BENTUK LELUCON DAN KECERDASAN YANG MENYINGGUNG DALAM CERITA KELAKAR MADURA

Authors

  • Novita Angraini STKIP PGRI BANGKALAN
  • Andaru Ratnasari STKIP PGRI Bangkalan

DOI:

https://doi.org/10.29408/sbs.v9i2.34729

Keywords:

humor; taboo language; sexual jokes; ethnic jokes; pragmatic

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk humor berupa lelucon dan kecerdasan yang bersifat menyinggung dalam cerita Kelakar Madura Buat Gus Dur karya Sujiwo Tejo melalui perspektif pragmatik bahasa tabu Timothy Jay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa membaca dan mencatat. Data penelitian berupa kutipan kata, kalimat, dan wacana yang mengandung unsur humor tabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk humor yang ditemukan meliputi lelucon seksual, lelucon skatologis, lelucon etnis, lelucon bermuatan permusuhan, serta humor yang merendahkan laki-laki dan perempuan. Selain itu, terdapat bentuk kecerdasan yang menyinggung seperti sindiran, sarkasme, dan penggunaan makian yang berfungsi sebagai strategi kritik sosial. Berdasarkan kajian pragmatik, penggunaan bahasa tabu dalam humor tidak semata-mata bersifat ofensif, melainkan bergantung pada konteks sosial, relasi penutur, dan tujuan komunikatif. Dengan demikian, humor dalam karya ini berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi sosial dan kritik budaya yang disampaikan secara implisit.

Kata kunci: humor; bahasa tabu; lelucon seksual; lelucon etnis ; pragmatik

Abstract

This study aims to describe the forms of humor, including jokes and offensive wit, in Sujiwo Tejo's "Kelakar Madura Buat Gus Dur" (Madura Jokes for Gus Dur) through the perspective of Timothy Jay's pragmatics of taboo language. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including reading and note-taking. The research data consisted of quotes, sentences, and discourse containing elements of taboo humor. The results indicate that the forms of humor found include sexual jokes, scatological jokes, ethnic jokes, jokes containing hostility, and humor that demeans men and women. Furthermore, offensive wit, such as satire, sarcasm, and the use of profanity, function as strategies for social criticism. Based on pragmatic studies, the use of taboo language in humor is not solely offensive but depends on the social context, the speaker's relationship, and the communicative purpose. Thus, the humor in this work functions not only as entertainment but also as a medium for social reflection and implicit cultural criticism.

Keywords: humor, taboo language; sexual jokes; ethnic jokes; pragmatic

References

Astuti, Yuni. (2021). Tabu Bahasa dan Eufemisme pada variety show Lapor Pak! Trans7. Bangkalan: STKIP PGRI Bangkalan.

Darojah, Zakiyatut dkk. (2024). Penggunaan Jenis Kata Tabu pada Tuturan Anak Usia 6-12 Tahun (Kajian Sosiolinguistik). Jurnal Inovasi Pembelajaran, Bahasa, dan Sastra. 1(1), 2-9.

Ibadia., & Widyastuti. (2025). Penggunaan Bahasa Tabu dalam Ungkapan Pendaki Gunung Lawu. SeBaSa, 8(1), 150–166. https://doi.org/10.29408/sbs.v8i1. 29723

Jay, Timothy. (1999). Why We Curse. Why We Curse. https://doi.org/10.1075/z.91

Jay, Timothy., & Janschewitz, K. (2008). The pragmatics of swearing. Journal of Politeness Research, 4(2), 267–288. https://doi.org/10.1515/jplr.2008.013

Kunfillah, R. Dian. (2019). Perbedaan Bahasa Tabu Penyair Laki-laki dan Penyair Perempuan dalam Kumpulan Puisi Bersama Keluarga Besar Komunitas Masyarakat Lumpur. Bangkalan: STKIP PGRI Bangkalan.

Ningsih, A. N., & Ratnasari, A. (2025). Seksisme Dalam Novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo: Analisis Wacana Kritis Sara Mills. SeBaSa, 8(2), 436–450. https://doi.org/10.29408/sbs.v8i2.30386

Rahman, Z. Indana. (2019). Penggunaan Bahasa Tabu di Media Sosial: Kajian Linguistik Forensik. Universitas Gadjah Mada.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tejo, Sujiwo. (2018). Kelakar Madura Buat Gus Dur. Tangerang Selatan: Imania.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Angraini, N., & Ratnasari , A. (2026). BENTUK LELUCON DAN KECERDASAN YANG MENYINGGUNG DALAM CERITA KELAKAR MADURA. SeBaSa, 9(2), 351–364. https://doi.org/10.29408/sbs.v9i2.34729

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.