Identifikasi Permasalahan-Permasalahan dalam Pembelajaran IPS

B. Fitri Rahmawati, Zidni Zidni

Abstract


Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang dibelajarkan secara terintegarasi di tingkat SMP. Pembelajaran terintegrasi ini menimbulkan persoalan tersendiri dalam pembelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan yang digunakan adalah guru-guru dan siswa dari tujuh sekolah SMP/MTs. Metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diidentifikasi empat permasalahan yakni perilaku disruptif siswa, kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, guru kurang memahami materi di luar bidang ilmunya serta metode pembelajaran yang kurang variatif. Perilaku disruptif siswa yang teridentifikasi adalah berkeliaran dan bermain-main ketika pembelajaran berlangsung, susah diatur, tidak mengerjakan tugas yang diberikan, membuat keributan di dalam kelas, tidak memperhatikan, dan mengantuk. Sedangkan sarana-dan prasarana pembelajaran yang dianggap masih kurang adalah buku dan media pembelajaran. Guru juga merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran di luar bidangnya dan metode pembelajaran yang digunakan kurang variatif karena lebih banyak menggunakan metode ceramah.


Keywords


Identifikasi, Studi Sosial, Permasalahan.

Full Text:

PDF

References


Afandi, R. (2015). Pengembangan media pembelajaran permainan ular tangga untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar IPS di sekolah dasar. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 1(1), 77–89.

Anwar, R. (2014). Hal-hal yang mendasari penerapan Kurikulum 2013. Humaniora, 5(1), 97–106.

Arsyad, A. (2013). Media Pembelajaran; Edisi Revisi.

Arsyad, A. (2014). Media Pembelajaran (edisi ke-17). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Asarina, R. (2014). Studi Eksplorasi Kendala-Kendala Guru dalam Pembelajaran IPS di SMP Wilayah Kecamatan Moyudan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Bidell, M. P., & Deacon, R. E. (2010). School Counselors Connecting the Dots between Disruptive Classroom Behavior and Youth Self-Concept. Journal of School Counseling, 8(9), n9.

Dudung, A. (2018). KOMPETENSI PROFESIONAL GURU. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan), 5(1), 9–19.

Hergenhahn, B. R., & Olson, M. H. (2008). Theories of Learning (teori belajar). Tri Wibowo BS (Alih Bahasa). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Herijanto, B. (2012). Pengembangan CD Interaktif Pembelajaran IPS Materi Bencana Alam. Journal of Educational Social Studies, 1(1).

Hermawan, A. H. (2014). Konsep Dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu. Diakses Dari Http://Www. Repository. Ut. Ac. Id/4039/1/PDGK4205-M1. Pdf.[20 Juli 2018].

Mayasari, N. (2019). Peranan Model Pembelajaran Value Clarification Technique Berbantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS. Jurnal Pendidikan, 20(1), 53–68.

Nuraida, N. (2013). Kompetensi profesional guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sei Agul Medan. Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Perwitasari, A. A. (2016). Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 15 Yogyakarta. SOCIAL STUDIES, 5(3).

Putri, N. (2012). Efektifitas penggunaan media video untuk meningkatkan pengenalan alat musik daerah pada pembelajaran IPS bagi anak tunagrahita ringan di SDLB 20 kota solok. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 1(2), 318–328.

Rahmatullah, M. (2011). Pengaruh pemanfaatan media pembelajaran film animasi terhadap hasil belajar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(1), 178–186.

Saud, U. S. (2006). dkk. 2006. Pembelajaran Terpadu. UPI Press. Bandung.

Sulfemi, W. B. (2019). Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbantu Media Miniatur Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS. Edunomic: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 7(2), 73–84.

Sulistyowati, Y., Sukardi, W. W., & Sukardi, F. X. S. F. X. (2012). Pengaruh Motivasi Belajar dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Ekonomi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Magelang Tahun Pelajaran 2011/2012. Economic Education Analysis Journal, 1(2).

Úcar, X. (2013). Exploring different perspectives of Social Pedagogy: towards a complex and integrated approach. Education Policy Analysis Archives, 21(36), n36.

Uno, H. B., & Ma’ruf, A. R. K. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran IPS Berbasis Website untuk Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri. JTP-Jurnal Teknologi Pendidikan, 18(3), 169–185.

Wicaksono, T. H. (2012). Perilaku Mengganggu Di Kelas. Paradigma, 7(14).

Widoyoko, S. E. P., & Rinawat, A. (2012). Pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 5(2).

Winataputra, U. S., & Darojat, O. (2014). Materi dan pembelajaran IPS SD.

Wulandari, D. (2013). Pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru terhadap economic literacy melalui prestasi belajar siswa kelas XII IPS di SMA Kota Malang. Jurnal Pendidikan Humaniora, 1(1), 25–29.

Zevin, J. (2013). Social studies for the twenty-first century: Methods and materials for teaching in middle and secondary schools. Routledge.




DOI: https://doi.org/10.29408/fhs.v3i1.1844

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 B. Fitri Rahmawati, Zidni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License

Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats