Pembelajaran Sejarah Terintegrasi PPK, Literasi, Keterampilan Abad XXI (4c), dan HOTS

B Fitri Rahmawati, Muhammad Shulhan Hadi, Zidni Zidni

Abstract


The change in the learning paradigm that integrates Strengthening Character Education (PPK), Literacy, 4c, and HOTS is a real challenge for history learning. Therefore, it is necessary to know how the teacher's perception of it is. The aim is to explore in-depth what teachers think about it. The research method that will be used is a qualitative method with a phenomenological approach. The technique of determining the informants used the purposive sampling technique (samples aimed). The data collection technique used is in-depth interviews. The informants of this study were history teachers at SMA Negeri Lombok Timur, totaling 20 people. The data analysis technique used is the technique stated by Moustakas, namely the textural and structural description technique. The results of this study indicate that all teachers positively welcome the implementation of this integrated learning even though many obstacles are still being faced. According to them, this model is ideal so that the implementation is still in the stage of trying to achieve it. For history teachers, this integrated learning is a way to change the image of history learning which has seemed boring, only contains memorization and stories. With the emphasis on character, literacy, 4c, and HOTS both in planning, implementation, and assessment, the old-style learning process can be improved. Strengthening education has long been implemented even before the implementation of this integrated learning. As for literacy, there are still many obstacles faced because students' interest in literacy is still low. 4c and HOTS skills are still in the process of being achieved and efforts are being made by teachers.

Perubahan paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, 4c dan HOTS menjadi tantangan nyata bagi pembelajaran sejarah. Oleh karena itu perlu mengetahui bagaimana persepsi guru tentang itu. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam apa yang dipikirkan guru terkait hal tersebut. Adapun metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indept interview). Informan penelitian ini adalah guru sejarah di SMA Negeri Lombok Timur yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik yang dinyatakan Moustakas yakni teknik deskripsi tekstural dan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua guru menyambut positif pemberlakuan pembelajaran terintegrasi ini meskipun banyak kendala yang masih dihadapi. Menurut mereka model ini sangat ideal sehingga dalam implementasi masih dalam tahap upaya untuk mencapainya. Bagi guru sejarah, pembelajaran terintegrasi ini menjadi cara untuk mengubah citra pembelajaran sejarah yang selama ini terkesan membosankan, hanya berisi hapalan dan cerita-cerita. Dengan adanya penekanan-penekanan terhadap karakter, literasi, 4c dan HOTS ini baik dalam perencanaan, implementasi maupun penilaian, maka proses pembelajaran gaya lama dapat diperbaiki. Penguatan pendidikan karakter sudah lama diterapkan bahkan sebelum diberlakukannya pembelajaran terintegrasi ini. Sedangkan untuk literasi, masih banyak kendala yang dihadapi karena minat litersi siswa masih rendah. Keterampilan 4c dan HOTS masih dalam proses pencapaian dan upaya-upaya yang terus dilakukan oleh guru.

Keywords


history learning; integrated; PPK; literacy; 4c; HOTS

Full Text:

PDF

References


Anderson, L. W. (1981). Assessing affective characteristic in the schools. Boston: Allyn and Bacon.

Anshori, I. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah. Halaqa: Islamic Education Journal, 1(2), p. 11-22

Bernhard, R. (2017). Are Historical Thinking Skills important to history teachers? Some findings from a qualitative interview study in Austria. History Education Research Journal, 14(2), 29-39.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset Memilih diantara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fernandes, R. (2019). Relevansi Kurikulum 2013 dengan Kebutuhan Peserta Didik di Era Revolusi 4.0. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 70-80.

Haryati, M. (2009). Model dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.

Hasan, S. H. (2010). Pendidikan Sejarah: Kemana dan Bagaimana? Makalah disajikan pada seminar Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Jakarta, 6 Maret 2010.

Hasim, A., Osman, R., Arifin, A., Abdullah, N., & Noh, N. (2015). Teachers’ perception on higher order thinking skills as an innovation and its implementation in history teaching. Australian Journal of Basic and Applied Sciences, 9(32), 215-221.

Hermana Somantrie. 2010. “Kompetensi” Sebagai Landasan Konseptual Kebijakan Kurikulum Sekolah di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 16, Nomor 6, hal 684-698.

Jantari, K. H., Bain, B., & Romadi, R. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Handout Materi KH. Ahmad Rifa’i Dalam Pembelajaran Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di SMA Negeri 1 Bandar. Indonesian Journal of History Education, 7(1), 40-49.

Joebagio, H. (2017). Tantangan Pembelajaran Sejarah di Era Globalisasi. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 13(1), 55-62.

Kemendikbud. (2017). Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemendikbud.

National Education Association. (2010). Preparing 21st century students for a global society: an educators guide to the “Four Cs”. http://www.nea.org/assets/docs/A-Guide-to-Four-Cs.pdf. Diakses tanggal 17 Agustus 2019.

Novianti, W. K., & Sugiyono, S. (2018). Factors Causing History Teachers’difficulties In Developing Instructional Teaching in Sleman Regency, Yogyakarta. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 14(2). 15-25

Pacific Policy Research Center. (2010). 21st Century Skills for Students and Teachers. Honolulu: Kamehameha Schools, Research & Evaluation Division

Partnership for 21st Century Learning. (2015). P21 Framework Definition. https://www.teacherrambo.com/file.php/1/21st_century_skills.pdf. Diakses tanggal 17 Agustus 2019.

Pi’i. (2016). Mengembangkan Pembelajaran Dan Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran Sejarah SMA. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 10(2), 197-208.

Piawa, C. Y. (2010). Building a test to assess creative and critical thinking simultaneously. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 2(2), 551-559.

Prastowo, N. D., Bain, & Suryadi, A. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Komik Sejarah Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Cepogo Tahun Pelajaran 2018/2019 Pokok Bahasan Kerajaan Singhasari. Indonesian Journal of History Education, 7(1), 33-39.

Rismaya, V. (2018). Pengembanggan Kemampuan Bepikir Kritis-Historis Peserta Didik (Studi Kasus di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang). Historia Pedagogia, 7(1), 75-82.

Sayono, J. (2013). Pembelajaran Sejarah di Sekolah: dari Pragmatis Ke Idealis. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 7(1), 9-17.

Sequeira, A. H. 2012. Introduction to Concepts of Teaching and Learning. https://www.researchgate.net/publication/256035169_Introduction_to_Concepts_of_Teaching_and_Learning/link/5b390b80aca272078500e4e1/download.

Suyono, S., Harsiati, T., & Wulandari, I. S. (2017). Implementasi gerakan literasi sekolah pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 26(2), 116-123.

Tok, B. R. (2016). Learning problems in History subject among the Secondary School-Students of Papum-pare district of Arunachal Pradesh. IRA-International Journal of Education & Multidisciplinary Studies, 5(2), 133-139.

Yusuf, M., Saraswati, U., & Ahmad, T. A. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Perang Lasem dalam Bentuk Booklet Untuk Pembelajaran Sejarah Lokal di SMA Negeri 1 Lasem. Indonesian Journal of History Education, 7(1), 50-58.

Zubaidah, S. (2018). Mengenal 4C: Learning and innovation skills untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. In 2nd Science Education National Conference, 13. Universitas Trunojoyo Madura.




DOI: https://doi.org/10.29408/fhs.v5i2.4534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 B Fitri Rahmawati, Muhammad Shulhan Hadi, Zidni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - Statcounter

Fajar Historia Views