Development of an Aboge-Based Islamic History E-Module in the Merdeka Curriculum to Strengthen Local History at MAN Purbalingga

Authors

  • Awal Tri Riyadi Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.29408/fhs.v10i2.35305

Keywords:

interactive e-module, Islamic Aboge, local history, merdeka curriculum

Abstract

The integration of local history into history learning is essential for strengthening students’ historical awareness and cultural identity. However, the availability of digital teaching materials that incorporate local wisdom within the Merdeka Curriculum remains limited. This study aimed to develop an Islamic Aboge-based e-module as a local history learning resource for tenth-grade students at MAN Purbalingga. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation involving subject matter experts, media experts, history teachers, and students. The feasibility of the developed e-module was analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The findings indicate that the developed e-module achieved a very high level of feasibility. Material expert validation obtained an average score of 4.72 (94%), media expert validation obtained 4.64 (92.8%), and teacher validation obtained 4.60 (92%). Small-group and large-group trials also demonstrated positive student responses, with feasibility percentages of 88% and 87%, respectively. These findings suggest that the developed e-module is suitable for supporting contextual local history learning and can be utilized as an alternative digital teaching material in the implementation of the Merdeka Curriculum.

Author Biography

Awal Tri Riyadi, Universitas Negeri Yogyakarta

Guru Sejarah di MAN Purbalingga

References

Amin, M. L. (2017). Eko-sufisme Islam Aboge Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas. Jurnal Penelitian, 14(2), 131-150. https://e-journal.uingusdur.ac.id/Penelitian/article/view/14555.

Asmara, Y. (2019). Pembelajaran sejarah menjadi bermakna dengan pendekatan kontektual. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial-Humaniora, 2(2), 105-120. https://doi.org/10.31539/kaganga.v2i2.940.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. (2009). Peninggalan kepurbakalaan, sejarah dan nilai tradisi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.

Kemendikbudristek. (2022). Buku saku tanya jawab Kurikulum Merdeka. Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek.

Ma'ruf, A. (2020). Internalisasi nilai pendidikan karakter dalam tradisi Islam Aboge. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 101–112. https://www.ojs.staira.ac.id/index.php/al-ikram/article/view/709.

Ma'rufah, N., Rahmat, H. K., & Widana, I. D. K. (2020). Degradasi moral sebagai dampak kejahatan siber pada generasi millenial di Indonesia. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 7(1), 191–201. https://doi.org/10.31604/jips.v7i1.2020.191-201.

Mochammad, L. M. (2017). Keberagaman Islam Aboge dan keharmonisan sosial di Banyumas Raya. Jurnal Sejarah dan Budaya, 5(2), 45–58.

Mu'arifah, M., Warto, W., & Djono. (2026). Reframing history education through local wisdom: Pedagogical integration of cultural traditions to foster historical consciousness in an Indonesian Madrasah. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 10(1), 379–391. https://doi.org/10.29408/fhs.v10i1.34352.

Mulyasa, H. E. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka. Bumi Aksara.

Murdi, L. (2017). Sejarah lokal dan pendidikan karakter (Tinjauan dalam kearifan lokal masyarakat Sasak Lombok). Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 1(1), 42–54. https://doi.org/10.29408/fhs.v1i1.580.

Mutia, A., & Ginanjar, A. (2022). Eksistensi Islam Aboge di tengah perubahan sosial di Desa Kracak Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS, 4(1), 56–62. https://doi.org/10.15294/sosiolium.v4i1.53030.

Pramono, B., & Koswara, I. (2017). Komunikasi dan kearifan lokal: Studi fenomenologi tentang penganut aliran Islam Aboge di Desa Sidareja Banjarnegara, Jawa Tengah. In Prosiding Seminar Nasional Komunikasi Publik dan Dinamika Masyarakat Lokal (pp. 156-166). Universitas Lampung.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2022). Struktur Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan SMA/MA Fase E. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.

Putri, A. D., Meilinda, M., & Susanti, R. (2023). Implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika terhadap Profil Pelajar Pancasila di lingkungan SMAN 1 Palembang. Jurnal Adijaya Multidisiplin, 1(1), 56–63. https://e-journal.naureendigition.com/index.php/jam/article/view/103.

Putri, A. E., Firmansyah, A., Mirzachaerulsyah, E., & Firmansyah, H. (2021). Tradisi Saprahan sebagai sumber belajar sejarah lokal Kalimantan Barat. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 5(1), 45–59. https://doi.org/10.29408/fhs.v5i1.3512.

Rahmawati, B. F., Hadi, M. S., & Zidni. (2021). Pembelajaran sejarah terintegrasi PPK, literasi, keterampilan abad XXI (4C), dan HOTS. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 5(2), 194–209. https://doi.org/10.29408/fhs.v5i2.4534.

Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374.

Sajadi, D. (2019). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 16–34. https://journal-uia.ac.id/Tahdzib/article/view/510.

Sardiman. (2017). Reformulasi pembelajaran sejarah: Sebuah tantangan. Istoria: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 12(2), 12–20. https://doi.org/10.21831/istoria.v13i1.17610.

Sodli, A. (2016). Dinamika hubungan antara penganut Islam Aboge dengan umat Islam lainnya di Kabupaten Banyumas. International Journal Ihya' 'Ulum al-Din, 18(2), 235-252. https://doi.org/10.21580/ihya.17.2.1738.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Syahputra, M. A. D., Sariyatun, S., & Ardianto, D. T. (2020). Peranan penting sejarah lokal sebagai objek pembelajaran untuk membangun kesadaran sejarah siswa. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(1), 85–94. https://doi.org/10.17509/historia.v4i1.27035.

Wijayanti, Y. (2017). Peranan penting sejarah lokal dalam kurikulum di sekolah menengah atas. Jurnal Artefak, 4(1), 53–60. https://doi.org/10.25157/ja.v4i1.735.

Yanto, A., Suparlan, S., & Rahayu, N. (2024). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran kontekstual. Journal of Classroom Action Research, 14(1), 55–65. https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jcar/article/view/8482.

Yulindra, D., & Fernandes, F. (2023). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa fase F dalam menjawab soal berbasis HOTS. Naradidik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 44–52.

Zuhdi, M. (2019). Pentingnya sejarah lokal dalam pendidikan sejarah Indonesia: Membangun kesadaran sejarah dari akar budaya sendiri. Jurnal Sejarah dan Budaya, 13(2), 87–100.

Downloads

Published

2026-07-12

How to Cite

Riyadi, A. T. (2026). Development of an Aboge-Based Islamic History E-Module in the Merdeka Curriculum to Strengthen Local History at MAN Purbalingga. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 10(2), 591–604. https://doi.org/10.29408/fhs.v10i2.35305

Issue

Section

Artikel