Kajian Sosial Ekonomi Kerajinan Gerabah Plancungan Ponorogo, 2012-2022

Authors

  • Erwina Yulia Sriweni Universitas PGRI Madiun
  • Khoirul Huda Universitas PGRI Madiun
  • Anjar Mukti Wibowo Universitas PGRI Madiun

DOI:

https://doi.org/10.29408/fhs.v7i2.16840

Keywords:

earthenware, Plancungan, social, economy

Abstract

The problems faced by pottery craftsmen in the village of Plancungan Slahung, Ponorogo Regency, internally include limited capital, the raw material (clay) used to make handicrafts is quite limited so that the craftsmen have to buy from other villages, and the equipment used is very simple. The aim of the research is to examine the socio-economic development of pottery in Plancungan Ponorogo in the 2012-2022 period. This type of research uses a qualitative descriptive approach. The location of this research was conducted in Plancungan Village, Slahung District, Ponorogo Regency, East Java Province. The source of the data used in this research is pottery in the village of Plancungan. The application of the method is designed through heuristics using interviews, observations and document analysis. Then criticize the source with internal and external concepts. Then proceed with interpreting through a socio-economic study approach and written in narrative with a scientific manuscript model. The results of the study show that from 2012 to 2022 the traditional Plancungan pottery craft will continue to change as time goes by, starting with the variety and tools used. This also affects the social and economic life of the artisans, because this work is a source of livelihood for most people. So that the social and economic life of the community depends on the existence of the pottery produced, which of course is made as good as possible even though it is still traditional, so that it can be competitive with products and the times.

Permasalahan yang dihadapi para pengrajin gerabah di Desa Plancungan Slahung Kabupaten Ponorogo dalam lingkup internal diantaranya yaitu terbatasnya permodalan yang dimiliki, bahan mentah (tanah liat) yang digunakan untuk membuat kerajinan cukup terbatas sehingga para pengrajin harus membeli ke desa lain, dan peralatan yang digunakan sangat sederhana. Tujuan penelitian untuk mengkaji perkembangan sosial ekonomi gerabah di Plancungan Ponorogo rentang 2012-2022. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode sejarah. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Plancungan Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur. Penerapan metode dirancang melalui heuristik dengan menggunakan wawancara, pengamatan dan analisis dokumen. Kemudian mengkritisi sumber dengan konsep internal dan eksternal. Lalu dilanjutkan dengan menginterpretasi melalui pendekatan kajian sosial ekonomi dan ditulis secara narasi dengan model manuskrip ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2012 sampai 2022 kerajinan gerabah tradisional Plancungan terus berubah seiring berkembangnya zaman mulai ragam dan alat yang dipakainya. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi perajinnya, oleh karena pekerjaan ini merupakan salah satu yang dijadikan sumber pencaharian sebagian besar masyarakat. Sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bergantung dengan eksistensi gerabah yang dihasilkan yang sudah barang tentu diupayakan dibuat sebaik mungkin meskipun masih tradisional, supaya mampu berdaya saing terhadap produk dan perkembangan zaman. 

References

Adiputra, K., Suardina, I. N., & Mudra, I. W. (2018). Inovasi Kerajinan Gerabah I Wayan Kuturan Di Desa Pejaten Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Prabangkara: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 22(2), 127-137. https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/prabangkara/article/view/578.

Chalim, A., Muslim, S., Al-Fatih, S., & Nur, A. I. (2023). Social Diversity Model: Inheritance of Mutual Collaboration in the Indonesian Hindu-Muslim Society at Tengger, Lumajang. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 18(1), 125-151. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v18i1.7318.

Diyanto, N. (2019). Pengrajin Gerabah di Ponorogo yang Kian Terpinggirkan. Kompas Gramedia. Retrieved 23 Mei 2022 from https://www.kompasiana.com/bunnan/5c6ab226c112fe154b14e3f2/pengrajin-gerabah-di-ponorogo-yang-kian-terpinggirkan.

Halim, A., Basyid, A., & Prihananto, P. (2021). Religious identity transformation: cultural interbreeding between Dayak indigenous culture and Islam. Journal of Indonesian Islam, 15(1), 171-192. https://doi.org/10.15642/JIIS.2021.15.1.171-192.

Hartono, Y., & Huda, K. (2020, September). Development Concept of Controversial History Material in Senior High School in Indonesia. In Proceedings of the 4th International Conference on Learning Innovation and Quality Education (pp. 1-5).. https://dl.acm.org/doi/10.1145/3452144.3452282.

Hastuti, I. (2013). Perkembangan usaha industri kerajinan gerabah, faktor yang mempengaruhi, dan strategi pemberdayaanya pada masyarakat di desa melikan kecamatan wedi kabupaten klaten. Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 16(2), 127-145. https://doi.org/10.23917/benefit.v16i2.1365.

Hasyimy, M. A., & Hidajat, R. (2021). Implikasi Tata Kelola Produksi terhadap Kualitas pada Gerabah Desa Pagelaran Kabupaten Malang Jawa Timur. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 396-404. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1391.

Indi. (2022, 29 April 2022). Perkembangan Kerajinan Gerabah Tahun 2012-2022 [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Jariyem. (2022, 29 April 2022). Eksistensi Perajin Gerabah Plancungan dalam perkembangan zaman [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Juswil, A. K., Nofrima, S., & Saputra, H. A. (2022). Political communication patterns through social media: A case of an Indonesian presidential staff Twitter account. CommIt (Communication and Information Technology) Journal, 16(2), 203-212. https://journal.binus.ac.id/index.php/commit/article/view/7889/4578.

Kuswayati, S., Indrayani, R., Gusdevi, H., Damayanti, S. E., & Nurhayati, A. (2019). Keterampilan dari Kain Perca dan Cara Memasarkannya melalui Media Online. SINDIMAS, 1(1), 213-216. http://sisfotenika.stmikpontianak.ac.id/index.php/sindimas/article/view/571.

M, Y., & Irfan. (2018). Kajian Perkembangan Desain Gerabah Melalui Pendekatan Sosial Budaya: Studi Kasus pada Gerabah di Takalar. Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar, 5(3), 128-139. https://doi.org/10.26858/tanra.v5i3.14092.

Mariyati. (2021, 11 November 2021). Perkembangan Kerajinan Gerabah Plancungan Tahun 2012-2022 [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

McLaren, H., Jones, M., & Patmisari, E. (2023). Multicultural Quality of Life: experiences of a South Australian Muslim community amid the COVID-19 pandemic. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 13(1), 57-84. https://doi.org/10.18326/ijims.v13i1.57-84.

Panjaitan, R., Adam, E., & Hasan, M. (2023). Improving Entrepreneurial Satisfaction Through Creativity and Intellectual Agility-Resonance: Evidence from Indonesia. Gadjah Mada International Journal of Business, 25(2), 173-197. https://doi.org/10.22146/gamaijb.69387.

Setiyanto, A. (2022). Foreign And Private Domestic Investments In Indonesia: Crowding-In Or Crowding-Out? Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 25(4), 623-646. https://doi.org/10.21098/bemp.v25i4.1674.

Setiyono, S. (2021, 11 November 2021). Dinamika sosio ekonomi gerabah Plancungan 2012-2022 [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Siaputra, I. B., Rasyida, A., Ramadhanty, A. M., & Triwijati, N. (2023). Exploring the usefulness of the Brief COPE in clinical and positive psychology: A discriminant content validity study. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(1), 163-180. https://doi.org/10.21580/pjpp.v8i1.15063.

Slamet, B. (2021, 29 Oktober 2021). Faktor yang melatarbelakangi eksistensi gerabah Plancungan [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Somadin. (2021, 15 Oktober 2021). Perkembangan kerajinan gerabah Plancungan tahun 2012-2022 [Interview]. Desa Placungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Sucipto. (2021, 11 November 2021). Perkembangan Kerajinan Gerabah Plancungan Tahun 2012-2022 [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Sulaimani, A. (2021, 15 November 2021). Dinamika sosio ekonomi gerabah Plancungan 2012-2022 [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Sumarsih. (2021, 11 November 2021). Perkembangan Kerajinan Gerabah Plancungan Tahun 2012-2022 [Interview]. Desa Plancungan Kecamatan Slahung; Kabupaten Ponorogo.

Wisesa, T. P. (2020). Pemanfaatan Teknologi Cetak 3-Dimensi Sebagai Upaya Pelestarian Gerabah Bentanga. Idealogy Journal, 5(1), 163-177. https://doi.org/10.24191/idealogy.v5i1.193.

Yunita, F. T., Prasetyo, H., & Rosa, D. V. (2023). The Undefeated Defeat: Indigenous Identity Politics in the Indonesian Law on Advancement of Culture. JSEAHR, 7(1), 93-122. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jseahr.v7i1.39200.

Zahid, M. (2022). Sharia and Local Wisdom in Indonesia: A Criticism of Jāhiliyyah Law Misinterpretation. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 22(2), 455-472. https://doi.org/10.15408/ajis.v22i2.25100.

Downloads

Additional Files

Published

2023-12-30

How to Cite

Sriweni, E. Y., Huda, K., & Wibowo, A. M. (2023). Kajian Sosial Ekonomi Kerajinan Gerabah Plancungan Ponorogo, 2012-2022. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 7(2), 210–223. https://doi.org/10.29408/fhs.v7i2.16840