The Role of Tanjung Karang Station in the Transportation Network in Lampung, 1911-1942

Authors

  • Dimas Puja Kusuma Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Abd Rahman Hamid Universitas Islam Negeri Raden Intan
  • Agus Mahfudin Setiawan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.29408/fhs.v10i1.33809

Keywords:

Tajung Karang station, train, transportation

Abstract

This article aims to discuss the construction of Tanjung Karang Station and its role in the transportation network in Lampung, using historical research methods. The sources used are newspapers obtained from delpher, books and journals. The results of the study found that this station is a large class A type train station located in Gunung Sari Village, Enggal District, Bandar Lampung City. As one of the important stations on the railway line connecting Bandar Lampung City with Palembang City, Tanjung Karang Station has a strategic role in supporting transportation and mobility in the Lampung region. The construction of roads and railways connected to this station also encourages increased regional income and expands plantation areas, transportation progress plays an important role as a means of mobilization that accelerates connectivity between countries, regions, and provinces in this case to accelerate and facilitate the transportation of natural resources in terms of plantations and mining, The construction of this railway line is expected to be able to open access to previously isolated inland areas, so that it can encourage local economic growth.

References

Andika, E. (2018). Optimalisasi PP Nomor 8 Tahun 2011: Studi di Pelabuhan Panjang Bakauheni Lampung dalam Mendukung Biaya Logistik. Warta Penelitian Perhubungan, 30(1), 13. https://doi.org/10.25104/warlit.v30i1.633.

Anggraeni, S. S., Sulistyorini, R., & Karami, M. (2025). Preferensi Pemilihan Moda Transportasi Menggunakan Kereta Api , Travel , dan Mobil Pribadi (Studi Kasus: Rute Bandar Lampung–Palembang ) Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Preferensi Pemilihan Moda Transportasi Menggunakan Kereta Api , Travel , dan Mobil Pr. March. https://doi.org/10.12962/j2579-891X.v22i4.21479.

Ariwibowo, G. A. (2018). Aktivitas Ekonomi dan Perdagangan di Karesidenan Lampung pada Periode 1856 Hingga 1930. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 10(2), 431.

Ariwibowo, G. A., Budiman, H. G., & Listiana, D. (2023). Pembangunan Jaringan Transportasi Di Lampung (1859-1927 ) Transportation Network Development in Lampung (1859-1927). PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 12(1), 49–69.

Batavia. (1914). Zuid Sumatra Spoor. Batavia, 1.

Benny Mentiring, Devi Oktarina, K. D. (2023). Analisis Kualitas Pelayanan Stasiun Kereta Api Berdasarkan Tingkat Kepuasan Pengguna Layanan (Studi Kasus: Stasiun Tanjung Karang) (pp. 5–30).

Dagblad, N. M. (1915). Het Nieuws Van Den Dag Voor Nederlandsch-Indie. Maadang, 18 Januari 1915.

Marihandono, D., Juwono, H., Budi, L. S., & Iswari, D. (2018). Ular Besi Bumi Sriwijaya: Pembangunan Rel Kereta Api dan Trem di Sumatra Selatan. PT. Kereta Api Indonesia.

Dwiatmoko, H., Nabila, S. W. M., & Ikhsan Setiawan. (2020). Peran Angkutan Kereta Api Komuter Dalam Meningkatkan Perekonomian di Wilayah Gerbang Kertasusila Scopindo Media Pustaka.

Fitriana, R. (2017). Perkembangan Transportasi Kereta Api di Kabupaten Lamongan Tahun 1899 – 1932.

Hamid, A. R., & Majid, M. S. (2018). Pengantar Ilmu Sejarah. Ombak.

Indah, S., Ayuning, S., & Perdana, Y. (2022). Perkembangan Tembakau di Distrik Lampung Masa Kolonial Abad XIX. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 6(2), 147–158. https://doi.org/10.15575/hm.v6i2.21280.

Juwindi, R. M., Usman, K., Siregar, A., & Junaedi, T. (2023). Kajian Tekno Ekonomi pada Pembangunan Jalur Ganda Rel Kereta Api Segmen Tanjung Karang-Kotabumi di Provinsi Lampung. Journal of Sustainable Construction, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.26593/josc.v3i1.6630

Kristina, Y. (2019). Politik Ekonomi Belanda Terhadap Lampung Pada Tahun 1800-1942. Uwaus Inspirasi Indonesia

Kurnia, S. H. (2018). Potensi Kereta Api Sebagai Moda Angkutan Barang Ditinjau Dari Sisi Biaya (Studi Kasus: Tj. Enim dan Pelabuhan Panjang). Sosialita: Jurnal Ilmu Administrasi, 11(1), 536852.

Kuswati, A. S., Maimunah, S., & Herawati, H. (2011). Peran infrastruktur kereta api terhadap perekonomian daerah. Warta Penelitian Perhubungan, 23(2), 172-190.

Lisa, D., Yunita, K., & Hendro, B. K. (2022, November). Kawasan Teluk Betung Sebagai Historical Urban Lanscape (HUL). In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung (Vol. 5, pp. 134-142).

Millennia, A. A., Ningsih, P. W., & Misdalena, F. (2025). Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Kinerja Pelayanan Kereta Api Tanjung Karang–Kotabumi. Jurnal Talenta Sipil, 8(1), 195-204. https://doi.org/10.33087/talentasipil.v8i1.811.

Muliani, B. N. (2019). Peningkatan Kemampuan Kognitif dalam Mengenal Lambang Bilangan Melalui Media Kereta Api. Jurnal Pendidikan dan Dakwah, 1(1), 20-39. https://doi.org/10.36088/pandawa.v1i1.314.

Mutsaqov, Ativ, Muhammad Fernando, Y., & Megawaty, D. A. (2020). Penerapan Algoritma A-Star Pada Aplikasi Pencarian Lokasi Foto Berbasis Android. Inovasi Pembangunan: Jurnal Teknoinfo, 8(1), 39–52.

Nazori, A., Heriyanto, D., & Sulistiyorini, R. (2016). Perencanaan Moda Transprtasi Umum Rute Stasiun Tanjung Karang–Bandara Radin Inten II Lampung Selatan. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 3(3), 391–410.

Nederlandsch-Indei, H. nieuws van dag voor. (1914, February 24). Zuid-Sumatra Spoor. 1.

Oktaviani, A., Mahdi, S. S., & Rachmedita, V. (2024). Perkembangan Transportasi Kereta Api sebagai Penunjang Industri Perkebunan di Keresidenan Lampung 1830-1933. Historia Madania, 8, 101–112. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/historia/article/view/21223/11028.

Putri, N. W. (2018). Pergeseran Bahasa Daerah Lampung Pada Masyarakat Kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 77–86. https://doi.org/10.23917/humaniora.v19i2.6810.

Ravico, R., & Susetyo, B. (2021). Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Alat Transportasi di Sumatera Selatan Tahun 1914-1933. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 11(1), 68. https://doi.org/10.25273/ajsp.v11i1.8052.

Reitsma, S. A. (1925) Staatsspoor en Tramwegenin Nederlandsch Indie 1875-1925, 6 April 1925.

SB. (1914). Sumatra Bode. Sumatera Bode & Tjaja Sumatra, kolom ke 1. https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?coll=ddd&identifier=MMKB19:002090010:mpeg21:a00003.

Reitsma, S. A. (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor-en tramwegen. G. Kolff.

SH. (1940). Soerabaijasch Handelsblad. Surabaya, 1.

Sulistyorini, R. (2012). Peluang Pengembangan Transportasi Intermoda di Provinsi Lampung. In Seminar Nasional Peranan Infrastruktur dalam Pengembangan Wilayah, Magister Teknik Sipil UNILA Bandar Lampung (Vol. 3), pp. 5–9.

Sulistyorini, R. (2015). Potensi kereta api sebagai angkutan barang di Provinsi Lampung. Jurnal Kelitbangan Provinsi, 3(2), 1-15.

Telegraaf, D. De. (1925). Spoorwegen In Zuid Sumatra. Dagblad De Telegraaf, 14.

Yuliyanto, A., Prayogi, G. R., Hutabarat, F. D., & Nadi, M. A. B. (2024). Evaluasi rel dan bantalan berdasarkan beban angkut lintas dan kinerja operasi kereta api (studi kasus: jalan rel Tanjung Karang-Rejosari). PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 13(1), 26-35. https://doi.org/10.22225/pd.13.1.9159.26-35.

Zaalberg, F. h. k. (1927). Bataviaasch Niuwsbiad. Batavia, kolom ke 7.

Downloads

Published

2026-04-08

How to Cite

Kusuma, D. P., Hamid, A. R., & Setiawan, A. M. (2026). The Role of Tanjung Karang Station in the Transportation Network in Lampung, 1911-1942. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 10(1), 103–115. https://doi.org/10.29408/fhs.v10i1.33809

Issue

Section

Artikel