargai perbedaan yang harus dikembangkan menjadi bagian budaya sekolah atau madrasah. Disinilah pentingnya pelajaran sosiologi dalam membawa misi inklusivitas dan toleransi melalui pelaksanaan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan 1). Menanamkan dan mempraktekkan nilai-nilai keberagaman dan toleransi dan kepada siswa-siswi sebagai social capital dalam membangun budaya multikultural ditengah masyarakat. 2). Melalui pembelajaran Sosiologi, penulis ikut berkontribusi dalam penyemaian nilai-nilai toleransi dan keberagaman agar siswa-siswi memiliki watak inklusif dan toleran. 3). Menjadikan ruang kelas sebagai social lab  dalam praksis kehidupan bertoleransi.  

Penelitian ini jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Sedangkan lokasi penelitian di MA NW Pancor karena sekolah ini merupakan sekolah homogen dimana siswa-siswinya berlatarbelakang agama, etnis dan budaya yang sama agar mereka mendapat perspektif keberagamaan sebagai bagian dari kebangsaan mereka. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran sosiologi dengan menggunakan permainan dadu pintar dapat mengubah minset dan perilaku  siswa yaitu, siswa yang sebelumnya eksklusif berdasarkan kesamaan etnis dan intoleran berubah dan menyadari akan pentingnya bersatu dalam perbedaan, berpandangan inklusif, menghargai perbedaan antar sesama yang berbeda agama dan etnis. Hal ini terbukti dari hasil pre tes sebelum pembelajaran dimulai yaitu 68% siswa-siswi memiliki sikap toleran terhadap sesama yang berbeda suku atau agama. Sedangkan 32% memiliki sikap intoleransi dan sikap etnosentrisme yang kuat. Setelah akhir pembelajaran kemudian siswa diberi post tes dengan soal yang sama hasilnya menunjukkan 92 % siswa menyadari dan pentingnya toleransi antar sesama teman yang berbeda agama dan etnis, sedangan 8%  masih kurang menyadari akan pentingnya toleransi.

 

Kata Kunci: Sosiologi, Inklusif, Pendidikan, dan Toleransi


Full Text:

PDF (Indonesian)

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Indonesian) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.