OPTIMALISASI IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI WORKSHOP PROFIL BELAJAR SISWA DAN SKRINING LANJUTAN

Authors

  • Nindya Seva Kusmaningsih Universitas Hamzanwadi
  • Khoirun Annisah Universitas Hamzanwadi
  • M. Khairul Lutfi Universitas Hamzanwadi
  • Abdul Aziz Universitas Hamzanwadi
  • M. Irfandi Universitas Hamzanwadi
  • Abdul Khair Universitas Hamzanwadi
  • Septiana Arini Universitas Hamzanwadi

Keywords:

Children with special needs, inclusive education, PBS, advanced screening, teacher competency

Abstract

Guru memainkan peran strategis dalam mengidentifikasi anak-anak berkebutuhan khusus (KSA) di sekolah inklusif. Namun, pemahaman yang terbatas tentang karakteristik anak-anak berkebutuhan khusus dan kurangnya instrumen identifikasi yang terstandarisasi seringkali menghambat efektivitas proses identifikasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak-anak berkebutuhan khusus melalui lokakarya PBS dan kegiatan skrining lanjutan. Program ini dilaksanakan di SDN 1 Teros dan melibatkan 18 guru kelas sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah Penelitian Aksi Partisipatif (PAR), yang terdiri dari penilaian kebutuhan, pelaksanaan lokakarya, pendampingan praktis, dan evaluasi program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan guru, dan pendampingan dalam penggunaan instrumen Profil Pembelajaran Siswa dan prosedur skrining lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang pendidikan inklusif, karakteristik anak-anak berkebutuhan khusus, penggunaan PBS, dan prosedur skrining lanjutan, yang tercermin dari peningkatan skor rata-rata dari 62 menjadi 84. Lebih lanjut, 88,89% guru mampu menggunakan instrumen PBS secara mandiri dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Pendampingan skrining tingkat lanjut juga memungkinkan guru untuk membedakan antara kesulitan belajar umum dan indikasi gangguan kognitif yang memerlukan penilaian lebih lanjut. Program ini menunjukkan bahwa lokakarya berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung praktik identifikasi dini yang lebih akurat di sekolah inklusif. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model untuk memperkuat kapasitas guru dalam menyediakan layanan pendidikan inklusif yang lebih tepat dan terarah.

References

Afandi, A., Sucipto, M. H., & Muhid, A. (2022). Metodologi pengabdian masyarakat berbasis participatory action research (PAR). Surabaya: UIN Sunan Ampel Press.

Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Budiyanto. (2017). Pengantar pendidikan inklusif berbasis budaya lokal. Jakarta: Prenadamedia Group.

Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Yogyakarta: Psikosain.

Geniofam. (2010). Mengasuh dan menyukseskan anak berkebutuhan khusus. Yogyakarta: Garailmu.

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2015). Exceptional learners: An introduction to special education (13th ed.). Boston: Pearson Education.

Kustawan, D. (2013). Manajemen pendidikan inklusif. Jakarta: Luxima Metro Media.

Kustawan, D. (2016). Pendidikan inklusif dan upaya implementasinya. Jakarta: Luxima Metro Media.

Mulyasa, E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Selian, S. N. (2023). Asesmen anak berkebutuhan khusus. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Suprijanto. (2012). Pendidikan orang dewasa: Dari teori hingga aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Suyadi. (2017). Perencanaan dan asesmen perkembangan anak usia dini. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

30-06-2026

Most read articles by the same author(s)